NovelToon NovelToon
Pendekar Naga Pengembara

Pendekar Naga Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Tian Shan, pendekar terkuat yang pernah ada, memilih mengorbankan dunia demi satu tujuan—memutar balik waktu.

Ia terlahir kembali di keluarga bangsawan. Namun karena sifatnya yang dianggap aneh dan tubuhnya yang tak mampu berkultivasi, ia dipandang sebagai sampah.

Saat waktunya tiba, ia memilih pergi—bertekad membuktikan dirinya dan membalas segalanya dengan kekuatan yang akan mengguncang dunia.

Mampukah sang legenda menggapai impiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Siapa pemenangnya?

SHING!

​Lantai batu di bawah kaki mereka hancur berkeping-keping saat bentrokan pertama terjadi.

Mo Tian melakukan tebasan mendatar yang sangat cepat, mengincar leher Tian Shan dengan bilah energi hitam yang bergetar hebat.

Tian Shan dengan refleks yang tajam menggerakkan kepalanya ke bawah, merasakan hawa dingin pedang itu memotong beberapa helai rambut putihnya.

​Sambil merunduk, Tian Shan memutar poros kakinya, menyalurkan energi gravitasi ke tumitnya, lalu melepaskan tendangan lurus yang meledak ke arah dada Mo Tian.

​WUS!

​Mo Tian menahan tendangan itu dengan menyilangkan kedua lengannya, namun kekuatan hantaman tersebut membuatnya meluncur mundur belasan meter, meninggalkan bekas parit dalam di permukaan tanah.

Sebelum Mo Tian sempat menstabilkan posisinya, Tian Shan sudah melesat maju, mengubah Pedang Penjaga Langit menjadi kilatan cahaya yang menusuk dari tujuh sudut berbeda secara bersamaan.

​Mo Tian tertawa parau, pedang hitamnya menangkis setiap tusukan dengan presisi yang sama mengerikannya.

Suara dentuman logam yang beradu menciptakan gelombang kejut yang meruntuhkan tembok-tembok di sekitar taman.

​Tian Shan menyadari bahwa melawan "dirinya sendiri" dengan cara konvensional tidak akan membuahkan hasil.

Ia mendadak menarik mundur pedangnya. Dalam satu gerakan yang mengalir seperti air, ia melepaskan Kecapi Perunggu Kuno dari punggungnya.

​TRENG!

​Satu petikan senar melepaskan gelombang pisau angin transparan.

Mo Tian terpaksa menangkis, namun di saat yang sama, Tian Shan sudah menggenggam Seruling Bambu Hijau di tangan kirinya.

Ia meniup satu nada melengking yang menghancurkan konsentrasi mental Mo Tian sejenak.

​SLASH!

​Tian Shan kembali ke pedangnya, menyayat bahu Mo Tian. Namun, Mo Tian membalas dengan pukulan telapak tangan yang dilapisi energi hitam, menghantam rusuk Tian Shan hingga sang legenda naga itu terbatuk darah.

​Pertarungan berlanjut dengan brutal. Tian Shan kini bertarung dengan ritme yang tidak masuk akal.

Ia memetik kecapi untuk menciptakan perisai suara, meniup seruling untuk mengacaukan arah serangan lawan, dan menebas dengan pedang di celah-detik yang sempit.

​Mo Tian mulai kewalahan menghadapi transisi senjata yang begitu acak. Saat ia mengira Tian Shan akan menusuk, ia justru dihantam oleh gelombang sonik dari kecapi.

Saat ia bersiap menahan gelombang suara, ujung pedang Tian Shan sudah mengincar titik vitalnya.

​Mo Tian menggeram, ia melepaskan aura Pendekar Langit-nya secara penuh. Ia melesat dengan kecepatan yang menciptakan bayangan sisa. Pedang hitamnya membelah udara, menciptakan garis-piral yang mengurung Tian Shan.

​CLANG! CLANG! CLANG!

​Tian Shan menangkis setiap serangan dengan kombinasi pedang dan putaran kecapinya sebagai tameng fisik.

Ia mengalami beberapa luka sayatan di lengan dan pipinya, namun matanya tetap sedingin es. Ia menunggu momentum.

​Saat Mo Tian melakukan serangan puncak vertikal, Tian Shan melemparkan serulingnya ke udara.

Seruling itu berputar dan mengeluarkan nada resonansi yang mengikat energi hitam di sekitar Mo Tian selama setengah detik.

