NovelToon NovelToon
Tawaran Sang Raja Mafia

Tawaran Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Action
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Andri Komara

Dia datang bukan untuk merebut kembali masa lalunya.
Dia datang untuk menghancurkan mereka yang mencurinya.

Tujuh tahun lalu, ia kehilangan segalanya dalam satu malam. Nama baiknya dihancurkan, keluarganya meninggalkannya, wanita yang dicintainya bersaksi melawannya, dan dunia percaya ia telah mati.

Namun, kematian itu hanyalah awal.

Kini ia kembali dengan identitas baru—lebih kaya, lebih dingin, dan jauh lebih berbahaya. Di balik senyum tenangnya, tersimpan rencana yang telah disusun selama tujuh tahun. Satu per satu orang yang pernah mengkhianatinya akan membayar harga yang tak pernah mereka bayangkan.

Tetapi semakin dekat pada balas dendam, semakin banyak rahasia yang terbongkar.

Bagaimana jika orang yang selama ini ia benci hanyalah pion?

Bagaimana jika dalang sebenarnya masih hidup... dan telah mengawasi setiap langkahnya sejak awal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andri Komara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 : Merancang Serangan Pertama

#

Seminggu setelah temuan soal Komisaris Raditya, Rendra ngadain rapat panjang bareng Kirana, Bara, Om Made, dan Pak Wahyu, di kantor Alief Capital yang, di saat siang, keliatan kayak kantor biasa, tapi malem kayak ini, jadi markas operasi yang direncanain matang.

"Kita udah punya map besar soal siapa siapa yang terlibat," Rendra bilang, nunjuk nunjuk ke diagram yang Bara pasang di dinding, diagram yang penuh nama nama dan garis garis yang nyambung nyambung, "tapi Wisnu adalah satu satunya yang, langsung atau nggak, paling mudah kita jangkau dan kita hancurkan tanpa langsung ngebutuhin bukti keras yang mungkin bakal bikin kita ketauan."

"Maksud Abang gimana, Bang?" Bara nanya, ngeliatin diagram itu dari jarak dekat.

"Kita nggak bakal bongkar kasusnya dulu," Rendra bilang, pelan tapi tegas, "kita bakal hancurin mereka dari dalam, lewat cara yang sah, lewat strategi bisnis yang legal, dan nggak ada yang bisa ngatain apa apa kalo mereka keliatan bangkrut karena kesalahan bisnis biasa, atau karena... kompetisi yang sehat."

Om Made ngeliatin Rendra lama, sebelum akhirnya bilang, "fokus target pertama kamu siapa?"

"Fondasi finansial Wisnu," Rendra jawab, langsung, "semua kekuatannya itu bergantung sama cash flow yang sehat. Hartono Group emang gede, tapi kalau kita liat strukturnya, ada beberapa anak perusahaan yang, kalo kita hancurin satu satu, bakal ngeguncang yang lainnya. Dan yang paling mudah di-target adalah divisi properti mereka, yang sekarang lagi ngerjain proyek besar tapi, dari catatan catatan finansial lama yang Om Made kasih tadi, mereka lagi desperate banget nyari investor tambahan."

Pak Wahyu mengangguk, "berarti Alief Capital bakal nuduh investasi ke proyek mereka?"

"Betul," Rendra bilang, "tapi bukan cuma sekedar invest biasa. Saya bakal nuduh investasi yang, step by step, bakal bikin mereka bergantung sama Alief Capital, dan begitu mereka udah terlalu bergantung, baru saya tarik investasi saya dengan cara yang legal, tapi cara yang bakal bikin struktur finansial mereka ambruk."

Kirana, yang tadinya diem aja, tiba tiba ngomong, "itu bisa jatuh ke orang orang lain juga, Rendra. Yang kerja di anak perusahaan itu, yang depend sama cash flow itu, mereka nggak bersalah apa apa."

Ruangan jadi sepi, dan Rendra ngeliatin Kirana lama, ngerasa kata katanya nyentil banget di hati, soalnya itu benar, betul, kalo dia jalan terus dengan rencana ini, banyak orang yang nggak bersalah yang bakal kena dampaknya, orang orang yang cuma kerja demi gajinya, demi keluarganya.

