NovelToon NovelToon
Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Dunia Masa Depan
Popularitas:803
Nilai: 5
Nama Author: Arsih Mom

"Bukan berarti apa yang dekat dengan kita adalah yang terbaik, bisa jadi kebaikan itu ada jauh dari kita ataupun tidak terlihat"
Aku pergi karena sangat menyayangi kalian, suatu saat nanti jika masih ada kesempatan aku akan menjemput kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arsih Mom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehangatan keluarga yang terasa hidup kembali

Rutinitas mobil mewah warna silver berhenti tepat di gerbang sekolah elite setiap pagi mulai terlihat beberapa bulan terakhir ini.

"Oci belajar yang baik ya, nanti siang Pak Nono yang jemput karena Ibu ada kunjungan ke pabrik hari ini."

"Baik Bu Santika!"

"Cukup panggil dengan sebutan Ibu saja sayang, hem..?"

Senyum lembut Santika mendapat sambutan hangat dari Oci. Sebelum turun dari mobil, Santika mencium kening Oci dengan penuh kehangatan.

Sejak Neneknya meninggal Oci memang sudah resmi diadopsi menjadi anak semata wayang Santika. Meskipun dalam pikirannya kadang terbesit masa lalu yang terus menghantui karena belum ada kabar yang jelas tentang anaknya. Dia sendiri sejak pulih dan tahu kalau Santana meninggalkannya, sejak itu pula rasa cinta yang dimilikinya sudah pudar. Bahkan kadang timbul rasa dendam dan amarah yang berlebih setiap ingat dengan suaminya itu. Tapi beruntung meskipun dia ditinggalkan suami dan tidak menemukan anak nya, Santika masih punya sopir kepercayaan yang sudah dianggapnya sebagai orang tua sendiri.

Pak Nono yang menjadi sopir keluarga Darmawan secara turun temurun pun juga banyak tahu tentang kehidupan Santika. Cerita awal dari Santika yang ditinggalkan suaminya saat sedang kritis di Rumah sakit dan mendapat perhatian Pak Darmawan waktu itu. Sampai dengan sekarang pun Pak Nono terus mengabdi sebagai sopir keluarga Darmawan. Santika juga sudah menganggap Pak Nono sebagai orang tua nya sendiri setelah kepergian Darmawan dan istrinya. 

Melihat ekspresi Santika akhir-akhir ini setelah bertemu Oci, Pak Nono ikut bahagia. Karena sudah tidak lagi ditemui raut wajah murung dan wanita yang seperti mesin bekerja tiap hari tanpa merasa lelah. 

(Oci benar-benar anak membawa kebahagiaan bagi Bu Santika dan merupakan bangkit nya lagi kekuatan keluarga Darmawan) 

Sambil tersenyum kecil, Pak Nono mengemudikan mobilnya ke Pabrik pinggir kota milik keluarga Darmawan. 

Oci yang tumbuh semakin dewasa dan berparas cantik itu membuat teman lawan jenis di sekolahnya banyak yang terpesona. Apa lagi Oci merupakan anak yang cerdas jadi banyak guru yang suka dan bangga padanya. Setiap ada kompetisi Oci selalu menjadi perwakilan sekolahnya. 

Dengan santai dan kalemnya Oci berjalan dengan teman dekatnya Nola menuju perpustakaan sekolah. Hobi membacanya memang sama seperti Santika. 

"Ci... pulang nanti bagaimana kalau kita nongkrong di kafe sebelah dekat sekolah?"

"Memang mau ngapain, dari pada membuang waktu untuk hal yang tidak bermanfaat mending tidur di rumah."

"Halah... jangan seperti anak mama gitu dong, ayolah... please...!"

"Oke... tapi ingat sekali ini saja!"

Nola tersenyum lebar mendengar Oci yang mau ikut dengan nya ke kafe sebelah untuk menghadiri party kecil teman kakak nya. 

(Asyik... akhir nya aku bisa mempertemukan Oci dan kakak, Xii... xii...) 

