NovelToon NovelToon
Bukan Yang Pertama

Bukan Yang Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Balas Dendam / Wanita Karir
Popularitas:38k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Bagi Alma, Nova adalah segalanya. Pria romantis yang menjadi pusat dunianya, sehingga dirinya mencintai pria itu dengan ugal-ugalan.

Namun, semuanya tak lagi sama, ketika tak sengaja ia mendengar dan melihat sendiri sang suami menyebut istri pada wanita lain. Dan lebih mirisnya lagi dirinya bukan yang pertama.

Danish, sosok pemuda yang hangat pada keluarga, tetapi sangat dingin dan cuek pada wanita setelah cintanya kandas. Akan tetapi, sejak pertemuannya kembali dengan Alma, perlahan sikapnya mulai berubah.

Bagaimana kisah selanjutnya? Mengalami pengalaman pahit yang hampir sama, akankah mereka bersatu?

Yuk, ikuti perjalanan mereka, hanya di sini; "Bukan Yang Pertama" karya Moms TZ. Bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mantan tak terindah

Danish berangkat ke kantor dengan wajah ceria. Pria itu melangkah santai menuju ruangannya. Namun, mendadak langkahnya terhenti kala mendengar suara seseorang yang sangat dia kenal memanggil namanya.

"Danish...!"

Pemuda tampan itu menoleh. Di sana berdiri seorang wanita dengan perut sedikit membuncit tengah bergelayut manja dengan seorang pria. Ia adalah Chelsea, wanita yang kini telah menjadi mantan tak terindah bagi Danish. Mereka berpisah karena menganggap Danish hanyalah pemuda biasa dan tak punya masa depan cerah. Karena saat itu lebih fokus mengelola sebuah dojo kecil miliknya dan belum se-terkenal seperti sekarang.

"Wah...Ternyata benar ini kamu!" ucap Chelsea. Ia menelisik penampilan Danish dari atas ke bawah.

"Sedang apa kamu kerja di sini? Oh, jangan-jangan kamu bekerja jadi pelayan di hotel ini, ya?" tanyanya sambil menatap Danish dengan pandangan meremehkan.

Kebetulan saat itu Danish memang hanya mengenakan kemeja putih dan celana bahan warna hitam, terlihat biasa dan sederhana mirip seperti pegawai baru yang sedang magang.

Danish melirik pakaiannya sendiri, lalu sebuah ide muncul di benaknya. Dia mengangguk singkat tanpa menjawab sepatah katapun. Wajahnya begitu dingin tak bersahabat.

"Oh, ya ampun...! Kasihan sekali ya, kamu! Apa dojo yang kamu banggakan itu sudah bangkrut sampai kamu rela bekerja menjadi pegawai rendahan di sini?" Chelsea tertawa sambil menutup mulutnya seolah mengejek.

"Oh ya, kenalkan ini Stevan, suamiku. Dia seorang Manager Umum di perusahaan ternama Ibu Kota. Sangat jauh berbeda denganmu!" ucapnya dengan nada bangga.

Stevan tersenyum angkuh, menatap penampilan Danish dengan pandangan merendahkan.

"Betul sekali. Orang itu memang harus pandai memilah bidang usaha dan melihat peluang yang ada, supaya nasibnya tidak berakhir menyedihkan seperti," sahutnya menimpali dengan nada sombong.

Stevan lantas membuka dompetnya, lalu mengeluarkan sebuah kartu nama dan memberikannya pada Danish. "Kalau kamu butuh bantuan atau pekerjaan yang lebih layak, bilang saja padaku. Mungkin aku bisa membantumu."

Danish hanya tersenyum tipis menanggapinya, sama sekali tak berniat menerima kartu nama tersebut. Apalagi membuka identitas dirinya yang sebenarnya. Dia sengaja membiarkan mereka merasa paling hebat dan lebih unggul darinya.

