Pradipta mendirikan divisi PRADA TRACE. Dia menerima klien yang ingin mencari anggota keluarga, teman, atau kerabat yang hilang. Pradipta bekerja sama dengan Gilang dalam menjalankan PRADA TRACE.
Namun setiap kasus yang mereka dapat, selalu menuntun mereka ke sebuah misteri yang harus dipecahkan.
Terkadang, orang yang mereka cari sudah menjadi arwah. Gilang pun harus menggunakan kemampuannya untuk menemukan jejak arwah dibantu oleh Prisa dan Jung Kook.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria Mesum
Indri tetap berada di kos Arga sampai hari ketujuh. Pradipta, Gilang, dan Giana juga tetap datang sebagai bentuk penghormatan kepada Arga.
Setelah tahlilan hari ketujuh, Pradipta berpamitan pada Ratna. Tugas mereka sudah selesai untuk menemukan Arga dan menunaikan amanat Danu untuk mengadakan tahlilan Arga.
“Terima kasih untuk bantuannya. Acara tahlilan Arga bisa berjalan lancar karena bantuanmu dan temanmu,” ujar Ratna.
“Sama-sama, Bu. Saya titip Indri. Kalau dia melakukan hal yang mencurigakan, tolong hubungi saya.”
Pradipta memberikan kartu namanya. Ratna menerima kartu pemberian Pradipta meski dia yakin Indri tidak akan melakukan hal yang bisa merugikan atau membahayakan dirinya.
Sebelum meninggalkan tempat itu, Pradipta berbicara dengan Indri. Dia ingin memastikan sekali lagi bahwa wanita itu tidak akan macam-macam dan tetap melanjutkan hidup seperti biasa, sesuai janjinya kepada Arga.
“Kamu yakin mau tinggal di sini?” tanya Pradipta. Indri memang berencana tinggal di bekas kos Arga.
“Iya. Kamu jangan khawatir, aku nggak akan melakukan hal bodoh. Aku juga sudah berjanji pada Arga.”
“Apa rencanamu sekarang?” tanya Gilang.
“Aku akan bekerja di Hotel Golden Flower tanpa koneksi papaku. Aku ingin merintis karir dari nol. Seperti kata Arga, aku harus lebih mandiri dari sekarang.”
“Jangan lupa, bilang pada orang tuamu supaya mereka nggak khawatir.”
“Tentu aja. kamu nggak usah khawatir. Terima kasih atas bantuan kalian. Kalian berhasil menemukan Arga, meski dalam keadaan tidak bernyawa. Terima kasih juga buat Gilang, karena kamu, aku bisa berpamitan dengan Arga.”
“Sama-sama.”
“Oh ya, apa kalian tahu bagaimana proses penyelidikan Bimo?” tanya Indri penasaran.
“Tenang aja. Kasusnya ditangani oleh polisi yang kompeten. Mereka sudah mengumpulkan banyak bukti. Kabarnya kasusnya sebentar lagi akan diserahkan ke kejaksaan.”
“Syukurlah. Aku harap dia dihukum yang seberat-beratnya. Aku akan datang saat persidangannya nanti.”
Gilang hanya mengangkat dua jempolnya sebagai bentuk dukungan.
“Kalau begitu, kita pergi dulu.”
Indri mengangguk pelan. Wanita itu mengantarkan Pradipta, Gilang, dan Giana sampai di dekat mobil.
“Hubungi aku kalau kamu butuh sesuatu,” ujar Giana sambil memeluk Indri. Wanita itu hanya menjawab dengan anggukan.
Indri melambaikan tangan saat mobil yang dikendarai Pradipta mulai melaju.
“Akhirnya kasus pertama kita sudah selesai,” ujar Pradipta sambil menyetir. “Aturan yang kubuat untuk divisi ini adalah pemasukan dipotong terlebih dahulu untuk biaya operasional.
Lalu, kelebihannya sesuai persentase yang aku sebutkan tadi. Empat puluh persen masuk ke perusahaan, sedangkan enam puluh persen untuk kita bertiga. Jadi masing-masing dapat dua puluh persen.”
Gilang dan Giana hanya mendengarkan saja penuturan Pradipta. Mereka bahkan tidak tahu berapa besar bayaran yang diberikan Danu. Semuanya dipercayakan saja kepada Pradipta.
“Uang yang diberikan Pak Danu sebagai bayaran sebesar dua ratus juta. Sepuluh juta dipakai untuk biaya operasional, sesuai catatan yang diberikan Giana.
Sisanya dibagi sesuai persentase yang aku sebutkan tadi. Aku sudah masukkan ke rekening kalian masing-masing tiga puluh delapan juta,” lanjut Pradipta.
“Hah? Tiga puluh delapan juta?” tanya Gilang dan Giana kompak.
Sontak Gilang langsung menoleh ke arah Giana yang duduk di belakang. Keduanya tampak terkejut mendengar jumlah uang yang didapat.
Bayaran Giana bahkan lebih besar daripada gaji yang diterimanya di Arkana Technology. Padahal Pradipta sudah memberi gaji di atas UMK.
