NovelToon NovelToon
The Sarcastic Survival Log

The Sarcastic Survival Log

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Survival
Popularitas:181
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Sinopsis: Mati konyol akibat tersedak tutup pulpen saat mencoba pamer trik sulap di depan kucingnya, Raditya dilempar oleh Dewa Administrasi yang burnout ke Aethelgard—dunia fantasi purba yang super kejam dan mematikan.

Bukannya dibekali pedang suci atau sihir penghancur masal, Raditya hanya diberi sebuah Sistem Survival yang hobi menghujat, bermulut sarkas, dan gemar memberikan hadiah absurd seperti panci aluminium. Tanpa kemampuan bertarung, Raditya terpaksa mengandalkan logika Bumi yang pas-pasan, keberuntungan yang aneh, dan adu bacot dengan sistemnya sendiri demi tidak mati untuk kedua kalinya di dasar rantai makanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3: Belanja Hemat, Air Perak, dan Ujian Ketahanan Lambung

Menurunkan diri dari pohon raksasa ternyata tidak lebih mudah daripada memanjatnya. Dengan sisa tenaga yang pas-pasan, Raditya merosot ke bawah, mengorbankan bagian depan kaus oblongnya yang kini penuh dengan noda lumut ungu dan robekan kecil. Begitu kedua kakinya kembali menginjak tanah Aethelgard yang empuk, lututnya langsung gemetar seperti jeli.

​"Oke, Sistem versi 2.0. Mari kita lihat apa yang bisa dibeli oleh pahlawan kecoakmu ini dengan lima puluh poin," ujar Raditya sambil menyeka keringat di pelipisnya.

​Ding!

​[Membuka Toko Survival Terbatas v2.0...]

[Daftar Barang yang Tersedia untuk Kantong Kering Anda]:

​Air Mineral Kemasan Gelas (Merk: 'AQUA-REVOLUTION') – Harga: 10 Poin (Deskripsi: Air murni dari mata air Pegunungan Bumi asli, dijamin bebas dari bakteri magis yang bisa membuat Anda bertelur).

​Garam Dapur Cap Kapal Selam (100 gram) – Harga: 15 Poin (Deskripsi: Penting untuk menjaga elektrolit tubuh agar Anda tidak pingsan saat dikejar monster).

​Pisau Kupas Sayur Cap Ayam Jago – Harga: 25 Poin (Deskripsi: Lebih tajam dari pisau lipat mainan Anda. Cocok dikombinasikan dengan Gelar [Pelempar Sayur Profesional]).

​Paket Promosi: Roti Sobek Rasa Cokelat Kadaluarsa 2 Hari Lagi – Harga: 20 Poin (Deskripsi: Agak keras, tapi kalori melimpah. Sistem menjamin lambung Anda tidak akan meledak).

​Raditya menatap layar hologram biru itu dengan mata menyipit. "Roti sobek kadaluarsa? Serius? Sistem, kamu ini sistem penyelamat hidup atau warung kelontong menderita di ujung gang?"

​[Jawaban]: Poin Anda sangat minim. Mengharapkan steik wagyu dengan modal 50 poin adalah bentuk keserakahan yang tidak berdasar. Harap sesuaikan ekspektasi dengan realitas kemiskinan Anda.

​Raditya mengurut dadanya, mencoba bersabar. Sistem ini memang sudah berganti versi, tapi bakat alaminya untuk memancing emosi sama sekali tidak berkurang.

​Setelah menimbang-nimbang antara rasa haus yang mencekik dan perutnya yang mulai melilit, Raditya akhirnya mengambil keputusan. "Beli Air Mineral Gelas dua buah, dan Paket Roti Sobek Kadaluarsa satu. Total empat puluh poin. Sisakan sepuluh poin untuk dana darurat."

​Ding!

​[Transaksi Berhasil!]

​Sisa Poin Anda: 10 Poin.

​Barang telah ditransfer langsung ke inventaris (atau lebih tepatnya, dijatuhkan dari langit).

​Puk! Puk! Plop!

​Dua gelas plastik air mineral dan sebungkus roti sobek dengan kemasan plastik transparan jatuh tepat di atas hamparan lumut di depan kakinya. Raditya langsung menyambarnya seolah benda itu adalah bongkahan emas.

​Tanpa babibu, dia menusuk sedotan plastik air mineral itu dengan brutal dan meminumnya hingga tandas dalam sekali teguk. Rasa air dingin yang murni mengalir di tenggorokannya, memberikan sensasi segar yang luar biasa hingga ke ujung kaki.

​"Ahhh! Hidup! Aku kembali hidup!" serunya bahagia.

​Selanjutnya, dia membuka bungkus roti sobek. Seperti deskripsinya, roti itu memang agak keras di bagian pinggirnya, tapi aroma cokelatnya langsung membuat air liurnya menetes. Raditya melahapnya dengan rakus. Di tengah hutan asing berkepompong tanaman neon dan pohon ungu, seorang pemuda Bumi duduk di atas akar raksasa sambil mengunyah roti kadaluarsa dengan ekspresi seolah-olah sedang makan di restoran bintang lima.

​Saat dia sedang asyik mengunyah, fungsi pemindaian otomatis dari Sistem v2.0 tiba-tiba menyala. Sebuah garis laser fajar vertikal menyapu area sungai kecil berair perak yang berjarak lima meter di depannya.

​Ding!

​[Analisis Lingkungan Sekitar]:

​Objek: Aliran Air Perak (Aether-Infused Stream).

​Kandungan: H2O (70%), Partikel Aether Mentah (25%), Mikroba 'Glow-Worm' (5%).

​Tingkat Bahaya: 45% (Sedang).

