Kenalin,gua Nata Ghifari Ananjar.
Umur 18 tahun dan punya abang namanya
Rafa Ghifari Ananjar.
Abang gua ganteng ,banyak cewe yang nempel bahkan sampai nenek -nenek sekalipun nge- fans sama dia.
Abang gua paling suka tebar pesona didepan umum ,beda banget sama gua yang jengah liat kelakuannya.Walaupun begitu
gua sayang sama abang gua,begitupun sebaliknya.Dan
satu hal yang paling males buat gua,yaitu nganter abang gua yang keinginannya selalu aneh-aneh,kaya orang ngidam.Kalo nganter nya jalan kaki,gua harus ridho dikejar nyampe ngos-ngosan oleh ibu dan bapak kompleks ,yang lihat gua kaya maling.
Apabila gua kena sama kejaran mereka,bakalan abis ni muka gua ,bahkan nama gua juga bakalan tak kalah terkenal sama abang gua.
Dan gua juga diberi gelar" Tak kalah Tampan" oleh cewe-cewe yang bikin gua ilfil sama mereka.
Dah lah yah bang neng,ikutin aja kisahnya, Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekocakan Cat-mengecat
Flash back on
Kala itu David berniat untuk menuju parkiran siswa karena barang bawaanya tertinggal di mobilnya.
Dengan terpaksa dia harus berlari-lari agar barang bawaanya tidak sampai hilang.
Siapa tahu dicopet orang,maling kan ahli nyopet walau sekalipun pintu mobil dalam keadaan terkunci .
Akan tetapi saat raga David telah berada dilantai kelas sepuluh,dia melihat Arian dan Devian sedang bercakap.
Seketika niat untuk mengambil barangnya dibatalkan karena ia penasaran dengan apa yang Arian lakukan.Padahal yang ia tahu Arian itu sangat benci pada Devian,tapi mengapa dirinya kini bertatap muka dengan orang yang sangat dibencinya?bukankah aneh?
Dan kala itu David memilih untuk bersembunyi di pintu kelas sepuluh yang memang sedang sepi karena isi kelasnya tidak terlalu ramai.
Hanya terlihat berberapa orang disana yang sedang membaca buku dan bercakap kecil bersama temannya.
David pun menajamkan pendengarannya agar apa yang mereka ucapkan dapat terdengar olehnya.
"Arian,lo harus patuhi perintah gue kali ini!jangan mengelak seperti kejadian-kejadian sebelumnya dan jangan pernah berniat untuk menolak perintah gue lagi"Pinta Devian dengan sorot mata yang tajam sekaligus killer menatap ke arah Arian yang sedang antusias mendengarkan ungkapan Devian yang ditujukan kepadanya.
"Gue gak mau ikut perintah lo lagi"Sahut Arian tak kalah tajam menatap orang dihadapannya.
"Oh sudah berani lo sama gue?"Tanya Devian dengan menyunggingkan senyum miringnya
"kalo iya kenapa hah?"Bentak Arian yang membuat Devian tertawa kecil dihadapannya.
"Hahaha...sungguh?"Tanya Devian mengangkat sebelah alisnya dengan sinis.
"Cih..."Arian acuh.
"Oke kalo itu mau lo,gue akan bunuh mereka sekarang juga, sekalian bakalan gue bocorin bahwa lo selama ini jadi pengikut setia gua dan menghianati mereka dari belakang hahahahahhaahha"Ancam Devian yang berhasil membuat David terkejut di persembunyiannya.
Sedangkan Arian kini mulai gelisah dan terpaksa harus mengiyakan permintaan Devian.
"Oke gue akan turutin permintaan lo sekarang,asal lo jangan bunuh siapa-siapa karena mereka lebih berharga daripada hidup gue sendiri"Tutur Arian dengan nada suara yang sangat tegas.
"Gue cuma hanya minta satu"Ucap Devian
"Paan?"Arian
"Gue mau keluarga Nata terbunuh secara perlahan"Ujar Devian yang membuat Arian kembali terkejut.
