NovelToon NovelToon
Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Penyelamat / Tamat
Popularitas:46.4k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Arif Wicaksono, pewaris ilmu medis kuno dan ketua organisasi rahasia Biro Akasa, turun gunung hanya untuk dihina dan ditolak mentah-mentah saat menagih janji perjodohan dari Keluarga Baskoro. Namun, nasib justru membawanya bertunangan dengan Shinta Liem, gadis bawel berenergi Yin murni penawar racun di tubuhnya, sekaligus memulai perjalanannya membuat orang-orang sombong yang meremehkannya berlutut menangis darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Suasana canggung dan ketakutan Shinta benar-benar lenyap digantikan oleh perdebatan kecil yang menyegarkan.

"Sudah, lebih baik kau cepat makan sarapanmu, nanti kita terlambat ke kampus," suruh Shinta beranjak dari kasur.

"Kita tetap ke kampus hari ini? Kukira kau mau libur dulu memulihkan mentalmu," tanya Arif mengambil piring sarapannya.

"Tidak mau! Kalau aku diam di rumah, aku malah terus kepikiran kejadian semalam," jawab Shinta bersedekap dada.

"Lagi pula kan ada kau yang menemaniku, preman mana lagi yang berani menggangguku di kampus?" tambah gadis itu penuh percaya diri.

Arif tersenyum bangga mendengar ucapan gadis itu yang secara tidak langsung mengakui kemampuannya.

"Baiklah kalau begitu, aku akan menghabiskan makanan ini dalam lima menit," janji Arif mulai makan dengan lahap.

Setengah jam kemudian, mereka berdua sudah rapi dan turun ke ruang keluarga lantai satu.

Nana yang sedang duduk di sofa tersenyum menggoda melihat adiknya berjalan mengekor di belakang Arif.

"Sepertinya hari ini mobil kalian butuh Pak Sopir ya, biar aku yang panggilkan Paman Maman," goda Nana.

"T-tidak usah Kak! Aku masih bisa nyetir sendiri kok!" bantah Shinta gelagapan menyembunyikan wajahnya.

"Lagipula si udik ini kan belum punya SIM, masa aku biarkan dia yang nyetir mobil mahalku," kilah Shinta mencari alasan.

Arif hanya mengangkat bahu tidak peduli dengan ledekan tersebut.

"Ayo cepat berangkat, Nona cerewet, sebelum jalan tolnya macet," ajak Arif berjalan keluar rumah.

Shinta buru-buru menyusul langkah pemuda itu dan masuk ke kursi kemudi mobil sport putihnya.

Brummm.

Mobil itu melesat meninggalkan halaman kediaman Liem menuju Universitas Mahkota.

Sesampainya di kampus, suasana terasa sedikit berbeda dari kemarin.

Tidak ada lagi gerombolan Reyhan yang berjaga di lobi, dan mahasiswa lain terlihat berbisik-bisik membicarakan berita pagi ini.

Kehancuran Keluarga Kusuma benar-benar menjadi topik paling panas di seluruh sudut kampus.

"Kalian dengar tidak? Grup Kusuma bangkrut total dan Tuan Muda Reyhan masuk sel tahanan!" bisik seorang mahasiswa pria di koridor.

"Iya aku dengar! Katanya mereka terlibat urusan dengan mafia jalanan dan digerebek polisi tadi malam," sahut temannya.

"Berarti kampus kita sekarang bebas dari gangguan si Tuan Muda arogan itu dong? Syukurlah!"

Arif dan Shinta berjalan melewati koridor itu dengan sangat santai seolah tidak tahu apa-apa.

Shinta berjalan dengan jarak yang sangat dekat dengan Arif, bahu mereka bahkan sesekali bersentuhan.

Dia sudah tidak peduli lagi dengan gengsinya atau apa kata orang tentang status pertunangannya dengan Arif.

Setelah diselamatkan dari ambang maut, bagi Shinta, Arif adalah satu-satunya tempat paling aman di dunia ini.

Tiba-tiba, suara langkah kaki tergesa-gesa terdengar dari arah berlawanan.

Tap. Tap. Tap.

Seorang gadis cantik berkacamata tebal berlari menghampiri Shinta dengan wajah penuh semangat.

"Shinta! Kau sudah dengar berita pagi ini belum?!" sapa gadis itu heboh.

Gadis itu adalah Maya, sahabat baik Shinta di kampus yang juga sama-sama dari keluarga konglomerat.

"Berita soal keluarga si monyet Reyhan itu ya? Tentu saja aku sudah dengar," jawab Shinta tersenyum lega.

"Gila banget kan! Padahal kemarin siang dia masih sok jagoan di kantin, malamnya langsung masuk bui!" tawa Maya puas.

Maya lalu mengalihkan pandangannya ke arah Arif yang berdiri diam di sebelah Shinta.

"Eh, ini pemuda yang kemarin kau bilang sebagai tunanganmu itu kan?" tanya Maya menatap Arif dengan penasaran.

Wajah Shinta langsung bersemu merah kembali saat diingatkan tentang pengakuannya kemarin di lobi.

"I-iya, kenalkan Maya, ini Arif... di... dia calon suamiku," ucap Shinta terbata-bata memaksakan diri mengakuinya.

Arif sedikit terkejut mendengar pengakuan langsung itu, tapi dia langsung menguasai dirinya dan tersenyum ramah.

"Salam kenal Maya, aku Arif Wicaksono, pengawal merangkap tunangan gadis cerewet ini," sapa Arif mengulurkan tangannya.

Maya menjabat tangan Arif dengan mata berbinar-binar penuh kekaguman.

"Salam kenal juga Arif! Wah, Shinta beruntung banget punya cowok yang berani melawan Reyhan kemarin!" puji Maya.

