NovelToon NovelToon
The General'S Captive Lady

The General'S Captive Lady

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Aliansi Pernikahan
Popularitas:529
Nilai: 5
Nama Author: indri novianti

"The General's Captive Lady" adalah novel fiksi romantis-militer yang penuh ketegangan politik, trauma masa lalu, dan pembalasan dendam.
Claudia, seorang putri yang terbuang dan disiksa sejak kecil oleh faksi Crimson Raven. Demi menutupi ketamakan mereka, reputasi Claudia dihancurkan di mata publik hingga ia dicap sebagai wanita glamor yang buruk. Saat faksi Raven kalah perang, ia dikorbankan menjadi sandera politik dan dikirim kepada Reymond Oliver Smith, seorang panglima perang aliansi yang terkenal dingin dan kejam.

Hubungan mereka awalnya dipenuhi kebencian dan kesalahpahaman, bahkan Claudia sempat dijebloskan ke ruang bawah tanah karena fitnah dari bapaknya. Namun, jeritan trauma masa kecil Claudia di tengah sakit parah akhirnya meruntuhkan dinding es di hati Reymond. Penyelidikan rahasia pun dimulai, membongkar asal-usul Claudia yang sebenarnya sebagai pewaris sah bangsa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indri novianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tameng Hidup Dari Darah Sendiri

Brak!

Suara hantaman keras bergema memekakkan telinga saat pintu ek besar penyekat aula utama hancur berkeping-keping menjadi serpihan kayu yang beterbangan. Ledakan taktis yang dipasang oleh unit demolisi pasukan khusus Smith meruntuhkan benteng terakhir pertahanan dalam istana.

Gelombang kejutnya menyemburkan debu pekat, serpihan batu, dan asap mesiu yang tebal ke dalam ruangan megah berlantai porselen tersebut.

Seketika itu juga, aula yang dulunya menjadi simbol kemewahan Crimson Raven berubah total menjadi ruangan yang porak-poranda dan berantakan.

Dari balik kabut asap abu-abu yang perlahan menipis, sebuah siluet tinggi tegap melangkah masuk dengan sangat tenang namun penuh intimidasi.

Reymond Oliver Smith berjalan tegap dengan senapan serbu laras panjang yang terkokang mantap di genggaman tangannya.

Di belakangnya, menyusul dengan langkah taktis yang cepat, Ethan Taylor memimpin unit elit komando aliansi.

Hanya dalam hitungan detik, moncong-moncong senjata mereka telah terarah ke segala penjuru, mengunci rapat seluruh sudut ruangan tanpa menyisakan satu pun celah buta bagi musuh.

Aura membunuh yang terpancar dari seluruh tubuh Reymond terasa begitu pekat, berat, dan mencekam, seolah-olah ia membawa udara dingin dari ruang bawah tanah bersamanya.

Tekanan itu begitu masif hingga membuat Robert Crimson Raven, sang pewaris takhta palsu yang selama ini diagungkan, refleks melangkah mundur beberapa langkah dengan wajah yang memucat pasi bagai mayat. Nyali Robert mencelos ke dasar bumi; telapak tangannya yang memegang pistol taktis bergetar begitu hebat hingga laras senjatanya bergoyang tidak tentu arah.

Di kanan dan kirinya, sisa-sisa prajurit pengawal pribadi faksi Raven yang tersisa langsung menjatuhkan senjata mereka ke lantai. Mereka memilih berlutut dan mengangkat tangan tanda menyerah secara mutlak, lumpuh total oleh ketakutan saat melihat ratusan titik laser merah dari senjata aliansi mengunci tepat di dahi dan dada mereka.

"Frans Crimson Raven," suara Reymond menggema begitu dingin, memotong keheningan aula yang mencekam dengan intonasi yang tajam bagai sebatan belati.

Sepasang mata elangnya berkilat mematikan, langsung mengunci lurus pada sosok Frans yang berdiri gemetar di dekat undakan takhta megahnya.

"Permainan licik, kebohongan, dan manipulasi surat fitnahmu sudah berakhir malam ini. Hari ini, di tempat ini juga, kau akan membayar tunai setiap tetes darah Baron William Montgomery yang kau racun secara keji, serta setiap cambukan dan air mata yang kau torehkan pada Claudia selama dua puluh satu tahun penuh."

Melihat barisan prajuritnya telah berlutut dan menyadari tidak ada lagi jalan tersembunyi untuk melarikan diri, sepasang mata Frans Raven berkilat liar dipenuhi kombinasi kegilaan akut dan ketakutan yang teramat sangat.

Namun, alih-alih menghadapi Reymond layaknya seorang jenderal perang yang ksatria di akhir hayatnya, pria tua bangka itu justru melakukan sebuah tindakan yang teramat menjijikkan dan pengecut.

