NovelToon NovelToon
Sistem Kasino Realitas

Sistem Kasino Realitas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ViNZ idk

Jarinya dipotong. Adiknya mati. Tabungannya dirampas.

Dibuang seperti bangkai oleh bos kasino tempatnya mengabdi selama lima tahun, mantan bandar bernama Sora membangkitkan satu-satunya senjata yang tersisa yakni sistem yang memanipulasi probabilitas kenyataan.

Pisau yang harusnya menancap di dada? 0,01% peluang kena. Brankas yang harusnya terkunci rapat? 99,99% terbuka. Sekarang, meja taruhan sudah terbalik. Dan rumah kasino yang selalu menang akan ia beli sendiri.


Peringatan Konten: Cerita ini mengandung kekerasan fisik ekstrem, adegan penyiksaan berdarah, tema kriminalitas (judi, pemerasan, pencucian uang), trauma psikologis gelap, serta bahasa kasar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViNZ idk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Lantai dua Kasino Ruko Tiga Naga terbentang di bawahnya. Karpet beludru merah tampak temaram di bawah lampu gantung kristal yang telah dimatikan separuh. Meja-meja baccarat kosong melompong dengan kursi-kursi kayu yang dinaikkan ke atas meja. Di sudut tengah ruangan, Meja Rolet Nomor Tiga berdiri megah dengan roda kayu mahoni yang mengilap, tertutup kain beludru hijau.

Ruangan itu lengang. Tidak ada seorang pun di lantai dua.

Sora melirik jam tangan digital murah Dok Han di pergelangan kanannya: pukul 02.52 dini hari.

‘Jadwal ronda malam Rusli selalu jam 03.00 tepat.’

Selama lima tahun bekerja di kasino ini, Sora hafal di luar kepala kebiasaan Rusli. Pria bertubuh gempal itu selalu menghabiskan waktu antara pukul dua hingga tiga dini hari di warung arak belakang ruko, menenggak dua sloki arak beras sebelum naik ke lantai dua untuk memeriksa kunci brankas dan meja VIP tepat saat lonceng kelenteng seberang berdentang tiga kali.

Bagi pikiran analitis Sora, kebiasaan lima tahun itu adalah angka statistik yang pasti aman. Ia masih memiliki delapan menit penuh sebelum Rusli menginjakkan kakinya di anak tangga pertama.

Sora membuka penutup kisi ventilasi gipsum dengan hati-hati. Ia menurunkan kedua kakinya ke bawah, berpegangan pada rangka balok kayu plafon, lalu meluncur turun ke lantai karpet beludru merah dengan suara pendaratan yang nyaris tak terdengar.

Langkah kakinya senyap melintasi karpet, langsung menuju kolong Meja Rolet Nomor Tiga.

Sora berlutut di bawah meja mahoni itu. Dengan tangan kanannya, ia meraba bagian bawah mangkuk rolet, menemukan penutup kotak dinamo stator yang terpasang di poros tengah. Jari-jarinya bergerak cepat seperti saat ia membagikan kartu blackjack di masa lalu.

Kotak modul pengacau magnetik ia tempelkan ke rangka baja penopang meja menggunakan magnet neodimium yang sudah terpasang di belakang kotak. Capit merah ia pasang ke kabel tembaga nomor tiga, sedangkan capit hitam ia jepitkan ke plat sasis ground. Lampu LED hijau mikro di sudut modul berkedip sekali, pertanda bahwa sirkuit telah aktif dan sinkron dengan frekuensi radio Maya.

Pemasangan selesai dalam waktu tiga menit.

Sora menghela napas pendek. Jam di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 02.55. Masih tersisa lima menit penuh sebelum Rusli naik.

Sora berbalik menuju titik turunnya di bawah celah ventilasi. Ia melompat pelan, meraih balok kayu plafon dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya yang buntung menopang beban tubuh pada tepian rangka gipsum.

Nyeri di pangkal kelingkingnya menyengat tajam, namun ia berhasil menarik tubuhnya naik separuh ke dalam rongga atap.

Tepat pada saat kaki kanannya hendak terangkat masuk ke saluran ventilasi, ujung sepatunya menyentuh sesuatu yang tipis dan tegang di antara celah plafon.

Sebutas kawat senar pancing transparan.

Ting.

Sora membeku.

Itu bukan kawat instalasi listrik, melainkan kawat pemicu alarm mekanik tradisional yang diikatkan pada seuntai lonceng kuningan pemanggil pelayan, tersembunyi di balik balok plafon.

Sebuah pengaman tambahan yang baru dipasang minggu ini oleh dua penjaga baru rekrutan Jerry—detail manusiawi yang tidak pernah ada dalam ingatan lima tahun Sora, dan luput dari program peretasan digital Maya.

Kring! Kring! Kring!

Dentang lonceng kuningan itu bergaung nyaring di ruangan lantai dua yang sunyi, suaranya memantul liar di dinding partisi tripleks ruko.

Di ujung lorong tangga kayu bawah, tawa serak mendadak terputus.

Derap langkah kaki berat bersepatu bot laras baja bergemuruh menaiki tiga anak tangga sekaligus dengan kecepatan ganas.

“Siapa di atas?!” geram suara berat yang sangat dikenal Sora dari dasar tangga.

Rusli tidak sedang mabuk di warung arak. Rusli sudah berada di bordes tangga lantai satu sejak sepuluh menit yang lalu.

Kalkulasi lima tahun Sora meleset telak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!