Celine selalu menyukai Ares. Dia mengabadikan seluruh momen laki-laki itu di sebuah buku kecil. Ratusan foto. Lalu kini buku itu hilang, menyisakan perasaan khawatir yang menghantui Celine setiap malam.
Celine hanya tidak tahu, buku itu berada di tangan Ares. Di simpan baik-baik, menunggu waktu yang tepat untuk membuka kedok Celine.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suziehloranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku juga Suka Kamu
Celine mengamati penampilannya di depan kaca besar ruang tamu, ia mengenakan kardigan dan bawahan jeans.
"Udah cantik kok anak mama, daritadi nempelin kaca mulu. Udah sana pergi, mama baru dari luar. Kayaknya jemputan kamu udah datang," cetusnya.
Celine lekas membuka ponselnya, benar saja Ares telah mengiriminya pesan bahwasanya dia ada di depan rumah gadis itu. Celine meraih tas bahunya lalu melambaikan tangan ke arah ibunya.
"Pergi dulu, ya Ma." pamitnya.
Hal pertama yang Celine lihat ketika ia membuka pintu adalah motor Ares yang terparkir di halaman rumah. Laki-laki itu duduk anteng sebelum kemudian menoleh ke arahnya.
Celine mengambil langkah pelan, sorot matanya tak berani menatap langsung ke arah Ares. Baru ketika ia sampai di depan motor, laki-laki di depannya memanggil, "Ayo naik!"
"Ah, iya." Celine naik ke atas motor, ia merasa jarak mereka begitu dekat. Napasnya tertahan ketika bau sabun menguar dari punggung Ares, tampaknya laki-laki itu baru saja selesai mandi. Ia mundur perlahan hingga mentok ke jok belakang, ada bahaya terselubung jika dia terlalu dekat dengan Ares.
Sial, gimana caranya mau marah.
Udara dingin menusuk kulit ketika motor membelah jalanan malam. Celine mengeratkan kardigannya, mulutnya terbuka kemudian terkatup lagi karena tidak mampu mengutarakan isi kepalanya. Semua jadi buntu.
Nanti aja deh, waktu udah nyampe.
Akan tetapi ketika mereka akhirnya sampai di pasar malam, Celine menelan bulat-bulat perkataannya. Jelas sekarang yang dia lakukan hanya memandangi sepasang sepatu di bawah, saat berjalan berdampingan dengan Ares. Semua kalimat yang sudah disusun di kepalanya mendadak kabur.
Kalo aku bilang, mana penjelasan yang kamu bilang tadi? Kesannya kayak ngebet banget pengen dia gak sih.
Setelah memikirkan matang-matang, Celine membuka mulutnya. "Sekarang kita ngapain?"
"Kamu mau nyoba gulali?"
Mereka mengucapkannya secara bersamaan, saling bertatapan yang menciptakan ritme aneh. Udara di sekitar Celine seolah membeku, dia baru menyadari satu hal, malam ini Ares jauh lebih tampan dari biasanya. Sorot mata laki-laki itu membiusnya untuk mengulas senyum.
"Eh, iya kenapa?" Celine tersadar begitu Ares berdehem.
"Mau gulali enggak?"
Celine meringis malu, ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Berusaha menetralkan ekspresinya. Gadis itu mengangguk menanggapi Ares.
Ares pergi sebentar untuk memesan permen gulali. Bentuknya lucu kalau menurut Celine, warnanya juga membuatnya jatuh hati. Memang benar jika ke pasar malam tidak lengkap rasanya tanpa permen ini.
"Kamu nggak mau?" tanya Celine menawarkan, pasalnya Ares hanya membeli satu. Laki-laki itu menggeleng, ia menuntun Celine ke wahana tujuan mereka selanjutnya.
Mata Celine berbinar begitu melihat hadiah utama, sebuah boneka beruang besar. Ia menitipkan gulalinya pada Ares yang terdiam sesaat, gadis di depannya maju lebih dulu, bersiap menantang peluang.
"Paman aku akan mencoba!" kata Celine percaya diri. Ia menyodorkan tangannya meminta peluru.
Ares mengulas senyum tipis, ia berdiri tak jauh dari perempuan itu, mengamati bagaimana Celine mulai membidik balon di depan sana. Namun sayang, hanya dua peluru yang mengenai sasaran.
"Payah!" kecam Celine, ia melipat kedua tangannya di dada. Gadis itu hendak mencoba lagi, tapi tangannya sudah terlebih dahulu dicekal oleh Ares. Laki-laki itu menyerahkan gulali kepada Celine, memintanya untuk berdiri diam.
Ares yang akan mencoba kali ini.
Pelurunya meluncur tepat sasaran, begitu presisi. Ia menipiskan bibir kala penjaga wahana melotot, sedikit tidak terima karena Ares mendapatkan hadiah utama.
"Eh," Celine menerima boneka besar yang diberikan.
Salut banget sih author lucu gemes