​Catatan Taktis: Air ini mengandung energi murni yang tinggi. Jika diminum langsung oleh manusia lemah seperti Anda, partikel Aether akan mengkristal di dalam ginjal dan membuat Anda kencing batu permata (secara harfiah, dan itu sangat menyakitkan). Namun, jika direbus menggunakan panci aluminium Anda hingga partikelnya menguap, air ini akan berubah menjadi ramuan pemulih stamina tingkat rendah.

​Raditya menghentikan kunyahannya. Matanya berbinar melihat catatan taktis tersebut. "Kencing batu permata? Terdengar mewah tapi menyakitkan. Tapi tunggu... kalau direbus pakai panci, bisa jadi ramuan penambah stamina?!"

​Dia melihat panci aluminium yang masih tergantung di pinggangnya. Ini adalah kesempatan. Dia tidak bisa terus-menerus mengandalkan Toko Sistem yang menjual barang dengan harga mencekik. Dia harus bisa memanfaatkan sumber daya lokal jika ingin bertahan hidup dalam jangka panjang.

​Raditya bangkit berdiri, membersihkan remah-remah roti di bajunya, lalu berjalan mendekati tepi sungai dengan sangat hati-hati. Matanya waspada, memindai semak-semak sekeliling untuk memastikan kawanan Boarwolf atau predator lain tidak kembali untuk minum fajar.

​Dia berlutut di tepi sungai, mencelupkan panci kecilnya ke dalam air keperakan tersebut. Air itu terasa sangat dingin, hampir seperti air es, dan saat berada di dalam panci, air itu memancarkan pendaran cahaya kelap-kelip seperti bubuk gliter.

​"Sekarang, aku butuh api," gumamnya.

​Dia mengumpulkan beberapa ranting pohon mati yang kering dari sekitar sana. Berkat jam tangan digitalnya yang menunjukkan fungsi kompas dasar, dia tahu dia harus tetap berada di dekat sungai agar tidak tersesat. Raditya menumpuk ranting-ranting itu di atas sebidang tanah yang bebas dari lumut ungu.

​Dia mengambil korek api awet hadiah dari misinya kemarin. Crik! Api menyala. Dia membakar beberapa lembar daun kering sebagai pemancing, lalu perlahan-lahan menyalakan ranting-ranting kayu tersebut. Dalam beberapa menit, sebuah api unggun kecil berhasil dibuat.

​Raditya meletakkan pancinya yang berisi air perak di atas susunan batu yang dia buat mengelilingi api.

​Ding!

​[Tindakan Survival Terdeteksi]:

​Aktivitas: Mengolah sumber daya alam bawah menggunakan teknologi primitif Bumi.

​Pencapaian Baru: [Gelar Absurd Baru Terbuka!]

​Selamat! Anda mendapatkan Gelar: [Gears of Warung: Ahli Seduh Amatir]

​Efek Gelar: Kecepatan merebus air meningkat sebesar 10%. Setiap kali Anda memasak sesuatu yang cair di dalam panci, ada peluang 5% rasa masakan tersebut akan berubah menjadi mirip soto ayam, meskipun Anda hanya merebus air biasa.

​Raditya yang sedang meniup api agar tetap menyala langsung tersedak ludahnya sendiri.

​"Uhuk! Efek macam apa itu?! Mengubah air rebusan jadi rasa soto ayam?! Sistem, tolonglah, berikan aku gelar yang keren sedikit! Pahlawan Pedang Kegelapan atau Penjinak Naga gitu!"

​[Jawaban]: Gelar diberikan berdasarkan kepribadian dan tindakan nyata Pengguna. Mengingat Anda saat ini berjongkok dengan kaus robek-robek sambil menunggui panci aluminium di tengah hutan purba, citra Anda lebih mendekati penjaga warung kelontong daripada seorang pahlawan legendaris. Terima kasih.

​"Terserah kamulah, Sistem!" Raditya mendengus pasrah.

​Dia kembali fokus pada pancinya. Benar saja, berkat efek gelar barunya, air perak di dalam panci mulai mendidih lebih cepat. Uap air yang keluar dari panci tidak berwarna putih, melainkan keperakan dan beraroma harum... tunggu dulu, aroma ini...

​Raditya mengendus uap tersebut. Matanya membelalak. "Bau bawang putih goreng? Bau kaldu ayam? Demi negeriku yang tercinta, efek gelarnya benar-benar aktif! Ini beneran bau soto!"

​Air perak di dalam panci perlahan-lahan menyusut dan berubah warna menjadi kuning bening yang berkilauan. Partikel Aether yang berbahaya tampaknya telah larut dan menyatu dengan air berkat proses perebusan dan sedikit keajaiban sistem komedi ini.

​Tiba-tiba, dari balik semak-semak di seberang sungai, terdengar suara langkah kaki yang berat dan cepat. Bukan suara Boarwolf. Langkah kaki ini terdengar lebih ritmis, seperti sesuatu yang berjalan dengan dua kaki, tapi ukurannya sangat besar.

​Ding!

​[PERINGATAN DARURAT!]:

​Makhluk Terdeteksi: Ogre Lumut Kelana (Tingkat Bahaya: 75% - Mematikan untuk Pemula).

​Deskripsi: Monster setinggi tiga meter yang sangat menyukai makanan berkuah. Aroma rebusan 'Soto Aether' Anda telah menarik perhatiannya dari jarak satu kilometer!

​Saran Sistem: Ambil panci Anda, lari secepat mungkin, atau bersiaplah menjadi pelengkap daging di dalam sotonya sendiri!

​Raditya langsung melompat berdiri, wajahnya pucat pasi. "Baru juga mau sarapan, kenapa ujian hidup datang lagi?!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!