"Saya tau," Rendra akhirnya jawab, suaranya pelan, "makanya, sebelum kita mulai, kita harus pastiin, orang orang yang benar benar nggak ada hubungannya sama kejahatan mereka, mereka tetep bisa untung. Kita bisa atur setelah itu, berikan mereka kompensasi, atau, kalo perlu, mereka bakal disaranin buat pindah ke perusahaan yang lebih baik, yang Alief Capital sendiri yang bakal arrange."

Om Made ngeliatin Rendra, dan dia ngangguk pelan, "kamu udah berkembang, Nak. Masih inget ajaran Timur soal kelicikan tanpa hati bakal makan mu balik, yah."

"Saya selalu inget itu, Om," Rendra jawab, "makanya saya nggak mau jadi mereka."

Rencana dijalanin pelan pelan, teliti banget. Bara, lewat koneksi koneksi bisnisnya sendiri, ngasih info ke beberapa investor potensial bahwa Alief Capital lagi tertarik sama proyek properti Hartono Group, dan dalam hitungan seminggu, Rendra udah dapet pertemuan resmi sama tim divisi properti Hartono.

Pertemuan itu diadain di kantor pusat Hartono Group, lantai dua puluh, dan begitu Rendra masuk ke ruangan yang, tujuh tahun lalu, pernah jadi tempat dia dipanggil menghadap dewan direksi, dia ngerasa, dahil yang keliatan datar di permukaan, tapi dalem hatinya udah berguncang.

Wisnu nggak ada di pertemuan itu, yang ada cuma tim profesional yang njelasin proyek mereka, angka angka, prospek pertumbuhan, semua kayak presentasi bisnis biasa, tapi Rendra, sambil dengerin, dalem hatinya udah ngitung, udah ngitung di mana celah celahnya, di mana tempat yang bakal dia tekan paling efektif buat bikin mereka keliatan kayak gagal di investasi ini, padahal, sebenernya, dia yang bakal ngatur agar mereka gagal.

Setelah dua minggu negotiation yang ketat, kesepakatan berhasil ditandatangani. Alief Capital ngasih investasi lumayan gede ke proyek properti Hartono Group, dengan terms yang keliatan normal dari luar, tapi sebenarnya, tersembunyii di balik dokumen dokumen yang rapi, ada klausul klausul halus yang memberiin Alief Capital kontrol yang jauh lebih gede daripada seharusnya diberiin ke investor biasa.

"Kesepakatan ini tanda tangan oleh Wisnu Hartono sendiri," tim operasi Rendra bilang, menunjukin dokumen yang udah ditanda tangani, "berarti dia commit penuh sama proyek ini. Mana yang lebih baik buat dia, kalau proyek ini success, atau kalo dia nggak bisa deliver sesuai kontrak?"

"Dia bakal di-tuntut," Bara jawab, cepet, "kalau dia nggak bisa deliver sesuai kontrak, ada penalty yang besar banget, dan, Oh ya, klausa ini, ini yang ngasih Alief Capital hak buat ambil alih beberapa aset Hartono Group kalo proyek ini gagal."

Rendra ngangguk, "terus kita biarkan proyek itu berjalan sebentar, biarkan dia kira dia beneran dapet investor serius, biarkan dia relaks sedikit, terus, di moment yang paling tepat, saat mereka paling butuh banget, baru kita tarik support kita."

Pesta perayaan kesepakatan digelar seminggu kemudian, di ballroom hotel mewah, undangannya terbatas tapi eksklusif, investor investor besar, petinggi petinggi Hartono Group, semua dressing up bagus bagus, nyium nyium kaca kaca champagne.

Rendra dateng, pake jas yang mahal, tampilan yang, sekilas keliatan santai tapi sebenarnya cold, calculated. Dia jalan jalan, ngobrol santai sama beberapa petinggi Hartono Group, mereka nggak ada yang tau siapa dia sebenarnya, mereka liat cuma "investor misterius" yang, katanya, punya analisis bisnis yang kuat, jarang muncul, tapi kalo ngomong, selalu tepat sasaran.

