NovelToon NovelToon
Takdir Alina

Takdir Alina

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi
Popularitas:469
Nilai: 5
Nama Author: Nur Mei

seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi

hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi

bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa pelakunya?

"kenapa sih,kamu selalu bela gadis ini?!"tanya Novi merasa heran.

"karena dia,calon istri ku!"jawab Devano membuat Novi kaget.

Alina benar benar kaget dengan ucapan Devano padahal mereka ngga pernah bicara tentang ini, entah kenapa Devano bicara seperti itu tadi Alina ngga mengerti ngga mungkin jika Devano bicara serius seperti tadi..

"Haha.. Kamu pasti, berbohong Devano!"ucap Novi membuat Devano menghela nafas.

"Terserah kamu,jika ngga percaya!"tegas Devano dengan wajah datar.

Devano pun menggandeng Alina lalu pergi keluar Apartemen nya, membuat Alina masih merasa bingung dengan ucapan Devano tadi namun tak berani untuk bertanya takut dikira terlalu kepedean..

"Kamu pasti, bertanya tanya kenapa saya bicara begitu,"ucap Devano membuat Alina ngangguk.

"iya tuan,"ucap Alina menatap Devano yang sedang membuka pintu mobilnya.

"masuk mobil dulu!"titah Devano balas Anggukan Alina.

Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil agar ngga ada yang melihat nya,lalu Devano pun menatap Alina yang masih bingung dengan hal ini karena mungkin seperti mendadak bicara seperti itu apalagi mereka ngga pernah jadian..

"Saya serius Alina,saya ingin melindungi kamu jika belum menikah ngga baik tinggal satu atap,"ucap Devano membuat Alina menghela nafas.

"Maafkan aku tuan,jika buatmu repot,"ucap Alina membuat Devano geleng.

"Ngga repot Alina, mungkin dengan berjalannya waktu kita bisa saling mencintai!"ucap Devano menatap Alina.

Alina merasa bingung harus bagaimana karena ini seperti mendadak apalagi ia,tak pernah berpikir menjadi istri dari atasannya itu yang tentu beda kasta karena Alina pun tak punya apapun sejak kecil..

"tuan Devano,saya tak punya apapun,"ucap Alina merasa malu.

"lalu kenapa,kan pria yang akan mencari nafkah!"ucap Devano membuat Alina menatap.

"beri saya waktu, karena masih kaget tuan,"ucap Alina balas Anggukan Devano.

"tenang saja,saya tak akan terburu buru kok!"ucap Devano membuat Alina ngangguk.

****

SIANG HARI KEMUDIAN..

Siang ini Alina sedang membersihkan kaca jendela karena masih kotor,namun tiba-tiba ada yang menghampiri nya yaitu seorang pria karyawan baru perusahaan ini membuat Alina mengerutkan keningnya entah mau apa pria ini hampiri Alina..

"Hy,saya karyawan baru!"sapa Aditya menatap Alina.

"Ehmm.. Iya salam kenal kak!"sahut Alina dengan tersenyum.

"kamu bekerja sebagai office girl ya?"tanya Aditya membuat Alina mengerutkan keningnya.

"saya adalah Asisten pribadi tuan Devano!"jawab Alina balas Anggukan Aditya.

Devano melihat karyawan baru mendekati Alina membuat Devano mengerutkan keningnya, entah kenapa merasa tak suka pria itu dekati Alina padahal cuma ngobrol biasa ngga lebih.

"Ehh.. Tuan Devano, selamat siang!"ucap Aditya membuat Devano ngangguk.

"Alina,kamu harus ikut saya!"tegas Devano dengan datar.

"Dia kenapa ya?"gumam Alina merasa bingung dengan sikap Devano.

*****

Setelah beberapa menit mereka berada di perjalanan menuju Restoran,namun Devano masih terdiam seperti menutupi sesuatu tentu membuat Alina penasaran dengan Devano yang sepertinya ngga mood..

"tuan kenapa,kok terdiam gitu?"tanya Alina dengan pelan.

"Ngga ada!"jawab Devano membuat Alina menghela nafas.

"Baiklah.. mungkin tuan, seperti ini karena pusing memikirkan pekerjaan!"ucap Alina membuat Devano ngangguk.

"aku pun ngga tau,ada apa dengan ku kenapa merasa kesal, melihat Alina mengobrol dengan karyawan baru?"gumam Devano menatap Alina.

Setelah sampai di Restoran dekat kantor Devano, mereka turun dari mobilnya melangkah masuk ke Restoran Alina harap ngga ada keluarga nya yang akan bikin ribut di restoran ini,ia sungguh muak dengan keluarga nya..

"Ehmm.. kamu kenapa Alina?"tanya Devano membuat Alina menghela nafas.

"ngga tuan,saya hanya cemas yang tak penting!"jawab Alina balas Anggukan Devano.

"pasti memikirkan, karena takut ada bibinya?"gumam Devano.

Mereka duduk di kursi lalu mengambil benda pipih yang terdapat menu makanan,Alina selalu bingung akan pesan apa karena harga nya lumayan mahal bagi Alina namun murah bagi Devano..

