NovelToon NovelToon
KESEMPATAN KEDUA

KESEMPATAN KEDUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang wanita yang bernama Karamel, di detik-detik kematiannya, sebelum menutup mata, dia melihat sosok pria berlari menuju ke arahnya dan langsung memeluknya dari api yang berkobar.

Pria itu adalah mantan suaminya yang dia ceraikan, pria yang sudah dia sakiti. Tapi pria itu masih datang untuk menolongnya, tapi sayang sekali, Karamel sudah tidak bisa bertahan, nafasnya sudah sudah berat dan matanya sudah mulai tertutup.

Tapi, ada suatu hal yang terjadi dan sulit dimengerti. Karamel kembali hidup di masa lalu, di mana dia masih menjadi seorang Istri.

Dengan kesempatan kedua yang dia dapatkan, tentu Karamel tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Mampukah Karamel membalas semua luka yang dia dapat kan di kehidupan pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Permintaan

Di kantor, Tama bekerja dengan senyum di wajahnya yang tidak pernah pudar. Pekerjaan yang biasa selesai sehari bisa diselesaikan dengan waktu setengah hari saja.

Dika dibuat merinding melihatnya, dia begitu penasaran dengan apa yang Kara berikan pada tama, apa jangan-jangan?

Dika memukul kepalanya dengan pelan, kenapa pikirannya malah jadi liar. Terserah mereka mau melakukan apa, mereka juga sepasang suami-istri.

Dan Tama lebih bersemangat lagi, saat mendengar sopir yang standby di rumah datang membawa makan siang yang dimasak oleh Kara.

***

Sedangkan Kara sedang menerima telepon dari seseorang, dia begitu marah saat mengetahui kecelakaan itu sudah direncanakan, dan target utamanya adalah Tama.

"Selidiki semua kegiatan yang mereka lakukan selama tiga tahun terakhir! Untuk biaya, jangan khawatir! Saya transfer sekarang juga!"

"Baik!"

Panggilan telepon berakhir, Kara tidak bisa membalas mereka begitu saja, dia ingin mengumpulkan bukti-bukti kejahatan mereka terlebih dahulu.

Setelah membalasnya, baru mereka dijebloskan ke penjara. Biarkan mereka menderita di dalam sana, karena kematian tidak seberapa baginya.

Lamunan Kara buyar mendengar notif dari ponselnya, dia tersenyum melihat nama pengirimnya.

Tama mengirim VN, dia mengatakan, makanannya enak dan dia sudah menghabiskannya.

Setelah membalas pesan Tama, Kara mulai mengingat kembali kejadian apa yang pernah terjadi dalam hidupnya.

"Ternyata semua kejadian itu bukan kecelakaan, tapi sudah direncanakan!" Gumam Kara, setiap ke luar rumah, pasti ada saja hal buruk yang terjadi kepadanya.

Kara pernah dicopet, seseorang mendorongnya dari tangga, ditabrak lari dan masih banyak lainnya. Setelah dia mengingatnya, kejadiannya begitu janggal.

Orang-orang itu tidak lagi asing, dia seakan pernah melihatnya. Dan orang-orang itu teman tongkrongan Sarah di kampus lain.

"Mari kita lakukan hal yang sama!" kata Kata dengan dingin.

Ponselnya kembali berdering, ternyata Sarah yang mengirim pesan. "Ck, baru juga disebut, orangnya sudah muncul."

Kara membaca pesan yang dikirim Sarah, ternyata dia mengajaknya untuk ikut makan di Restoran dengan teman-temannya yang lain.

"Hemm waktunya sudah di depan mata. Kau sendiri yang memanggilku untuk memulai balas dendamku!" Kara tidak membalasnya

Karena tidak ada kerjaan dia tidur sampai sore, saat dia numpang di kamar tamu. Karena barang-barangnya sedang dipindahkan ke kamar Tama, yang diawasi oleh Pak Rudi.

***

Kara terbangun saat alarm berbunyi, dia segera bangun, lalu mandi dan bersiap untuk menyambut kepulangan Tama.

Dia sudah berada di kamar Tama, karena semua barang-barangnya sudah tersusun dengan rapi, kamar yang tadinya bernuansa Dark, kini berubah jadi lebih hidup dan penuh warna.

Kara turun ke lantai bawah, bertepatan dengan kedatangan Tama yang baru masuk gerbang. Kara keluar, dan menunggunya di teras rumah.

Tama turun dibantu sopir, dia tidak tau jika Kara menyambutnya pulang. Tama sedikit heran, karena biasanya Pak Rudi yang membantunya turun dari mobil.

Kara memberi kode pada sopir untuk diam, dan memintanya untuk memindahkan mobil pada tempatnya.

Tama yang sedang berdiri mematung langsung terkesiap, untung saja dia tidak reflek memukul. Dia tidak bisa mencium aroma Kara, karena posisinya sangat jauh.

"Kaget yaaa?" tanya Kara yang masih memeluk Tama.

Tama tersenyum, "Jangan diulang! Nanti kita terjatuh!" pantas saja Pak Rudi tidak menyambutnya.

"Hehehe baik suamiku!" balas Kara dan menarik Tangan Tama dengan pelan untuk masuk ke dalam.

Tama tertegun, panggilan itu terdengar sangat mesra, tapi dia suka. Hari ini wajahnya penuh dengan senyuman, apalagi mengetahui barang-barang Kara sudah dipindahkan ke kamarnya.

"Kamu yakin?"

"Ya. Aku mau tidur dengan suamiku setiap malam, kenapa? Kamu tidak suka? Tanya Aruna dengan cemberut.