Dengan gerakan cepat yang tak terduga yang didorong oleh kepanikan gila, Frans merengsek maju ke depan. Bukannya menembak musuh, tangannya yang keriput justru mencengkeram kuat kerah seragam militer Robert dari belakang, lalu menarik paksa tubuh anak laki-laki kesayangannya itu ke depan untuk dijadikan tameng hidup tepat di depan dadanya sendiri.

"Jangan mendekat! Mundur kalian semua! Atau aku bersumpah akan menembak hancur kepala pewaris takhta Raven ini sekarang juga!" teriak Frans secara histeris dengan urat-urat leher yang menonjol. Tangannya yang gemetar menodongkan moncong pistolnya sendiri tepat ke pelipis Robert, menggunakan darah dagingnya sendiri sebagai dinding pelindung dari kematian.

Robert terbelalak lebar, matanya membelalak tidak percaya dengan rasa terkejut yang luar biasa hebat . Jantungnya seolah berhenti berdetak saat menyadari kenyataan pahit di depan matanya.

Ayah yang selama ini selalu memujanya, ayah yang memanjakannya dengan kemewahan di atas penderitaan dan cambukan Claudia, kini justru menggunakannya tak lebih dari seonggok daging pelindung untuk menyelamatkan nyawanya sendiri yang egois. Semua kasih sayang yang ia terima selama ini ternyata hanyalah kepalsuan.

"Ayah... apa yang kau lakukan?! Lepaskan aku!" jerit Robert dengan suara melengking panik yang pecah. Air mata ketakutan yang murni kini membanjiri pipinya yang berdebu. "Aku anakmu! Aku Robert, pewaris takhtamu, Ayah!"

"Diam, Robert! Jangan bergerak!" bentak Frans tanpa belas kasihan sedikit pun di matanya, wajahnya tampak mengerikan dengan kegilaan yang memuncak saat menatap ke arah kepungan pasukan aliansi. "Jika kau harus mati tertembak hari ini, maka anggap itu sebagai tugas akhirmu untuk melindungi nyawa ayahmu!"

Reymond yang menyaksikan pertunjukan kepalsuan dan kebusukan faksi Raven dari balik laras senjatanya hanya menyunggingkan senyum sinis yang amat dingin.

Pemandangan memuakkan di depan matanya ini adalah bukti absolut, sebuah validasi nyata betapa busuk, serakah, dan kejamnya keluarga yang selama dua puluh satu tahun ini telah menghancurkan dan menyiksa hidup Claudia. Frans Raven tidak pernah memiliki rasa sayang pada siapa pun di dunia ini; baginya, baik Claudia yang dibuang maupun Robert yang diagungkan, hanyalah alat mekanis yang bisa dikorbankan kapan saja demi mempertahankan kekuasaan dan takhtanya.

"Kau sungguh iblis yang teramat menjijikkan, Frans," desis Reymond dengan nada merendahkan yang sangat pekat.

Secara perlahan dan tenang, Reymond menurunkan moncong senapan serbu laras panjangnya. Dengan gerakan taktis yang teratur namun mematikan, ia beralih menarik pistol taktis dari sarung senjata di pinggang kanannya. Matanya tidak berkedip, mengunci target dengan akurasi seorang penembak jitu yang tidak memiliki keraguan sedikit pun. "Kau pikir aku adalah pria bodoh yang akan peduli dengan nyawa pewaris takhtamu yang tak berguna itu?"

Dor!

Satu tembakan tunggal yang presisi dilepaskan oleh Reymond secepat kilat. Suara letusan pistol taktisnya memecah udara aula. Peluru kaliber tinggi itu melesat akurat membelah sisa asap mesiu, melubangi pergelangan tangan kanan Frans Raven yang sedang memegang pistol menodong Robert.

"Arghhh!"

Jeritan kesakitan yang melengking tinggi seketika lolos dari mulut Frans saat tulang pergelangan tangannya hancur diterjang peluru. Senjata api di genggamannya seketika terlepas dan jatuh berdenting di atas lantai porselen yang dingin.

Sebelum Frans yang sedang kesakitan sempat bereaksi atau meraih senjata lain dengan tangan kirinya, Robert yang sudah dirundung ketakutan setengah mati langsung menyentak seluruh tubuhnya lepas dari cengkeraman ayahnya. Pemuda itu jatuh tersungkur di atas lantai batu dengan posisi merangkak, menangis histeris dengan dada yang sesak, meratapi pengkhianatan keji yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri di ambang maut.

Kini, pertunjukan sandiwara telah selesai seutuhnya. Tidak ada lagi tameng hidup, tidak ada lagi prajurit pengawal yang setia, dan tidak ada lagi takhta megah tempat Frans Raven bisa bersembunyi dari pengadilan darah dan pembalasan mutlak dari aliansi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!