NovelToon NovelToon
Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."

​Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.

​Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:

[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]

​Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.

​Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: SATU ORANG, SATU PEDANG, SATU GARIS KEMATIAN

​Langit di atas Lembah Kematian masih menyisakan rona ungu akibat sisa-sisa tebasan Pedang Penghancur Surga. Di tengah lembah, cahaya keemasan membubung tinggi ke angkasa; itu adalah proses evolusi Qing'er yang dibantu oleh Ye Tian. Energi yang meluap itu seperti mercusuar bagi para kultivator serakah dalam radius ratusan mil.

​Ye Xuan berdiri tegak di satu-satunya jalan masuk menuju lembah. Ia menancapkan Pedang Penghancur Surga yang raksasa itu ke tanah, lalu menggambar sebuah garis panjang di tanah menggunakan ujung jarinya yang dialiri energi Kekacauan.

​"Siapa pun yang melewati garis ini... akan kehilangan haknya untuk melihat matahari besok," suaranya tenang, namun bergema hingga ke puncak-puncak gunung sekitarnya.

​[Ding! Mendeteksi Kedatangan Kelompok Kultivator!]

[Analisis: Aliansi Sepuluh Klan Kecil dan Menengah. Pemimpin: Tetua Agung Klan Feng (Nascent Soul Tahap Akhir).]

[Catatan Sistem: Mereka menganggap Inang adalah 'anak muda yang beruntung' yang kelelahan setelah bertarung dengan monster. Disarankan untuk tidak memberi mereka kesempatan bicara lebih dari tiga kata.]

​Tak lama kemudian, suara deru angin kencang terdengar. Belasan bayangan mendarat di depan garis yang dibuat Ye Xuan. Di depan mereka berdiri seorang pria tua berjubah hijau dengan janggut panjang—Tetua Feng. Di belakangnya, puluhan murid elit dari berbagai klan menatap cahaya emas di dalam lembah dengan mata penuh keserakahan.

​"Anak muda," Tetua Feng melangkah maju, suaranya terdengar bijaksana namun penuh tipu daya. "Harta karun yang muncul di sini memiliki aura surgawi yang terlalu kuat untuk kau miliki sendirian. Serahkan pedang hitam itu dan minggirlah, maka Aliansi kami akan menjamin keselamatan keluargamu."

​Ye Xuan bahkan tidak menatap wajahnya. Ia sibuk membersihkan debu khayalan di lengan bajunya. "Satu..."

​"Apa maksudmu?" Tetua Feng mengerutkan kening.

​"Kau baru saja menghabiskan jatah kata-katamu," Ye Xuan mendongak, matanya yang berwarna galaksi menatap dingin. "Dan kau... sudah melewati garis itu sejauh satu inci."

​"Sombong! Tangkap dia! Ambil pedangnya!" perintah Tetua Feng dengan marah.

​Dua kultivator tingkat Nascent Soul tahap awal melesat maju. Mereka menggunakan teknik gerak cepat, mencoba menyerang Ye Xuan dari dua sisi secara bersamaan. Senjata mereka—sepasang belati beracun dan cambuk api—membelah udara dengan suara mendesis.

​Ye Xuan tidak mencabut pedangnya. Ia hanya menghentakkan kaki kanannya ke tanah.

​BOOM!

​Gelombang energi ungu meledak dari bawah kakinya, merambat melalui tanah dan meledak tepat di bawah kedua kultivator tersebut. Mereka bahkan tidak sempat berteriak sebelum tubuh mereka hancur menjadi kabut darah di udara.

​[Ding! Poin Kekacauan Meningkat!]

[Saran Sistem: Teknik 'Hentakan Kaisar' barusan sedikit terlalu boros energi. Cobalah lebih elegan sedikit.]

​'Diam kau, Sistem. Ini demi efek dramatis,' jawab Ye Xuan dalam hati.

​Melihat dua rekan mereka tewas dalam sekejap, Tetua Feng dan yang lainnya tersentak mundur. Ketakutan mulai merayap di hati mereka, namun keserakahan masih lebih kuat.