"Lo gila ya?kenapa lo rusakin kebahagiaan keluarga orang?apa gara-gara para cewe suka sama Rafa dan Nata lo nyampe senekat ini?inget bro kasus lo udah banyak.Jangan bikin ulah lagi deh"Tutur Arian
"Kalo lo belain mereka maka keluarga lo bakalan jadi penggantinya "Sahut Devian dengan penuh penekanan.
Arian yang mendengar Devian mengancam keluarganya kembali
tidak tau harus berbuat apalagi,dirinya sudah diambang kebingungan karena teman dan keluarganya kini menjadi taruhan ditangan seseorang.
"Dasar manusia licik lo....baiklah gue sekarang akan lakuin permintaan lo yang terakhir kali ini,asal lo janji jangan melakukan hal yang berbahaya apalagi kalo mengangkut dan melibatkan keluarga gue lagi.Udahlah GUE PAMIT!"Ujar Arian yang kini meninggalkan Devian untuk menuju kelasnya.
Devian kini melihat punggung Arian dengan tatapan sinis lalu pergi meninggalkan tempat kejadian yang baru saja menjadi tempat perbincangannya.
David yang masih belum percaya dengan kelakuan Arian pun kini malah terbengong-bengong ditempat untuk berberapa saat.
"Cih...ternyata Arian bukan teman baik seperti yang gue kira selama ini"Batin David dengan rasa kekecewaanya terhadap temannya yang sudah sangat keterlaluan.
Back to story
"Arian David,ayo kita kebawah bantu Nata ngcat bentengnya" Ajak Rafgan dan berberapa kawannya yang sudah berada di ambang pintu kamar milik keluarga Nata yang sengaja diisi oleh Arian dan David.
David tersadar dari lamunannya dan kembali bersikap normal agar teman-temannya tidak mencurigai kekesalan David.
"Oke"Sahut Arian dan David bersamaan.
Sesampainya didepan benteng,mereka kini mengambil perlatannya masing-masing sesuai dengan apa yang ditugaskan.
Nata yang melihat mereka sangat bersemangat menjadi tidak enak karena mereka harus membantu Nata seperti ini.
"Eh...emmm ...kalian ,gak bantu juga gak papa ko gue malah gak enak nih"Ucap Nata yang membuat semua temannya menoleh kepadanya.
"Apa yang lo omongin sih?kalem aja kali ginian doang mah kecill"Ujar Aaric dengan mantap
"Tapi kan-"lontaran kata Nata malah terpotong oleh Rafgan.
"Eh bro....beginian doang mah gak sebanding sama yang lo berikan terhadap gue dan yang lainnya.Lo udah ngizinin gue nginep bahkan makan pun lo yang sediain,jadi santuy aja kali"Papar Rafgan dengan tegas yang diiringi anggukan kecil dari para temannya.
"Betul banget tuh Nat kata -kata si upil"Sahut Reza dengan mantap dan diberi jitakan pedas oleh Rafgan.
"Enak aja lo ngatain gue upil,lo kali bayi kudanil"Ujar Rafgan yang tidak menerima harga dirinya diinjak.
"Wes... wes.. ..wes santai dong mamank,gak usah maen tangan mulu ke.Pala gue bukan besi yang tahan lama tapi berkarat ogeb"Reza
"Lagian lo rese duluan"Rafgan
"Eh udah deh bayi kingkong,mening kita lanjutin aja pekerjaanya.Biar cepet selesai tau gak?"Sela David mengingatkan mereka yang masih berdebat.
"Betul tuh kata si kuya,lagian ini udah sore loh"Rizki
"Eh...enak aja lo ngatain gue kuya"Ucap David tak terima dengan perkataan Rizki.
"Tuh kan lo juga gak nerima"Ujar Rafgan menyindir.
"EHH....STOP"Bentak Aaric dengan lantang .
hening....
