NovelToon NovelToon
Sepasang Antagonis

Sepasang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.

‎"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.

‎"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"

‎"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.

‎Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30 - Kevian dan Mia berdansa

...Chapter 30...

...----------------...

"Nona Clarissa, Di butik mana anda mendesain gaun ini ,Sangat cantik dan elegant. Hampir mirip dengan gaun yang sedang anda pakai."Ucap Joana menatap gaun Clarissa.

"Sama seperti nona, Di butik madam gloria." Ucap Clarissa tersenyum.

"Wah...ternyata aku memesan gaun di butik yang tepat, Sepertinya aku keterlaluan pada madam gloria tadi."Ucap Joana merasa bersalah.

"Kenapa anda berpikir seperti itu, Baju desain butik madam gloria memang bagus, Tetapi mereka sudah melakukan kesalahan besar pada nona Joana, Mereka pantas menerima amarah bukan?" Ucap Clarissa, Joana tersenyum tipis.

"Nona benar, Semakin mengenal nona Clarissa. Aku semakin kagum. Anda benar-benar gadis yang keren."Ucap Joana berbinar kagum.

"Tentu saja, Clarissa sejak kecil memang baik. Hanya saja banyak orang iri yang mencoba memfitnahnya."Ucap Mia tersenyum.

"Kau benar, Dan sekarang aku tidak percaya tentang berita yang mengatakan nona Clarissa sangat sombong."Ucap Joana tertawa lepas, Itu bukti bahwa ia sudah melepas rasa waspada nya. Mia juga tertawa kecil.

"Clarissa, Aku ingin bicara padamu."Ucap Axion dengan wajah dingin menarik sebelah tangan Clarissa.

Ketiga gadis itu menoleh, Joana menatap tidak suka pada axion, Sedangkan Mia yang sudah tahu kondisi keduanya hanya diam.

"Anda tuan muda Axion bukan, Ada urusan apa anda dengan nona Clarissa?" Tanya Joana menatap kesal, Clarissa langsung bangun dan tersenyum.

"Tidak apa nona Joana, Kami akan segera kembali."Ucap Clarissa, Mengikuti Axion yang berjalan duluan menuju balkon gedung.

"Ck...dasar pria licik, Beraninya dia mendekati nona Clarissa setelah datang bersama cewek simpanannya itu!" Kesal Joana, Mia terkekeh dan mendekati Joana.

"Nona Joana, Mereka akan jadi tunangan. Clarissa sudah pasti tetap harus bersikap baik bukan?" Ucap Mia tersenyum.

"Tapi Axion itu tidak cocok dengan nona Clarissa, Nona Clarissa begitu cantik dan baik. Sedangkan dia, Sangat brengsek!" Ucapnya tak terima. Semakin kesal Joana, Mia semakin ingin tertawa.

"Hadirin sekalian, Untuk memeriahkan acara. Aku mengundang beberapa musisi untuk memainkan musik, Beberapa tamu undangan bisa melakukan dansa bersama pasangannya!" Ucap nyonya Selena di atas podium.

Mia dan Joana menoleh, Kedua gadis itu tidak memiliki pasangan sekarang, Mia yang sejak dulu tidak berpikir untuk jatuh cinta, Sedangkan Joana, Calon tunangannya itu tidak berada di sini.

"Nona Mia, Mau kah anda menjadi partnerku?" Tanya seseorang, Mia menoleh. Kevian candra mengulurkan sebelah tangannya sambil menunduk.

Para gadis berteriak histeris, Selain Axion. Kevian juga terkenal karna ketampanannya. Keluarganya juga tidak kalah jauh. Joana menyenggol pundak Mia pelan.

"Pengagum-mu sudah datang tuh, Cepat ke sana!" Ucap Joana meledek.

Mia maju atas dorongan Joana, Gadis berambut pendek itu sangat malu sekarang, Wajahnya seperti kepiting rebus, Lagi-lagi ia bertemu dengan Kevian, Pemuda yang pernah menangkapnya saat hampir terjatuh.

"Aku menerimanya."Ucap Mia menyambut uluran tangan Kevian, Mereka berdansa di tengah bersama beberapa pasangan lainnya. Sedangkan beberapa gadis dan pemuda yang belum punya pasangan, Hanya akan menjadi penonton saja.

Kevian menatap Mia yang terus menunduk, Sepertinya gadis itu tak berani menatapnya.

"Nona Mia, Anda sangat cantik malam ini."Puji Kevian, Gadis itu semakin menundukkan wajahnya. Kevian memutar tangannya, Sehingga Mia berputar dan membelakangi Kevian.

"Anda...juga tampan."Gumam Mia kecil, Nyaris tak terdengar.