​"Dia pasti menggunakan semacam jimat pelindung yang habis sekali pakai! Serang bersama!" teriak seorang tetua dari klan lain.

​Puluhan murid dan tetua melepaskan teknik terkuat mereka. Langit menjadi gelap oleh ribuan pedang terbang, bola api, dan petir yang semuanya mengarah ke satu titik: Ye Xuan.

​Ye Xuan akhirnya memegang gagang Pedang Penghancur Surga. Dengan satu gerakan lambat namun penuh tenaga, ia mencabut pedang itu dari tanah.

​"Niat Pedang Kekacauan: Hampa!"

​Ye Xuan melakukan tebasan melingkar secara horizontal. Cahaya ungu tipis namun sangat tajam meluncur keluar, menyapu segala serangan yang datang ke arahnya seolah-olah serangan itu hanya terbuat dari kertas. Tak berhenti di situ, cahaya pedang itu terus melaju menuju kerumunan kultivator di depan garis.

​SLASH!

​Hening.

​Detik berikutnya, belasan tetua dan puluhan murid klan terhenti di posisi mereka. Mata mereka melotot lebar. Kemudian, secara serempak, tubuh mereka terbelah di bagian pinggang, jatuh ke tanah dengan rapi. Hanya Tetua Feng yang selamat karena ia menggunakan jimat pengganti nyawa di detik terakhir, meskipun ia harus kehilangan lengan kirinya.

​"Kau... kau bukan manusia! Kau iblis!" raung Tetua Feng sambil merangkak mundur, wajahnya pucat pasi.

​"Iblis?" Ye Xuan berjalan perlahan melewati garis yang ia buat, menyeret pedang hitamnya di atas batu hingga memercikkan api. "Kalian datang untuk merampok hartaku, mengancam keluargaku, dan sekarang menyebutku iblis?"

​Ye Xuan mengangkat pedangnya, ujungnya tepat berada di depan tenggorokan Tetua Feng yang gemetar.

​"Biar kuberitahu satu rahasia," Ye Xuan membungkuk, berbisik di telinga pria tua itu. "Iblis di neraka sekalipun akan gemetar jika mendengar namaku di masa depan."

​JLEB!

​Pedang itu menembus tenggorokan Tetua Feng, mengakhiri hidup pemimpin aliansi serakah tersebut.

​[Ding! Misi Sampingan: 'Pembersihan Sampah' Selesai!]

[Hadiah: 10.000 Koin Sistem & Pembukaan Peta Rahasia 'Reruntuhan Dewa Perang'.]

​Tiba-tiba, dari dalam lembah, suara ledakan yang lebih dahsyat terdengar. Cahaya emas itu pecah dan berubah menjadi butiran cahaya yang masuk ke dalam tubuh seorang gadis yang kini melayang di udara. Qing'er telah bertransformasi. Rambut hijaunya kini memiliki kilau kristal, dan matanya memancarkan kecerdasan yang jauh lebih tajam.

​Ye Tian keluar dari dalam, wajahnya tampak lelah namun bahagia. "Xuan'er, itu berhasil! Qing'er telah menjadi Roh Pedang yang sempurna!"

​Qing'er melesat menuju Ye Xuan, lalu berlutut di udara. "Tuan Muda, Pedang Penghancur Surga kini telah membuka segel tingkat pertamanya. Hamba siap membawa Anda menuju kejayaan yang sebenarnya."

​Ye Xuan menatap pedangnya yang kini bergetar penuh kegembiraan. Namun, tatapannya beralih ke langit jauh, di mana ia merasakan kehadiran beberapa aura yang jauh lebih kuat, melampaui tingkat Nascent Soul.

​"Klan-klan besar yang sebenarnya akhirnya datang," Ye Xuan menyeringai tipis, menggenggam erat pedangnya. "Qing'er, Ayah... mari kita tunjukkan pada dunia ini apa artinya kekacauan yang sebenarnya."

1
Ardi Rahmad
keren banget
Ardi Rahmad
keren
Didi h Suawa
baik fiktifnya,,🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!