Oci sama sekali tidak menaruh curiga pada teman dekat nya itu. Jika di lihat dari karakter dan kehidupan Oci sebelum nya, dia merupakan anak yang tidak suka main di luar. Dia lebih senang dan nyaman menggunakan waktu untuk sesuatu yang bermanfaat. Tapi berhubung tidak mau mengecewakan temannya, dengan sedikit terpaksa dia harus mengikuti gaya hidup yang jauh dari karakternya. 

Waktu sudah menunjukan jam kepulangan sekolah. Sebelum bel berbunyi Pak Nono sudah berdiri menunggu di depan gerbang sekolah. Dia datang lebih awal sebelum Oci keluar. 

Berjalan keluar gerbang , Oci melihat sosok Pak Nono yang sudah berdiri tersenyum menunggunya. Sangat merasa bersalah karena dia belum sempat mengabari Pak Nono kalau akan ada acara sepulang sekolah. Berjalan bersama Nola dia mendekati Pak Nono. Dengan nada bicara pelan dia meminta maaf atas kelalaiannya itu. 

Tidak marah sama sekali dengan apa yang di katakan Oci, Pak Nono hanya tersenyum menanggapinya. 

"Kalau Non Oci mau nongkrong dulu sama temen-temen gak papa kok, biar Bapak tunggu."

"Nah.. gitu dong Pak, Oci memang sesekali harus diajak healing... Haa..!"

Ejekan Nola membuat Oci semakin geram, sambil mencubit kecil lengan Nola dia berjalan menuju kafe dekat sekolah. Sambil berteriak karena kesakitan , Nola menyusul Oci yang berjalan cepat di depannya. Melihat tingkah mereka berdua Pak Nono tersenyum lebar. 

(Syukurlah... aku merasa melihat kehidupan baru lagi yang begitu membahagiakan) 

Tiba di kafe ternyata di sana sudah menunggu beberapa teman kakaknya Nola. Begitu Nola masuk, kakak Nola yang tampan bak pria blasteran itu menyambut dengan wajah yang merona. 

"Hai.. adik kecil ku!"

"Halo kakak.., sudah ku tepati kan janji aku?"

Sambil berbisik ke telinga Nelson kakaknya, secara bersamaan Dia juga melirik ke arah Oci. Karena tahu isyarat yang diberikan adiknya itu, Nelson sedikit grogi mendekat pada Oci, takut kalau dia akan kena marah. Sambil mengulurkan tangannya Dia mengajak Oci untuk berkenalan. 

"Kalau aku Oci....."

"Hem... aku sudah tahu kok."

"Hah...? (aneh bukannya baru kali ini bertemu denganku, kok bisa tahu siapa namaku. Ahh... ni pasti kerjaan Nola) 

Selama acara berlangsung, Nola sengaja menjauhi Oci , dia memberi kesempatan Nelson agar bisa mendekati teman baiknya itu. Karena Nelson merupakan pemuda yang ramah dan ramai , begitu mudah untuk mendekati gadis yang sudah memikat hatinya selama ini. Meskipun pertama dia melihat Oci dari foto saja tapi Nelson yakin kalau gadis yang di suka nya adalah gadis yang baik. 

Tidak terasa Oci sudah membuat Pak Nono menunggunya terlalu lama. 

(Astaga... sudah hampir petang, kasihan Pak Nono sudah menungguku lama) 

Oci mencari Nola untuk pamit pulang. Tapi Dia tidak menemukan batang hidungnya. 

(Kemana Nola, kok tidak kelihatan lagi?) 

Saat Oci bingung mencari Nola, Nelson datang mendekatinya. 

"Cari siapa Ci?"

"Nola kak, kemana perginya ya?"

"Sudah gak usah dicari lagi, mungkin dia sudah ngorok di rumah. Apa kamu mau pulang?"

Nelson menawarkan diri untuk mengantarnya pulang, tapi Oci menolak dengan alasan sudah ada sopir yang menunggunya. 

Tidak berani memaksa, Nelson sangat menyayangkan kesempatan ini. Hanya bisa melihat Oci yang berjalan menuju mobil Pak Nono dengan wajah yang sedikit kecut, Nelson kembali bergabung bersama teman-teman nya lagi. 

Setelah Oci pergi wajah bahagia Nelson pun juga ikut hilang. Sudah tidak berminat lagi untuk melanjutkan Party nya. Nelson juga memutuskan untuk kembali ke rumahnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!