Kevian terkekeh, Lagu berhenti dan berganti. Saat ini, Momen yang tepat mengganti pasangan, Tetapi Mia tak tahu harus maju atau mundur.

"Mau berdansa satu lagu lagi?" Tanya Kevian, Mia mengangguk. Kevian kembali merengkuh tubuh mungil Mia. Di bawah lampu yang terang itu, Keduanya berdebar tak karuan.

Keduanya menari, Mia yang sibuk menunduk dan Kevian yang dengan tenang menatap Mia dengan penuh arti. Keduanya tak fokus berdansa, Bahkan Mia selalu menginjak kaki Kevian. Tetapi Kevian tidak marah, Hanya tersenyum.

"Maafkan aku, Aku menginjak sepatu anda lagi."Ucap Mia merasa bersalah.

"Tidak apa, Tubuh nona Mia sangat ringan, Nona boleh menginjak sepatu saya kapan pun."Ucap Kevian tersenyum.

"Bohong, Mana mungkin aku ringan." Ucap Mia kecil, Lagi-lagi Kevian harus menggunakan ketajaman pendengarannya.

Alunan lagu hampir berakhir, Semua orang memutar pasangannya, Tetapi kini. Kevian malah menggendong Mia ke atas, Sehingga gerakan mereka terlihat berbeda sendiri.

"Sudah ku katakan, anda ringan." Ucap Kevian, Beberapa gadis yang menonton histeris termasuk Joana, Sedangkan Mia...gadis itu sangat malu sekarang, Tetapi ada rasa nyaman dan bahagia yang belum pernah ia rasakan.

"Dia sangat tampan."Batin Mia menatap Kevian yang wajahnya berada tepat di depan dadanya.

...--------------------------------...

Axion memeluk Clarissa tanpa berniat untuk melepasnya, Menghirup aroma tubuh Clarissa yang berbau bunga mawar. Clarissa sendiri pun tak merasa keberatan.

"Sampai kapan kau akan terus memeluk-ku?" Tanya Clarissa terkekeh, Axion cemberut.

"Sampai besok dan seterusnya."Ucap Axion, Clarissa tertawa.

"Dasar, Lepaskan aku sekarang."Ucap Clarissa mendorong pelan Axion, Sekarang terlihat jelas bagaimana wajah pemuda itu.

Rambutnya yang berantakan di satukan dengan langit malam yang di terangi bulan. Benar-benar tampan, Bahkan di kehidupannya sebagai artis, Velica tak pernah melihat artis setampan Axion. Pemuda itu benar-benar sempurna.

"Ada apa, Kau baru menyadari betapa tampannya aku?" Tanya Axion, Clarissa tertawa.

"Ya kau benar, Kau sangat tampan."Ucap Clarissa menyetujuinya.

"Karna aku tampan, Aku pantas untukmu kan."Ucap Axion tersenyum. Clarissa tertawa.

Tanpa di sadari, Seseorang menatapnya dari bawah, Melihat Clarissa dan Axion tertawa bersama. Pria itu mengepalkan tangannya dengan kuat.

"Tuan Luzkay, Anda sedang melihat apa?" Tanya Seseorang, Luzkay segera merubah ekspresi wajahnya kembali seperti biasa.

"Tidak ada, Mari silahkan masuk." Ucapnya tersenyum, Merasa seperti di perhatikan seseorang, Clarissa menatap lantai bawah. Tidak ada siapapun di sana.

"Ada apa?" Tanya Axion, Clarissa menggeleng.

"Tidak ada apa-apa."Jawabnya tersenyum.

...--------------------------------...

"Terima kasih sudah mau berdansa dengan saya nona Mia."Ucap Kevian tersenyum lebar, Mia mengangguk malu.

"Saya juga senang."Ucapnya, Setelah itu gadis itu kembali ke pinggir menemani Joana, Joana tersenyum lebar menyambut Mia.

"Aku rasa kalian bukan pertama kali bertemu, Tatapan tuan muda Candra begitu dalam padamu."Ucap Joana terkekeh, Mia menggeleng kuat.

"Sudahlah...kami hanya bertemu beberapa kali, Tidak ada apapun di antara kami."Ucap Mia menolak, Walaupun hatinya seperti di bubuhi harapan.

"Okey baiklah nona Mia, Aku sekarang tahu selain pintar kau juga pemalu."Ucap Joana, Mia mengabaikannya dan kembali duduk.

Robert dan Nadia kembali, Semua orang menatap mereka dengan wajah merendahkan, Para gadis sibuk bergosip di pojok ruangan.

"Lihatlah, Robert kembali bersama Nadia."

"Ku lihat mereka cocok, Walaupun manis, Robert terlihat membosankan."

"Betul, Nona Clarissa cocok dengan tuan muda Axion."

