kalau adaa yang salah atau enggk nyambung ceritanyaa maapp yaaaahhh soalnya baru pertama bikin cerita kayak ginii (◠‿◕)
Siapa sangka gadis yang berisik, ceroboh, dan selalu bikin keributan itu justru jadi satu-satunya yang bisa meluluhkan hati ketua osis paling dingin, cuek, dan ditakuti seantero sekolah?
Dari yang saling tak suka, jadi tak bisa terpisahkan. Ini kisah gadis barbar yang mencuri hati ketos dingin yang tak pernah tersenyum pada siapa pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Haris Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENYELESAIAN YANG TENANG.
Pagi itu udaranya sejuk, langit cerah banget. Kita berangkat bareng — Arka nyetir, gue duduk di belakang, pegang pinggangnya erat. Jalan menuju tempat pertemuan itu sepi, tapi hati gue nggak tenang. Gue pegang tangan Arka pas dia berhenti di lampu merah.
"Lo yakin?" tanya gue pelan.
Arka senyum lewat kaca spion. "Yakin. Gue nggak mau lari dari ini lagi. Dan gue senang lo di sini sama gue."
Sesampainya di sana, seseorang udah nunggu di teras rumah sederhana — kakak Kirana, namanya Dimas. Wajahnya cemas banget, matanya turun, seakan udah siap dihukum apa pun. Di sampingnya ada Kirana, tangannya meremas ujung baju, cemas juga.
Kita duduk di kursi teras, hening sebentar. Arka yang buka suara duluan.
"Gue ke sini bukan buat marah," katanya tenang. "Gue cuma mau dengar kebenaran langsung dari lo."
Dimas tarik napas berat, lalu mulai cerita — suaranya gemetar. Tiga tahun lalu, dia panik setelah tabrakan, takut dipenjara, takut bikin keluarga hancur. Kabur diam-diam, simpan rahasia itu, setiap malam nggak tenang. Kirana tahu seminggu setelah kejadian, tapi Dimas mohon jangan bilang siapa pun.
"Gue salah…" suaranya pecah. "Tiap hari gue nungguin hari ini datang. Gue tahu gue nggak pantas dimaafin."
Arka diam sebentar, tatapannya tenang.
"Lo salah kabur. Itu bikin gue bingung bertahun-tahun, bikin keluarga gue cemas, bikin Kirana nyimpen beban sendirian. Tapi gue nggak mau balas dengan dendam. Gue mau lo pertanggungjawabkan — bukan karena gue mau lo menderita, tapi supaya lo juga tenang."
Dimas menatapnya tak percaya. "Lo… nggak mau tuntut gue?"
"Gue mau lo jujur ke pihak berwajib," jawab Arka tegas. "Hadapi konsekuensinya. Itu satu-satunya cara buat lo benar-benar bebas."
Kirana menunduk, air mata turun. "Gue ikut kakak… gue juga mau jujur. Gue udah capek sembunyi."
Saat perpisahan, Dimas menatap Arka. "Makasih… udah nggak benci gue. Gue janji bakal perbaiki semuanya."
Arka mengangguk pelan. "Semoga."
Pulang perjalanan hening, tapi bukan hening yang berat. Arka tarik tangan gue, genggam erat.
"Lo tahu nggak?" katanya pelan. "Pas dia cerita… gue nggak merasa marah. Gue merasa lega. Akhirnya ini bisa selesai."
Gue sandarkan kepala ke punggungnya. "Karena lo udah berani hadapi. Itu hebat banget, Arka."
Sore itu, kita kumpul di kantin — gue, Arka, Raka, Dito, Sasa, Bela, sama Kirana. Suasananya beda banget, ringan, cerah.
"Wih akhirnya beres!" seru Raka tepuk tangan. "Bebannya udah turun!"
Dito ketawa. "Iya! Arka balik senyum, Kirana udah tenang, Luna cerah banget mukanya sekarang.!"
Gue ketawa. "Kalian ini!"
Kirana senyum tulus, matanya berbinar. "Makasih ya semua… makasih udah terima gue lagi."
Sasa pegang tangannya. "Kita satu tim dari sekarang ya! Nggak ada rahasia lagi!"
"Setuju!" seru kami semua bareng!
Malamnya, di teras rumah, kita berdua duduk berdekatan. Arka peluk gue dari samping, tatap langit penuh bintang.
"Dulu gue pikir kebahagiaan itu nggak ada masalah," katanya pelan. "Ternyata kebahagiaan itu — hadapi masalah bareng, lalu tetap senyum bersama."
Gue peluk balik erat. "Bener. Kita udah lewat banyak hal kan? Dan kita tetap di sini."
Dia kecup kening gue lembut. "Iya. Dan gue nggak akan ke mana-mana. Selamanya."
GIMANA CERITA NYA GUYS???
Mau kita bikin konflik yang lebih panas lagi enggak?
JANGAN LUPA BUAT LIKE, VOTE, SUBSCRIBE DAN KOMEN YAHHH (◠‿◕)
dukung guee teruss okay.