Melihat Danish yang tak segera mengambil kartu nama dari suaminya, Chelsea langsung meraih kartu itu dan menaruhnya dalam genggaman sang mantan. "Ih, nggak usah malu-malu, deh! Aku tahu kamu pasti akan membutuhkannya suatu hari nanti."

Danish menatap kartu nama di tangannya itu, sambil tersenyum sinis dalam hati.

Tiba-tiba, Key, sang asisten berjalan tergesa-gesa menghampiri Danish, lalu berhenti tepat di depan mereka. Namun, sebelum pemuda itu sempat berbicara, Danish langsung memberi kode lewat tatapan matanya. Key, seketika mengerti maksud atasannya tersebut, lalu segera mengubah sikap dan nada bicaranya seolah sedang berhadapan dengan rekan kerjanya.

"Eh, Mas... tolong antarkan berkas ini ke ruangan Pak Direktur, ya. Soalnya harus segera ditanda tangani oleh beliau," ucap Key sambil menyodorkan map kepada Danish, tanpa ada rasa segan atau hormat berlebihan.

Chelsea tertawa makin keras sambil menyenggol lengan suaminya.

"Lihat, benar dugaan aku kan, Sayang! Kamu tahu, dulu dia ini sok-sokan mau jadi orang besar dengan membangun dojo-nya itu. Tapi, ternyata sekarang malah kerja di sini dan cuma jadi pesuruh. Hahhh, rendahan sekali, malu aku melihatnya!" ucapnya sinis.

"Sudahlah, Sayang. Jangan buang waktu ngobrol sama orang yang nggak selevel sama kita," potong Stevan sambil memalingkan muka jijik. "Kita di sini ada urusan penting, nanti dikira kita kenal dekat sama dia. Bisa jatuh martabat kita."

Keduanya pun berlalu dengan perasaan puas, sama sekali tidak menyadari bahwa orang yang baru saja mereka pandang rendah dan hina adalah pimpinan tertinggi sekaligus putra pemilik hotel tersebut.

Danish menatap kepergian mereka dengan senyuman dingin yang masih tersungging di bibirnya.

"Nikmati saja rasa bangga kalian sekarang. Nanti saat waktunya tiba, barulah kalian tahu seberapa besar kesalahan yang sudah kalian buat hari ini!" gumamnya dalam hati.

Sementara itu, Key langsung melancarkan protesnya begitu kedua orang itu pergi.

"Bos, kenapa hanya diam saja dihina mereka? Harusnya tadi Bos membungkam mereka dengan membuka identitas, biar mereka langsung malu!"

"Sudahlah, nggak perlu dibahas. Nggak penting juga," ucap Danish, lalu melihat kartu nama di tangannya.

Key langsung merebut kartu nama tersebut dan membacanya. "Astaga... baru menjabat Manager Umum aja, sombongnya setinggi langit!" gerutu Key dengan geram.

Danish tidak menyahut, pemuda itu segera berlalu dari sana menuju ruangannya. Diikuti Key yang mengejar di belakangnya.

...

Sore hari, Alma masih sibuk memeriksa berkas-berkas yang ada di mejanya. Wanda, sekretaris yang sudah lama bekerja di perusahaan itu, memberanikan diri masuk ke ruangan. Raut wajahnya tampak ragu, sebab baru beberapa hari ini dia melayani Alma dan belum begitu paham watak atasan barunya itu.

"Maaf, Bu Alma," ucap Wanda dengan sopan dan hati-hati.

"Iya, ada apa, Wanda?" tanya Alma sembari menoleh sebentar, lalu kembali menatap berkas di tangannya.

"Sekarang sudah jam lima sore, Bu. Sudah waktunya pulang," ucap gadis itu mengingatkan.

"Iya, saya tahu." Alma tersenyum tipis, lalu perlahan menutup berkas di tangannya.

"Apakah Ibu masih mau lanjut bekerja, atau ada perintah lain untuk saya?" tanya Wanda lagi.

