––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.
"Tapi kita nggak saling kenal!"
"Nanti kenalan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(31) Otw First Date
Ailena termenung di ruangan tempat Haikal bekerja biasa, ia sendiri tak menyangka jika name desk di meja yang nampak besar tapi di hiasi dokumen setumpuk bertuliskan nama Haikal Keandro -- CEO of Keandro Grup.
Itu artinya ucapan Haikal di tv kemarin bukanlah bualan semata, tapi ya siapa juga yang mau membual di tv, malu nya kan satu dunia.
"Aku nggak lama kok, kamu duduk aja dulu di sofa, kalau lapar-haus atau bosan, kamu bilang aku dulu" ucap Haikal sembari menghampiri meja kebesaran nya.
"Iya.." Ailena sudah tak bisa berkata-kata memilih untuk memandangi setiap sudut ruangan yang besar nya seperti seukuran kamar mereka.
"Kok melamun? Lagi mikirin apa?" tanya Haikal saat melihat Ailena hanya diam dengan pandangan lurus.
"Aku bingung sama kamu, kamu tu CEO tapi rumah nggak kayak yang di novel-novel gitu, nggak punya banyak koleksi mobil-motor, bahkan kerjaan mu bisa di bilang santai" jawab Ailena akhirnya mengeluarkan semua pernyataan nya untuk Haikal.
Haikal tersenyum manis menatap Ailena. "Aku nggak mau hidup ku di dominasi oleh uang.. Dari kecil aku terbiasa mandiri, jadi aku ngerasa kalau mengumbar uang buat hal-hal nggak terlalu penting itu.. Aku harus mikir berulang kali lagi" jelas Haikal dengan tenang tanpa terburu-buru.
"Dan kalau kamu masih bingung kenapa rumah kita nggak sebesar bayangan kamu soal CEO, tapi kamu nggak pernah sadar barang-barang yang kamu gunakan biasa entah itu di dapur, di kamar, di tiap celah rumah itu lah yang bikin kamu geleng-geleng kepala dan pasti nya nggak mau pakai lagi" lanjut Haikal lalu kembali membaca dokumen yang di tumpuk paling atas.
Ailena mengerjap dengan mencoba mencerna. Karena rasa nya masih belum bisa di percaya, Ailena memilih menjelajahi sosial media yang mencari harga dari salah satu barang yang sering dia gunakan.
Dan Ailena memilih untuk teflon yang terbuat dari aluminium die-cast dengan nama merek Neoflam Fika Apex.
Deg
Mata Ailena melotot saat melihat harga yang berkisaran di jutaan. Dengan tangan mulai gemetar Ailena semakin menscroll ke bawah dan menghitung barang-barang yang sering dia gunakan di rumah dengan harga yang tak murah.
#~
#~
Ailena nampak bercermin dengan kemeja wispie merah maroon di tambah rok brukat berwarna putih dan pashmina paris yang di buat sederhana.
"Terlalu mewah nggak sih?" gumam Ailena merasa tak pede dengan gaya nya yang terasa seperti hendak ke kampus.
"Cocok Sayang, cantik di kamu" cetus Haikal yang melewati Ailena untuk mengambil jaket bomber premium yang seharga satu juta lebih.
Ailena benar-benar tak pernah menyadari baju yang di pakai Haikal tak ada yang di bawah seratus ribu.
Ailena melirik sinis ke arah Haikal yang melewati nya di belakang. "Tapi rasanya terlalu formal buat malam-malam begini, apalagi cuma ngedate" cebik Ailena hendak melepas pashmina nya dan mengganti baju.
"Eh jangan, biarin begitu. Masa cuma aku doang yang formal sih?"
"Formal darimana? Kamu itu casual, jadi enak gitu" cibir Ailena tetap memaksa melepas pashmina yang sejak tadi tak bisa dilepas karena tangan Haikal menahan kedua lengan nya.
"Kamu juga enak kok Sayang, udah jangan di ganti lagi ya" bujuk Haikal membuat Ailena berdecak kesal.
"Kalau aku udah gerah, harus langsung pulang, nggak mau tau" sungut Ailena di angguki Haikal.
"Yuk, nanti kita telat ngedate nya, first date ku ini" ajak Haikal segera memegang tangan Ailena dan mengambil tas selempang yang tadi sempat tersampir di pundak Ailena.
"Ada yang ketinggalan nggak?" tanya Haikal sembari melangkah keluar kamar.
"Nggak ada, aman" jawab Ailena sekenanya.
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sehat-sehat ya kakkk ❤️