Terus, begitu Rendra lagi ngobrol dengan seseorang di sudut ruangan, dia liat, dari ujung matanya, sosok perempuan yang jalan masuk ke ballroom.

Sasha Anindya.

Dia keliatan lebih tua dari yang Rendra inget, ada garis garis di wajahnya yang nggak ada dulu, matanya keliatan capek, tapi dia masih keliatan cantik, masih punya charm yang sama yang dulu bikin Rendra jatuh cinta tujuh tahun yang lalu. Dia wearing gaun biru dongker, dan dia berdiri di dekat pintu sebentar, seolah olah nunggu seseorang.

Rendra, yang dari tadi ngobrol bareng investor itu, tiba tiba "minta permisi," tapi dia nggak nyampe jalan ke arah Sasha, soalnya pada saat bersamaan, seorang pria dating mendekati Sasha, megang tangannya gentle, dan mereka jalan bareng masuk lebih dalam ke ruangan.

Suami Sasha, Rendra assume.

Tapi di detik itu, Sasha noleh, dan begitu matanya ketemu mata Rendra, untuk sepersekian detik, ada sesuatu yang keliatan di matanya, sesuatu yang keliatan kayak... pengakuan? Atau harapan? Atau takut? Rendra nggak bisa bedain mana.

Dan begitu saat itu berlalu, Sasha udah balik lagi fokus ke pria di sampingnya, senyum hambar, dan jalan pergi ke arah meja makan.

Rendra berdiri di situ, contemplating, jantungnya... ahhh, dia nggak bisa jelasin rasanya dengan baik, soalnya perasaan yang ngeluarnya bukan nostalgia biasa, tapi sesuatu yang lebih rumit, sesuatu yang mencampur antara rasa kehilangan yang bertahun tahun disembunyiin, dan kesadaran, kesadaran yang menyakitin, kalo orang yang dulu hampir jadi istrinya itu, ternyata juga nggak pernah bener bener bahagia.

1
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
lanjut kak... tetap semangat berkarya 💪🏻💪🏻🥰🥰🥰
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
iihhh aku gak mau nebak2 ah.. salah mulu giliran nebak nya🤭🤭🤭
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
wuiihh gak nyangka komisaris dong😱😱😱
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
mungkinkah dia juga sama seperti kamu sekarang.... 🤔🤔🤔wah plot twist banget kak....
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
wah itak udang nya masih ada toh... kirain si Wisnu ini otak udang nya... 🤔🤔
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
sok lah Rendra hancurkan semua yang telah merampas juga menghancurkan hidup kamu juga ayahmu 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
waahh ada udang dibalik bakwan tuh... enak... 🤭🤭
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️: wali tuh.. 🤭🤭
total 2 replies
Wawan
Salam kenal buat Damar 👍
alunanfiksimalam
sepertinya dia di jebak
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
kalau om Made tahu dia adalah anaknya Ariel,waah bakalan gimana dia senengnya ya🤭🤭🤭
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
ternyata masih banyak juga orang2 yang bener....
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
mata hati seorang ayah 😥😥😥😥
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
dan doa2 tersebut menjadi kenyataan..
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
berasa anak sendiri😥😥
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
apa mungkin Rendra sengaja mau nunjukin sedikit petunjuk buat om Made 🤔🤔👍🏼👍🏼👍🏼
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
waaaah om Made hebat. bisa nebak cuman dengan gaya bicara aja... se dekat itu kalian dulu sama Damar... semoga semua bisa cepat terungkap.. eh... jangan duku ketang . kalau terungkap ya ceritanya tamat dong🤭🤭🤭lanjut kak... tetap semangat💪🏻💪🏻👍🏼👍🏼
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
hati nurani mulai tergerak....
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
takdir memang gak pernah ada yang tahu kan....
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
insting pemburu berita🤭🤭
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
cakep..... lanjutkan 👍🏼👍🏼
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!