Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja
Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri
Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Pagi hari saat baru masuk ke gerbang sekolah, Aini melihat seorang pria menghampiri nya
Aini mengerutkan keningnya, ia tahu pria ini adalah laki-laki tidak sopan yang kemarin tiba-tiba memeluknya
"Bisa kita bicara sebentar?" Tanya Tristan saat wanita pilihan ibunya itu ada dihadapannya
"Ada masalah? Saya rasa tidak" Aini tidak ingin memiliki urusan apapun dengan laki-laki ini
"Ada hal penting yang ingin saya bicarakan, sebaiknya kita bicara sekarang karena saya tidak memiliki waktu" Ujar Tristan dengan nada sombong
"Saya disini bekerja, saya tidak bisa keluar seenaknya"
"Saya sudah bicara dengan pemilik yayasan ini"
Aini menurut, Aini masuk kedalam mobil mewah milik ayah murid nya itu
Jarak nya dekat dengan sekolah, sebuah cafe dipilih dan keduanya duduk dikursi dekat jendela kaca
"Anda mau pesan apa?"
"Cappucino saja"
Tristan mengangkat tangannya, seorang pelayan datang dan Tristan menyebutkan pesanan mereka
"Ada hal penting apa hingga anda memanggil saya?" Tanya Aini, jujur saja ia merasa sedikit tidak nyaman mengingat pertemuan pertama mereka
"Saya rasa kamu sudah tau jika Mama saya ingin kamu jadi menantunya"
"Saya tidak pernah berpikir seperti itu, tentang Melodi, saya hanya menganggap itu keinginan anak kecil" Ujar Aini
"Saya ingin kamu membuat Mama saya tidak menyukai kamu sebagai menantunya"
Aini mengerutkan keningnya, pertanyaan aneh apa ini. Ia tidak mengerti
"Maksudnya?"
"Kita melakukan kesepakatan, Mama saya tidak akan mau memiliki menantu yang matre dan tukang selingkuh" Dengan mudahnya Tristan mengatakan itu
"Maksud anda saya tukang selingkuh? Sepertinya anda salah orang, suami saya saja meninggalkan saya demi wanita lain"
Memangnya dirinya bisa selingkuh? Ia saja hanya menyukai seorang pria selama ini dan itu adalah Andra
"Itu akan menjadi urusan saya, kamu tinggal setuju saja"
"Saya menolak"
Tristan menghela napasnya, sepertinya bicara dengan perempuan ini sangat tidak mudah
"Dengar" Pria tampan itu mencondongkan sedikit tubuhnya kedepan "Sebagai bayarannya, kamu bisa minta apapun"
Aini diam, sepertinya tawaran ini sedikit membuatnya tergiur "Anda serius?"
"Tentu saja" Tristan kembali menyandarkan punggungnya pad kursi
Sebuah senyuman tipis tercetak di bibirnya, ia tahu wanita manapun pasti tergiur mendengar penawarannya, memangnya siapa yang tidak menginginkan uang
"Jadi apa yang kamu inginkan?" Tanya Tristan
"Kehancuran mantan suami saya" Jawab Aini tanpa ragu
"Hanya itu? Kamu bisa minta uang atau apapun, bahkan saya bisa memberikan perusahaan pada kamu jika kamu mau"
Menurutnya permintaan ini sangat mudah, hanya menghancurkan seseorang, harusnya wanita ini meminta uang atau apapun
"Saya juga menginginkan seorang pengacara"
"Pengacara?" Tristan menatap lekat wanita dihadapannya
"Saya ingin mengambil kembali hak asuh putri saya yang saat ini berada ditangan mantan suami saya"
Ini adalah kesempatan yang baik, jika menunggu tabungannya maka itu akan sangat lama dan ia ingin segera membawa putrinya keluar dari rumah itu
"Itu mudah" Jawab Tristan dengan mudahnya "Ambil ini!" Aini mengerutkan keningnya saat melihat sebuah kartu hitam diatas meja
"Saya tidak butuh uang" Ucap Aini menatap tajam pada laki-laki berwajah tampan itu
"Kamu butuh, kamu harus tampil cantik agar Mama saya percaya jika kamu memang telah memanfaatkan saya"
"Baiklah" Demi hak asuh Kasih, Aini mengambil kartu hitam itu dan memasukkannya kedalam tas
"Siapa nama suamimu?"
