NovelToon NovelToon
CEO Tengil VS Sekertaris Bar-bar

CEO Tengil VS Sekertaris Bar-bar

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Memasuki bangku kuliah dengan penampilan cupunya, membuat Ananda Ayunindia menjadi target empuk perundungan oleh Tristan Bratadikara dan komplotannya. Tak sekadar dibully, Ananda bahkan dijadikan bahan taruhan hingga berujung kehamilan. Hancur dan trauma, ia terpaksa melepas beasiswanya dan pergi menghilang.

Enam tahun berlalu. Ananda yang kini telah lulus kuliah dan menetap di Bandung, berhasil diterima bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan raksasa di Jakarta. Demi masa depan putra kecilnya dan sang ibu yang sudah renta, Ananda terpaksa kembali ke kota penuh memori kelam tersebut.

Siapa sangka, pimpinan tertinggi di perusahaan baru tempatnya bekerja adalah Tristan Bratadikara, pria yang dahulu menghancurkan hidupnya. Namun, Ananda yang sekarang bukan lagi gadis cupu yang bisa ditindas, ia telah bermetamorfosis menjadi wanita yang cantik, energik, dan pemberani. Akankah Tristan mengenali korbannya di masa lalu, atau justru bertekuk lutut pada sosok Ananda yang baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31

Melihat tautan jemari Tristan dan Ananda yang kian erat, Andre dan Indra saling berpandangan. Mereka tahu tugas mereka untuk meluruskan masa lalu telah usai, dan kini saatnya memberikan ruang bagi sepasang kekasih yang telah terpisah enam tahun itu.

"Tristan, Nanda... sepertinya urusan kami di sini sudah selesai. Kami pamit undur diri dulu, ya. Kami tidak mau menjadi pengganggu di momen berharga kalian," ucap Andre tulus sambil menepuk bahu Indra agar ikut bangkit.

Tristan mendongak, lalu mengangguk pelan dengan seulas senyum tipis di sudut bibirnya. Ia cukup puas karena kedua temannya itu tahu diri dan cukup pengertian. Setelah Andre dan Indra melangkah keluar dari kafe, keheningan mendadak menyelimuti meja mereka.

Ananda terpaku. Lidahnya mendadak kelu untuk menjawab pernyataan cinta yang begitu tiba-tiba dari sang mantan musuh bebuyutannya di kampus.

"Kau bilang... kau mencintaiku? Kau yakin dengan perasaanmu itu, Tristan?" tanya Ananda dengan suara bergetar, menatap sepasang bola mata pria di hadapannya seolah mencari kepastian.

Tristan semakin mengeratkan genggaman tangannya pada jemari Ananda, seolah menyalurkan seluruh keyakinan yang ia miliki. "Sangat yakin, Nanda. Enam tahun sudah aku memendam perasaan ini, dan selama itu pula aku sangat tersiksa. Aku sengaja menutup rapat hatiku terhadap wanita lain dan selalu menolak dengan keras setiap perjodohan yang direncanakan oleh kedua orang tuaku."

Ananda menunduk, matanya kembali berkaca-kaca. "Tapi... kita berbeda, Tristan. Kau dan aku bagaikan langit dan bumi. Aku hanyalah wanita biasa, seorang janda yang tak memiliki apa-apa untuk dibanggakan di depan keluargamu."

"Ssstttt..."

Tristan melepaskan satu genggamannya, lalu perlahan menempatkan jari telunjuknya di atas belahan bibir Ananda yang bengkak, menghentikan kalimat pesimis wanita itu.

"Jangan pernah kau ucapkan kata perbedaan itu lagi, Nanda. Aku bersumpah, aku rela melepaskan semua kemewahan ini. Aku rela menjadi orang biasa seperti yang lainnya, asalkan aku bisa bersamamu dan juga Elvano. Aku tidak peduli dengan takhta Bratadikara jika harganya harus kehilanganmu lagi. Nanda... tolong, percayalah padaku kali ini," mohon Tristan dengan tatapan mata yang begitu dalam dan sarat akan damba.

Untaian kalimat yang keluar dari bibir Tristan merangsek masuk ke dalam dada Ananda, seketika meruntuhkan tembok pertahanan tinggi yang sengaja ia bangun selama bertahun-tahun. Hati kecilnya tidak bisa berbohong lagi. Pria egois di hadapannya ini... masih menjadi cinta pertamanya yang tak pernah tergantikan.

Ananda mengusap sisa air matanya, lalu menatap mantap ke dalam bola matanya Tristan yang masih menunggu jawaban darinya. "Kalau boleh tahu... sejak kapan kamu mulai menyukaiku? Apa yang kau lihat dalam diriku di masa lalu yang penuh kekurangan itu?"

Tristan menghela napasnya sejenak, mengenang memori masa kuliah mereka. "Enam tahun yang lalu, di gudang belakang dekat kantin kampus... apakah kau masih ingat? Di atap gudang tua itu, kau selalu berteriak keras dan memaki namaku serta teman-temanku yang lainnya untuk meluapkan kekesalan mu."