"Kau pasti ahli bela diri ya? Gerakanmu mematahkan kursi Reyhan kemarin itu keren banget!"

Arif tertawa kecil merendah.

"Bukan apa-apa, hanya insting refleks biasa saja."

Ketiga orang itu akhirnya berjalan bersama menuju ruang kelas untuk memulai mata kuliah pagi ini.

Bagi mahasiswa lain, ini adalah hari yang biasa, tapi bagi Shinta, ini adalah awal kehidupan barunya yang terasa lebih ringan tanpa gangguan Reyhan.

Di dalam kelas, Arif duduk di barisan paling belakang seperti biasa dan mulai memainkan ponselnya.

Dia sengaja memilih tempat duduk di pojok agar bisa mengawasi seluruh ruangan dengan mudah.

Kring.

Pesan singkat masuk ke ponsel Arif, kali ini bukan dari Nana melainkan dari bawahan kepercayaannya di Biro Akasa.

"Tuan Besar, sisa-sisa petinggi geng Naga Hitam yang berhasil kabur tadi malam dilaporkan meminta bantuan pada organisasi yang lebih besar."

"Mereka berlindung di bawah sayap Sindikat Macan Putih yang menguasai wilayah selatan Jakarta."

"Apakah kami perlu memusnahkan mereka juga hari ini?"

Mata Arif menyipit tajam membaca laporan tersebut.

Ternyata masih ada beberapa kecoa yang berhasil lolos dari pembantaian di gudang pelabuhan tadi malam.

"Tidak usah bergerak dulu," balas Arif cepat mengetik di layar ponselnya.

"Kalian awasi saja pergerakan Sindikat Macan Putih itu dari jauh."

"Biar mereka yang datang mengantarkan nyawa kepadaku, aku sedang malas mencari mereka satu per satu."

Arif memasukkan ponselnya ke dalam saku dan menyandarkan kepalanya ke dinding.

"Dunia bawah tanah Jakarta ternyata lumayan berisik juga," gumam Arif menyeringai sinis.

Dia menatap punggung Shinta yang duduk dua baris di depannya sedang serius mendengarkan dosen.

Selama dia hidup dan bernafas, tidak akan ada satu organisasi pun yang berani menyentuh gadis itu lagi.

Meskipun dia harus membakar seluruh kota Jakarta, Arif akan memastikan calon istrinya itu tetap aman dan tersenyum.

1
brajamusti
pertanyaan yg sama yg ga bisa dijawab.. asuuuuu
Utuh Gelapung
shinta mati cari pacar baru.gitu aja repot.repot aja gk gitu.
kiyoe: kan Shinta yang punya energi yin murni kak
total 1 replies
Was pray
gak bisa apa-apa ngeyelan lagi, cewek begini kok dipiara
Was pray
alur cerita mengupas tuntas kecerobohan dan dampak percaya diri yg berlebihan dari Arif dan kebohongan tingkat dewa shinta
Abady Ehm
kalo sudah perempuan ikut campur, hancurlah semuanya, dasar cerita sampah,.....
Night Watcher
kan didepan matamu arya... kok "kudengar"?... haddduhhhh.. ni cerita minta diapain ya...?
hapus ajalah.. cerita asal tulis ini mah..🤦
Night Watcher
ini lagi... macan putih dan naga hitam kan suruhan reyhan bambang...
Night Watcher
kata suster "jangan kena air dulu dua hari", tapi mau dikompres...🤦
Night Watcher
yg mahasiswa baru kan arya, kok malah dia ngatain arif mhsw baru?🤦
Night Watcher
lah.. jelas² duduk di kursi sampingnya, masih ditanya "teman sekelas?"
ini di kantin atau di mana?
Night Watcher
gelar master itu apa gak S2 atau ditempuh setelah lulus S1 ya?
kok kembali ke...
duh bingung aku... gak pernah makan bangku kuliah sih...🤭🤭
Night Watcher
cerita dunia bawah tanah...
menyerahkan musuhnya ke pihak berwajib??? khaaahhhh..!!!
Night Watcher
ada ya jalan tol macet?😇
Night Watcher
perasaan sebelumnya reyhan dkk br muncul dr pintu kantin, tau² udah ada makanan yg penuh saus...
Was pray
kok lama lama bosan ya baca cerita ini.....
Abady Ehm
lama lama kok seperti cerita sampah ini, mana pasukan bayangan malam pelindung keluarga?....
Abady Ehm
mantap ceritanya, lanjut Thor, aku suka kata kata yg sebenarnya, gak dibuat buat,...
Risman Caniago
sekolah aja nggak pernah.....tau2 kuliah.....halu cerita nya lebih mirip dongeng bobok balita..... nggak ada bobot nih cerita.....
Adelina Lin
Saya gk suka dengan sifat Sinta yang selalu memanggil arif, dengan udik, ganti panggilan Sinta ke si arif, jangan dipanggil udik si arifnya
Was pray: Arif dan Shinta cocok jadi pasangan... yg laki laki bermulut pedas dan sering tertipu oleh truk murahan musuh2 nya, sedangkan yg wanita gak menghargai calon suaminya.... masak manggil calon suami udik. .dibilang bodoh kok statusnya mahasiswi tapi mau bilang cerdas tapi pemikirannya kayak bukan mahasiswa. ..... 😄😄
total 2 replies
kiyoe
iyaa kak biar cerita nya menantang hehe tapi next nya udah clear kok pasti
Was pray: bukan bikin cerita lebih menantang Thor, tapi menunjukan kelemahan fatal Arif yang katanya agoan tapi kenyataan nol besar... dan itu jadi alur cerita yg membosankan, segala sepak terjangnya cuma bikin orang2 terdekatnya jadi kurban
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!