NovelToon NovelToon
Super Dokter: Warisan Ilmu Medis

Super Dokter: Warisan Ilmu Medis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Berawal dari niat Baik yang berujung pada jatuhnya ia dari lantai dua puluh Gedung Dingfeng.

Jiang Chen, seorang pemuda yang putus asa mencari pekerjaan, secara tidak sengaja mewarisi jutaan pengetahuan rahasia medis dan kekuatan kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Jiang Chen kembali memusatkan pikiran dan mengalirkan energi hangat ke kedua matanya.

Sensasi panas yang familiar kembali muncul, dan pandangannya langsung menembus jas putih dokter tersebut.

Hanya butuh waktu lima detik bagi Jiang Chen untuk memindai seluruh kondisi tubuh dan aliran energi pria paruh baya di depannya.

"Baiklah kalau begitu, mari kita lihat seberapa hebat dokter modern sepertimu mengenali penyakit pada tubuhmu sendiri," tantang Jiang Chen santai.

Jiang Chen melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatap dokter itu dari atas sampai bawah.

"Dokter, apakah pinggang bagian bawahmu sering terasa nyeri seperti ditusuk jarum setiap kali bangun tidur?"

Dokter kepala itu tersentak kaget, namun dia berusaha keras menyembunyikan keterkejutannya.

"Itu hanya kelelahan biasa karena aku terlalu sering berdiri saat mengoperasi pasien," jawabnya mengelak.

"Oh, benarkah begitu? Lalu bagaimana dengan keringat dingin yang sering keluar berlebihan di malam hari?" cecar Jiang Chen lagi.

"Dan fakta bahwa kau harus bolak-balik ke toilet lebih dari lima kali di tengah malam?"

Mata dokter kepala itu membelalak lebar seolah baru saja melihat hantu di siang bolong.

"Bagaimana, bagaimana kau bisa tahu hal pribadi seperti itu?!" tanyanya tanpa sadar.

Jiang Chen tersenyum semakin lebar melihat reaksi panik lawannya.

"Itu adalah gejala awal dari penurunan fungsi ginjal yang sudah sangat parah akibat kebiasaan buruk."

"Tapi itu belum seberapa parah jika dibandingkan dengan masalah utamamu yang paling memalukan."

Jiang Chen sengaja menjeda kalimatnya untuk membangun ketegangan di dalam ruangan tersebut.

Seluruh perawat dan asisten dokter yang ada di ruangan itu menahan napas mereka menanti kelanjutan ucapan Jiang Chen.

Bahkan Su Yuhan yang sedang berbaring ikut menajamkan pendengarannya karena merasa sangat penasaran.

"Kantung kemihmu membengkak parah, dan ada peradangan serius di area prostatmu yang dibiarkan menahun," lanjut Jiang Chen dengan suara lantang.

"Kalau tebakanku tidak salah, kau sudah tidak bisa memuaskan istrimu di ranjang selama lebih dari tiga tahun, kan?"

Bum.

Kata-kata itu meluncur seperti bom nuklir yang meledak tepat di tengah ruang gawat darurat.

Suasana ruangan yang tadinya sangat tegang seketika berubah menjadi sunyi senyap seperti kuburan.

Beberapa perawat muda langsung menutup mulut mereka menahan tawa yang hampir saja meledak.

Wajah dokter kepala itu berubah warna dari merah padam menjadi sepucat kertas putih.

"Kau, kau memfitnahku! Omong kosong macam apa ini?!" teriak dokter itu dengan suara melengking panik.

"Aku memfitnahmu? Perlu aku sebutkan titik meridian mana saja yang sudah mati di area bawah sana?" goda Jiang Chen tanpa ampun.

"Atau kau mau langsung melakukan tes urine dan USG prostat sekarang juga di depan semua perawat manismu ini?"

Tubuh dokter itu bergetar hebat menahan rasa malu dan amarah yang tidak tertahankan.

Rahasia kejantanannya yang selama ini dia sembunyikan rapat-rapat malah dibongkar secara brutal oleh seorang pemuda gembel.

Yang paling menakutkan baginya adalah, semua tebakan pemuda itu seratus persen benar tanpa meleset sedikit pun.

"Kau, awas kau! Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja!" ancam dokter itu sambil berbalik arah dengan cepat.

Dia setengah berlari keluar dari ruang ICU dengan langkah gontai untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah hancur lebur.