​Manfaat dari celah kecil itu, Tian Shan melakukan putaran tubuh 360 derajat dan melepaskan tebasan melingkar yang dilapisi api emas purba.

​BOOM!

​Ledakan energi emas dan hitam membumbung tinggi ke langit, menciptakan pilar cahaya yang bisa dilihat dari seluruh penjuru Kota Teratai Merah. Keduanya terpental mundur, mendarat dengan lutut bertumpu pada tanah yang hancur.

​Napas mereka memburu, namun luka-luka di tubuh mereka mulai menutup perlahan karena kemampuan regenerasi tingkat tinggi.

Tidak ada yang terluka sangat parah, namun intensitas pertarungan ini telah menguras stamina mereka.

​Tian Shan berdiri tegak kembali, menyeka darah di sudut bibirnya. Di depannya, Mo Tian juga berdiri dengan seringai yang semakin lebar, meski zirah hitamnya telah retak di banyak tempat.

"Teknik baru ya? Menarik sekali."

Mereka saling menatap dalam keheningan yang mencekam, bersiap untuk babak kedua yang jauh lebih menghancurkan.

​Kota Teratai Merah yang dulunya merupakan permata dengan danau-danau bunga, kini berubah menjadi neraka di bumi.

Langit tertutup jelaga hitam, sementara lidah-lidah api raksasa melalap bangunan kayu yang runtuh akibat bentrokan energi antara kedua Tian Shan.

​Pertarungan tidak lagi hanya tentang teknik, melainkan tentang kehancuran murni.

​Mo Tian melesat dengan tawa gila yang mengguncang gendang telinga. Setiap langkahnya meninggalkan jejak korosi hitam yang membakar tanah.

Ia tidak peduli pada lawan di depannya; setiap kali ia melewati kerumunan warga yang berlari ketakutan, ia mengayunkan tangan kirinya dengan gerakan santai.

​SLASH!

​Belasan warga sipil tumbang seketika, tubuh mereka terbelah oleh bilah energi hitam tanpa sempat berteriak.

​"Manusia-manusia lemah ini ... mereka hanya ampas sejarah!" teriak Mo Tian sambil menjilat darah yang terciprat ke pipinya.

​Tian Shan menggeram, matanya berkilat perak emas murka. "Keluarga Lu! Bawa semua orang keluar dari gerbang utara! Sekarang!" perintahnya dengan suara guntur yang membelah kebisingan api.

​Patriark Lu dan Tuan Muda Lu, meski gemetar ketakutan, segera menggerakkan sisa pengawal mereka untuk mengevakuasi massa.

Mereka melihat Tian Shan melesat kembali ke arah bayangannya, mencoba mengalihkan perhatian Mo Tian dari para warga yang tak berdaya.

​Tian Shan memetik senar Kecapi Perunggu Kuno dengan kekuatan penuh, melepaskan gelombang kejut berbentuk sabit yang menghantam dada Mo Tian.

Namun, Mo Tian membalas dengan ledakan Qi hitam yang langsung menghancurkan gelombang tersebut dan terus melaju.

​BANG!

​Tangan Mo Tian menghantam tubuh kecapi itu hingga terlepas dari genggaman Tian Shan, melayang jauh dan menghantam menara pengawas hingga runtuh.

Tian Shan segera menarik Seruling Bambu Hijau-nya, meniup nada ultrasonik yang mencoba membekukan syaraf Mo Tian, namun bayangan itu hanya menyeringai.

​Mo Tian mencengkeram seruling itu di tengah udara, lalu dengan satu sentakan tenaga, ia melempar instrumen tersebut hingga tertancap jauh di dinding kota yang jauh.

​"Kau terlalu bergantung pada mainan, Jiwa Utama!"

​Kini, hanya ada pedang melawan pedang.

​Mereka bertarung di atas puing-puing istana kota yang terbakar. Setiap kali pedang mereka beradu, percikan api yang dihasilkan mampu melelehkan logam di sekitarnya.

Tian Shan menerima luka sayatan di paha dan bahunya, sementara Mo Tian memiliki luka bakar emas di wajah dan dadanya.

​Lingkungan sekitar mereka sudah rata dengan tanah. Tak ada lagi bangunan yang berdiri tegak dalam radius lima ratus meter.

Api semakin menggila, menciptakan badai api yang berputar di sekeliling duel maut tersebut.

​Tian Shan merasakan staminanya terkuras hebat.

Ranah Pendekar Bumi Tahap Puncak miliknya dipaksa bekerja melampaui batas untuk menahan gempuran Pendekar Langit Mo Tian.

