NovelToon NovelToon
Mas Bule Kekasihku

Mas Bule Kekasihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: xeynica_10

Merasa kesal karena ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan laku bahkan akan terus menjomblo seumur hidup, tidak ada satu pun pria yang tertarik padanya.

"Enak aja dia bilang begitu padaku! Awas saja kau! Akan aku buktikan diriku ini bisa memiliki seorang kekasih dan layak untuk dicintai!" geramnya wanita cantik itu.

Ia bersumpah pada dirinya sendiri, setelah mendapatkan kekasih justru ia akan langsung memamerkan kemesraannya terhadap orang yang telah berani berkata seperti itu.

"Tapi tunggu! Dari mana aku akan mendapatkan seorang kekasih!?" ia gelisah dan mondar-mandir.

"Astaga..." dirinya mengusap wajah dengan kasar.

"Hah, semoga dapat ya?" batinnya berdoa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode Duapuluhenam

"Oh iya, Kak, mau tanya deh" celetuk Aleix setelah minum air teh dingin.

"Tanyakan saja" jawab Cellsyia lalu melanjutkan memakan burgernya.

"Kak Cell, membeli semua makanan ini dari mana, ya?" sepupu tampannya itu sungguh penasaran.

"....." Aren, kekasihnya tengah menyimak dengan seksama.

"Itu aku membeli di luar lantai 7 ini" kata wanita cantik itu.

"Hah? Di luar sana maksudnya?" tunjuk Aleix ke arah pintu diujung.

"Hm" balasan anggukkan kepala oleh Cellsyia.

"Jadi begini toko buku ini terbesar di kota Sagha, memiliki 7 lantai, luas, tinggi, mewah, dan luar biasa" kata wanita itu.

"Tapi di lantai 7 ini, lantai yang paling khusus" Cellsyia berkata demikian.

"Di ujung sana keluar dari lantai 7, nah itu masih terhubung serta luas lahannya, jadi terdapat 11 pedagang yang berjualan. Berdagang sudah dapat izin dari pihak toko buku ini" selanjutkan Cellsyia memakan lagi burgernya.

"Wah, lalu dari mana mereka berasal? Sehingga sampai kesitu dan berdagang?" Aleix bertanya.

"Pertanyaan yang bagus, jawabannya adalah karena ada 2 jalan yang sengaja dibuat oleh pihak sini, jalannya tidak terlalu curam namun berkelok-kelok seperti jalan pada umumnya. Meskipun begitu kedua pihak tersebut saling berkerja sama, dan makanan yang dijual oleh mereka tak menggunakan wadah limbah plastik atau semacamnya itu, dan contohnya seperti ini" wanita itu berucap.

"Lalu membuang sampah juga tidak sembarangan, karena sudah tersedia tempatnya lalu setelah penuh itu akan diangkut oleh petugas dan dibawa melalui jalan bawah itu" kemudian wanita itu meminum milkshake.

"Oh begitu, ya?" Aleix pun menganggukkan kepala.

"....." sementara pria bule itu fokus pada makanannya dan sesekali melirik ke arah sang kekasih hatinya.

"Betul sekali" ujar Cellsyia.

Setelah pembicaraan itu mereka sama-sama terdiam, dan tengah memakan makanan masing-masingnya.

"Sayang" Aren memanggil kekasihnya.

"Ya?" jawab wanita itu.

"Aku boleh tidak hm...mencoba minuman milikmu itu?" entah mengapa ketika dirinya melihat kekasihnya meminum minuman berwarna pink, rasanya tergoda sekali.

"Oh, boleh, ini" Cellsyia memberikannya pada kekasih bule tampannya itu.

"Hm..." batin Aren sambil menyesapi milkshake.

"Astaga! Kak Cell, sungguh berikan minuman miliknya pada kekasihnya? Dan tanpa sengaja keduanya ciuman lewat gelas yang sama!? Tanpa bersentuhan kontak fisik!" Aleix berkata dalam batinnya sambil melirik bergantian ke arah kekasih sepupunya, serta sepupu cantiknya.

"What? Lihatlah pria itu meminum sambil memejamkan mata? Apakah ia membayangkan sedang? Astaga! Aku tidak boleh berpikir seperti itu!" Aleix membulatkan mata sembari menyuapkan nasi goreng terakhirnya.

"Sayang, ini minuman milikmu" pria bule itu menyerahkannya pada Cellsyia.

"Sudah minumnya?" tanyanya wanita itu, anggukkan kepala pertanda iya.

***

Beberapa Menit Telah Berlalu.....

"Aleix" panggil sepupu cantiknya, remaja lelaki itu menatap ke arahnya.

"Apakah buku yang kamu perlukan sudah kamu beli?" mendengar pertanyaan itu, Aleix terdiam.

Cellsyia saling pandang dengan kekasih bule nya tersebut.

"Tidak ketemu kah?" batin wanita itu.

"Aku tidak tahu, Sayang" Aren, dirinya menggelengkan kepala.

Lalu satu pasang kekasih itu mengalihkan pandangannya ke objek yang masih terdiam.

"Sebelumnya maaf Kak Cell" tak ada angin tak ada hujan, entah kenapa remaja lelaki itu meminta maaf padanya.

"Maaf untuk apa?" Cellsyia bertanya.

"Ternyata disini tidak ada satu pun buku yang diperlukan, harus beli disana dan sungguh diriku lupa"

1
bila la
bagus ceritanya menarikkk, rekomendasi guys untuk dibaca🥰🥰🥰
xeynica_10: terima kasih sudah mampir☺️...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!