Para perawat dan asisten dokter lainnya saling berpandangan dengan raut wajah sangat canggung.

Tidak ada satu pun dari mereka yang berani maju atau menegur Jiang Chen sekarang.

Mereka terlalu takut pemuda aneh itu akan membongkar penyakit memalukan mereka juga di depan umum.

Jiang Chen menghela napas panjang dan menepuk tangannya seolah baru saja membuang kantong sampah.

"Nah, sekarang gangguanya sudah pergi," ucap Jiang Chen sambil menoleh kembali ke arah ranjang.

Wanita yang terbaring di sana menatap Jiang Chen dengan ekspresi yang sangat rumit dan sulit diartikan.

Rasa curiganya masih tersisa, tapi kini mulai bercampur dengan rasa takjub dan penasaran yang sangat besar.

Bisa mendiagnosis penyakit memalukan orang lain hanya dengan pandangan sekilas bukanlah hal yang bisa dilakukan oleh penipu biasa.

"Siapa kau sebenarnya?" tanya Su Yuhan dengan nada yang tidak lagi sekasar sebelumnya.

"Aku? Aku cuma pria miskin yang gagal mendapat pekerjaan gara-gara menyelamatkan wanita yang cengeng," jawab Jiang Chen asal-asalan.

Su Yuhan mengernyitkan dahi mendengar hinaan terang-terangan yang ditujukan padanya.

Tidak pernah ada seorang pun yang berani menyebutnya wanita cengeng seumur hidupnya.

"Kau benar-benar tidak tahu sopan santun saat berbicara dengan seorang wanita," tegur Su Yuhan dengan wajah dingin.

"Dan kau benar-benar tidak tahu cara berterima kasih pada pria yang baru saja menyelamatkan nyawamu," balas Jiang Chen tidak mau kalah.

Dia berjalan mendekati pinggir ranjang Su Yuhan dan menunjuk noda kotoran di kemejanya.

"Lihat ini, bajuku satu-satunya untuk wawancara kerja rusak parah karena menahan tubuh beratmu."

"Bahu kananku juga hampir copot karena menarikmu ke atap beton."

Jiang Chen mencondongkan wajahnya sedikit mendekat ke arah wajah Su Yuhan.

"Jadi Nona yang terhormat, daripada menamparku, bukankah seharusnya kau memikirkan cara untuk memberikan uang kompensasi kepadaku?"

Mata Su Yuhan memicing tajam menatap pria berwajah tebal tak tahu malu di depannya ini.

"Berapa banyak uang yang kau inginkan dariku?" tanyanya to the point dengan nada angkuh.

Jiang Chen tersenyum sangat cerah mendengar kata uang yang keluar dari bibir wanita itu.

Tapi sebelum dia sempat menyebutkan nominal sewa kosnya, suara langkah kaki berat terdengar mendekat dari arah lorong luar.

Tap tap tap.

Pintu ruang ICU didorong terbuka dengan kasar oleh beberapa pria bertubuh kekar mengenakan seragam hitam.

Mereka adalah petugas keamanan khusus rumah sakit yang dibawa kembali oleh dokter kepala tadi.

"Itu dia orangnya! Tangkap penyusup itu dan patahkan kakinya kalau dia berani melawan!" teriak dokter kepala dari belakang punggung para penjaga.

Empat orang penjaga berbadan besar langsung menyebar dan mengepung Jiang Chen di tengah ruangan.

Jiang Chen memutar bola matanya dengan sangat malas melihat kedatangan mereka yang mengganggu negosiasi uangnya.

"Ternyata dokter tua itu benar-benar belum kapok juga dipermalukan," batin Jiang Chen sambil mengepalkan kedua telapak tangannya secara perlahan.

Dia bisa merasakan energi hangat mengalir deras ke seluruh otot lengannya, bersiap untuk meledak kapan saja.

Sepertinya ilmu warisan medis kuno di kepalanya ini bukan hanya berisi teknik penyembuhan, tetapi juga cara meremukkan tulang orang lain dengan sangat efisien.

1
Abady Ehm
cerita sampah juga nih,.....
ARay
ini cowok mulutnya lemez banget, pake rok aja sekalian
syarif ibrahim
orang lugu cuman ada di komik dan novel saja🤭😄tidak ada di dunia ini🤭😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!