"Kau mencuri hatiku-hatiku "Aaric
"Bangsa*,gue kira apaan lo bentak-bentak"Rizki
"Teman laknat"David
"Nikmat mana yang kau dustakan "Wilfred
"Punya temen ko pada pecicilan ya"Lirih Arian yang berhasil membuat mereka tertawa dan kembali melanjutkan pekerjaanya masing-masing.
Dengan kerja sama ,semua yang mereka lakukan kini hampir mendekati kata sempurna.
Hingga kejadian naas kembali menimpa mereka yang tengah khusyuk mengoles tembok yang sudah pucat.
Plukk
Suara ember yang berisi cat menimpa kepala Rafgan dari atas benteng yang memang agak rendah ketinggiannya.
Semua teman-temannya kaget melihat Rafgan yang sudah berubah menjadi monster lumut berwarna hijau.
"Woiii,siapa sih yang nyimpan ember sembarangan?"Tanya Rafgan dengan kesal
Tetapi tidak ada satupun dari mereka yang mau menjawab.
"Eh lo Rizki,kemari deh"Titah Rafgan yang membuat sang empu deg deg serr.
"Mau ngapain lo?gue gak nyimpen ember di situ bambang"Elak Rizki yang tidak mau menerima perintah dari Rafgan.
"Sini lo"Ucap Rafgan dengan nada yang masih ketus memanggil Rizki.
Dengan terpaksa Rizki pun kembali mendekat dengan diantar oleh tatapan-tatapan para temannya yang melihat adegan yang lumayan kocak tersebut.
Hal yang tidak diduga pun terjadi,Rafgan kini mengusap wajahnya yang penuh cat lalu dengan santainya memoleskan cat tersebut ke wajah Rizki.
Alhasil Rizki pun berubah menjadi monster lumut seperti yang kini Rafgan alami.
"Woi apa-apaan si lo ?seenak jidat lo ya baju mahal gue lo polesin cat hijau anti bocor"Teriak Rizki sambil berupaya menghentikan kelakuan Rafgan yang malah semakin menjadi-jadi.
Sedangkan yang lainnya malah tertawa terbahak-bahak melihat adegan gratis yang begitu konyol dihadapan mereka secara live.
"Lanjott terusss"Ucap David yang semakin keras tertawa lepas.
"Udah kaya buto ijo kurang gizi aja mereka hahahahahahah"ujar Aaric yang kini diberi tatapan tajam oleh Rafgan dan Rizki.
Suasana pun kembali hening saat Rafgan dan Rizki menghentikan aksinya karena lontaran Aaric .
dan berberapa saat kemudian....
"AWAS LO AARIC,GUE BAKALAN POLESIN WAJAH LO SAMPAI ABIS"Teriak Rafgan yang berlari menuju Aaric dengan cepat.
Aaric yang menyadari posisinya dalam bahaya pun kini menyelamatakan diri dengan lari sekencang mungkin tanpa menghiraukan tatapan pengendara yang sedang lewat di jalanan.
Rizki pun kini ikut-ikutan mengejar mereka karena dirinya tak terima disebut "BUTO IJO"oleh Aaric.
Suasana pun kembali riuh dengan tawa para pemuda yang masih berada di depan rumah Nata.
Nata pun menahan perutnya yang sudah pegal karena dia tak bisa berhenti untuk tertawa .Dan dari pengalaman hari itu,persahabatan mereka terjalin semakin erat walau mereka tidak menyadarinya.
-
-
**Hallo kaka
terima kasih bagi yang masih minat membaca novel urakan saya.
Maafkan saya kalau ceritanya urakan banget,soalnya ini adalah karya pertama saya yang baru dipublish sedikit demi sedikit.
Oke jang lupa pada vote dan komen juga ya.
Sedih deh kalau lapak nya sepi**:/
aku akan membantumu menyelesaikan misterinya
KEMANA AJA KAU THOR😭😭
SEMANGAT DONG!!!! 🔛🔥
JANGAN PHP'IN KITA SEMUA DONG THOR LANJUTIN DONG CERITANYA😭
AWAS KALO GK DI UP AKU GENTAYANGIN RUMAH MU👿
semangat 😊