Gilang pun tidak kalah terkejut sekaligus senang. Jika dia sampai diterima bekerja di kantor kedutaan atau kantor atase, gajinya mungkin tidak akan sebesar ini.
Ternyata, ada hikmah di balik kegagalannya melamar kerja selama ini.
Pria itu langsung mengambil ponselnya untuk mengecek saldo rekeningnya. Rupanya, sejak tadi notifikasi dari mobile banking sudah masuk.
Tanpa berlama-lama, dia langsung mengirimkan uang untuk kedua orang tuanya.
“Sering-sering aja deh dapat klien model Pak Danu yang royal,” ujar Gilang.
“Tul,” sahut Giana dari belakang.
Pradipta hanya menyunggingkan senyuman. Pekerjaan seperti ini tidak hanya memberikan penghasilan, tetapi juga memungkinkan mereka menolong orang yang membutuhkan bantuan. Pria itu semakin bersemangat menjalankan PRADA TRACE.
***
Seorang gadis tampak turun dari ojek online yang ditumpanginya. Gadis itu sengaja turun beberapa meter dari gedung apartemen tempatnya tinggal. Sebelum pulang ke unitnya, dia mampir dulu ke tukang bakso langganannya.
Tidak lama kemudian, dia melanjutkan perjalanan pulang dengan membawa sebungkus bakso. Gadis itu berjalan menyusuri trotoar yang remang-remang. Lampu jalan yang ada di dekat situ sudah mati sejak dua bulan lalu dan belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.
Gadis itu mendongak saat merasakan tetesan air jatuh di kepalanya. Dia mempercepat langkahnya saat rintik hujan semakin deras.
Tanpa gadis itu sadari, seorang pria mengenakan sweater berhodei berwarna hitam berjalan mengikutinya dari belakang.
Menyadari ada yang mengikuti langkahnya, gadis itu berhenti. Pelan-pelan dia menoleh ke belakang.
“AAAA!!” teriak gadis itu kencang saat melihat pria mengenakan hoodie yang mengikutinya menurunkan celananya dan memperlihatkan bandulannya yang berukuran mini.
Secepat kilat, gadis itu berlari memasuki pelataran parkir gedung apartemennya.
Sesampainya di depan unit tempatnya tinggal, dia menekan bel beberapa kali. Tak lama kemudian, pintu terbuka. Dari baliknya muncul ibunya.
“Kamu kenapa?” tanya ibu gadis itu.
“Ma, tadi aku ketemu orang mesum. Dia ngikutin aku pas lagi jalan pulang. Begitu aku balik, tahunya dia nurunin celananya.”
“Astaga, tuh orang gila belum ketangkap juga,” ujar ibu gadis itu.
Selama dua bulan terakhir, penghuni apartemen dibuat resah oleh kemunculan pria mesum yang berkeliaran di lingkungan sekitar.
Sasarannya adalah perempuan muda. Dia mengikuti wanita itu lalu memperlihatkan rudal mininya ke wanita tersebut.
“Ayo masuk. Nanti mama lapor lagi ke keamanan.”
Saat gadis itu hendak masuk, seorang wanita paruh baya menghampirinya.
“Sisi, Anjani mana?” tanya wanita yang merupakan ibu dari Anjani, teman kuliah Sisi.
“Anjani masih kerja kelompok, Tan. Dari kampus juga aku udah nggak bareng sama dia. Coba aja telepon, Tan.”
“Dari tadi Tante telepon, tapi cuma memanggil dan nggak berdering.”
“Masa sih, Tan?”
Karena penasaran, Sisi mencoba menghubungi temannya. Ternyata benar, panggilannya tidak tersambung.
“Mungkin dia kehabisan kuota atau habis baterai. Coba aku telepon temannya.”
Sisi kemudian mencoba menghubungi teman Anjani yang ikut kerja kelompok dengan gadis itu. Panggilannya pun langsung terjawab. Setelah berbicara sebentar, Sisi mengakhiri panggilan.
“Anjani lagi di jalan, Tan. Hapenya habis baterai katanya.”
“Ya, sudah. Makasih ya.”
Sisi mengangguk pelan lalu masuk ke dalam unit yang ditinggalinya.
ibu Anjani merasa lebih tenang setelah mendengar ucapan Sisi. Wanita itu pun memilih kembali ke unitnya.
Sementara itu, Anjani baru saja turun dari mobil yang mengantarnya pulang. Pengemudinya adalah salah satu teman kuliahnya.
Saat sedang berjalan menuju gedung apartemen, matanya melihat seekor anak kucing yang kehujanan.
Gadis itu terlebih dahulu memindahkan anak kucing itu ke tempat yang teduh. Setelah itu, dia melanjutkan perjalanan.
Baru saja beberapa langkah, dia merasa ada yang mengikutinya dari belakang. Begitu berbalik, dia tidak melihat siapa pun.
Anjani mempercepat langkahnya. Namun, dari balik pohon besar, muncul sebuah tangan yang membekap mulutnya, lalu menarik gadis itu secara paksa.
***
Nah...
semoga neng Giana baik baik aja 🙏