Deg!

Ananda terhenyak. Ia ingat betul kejadian itu. Dulu, atap gudang adalah tempat rahasianya untuk meluapkan rasa sakit hati akibat rundungan Tristan dan komplotannya. "Terus... hanya karena melihatku marah-marah seperti itu yang membuatmu menyukaiku?"

"Tidak, Nanda," potong Tristan dengan senyuman hangat, dan dari situlah Tristan memiliki rasa ketertarikan terhadap Ananda. "Apakah kau ingat, suatu hari di koridor saat kau tidak sengaja menjatuhkan buku catatanmu? Di sana tertulis buku harian mu. Kau menulis bahwa kau menyesal mengikuti program beasiswa untuk bisa melanjutkan kuliah di Universitas Airlangga karena selalu aku ganggu. Tapi di halaman berikutnya, kau menulis hal yang membuat duniaku berbalik. Kau mengatakan bahwa akulah pria yang membuatmu semangat untuk bisa masuk ke universitas Airlangga. Kau berjuang mati-matian belajar siang dan malam hanya demi bisa satu kampus dan dekat denganku."

Tristan menjeda kalimatnya, matanya berkaca-kaca mengingat kebodohannya di masa lalu. "Sungguh suatu perjuangan dan pengorbanan yang membuat kedua mataku dan hatiku yang buta ini terbuka lebar. Aku tersadar bahwa cinta yang kau miliki untukku begitu tulus, Nanda. Dan saat kejadian malam naas di hotel itu terjadi... aku benar-benar merasa sangat bersalah. Aku mengutuk diriku sendiri karena telah merusak wanita yang begitu tulus mencintaiku."

"Lalu... kenapa setelah kejadian itu kau tidak segera mencari ku dan mengatakan semua ini padaku, Tristan? Kau tahu betapa hancurnya aku pada saat itu, kau telah merenggut kesucianku, harga diri ku...?" " tanya Ananda, menyuarakan rasa sakit yang dipendamnya selama enam tahun.

"Hanya beberapa jam setelah malam itu, saat aku ingin menyusul mu ke rumahmu untuk menjelaskan semuanya dan bertanggung jawab, Mamahku berhasil menemukan ku dan ia mencegat ku di jalan di saat aku hampir saja sedikit lagi tiba di depan rumah mu. Dan Mamah ku menjelaskan padaku sambil menangis bahwa Papahku mengalami kecelakaan tragis di Kanada. Aku terpaksa langsung pergi ke sana bersama Mamah hari itu juga," tutur Tristan dengan nada menyesal.

"Papah mengalami koma yang cukup lama di rumah sakit, sehingga aku dipaksa keadaan untuk langsung menggantikan posisinya memimpin perusahaan. Aku harus meninggalkan masa mudaku yang harusnya dinikmati bersama teman-teman. Semuanya berubah menjadi kenangan kelam. Aku dipaksa fokus bekerja dan mengurus perusahaan, tak ada lagi istilah bermain dan bersenang-senang dalam hidupku."

Tristan mengusap punggung tangan Ananda dengan lembut. "Di saat aku ingin kembali mencari keberadaan mu, aku justru mengalami banyak penderitaan dan tekanan dari keluargaku sendiri. Hidupku diatur sepenuhnya oleh mereka... terkecuali soal pasangan hidup. Sampai kapan pun aku menegaskan kepada mereka, aku hanya akan memilihmu, Nanda. Jika tidak menikah denganmu, maka seumur hidupku aku tidak akan pernah menikah dengan siapa pun."

Mendengar penjelasan panjang lebar dari Tristan yang penuh dengan kepedihan dan perjuangan yang tak pernah ia ketahui selama ini, pertahanan Ananda runtuh sepenuhnya. Rasa benci, trauma, dan ego yang membentengi hatinya menghilang tak berbekas, digantikan oleh rasa cinta yang kembali membuncah hebat.

Tanpa memperdulikan genggaman tangan mereka lagi, Ananda langsung bangkit dari kursinya dan menghambur ke pelukan Tristan. Ia memeluk pinggang pria di hadapannya itu dengan sangat erat, menyembunyikan wajahnya di dada bidang Tristan sambil menangis sesenggukan, meluapkan seluruh rasa rindu dan beban berat yang akhirnya terangkat dari pundaknya. Tristan pun dengan sigap mendekap erat tubuh Ananda, mengecup puncak kepalanya berkali-kali dengan perasaan lega yang tak terkira.

"aku juga masih mencintaimu Tristan, rasa cinta ku yang dulu dan sekarang masih tetap sama!" ucapnya yang sudah tak kuasa lagi

untuk memendam perasaannya terlalu lama.

Bersambung...