"mau pesan apa?"tanya Devano membuat Alina menghela nafas.

"aku bingung tuan!"jawab Alina.

"Baiklah.. Biar saya, yang pesankan,"ucap Devano balas Anggukan Alina.

*****

Sementara itu di perusahaan Devano semua office girl sedang bekerja kecuali Kayla karena sangat pemalas, yang kerjanya hanya duduk sambil main ponselnya dan ini membuat Laras geram dengan Kayla..

"dasar pemalas, untuk apa dia kerja disini kalau pemalas gini?"gumam Laras menatap sinis Kayla.

"apakah.. Ada yang melihat,nona Alina?"tanya Aditya membuat Kayla mengerutkan keningnya.

"untuk apa,mencari nya?"tanya Kayla balik membuat Aditya tersenyum.

"hanya tanya nona!"jawab Aditya membuat Ka yla ngangguk.

"Huft.. Kenapa ya, banyak yang suka gadis itu?"gumam Kayla merasa sebal.

Aditya pun pergi meninggalkan Kayla yang sedang ngedumel didalam hati, karena merasa sebal dengan Alina yang sepertinya banyak di sukai dari pada Kayla yang sering memakai make up dan Skincare..

"Kenapa hm,pasti iri dengan Alina!"cibir Laras membuat Kayla mengerutkan keningnya.

"Haha.. iri sama dia? Sorry ya,itu ngga mungkin aku iri dengan gadis itu!"tegas Kayla merasa kesal.

"Yaudah.. Ngapain emosi,kalau emosi berarti benar!"ucap Laras membuat Kayla mendengus.

"Mending aku pergi,dari pada ladenin orang ini,"gumam Kayla menatap sinis Laras.

******

MALAM HARI KEMUDIAN..

Malam ini Alina baru pulang karena habis bertemu dengan sahabatnya yaitu Anisa,dan ia pulang lumayan malam sekitar jam 10 malam padahal cuma temani belanja tapi sampai jam segini..

"Yaampun.. Ternyata sudah malam, semoga tuan Devano ngga marah!"celetuk Alina sembari menatap ke atas.

"habis kemana hm?"tanya Devano membuat Alina terkejut.

"menemani teman saya, untuk belanja tuan!"jawab Alina membuat Devano ngangguk.

"Yasudah.. Kamu mandi, setelah itu buatkan saya makan malam!"titah Devano balas Anggukan Alina.

Alina merasa lega karena Devano ngga marah dengan nya, walaupun kalo marah pun demi kebaikan nya karena cemas jika terjadi sesuatu seperti waktu itu yang hampir membuat Alina kehilangan kesucian nya.

"Syukurlah.. Dia ngga ada, yang berniat tak baik seperti waktu itu,"gumam Devano.

********

Sementara itu Alina pun selesai mandi dan juga berpakaian untuk tidur karena sudah jam setengah sebelas malam,Alina segera keluar kamarnya namun saat hendak keluar kamarnya dirinya seperti injak sesuatu..

"Akkhh!"

Devano merasa kaget mendengar teriakan Alina lalu segera hampiri Alina yang masih di atas,merasa cemas entah apa yang terjadi pada Alina kenapa sepertinya kesakitan..

"kenapa Alina?"tanya Devano membuat Alina menghela nafas.

"Ngga tau tuan, tiba-tiba saja kaki saya terluka!"jawab Alina dengan suara lirih.

"Yaampun.. Kok bisa, padahal ngga ada apapun?"gumam Devano sembari mengecek kaki Alina.

Devano pun menatap keset yang di depan pintu kamar Alina, mungkin saja ada sesuatu di keset nya karena ngga mungkin Alina terluka tanpa sebab apalagi sampai berdar4h seperti ini..

"kira-kira, siapa yang lakukan hal ini?"gumam Devano.

1
No4h
kaa? keren banget nyusun kata katanyaa!! 🤭
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"
Nur Mei: hehe ok
total 1 replies
Ariany Sudjana
kamu harus tegas devano terhadap pelacur murahan yang ga tahu diri itu, seperti Novi
Ariany Sudjana
Oh jelas, Novi kan jalang murahan 🤣🤣 beda dengan Alina, perempuan baik-baik dan mandiri
Nur Mei
terimakasih sudah mampir kak
Ariany Sudjana
ini lagi pelacur murahan mau sok bersihkan ruang kerja devano, padahal otaknya kosong
Ariany Sudjana
devano kan banyak punya anak buah kenapa ga suruh anak buahnya cari fakta soal di jalang murahan Novi? karena Novi pasti mau menjebak devano, supaya dia bisa jadi nyonya besar di keluarga devano,
Ariany Sudjana
benar-benar yah Alina ini, sudah dikasih nasehat sama devano, ga mau nurut, pantas saja mudah dibodohi bibinya dan Kayla
Ariany Sudjana
Alina kamu ini bodohnya kebangetan, sudah tahu bibi kamu itu dan Kayla jahat, masak kamu percaya sekali dengan omongan mereka? pantas saja kamu gampang sekali dibodohi mereka, kamu ga pernah belajar dari masa lalu kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!