"Suka! Aku hanya merasa ini semua seperti mimpi, jadi aku memastikannya." Balas Tama dengan cepat.

Aruna mengatakannya sekali lagi, agar Tama tidak terlalu banyak berpikir. Kara meminta Tama untuk mandi dan dia akan menunggunya.

Setelah mandi dan bersiap, Kara meminta Tama untuk beristirahat sebelum waktunya makan malam.

Tama menurut, dia berbaring di kasur dan meminta Kara rebahan di sampingnya. "Apa yang kamu lakukan hari ini?"

"Tidak ada! Setelah masak bekal siang tadi aku langsung tidur sampai sore!" balas Kara dengan jujur.

"Bosan?" tanya Tama yang mendengar helaan nafasnya.

"Sedikit!" Apalagi dia hanya sendiri. Para pelayan semua sibuk dengan kerjaan mereka.

"Kamu bisa keluar jalan-jalan jika bosan. Atau pergi nonton!" Saran Tama.

Kara terdiam, dia merasa tersindir. Karena sebelumnya, hampir setiap hari dia keluar belanja dengan Sarah atau teman-temannya yang lain.

Bosan belanja, mereka pergi nonton atau karokean, terkadang juga mereka liburan ke luar kota sampai satu minggu.

Dan yang paling membuatnya menyesal, Semua itu dibayar olehnya, uang dari Tama. "Sekarang aku tidak punya teman. Bagaimana jika kita jalan-jalan berdua!"

"Itu merepotkan!" Balas Tama dengan tersenyum kecil, tapi hatinya begitu sedih.

"Kalau begitu aku di rumah saja, jadi Nyonya besar.!" ucap Kara dengan bergurau.

Tama hanya mengangguk setuju, Kara lebih baik di rumah daripada keluar dengan teman-temannya yang suka memanfaatkannya.

Tama tiba-tiba bertanya. "Bulan depan ulang tahunmu. Ada kado khusus yang kamu inginkan? Biar aku persiapkan dari sekarang!"

Kara menatap Tama dengan dalam. Dia begitu berhati-hati saat ingin melakukan sesuatu untuknya.

"Ada."

"Apa? Katakanlah! Aku akan berusaha untuk mewujudkannya!" pinta Tama dengan serius. Akhirnya Kara menginginkan kado ulang tahun darinya.

"Aku ingin kamu melihat kembali!" kata Aruna sambil menatap matanya dengan sedih.

Tama terdiam sejenak. "Kenapa kamu memilih meminta itu?"

"Aku ingin kamu melihat wajahku lagi!"

"Aku ingin kamu melihatku tersenyum!"

"Aku ingin kamu melihat wajahku menua!"

"Aku ingin kamu melihat wajah anak-anak kita kelak!"

"Bisakah kamu mewujudkannya sebagai kado ulang tahunku?"

Tama terdiam dengan mata berkaca-kaca, permintaan Kara menyentuh titik lemahnya. Kara ingin memiliki seorang anak dengannya.

"Baik, aku akan berusaha untuk mewujudkannya!" balas Tama dengan suara serak.

Kara memeluk Tama dari samping, keduanya terdiam cukup lama dengan pikiran yang berbeda-beda.

Kara hampir lupa dengan Sarah yang mengajaknya untuk nongkrong di restoran besok siang. Kara menjelaskan, bahwa dirinya ingin membalas perbuatan Sarah karena sudah membohonginya.

Tama sudah tahu dari lama hubungan Sarah dengan Arka. Tapi dia hanya diam, karena jika dia memberi tahu Kara, pasti dia tidak akan percaya.

"Kamu harus berhati-hati! Untuk kecelakaan itu, aku sudah meminta seseorang untuk menyelidikinya, kamu jangan membalas mereka seorang diri!"

"Baik!" balas Kara. Tapi dalam hati dia tidak setuju, karena dia punya dendam pribadi yang harus mereka bayar.

"Mereka memiliki bekingan dari organisasi gelap!" ujar Tama.

Kara terdiam, pantas saja di masa lalu Tama tidak menemukan kejanggalan apapun. Ternyata mereka bukan orang biasa.

Di tengah obrolan, Pak Rudi mengetuk pintu Karena sudah waktunya makan malam. Keduanya turun dan makan bersama.

.

.

.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Fii
Kalau ada typo langsung komen yaa 🙏🙏

Sebelum UP sdah dibaca berulang-ulang kok. Tapi masih ada juga yang lolos dari pandangan..😭
Sulati Cus
typo mulu😅
Fii: Hai kk. maksih sudah komen😍🙏
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Fii
maksih kk sudah komen..
sering2 yaa kalau ada typo😍😍
neni onet
typo ini heii, Sisil lah, koq Sarah 🫣
Sribundanya Gifran
lanjut
neni onet
penasaran banget, seberapa jahat duo pasangan Sarah dimasa lalu sampai Kara begitu banyak melakukan kesalahan dimasa lalu 🫣
Sribundanya Gifran
lanjut
Mamta Okta Okta
lanjut thor
Fii
aahh typo.. makasih sudah komen😍🙏
neni onet
siapakah Aruna /Bye-Bye/
Fii: Aruna PU di novel LINTAS DIMENSI. jangan lupa mampir yaa🙏😍
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjit up lagi thor
Mamta Okta Okta
lanjut thor 💪💪🙏🙏
Mamta Okta Okta
lanjut thor crazy up semangat 💪💪💪🙏🙏
Mamta Okta Okta
lanjut thor crazy up semangat 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!