Namun, tekadnya untuk melindungi sisa-sisa kemanusiaan di kota ini memberinya kekuatan tambahan.

​Tiba-tiba, keduanya berhenti bergerak selama satu detik yang mematikan. Udara di sekitar mereka seolah-olah tersedot masuk ke dalam bilah pedang masing-masing.

​Mo Tian mengumpulkan seluruh kebencian dan kegelapan dunianya ke ujung pedang hitamnya.

Tian Shan menyatukan seluruh sisa Qi murni dan esensi naganya ke ujung Pedang Penjaga Langit.

​Tanpa sepatah kata pun, keduanya melesat maju. Gerakan mereka begitu cepat hingga hanya menyisakan dua garis cahaya, satu emas terang dan satu hitam pekat yang saling berpotongan di tengah badai api.

​JLEB!

​Suara tajam logam yang menembus daging terdengar jelas di tengah sunyinya ledakan.

​Pedang hitam Mo Tian menembus tepat di ulu hati Tian Shan, keluar melalui punggungnya.

Di saat yang sama, Pedang Penjaga Langit milik Tian Shan tertancap dalam di jantung Mo Tian, menembus tulang belakangnya.

​Keduanya terdiam dalam posisi saling menusuk. Mata mereka bertemu dalam jarak hanya beberapa inci. Darah segar mengalir deras dari mulut keduanya, menetes ke tanah yang panas.

​BOOM!

​Sisa energi dari kedua pedang itu meledak secara bersamaan. Sebuah gelombang kejut gravitasi dan kegelapan menghantam mereka berdua, melempar tubuh mereka ke arah berlawanan dengan kekuatan yang mampu meruntuhkan gunung.

​Tian Shan terhempas sejauh seratus meter, menghantam sisa-sisa tembok gerbang kota hingga ia terkubur di bawah reruntuhan batu besar.

Mo Tian terlempar ke arah hutan yang terbakar, menabrak ratusan pohon hingga menciptakan jalur kehancuran yang panjang sebelum akhirnya menghilang di balik kepulan asap raksasa.

​Kota Teratai Merah mendadak sunyi, hanya suara kayu yang berderak terbakar dan angin yang menderu. Tak ada lagi dentuman pedang. Tak ada lagi tawa gila.

​Tian Mei dan Yue Ling, yang berada di kejauhan, menatap reruntuhan kota dengan air mata mengalir. Mereka hanya bisa melihat asap hitam membubung tinggi ke langit yang kini mulai meneteskan hujan abu.

​Di bawah tumpukan reruntuhan dan di tengah hutan yang membara, kedua tubuh itu terbaring tak bergerak. Darah merah dan darah hitam merembes ke tanah, menjadi satu dalam kehancuran.

​Siapakah yang memiliki cukup sisa hidup untuk sekadar menggerakkan jarinya? Siapakah yang akan pertama kali merangkak keluar dari ambang kematian ini?

​Dunia seolah menahan napas menanti jawabannya.

​"Hanya satu jiwa yang diizinkan untuk tetap ada di bawah langit ini. Namun, ketika pedang telah menembus inti kehidupan, apakah kemenangan masih memiliki arti?"

1
Aisyah Suyuti
bagus
Nanik S
NEXT 💪💪💪
Nanik S
Shiiiiip
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Mengenang mas lalu Lewat Kua
✞👁️👁️✞
lanjit thor💪
Nanik S
Satu satunya orang yang tidak dibunuh oleh Tian Shan di Alam Abadi
✞👁️👁️✞
/Pray/
✞👁️👁️✞
pecahan jiwa
✞👁️👁️✞
lanjut💪
Nanik S
cuuuuuuust👍👍👍
Nanik S
Lanjutkan Tor🙏🙏
Nanik S
Bai Yaoju bukankah dulu kekasih Tian Shan dimasa lalu sebelum rekarnasi
Kenaya: Iya/Pray/
total 1 replies
✞👁️👁️✞
pendekar tersantuy tian shen🔥
Kenaya: /Ok//Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
✞👁️👁️✞
apa trio Tian akan berkelana bersama?
✞👁️👁️✞
🔥🔥
✞👁️👁️✞
mantap
lanjut thor💪
✞👁️👁️✞
🐬🐬semangat
✞👁️👁️✞
tian shan!! kau pergi tanpa berpamitan😁
Kenaya: ketemu lagi kok nanti/Grievance//Pray/
total 1 replies
✞👁️👁️✞
kontrak darah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!