1
JR Rhna
kalau aku punya bos begitu,sudah lama angkat kaki
Inooy
iih Tristan bikin aq meleleh aj niih,,dulu waktu masih jaman nya kuliah..kamu terkenal dengan kejam nya mem-bully,,skarang malah perlakuan romantis pake bangeeet..bikin siapa pun langsung menghalu dapet cowo modelan kamuuu 😊
Inooy: dn haluan ka El tuh Masya Allah bagus2, sering2 lah menghalu kaa biar para pembaca terhibur dengan kehaluan ka El 🤭
total 4 replies
Inooy
akhiir nyaaaa,,emosi ku bisa mereda hanya dengan meliat nyonya Mutia yg menyayangi Elvano...
emg sih yaaaa,,segarang garang nya nenek dn kakek ketika mempunyai cucu yg menggemaskan..akan luruh jg keangkuhan dn keegoisan nya,,dn ini fakta!!!
Inooy: liat nya adem ka El...
total 2 replies
Inooy
👏👏👏👏 hebat kamu Tris, kamu benar2 seorang pria gentleman..kamu berani mengesampingkan ego mu demi restu orangtua utk menikahi Ananda...👍👍
Inooy
ka Eeell, maafin aq klo aq bisa typo jg..itu Bianca siapa ituuu 🤣🤣🤣
aq malu ihh ma ka El, bisa2 nya aq nyebutin Bianca bukan nya Bella..ini niih gara2 nyonya Mutia yg bikin aq emosi, jd aj tangan ku kepeleset,,mana jauh lg kepeleset nya 🙈🙏🙏😂
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good//Good//Good//Kiss//Kiss/
total 3 replies
Inooy
duuuhh,,ka El bikin situasi tegang makin tegang ini mah..d saat Tristan dn Ananda lg membahas masalah yg cukup pelik, tiba2 s nyonya besar muncul d waktu yg g tepat..apalagi s nyonya Mutia masih memandang sinis k Ananda, bikin aq pengen nyeleding nih nyonya sok berkuasa dn sok kaya ini...
padahal klo bukan Ananda siapa lg coba yg mo melahirkan keturunan Bratadikara?? Bianca yg suka gonta ganti laki?
ckckck..klo iya, makin tercoreng nama baik Bratadikara karena kelakuan Bianca..nyonya Mutia aj yg belum tau kebenaran nya, coba klo tau..aq yakin bakalan d depak jg tuh Bianca...

sabaaaarr,,sabaar..gara2 nyonya Mutia aq bawaan nya pengen ngomel mulu jd nyaaa /Facepalm/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kadang aku juga suka salah menuliskan nama pemeran karyaku sendiri, karena aku nulis lebih dari satu buku🤭
total 3 replies
Teh Yen
cie yg lagi jatuh cinta udh ganti aj panggilannya jd sayang cie cie engg berbunga bunga gmn tuh c ananda hihii
Teh Yen
smoga kamu berhasil meyakinkan kedua orang tua mu d bisa menerima ananda d elvano sebagai menantu d cucu mereka yah
Teh Yen
apakah orang tua Tristan dapat menerima ananda d elvano?
Teh Yen
ih mulutnya tetanggamu Nanda pedes banget ky bubuk.cabe level tertinggi
Teh Yen
engg nyangka ananda akan secepat itu memaafkan Tristan tp.kalau d hati nya masih ada cinta yah mau blng apa yah hehe 😁 selamat kembali merajut kasih untuk kalian berdua siap siap lah menghadapi keluarga mu Tristan mereka pasti akan Dnegan keras menolak Nanda karena perbedaan kasta
Teh Yen
wah jd Bella otak dari semua kejadian ini yah pantas kau d sebut wanita ular Bella Karenna kau licik
Teh Yen
apakah nanda akan memberikan maaf dan menerima Tristan ?
Teh Yen
siapa siapa.lagi yg terlibat Andre ?
Teh Yen
minta maaf dulu Tristan d ceritkan kejadian sebenarnya pada ananda yah smoga ananda memberikan maaf padamu
Teh Yen
perlihatkan fotonya indra ,,dan perasaan kamu juga pernah ketemu sekali kan saat nganterin hp Nanda yg tertinggal kala itu ank kecil yg panggil kamu om tampan itu adalah ank kandung mu Tristan
Teh Yen
bagaimana yah tanggapan Tristan saat tau punya ank dari ananda
Inooy
untung ada Indra s intelejen,,ayooo Ndraaa bantu Tristan dn Ananda jangan sampe lampir2 bersekongkol memisahkan Tristan dn Ananda..apalagi masa lalu Tristan ada campur tangan kamu jg, Ndraa...
Teh Yen
nah loh udh main nyosor aj awalnya nolak ananda eeh terbuai jg bergelora lah itu cinta kalian Kemabli bersemi d masa lalu melupakan benci berubah jd kerinduan yg mendalam
Teh Yen
rasain tuh hajar trus ananda biar tau rasa itu wanita jalang seklain balas dendam atas kejadian dulu yah 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!