Clarissa dan Axion kembali memasuki pesta, Melihat Nadia dan Robert yang terlihat sudah berbaikan. Clarissa tersenyum dan mendatangi Robert dan Nadia.

"Robert, Bagaimana keadaan nona Nadia?" Clarissa bertanya dengan nada khawatir. Nadia hanya diam dengan wajah kesal.

"Dia baik-baik saja, Maafkan aku Clarissa. Aku tidak tega melihat Nadia sedih, Jadi aku menghiburnya sedikit. Kau tidak marah-kan?" Tanya Robert, Clarissa tersenyum tipis.

"Tentu saja, Kau itu kan baik hati. Aku mengerti rasa simpatimu pada nona Nadia. Aku juga tidak marah."Ucap Clarissa, Robert tersenyum. Clarissa memang yang paling pengertian.

"Nadia, Kau tidak apa-apa?" Tanya Axion khawatir, Pemuda itu melihat gaun yang di pakai Nadia,

"Aku baik-baik saja. Kakak nikmati pesta saja. Mereka benar, Anak pelayan sepertiku tidak pantas berdiri di samping kakak, Hanya nona Clarissa yang pantas berada di sisi kakak."Ucap Nadia dengan lemah dan tak berdaya.

"Nadia, Ini salahku mengajak-mu ke sini. Aku juga tidak bisa membelamu. Karna ikatan keluarga William dan bellen begitu kuat. Aku takut mommy akan memecat-mu jika aku bersikeras membelamu."Ucap Axion menjelaskan.

"Tidak apa kak Axion, Nadia senang kakak tidak menjauhiku, Meskipun seluruh kota tahu bahwa aku hanya seorang anak pelayan."Ucap Nadia tersenyum tulus, Namun di hatinya ia sangat marah, Axion benar-benar tidak membelanya.

"Nona Nadia, Gaun itu sangat cocok dengan anda, Aku sangat senang Robert memberikannya padamu."Ucap Clarissa tersenyum.

Melihat tatapan Clarissa, Nadia merasa bingung. Bagaimana Clarissa tahu bahwa gaun yang ia kenakan itu dari Robert?

"Gaun itu hanya ku pakai sekali di pesta temanku, Sudah lama aku tidak pakai. Sebagai permintaan maaf-ku, Aku meminta Robert memberikannya padamu. Sebagai permintaan maaf atas keributan kita sebelumnya." Ucap Clarissa tersenyum tipis.

DEG!

Nadia melepaskan genggaman tangan Robert, Jadi. Gaun ini hanya gaun bekas? Robert memberikannya karna perintah Clarissa?

TBC

Like dan komen.

1
lin sya
mnding velica jujur sm xion ttg dunia novel, siapa tau mereka ttp brjodoh klo ares bneran bsa bikin clarisa asli hdup dan nadia mati
JasmineA
kek kucing aja nyawa si nadia...tp keknya halo protagonist nya nadia ilang dan masuk ke tubuh axion deh...terus nadia matinya nnt gimana?masa gak mati2 sih
lin sya
sbnrnya luzkay siapa, penulis novel nya kah atau org yg hdup didunia sm kyk clarisa tp dia kan pnya rasa sm clarisa dan nadia klo hdup lgi, trus musnahnya dgn apa
Author hidup: Luzkay suka Clarissa
Alexion suka velica

wkwk
total 1 replies
JasmineA
sayonara Nadia...selamat ketemu raja yama di neraka😉
falea sezi
jd Mia sama tora ikutan balik
Author hidup: Tora aja, Mia engga
total 1 replies
JasmineA
tampaknya nadia yang terlahir kembali sgt meledak2 ya emosi nya
JasmineA: benar...pion nya lepas dri genggaman😂
total 2 replies
JasmineA
palingan harus cacat tuh Nadia dibuat kevian
JasmineA
iya kan situ cuman pelayan atuh...udah cukup bagus kok diberi gaun syantik walau bekas daripada diberi gaun compang camping kan😉
JasmineA
anak pelayan aja belagunya mintak ampun💆🏻‍♀️ mana ngaku kerabat jauh keluarga axion lagi😂
Saidatul Farisha
uish clarisa menjadi rebutan🤭
Laura Xaviera 💕
yuhuuuu/Determined/
Iruma-chan
semangat nulisnya, aku suka cerita transmigrasi.
Anissa Rahma
ceritanya menarik kak
Author hidup: Makasih kakak cantik
total 1 replies
Putri Amalia
halo kak, aku dah liat novelnya menarik bgt. rajin up yah jg smpe Hiatus 👀
Author hidup: Wah terima kasih, Aku akan berusaha up tepat waktu. Bantu like dan komen ya🙏😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!