"Nggak ada. Hari ini cukup sampai di sini saja," jawabnya lembut. Ia bangkit berdiri dan merapikan barang-barang di atas meja. "Kamu boleh pulang."

Wanda mengangguk patuh, dan merasa lega. "Baik, Bu. Kalau begitu saya permisi pulang lebih dulu," jawabnya sopan.

"Silakan. Hati-hati di jalan, ya," balas Alma ramah.

Setelah Wanda keluar dan menutup pintu, raut wajah Alma kembali berubah dingin. Ia menatap sejenak berkas laporan hasil kerja Nova yang ada di tumpukan teratas.

"Teruskan saja akal-akalan kalian. Semakin jauh kalian melangkah, semakin kuat alasan dan bukti yang akan menjatuhkan kalian nanti," gumamnya pelan.

Setelah itu Alma berjalan keluar ruangan dengan santai, tak lupa ia membawa berkas laporan hasil kerja Nova, untuk ia bawa pulang dan dipelajari lebih dalam.

Di dalam ruangannya, Nova masih duduk dengan santai. Pria itu sengaja menunggu Alma pulang. Dan begitu melihat bayangan Alma berjalan menuju lift, dia langsung bergegas mengejarnya hingga mereka berdua berada di dalam lift yang sama.

"Bagaimana hasil kerjaku? Sudah bagus, kan? Buktinya kamu nggak manggil aku buat merevisinya lagi," tanya Nova dengan begitu percaya diri.

"Anda akan tahu nanti pada saat rapat dewan direksi di kantor pusat. Karena Anda lah yang akan berpresentasi di sana. Jadi, persiapkan diri dengan sebaik mungkin," jawab Alma sambil tersenyum miring dan tatapan yang sulit diartikan.

1
Rahmawati
kalian itu cocok, bisa bisanya alma kepincut sama nova
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
haiizzzz jgn hilangin huruf D nya dnk Al
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣 biar lebih manis
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ya kamu itu loh nish.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gak paham🤣
total 1 replies
Esther
Danish penakut ternyata😂😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: apalagi daniel🤣
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
tak melihat tak melihat
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: udah direpisi🤣
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
padahal clue nya sudah jelas, hantu kepala hitam/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Tak sampai seminggu selesai Nak Danish.Mungjkin 2 hari selesai langsung diberi cuti.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
panik kan danis🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: oooh, sudah tentu🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
tenang Mas Danish itu Alma nya yang mau papi gak maksa ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: maksa sih, dikit🤣
total 1 replies
Rahmawati
ternyata nova masih punya orang tua,, pas lagi terpuruk aja baru inget, kemaren waktu seneng lupa
Siti Muntamah
bang Nova baru sadar kalau punya orang tua
sunaryati jarum
Penyesalan kamu tidak merubah apapun,namun itu lebih baik dari pada tidak sadar akan semua kesalahanmu seperti Marsha
sunaryati jarum
Nova demi memenuhi ambisi Marsha sampai berbuat dzalim pada Alma,korupsi day melupakan kedua orang tuanya maka memang penjara tempaty
Patrick Khan
nangisin nova yg tlp emak nya😭😭😭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
azab juga buat kamu lupa sama orang tua ....
Aditya hp/ bunda Lia: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
vj'z tri
😭😭😭😭😭😭😭 kenapa bisa sedih gini cerita nya 🤧🤧🤧🤧
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: weh, mlh nova yg berhasil menyentuh hatimu🤣
total 1 replies
Patrick Khan
nova ae sampek lali wong tuwo e 🤣🤣parah km
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huum, parah banget
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
ana itu orangnya siapa tuh yang detektif itu lupaaaa ... nasib orang dah tuwir ya gini penyakit lupa 🤦
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😱😱😱🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Nar Sih
mungkin ini juga termasuk karma mu nova ,yg sdh.melupakan org tua mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo to
total 1 replies
Patrick Khan
terrnyata ana🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!