"Andra Riyadi, dia bekerja di perusahaan Makro global" Aini menjelaskan tentang suaminya
Tristan mengangguk "Itu mudah, kurang dari satu Minggu kamu akan mendengar kehancurannya"
Aini tersenyum penuh arti, ia akan membalas semua sakit hati yang ia rasakan
"Untuk pengacara, besok kamu akan bertemu dengannya"
"Terima kasih" Aini merasa lega, sebentar lagi ia akan kembali bersama putrinya
Aini diam "Tapi bagaimana saya bisa selingkuh? Saya tidak pernah mengenal pria, selain ayah dan mantan suami saya"
Tristan terdiam, bagaimana bisa ada wanita seperti ini? Sangat langkah
"Untuk itu kami tidak perlu khawatir, saya akan mengabari kamu untuk bertemu laki-laki itu"
"Baiklah, sekarang kembalikan saya ke sekolah"
"Ayo!"
Setelah mengantarkan Aini kembali ke sekolah, Tristan kembali melakukan mobil mewah kembali ke perusahaan Kusuma
"Rafael"
Pria tampan dengan tubuh tegap itu menghadap sang atasan "Iya pak"
"Cari skandal karyawan Makro global bernama Andra Riyadi! Jika tidak ada maka kita bisa ciptakan skandal itu, dan pastikan setelah ini dia tidak diterima di perusahaan manapun"
Walaupun bingung, Rafael tetap menjalankan perintah sang atasan "Oh iya, Rafael"
"Ada lagi pak?"
"Hubungi pengacara kita! Katakan jika saya ingin bertemu"
"Baik"
Tristan tersenyum, seperti inilah ia lepas dari para wanita-wanita itu. Namun yang aneh adalah wanita kali ini tidak meminta uang atau harta dalam bentuk apapun
"Penilaian Mama memang tidak salah, wanita itu berbeda" Tristan meraih pigura kecil diatas mejanya
"Aku tidak akan pernah menggantikan kamu dengan wanita manapun, kamu adalah satu-satunya perempuan yang ada di hati aku, Clara"
Tristan merasa dirinya menang kali ini, setelah perjodohan dengan Aini gagal, sang ibu tidak akan pernah membawa wanita-wanita lain lagi kehadapan nya
***
"Apa ini Andra?" Andra terkejut saat sang atasan melempar sebuah map ke hadapannya
"Ada apa ini pak?"
"Ada dana perusahaan yang mengalir ke rekening pribadi kamu, bagaimana itu bisa terjadi"
Andra terkejut, ia raih map hitam itu lalu membacanya "Ini tidak mungkin, pak. Saya tidak melakukan semua ini, ini fitnah"
Andra mengelak, hampir satu tahun dirinya menjadi seorang manager dan dirinya memang tidak melakukan tuduhan keji itu
"Laku bagaimana kamu menjelaskan tentang bukti yang ada? Apa kamu pikir saya berbohong?" pria sekitar empat puluh tahunan itu marah
"Tapi Saya memang tidak melakukannya pak, saya bersumpah" Andra memelas
"Mulai saat ini kamu dipecat secara tidak hormat!"
Andra terkejut mendengarnya, bagaimana ia bisa menghidupi keluarganya sementara dirinya kehilangan pekerjaan
"Sekarang kamu keluar dari sini! Semua fasilitas dari perusahaan juga akan dicabut!" Ujar pria yang duduk dikursinya itu
"Tapi saya tidak pernah melakukan semua itu, pak. Saya difitnah"
"Saya tidak peduli! Kalau kamu bisa silahkan kamu buktikan jika kamu tidak bersalah"
Andra keluar dari ruang sang atasan dengan perasaan marah, siapa yang sudah melakukan semua ini padanya?
"Sekarang dari mana aku dapat uang untuk menghidupi keluargaku" Andra benar-benar merasa frustasi, satu-persatu masalah datang di hidupnya
"Saya sudah melakukan sesuai yang tuan perintahkan" seorang pria tengah mendengar ucapan dari lawan bicaranya
"Baik, terima kasih tuan Kusuma" Telepon ditutup lalu laki-laki itu tersenyum penuh kemenangan, keuntungan besar telah didapatkan dan saatnya menikmati nya
lebih suka Aini sama Yudha saja sih, Yudha juga laki-laki yang baik