Kisah cinta Xavier dan Aruna yang harus melewati banyak hal dalam rumah tangga mereka. Xavier adalah tipe suami posesif. sedangkan Aruna adalah istri cuek. sehingga beda sifat mereka kadang membuat mereka berselisih dan berseteru.
Namun hal itu tak membuat cinta keduanya luntur dan menghilang begitu saja. Malah hal itu membuat mereka menjadi semakin saling mencintai.
namun di balik kebahagiaan mereka ternyata ada orang yang ingin memisahkan keduanya. mampukan mereka melewati badai besar dalam rumah tangganya? dan siapakah orang itu....ikuti terus kisah cinta mereka berdua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Xavier-Aruna 35
"Bu, di luar ada Wanita bernama Bu Renata ingin bertemu dengan anda!" ucap asisten Aruna si perusahaan Mahardika. Sebelah Alis Aruna naik, mengingat nama yang di sebutkan asistennya. wanita yang sebelumnya pernah bertemu dengannya.
"Baiklah. Biarkan dia masuk," jawab Aruna.
"Ada yang bisa saya bantu, Renata? Pastinya ada tulisan yang penting sehingga Anda datang ke sini mencari saya!" tanya Aruna santai duduk di sofa dengan ponsel di simpan di kakinya.
"Baiklah, sepertinya kita tidak usah berbasa-basi lagi! Jauhi Rexa! Aku akan segera menikah dengannya! Aku tidak mau pernikahanku diganggu oleh ulat bulu sepertimu! Aku ingin kau pergi menjauh dari hidup kami selamanya!" ucap Renata angkuh.
"Ah elah, disuruh pergi selamanya mati dong gue?" kekeh Aruna membuat Renata menatapnya tajam.
"Kau fikir aku sedang bercanda?" tanya Renata menaikkan nada bicaranya.
"Lah kamu fikir aku menanggapinya seperti apa? Bukannya kamu mengatakan kalau aku harus pergi selamanya? Kalau pergi selamanya ya matilah! Baiklah, sepertinya kesalahpahaman dari sebelumnya tidak pernah masuk ke otakmu! Bukannya sudah ku katakan! Aku tak memiliki hubungan dengan Rexa. Dan bukannya kau juga tahu kalau aku sudah menikah dengan Xavier? Kamu bilang Rexa sangat mencintaimu dan tidak akan pernah melepaskanmu kan? Lalu apa yang kamu takutkan? Biasanya kalau ketakutan seperti ini, karena tidak yakin jika laki-laki itu mencintaimu sepenuhnya!" jawab Aruna tenang namun Renata terlihat kesal dan wajahnya memerah.
Ini adalah kedua kalinya Renata mendatangi Aruna dengan perkara yang sama. Dia salah paham dengan dengan kedekatan Aruna dan juga Rexa. Padahal dia tidak memiliki perasaan apapun kepada pria itu. Rexa emang pernah menyatakan perasaannya, sama seperti Xavier yang sering di tolak. Namun Rexa memang lebih lembut dibanding Xavier. Tapi Renata selalu salah paham kepada mereka. Dan mengatakan kalau Aruna sudah merebut Rexa darinya.
"Kau! Aku percaya kepada Rexa yang mampu setia kepadaku. Tapi aku tidak percaya kepadamu! Karena kamu wanita gatal! Kamu malah mendekati Rexa! Bahkan dia sekarang mulai menjauhi aku! Dan aku yakin itu semua karena kamu!" teriak Renata.
"Idih, idih, kenapa main nyalahin aku segala? Lagian kalau memang Rexa menyayangi dan mencintai kamu kenapa dia malah menjauhi kamu? Seharusnya kamu lah yang sadar diri! Bukan malah nyalahin orang! Kenapa Rexa kamu itu malah menjauhi kamu bukannya makin sayang! Intropeksi diri sendiri! jangan malah dekat-dekat nyalahin orang di dikit-dikit ngelabrak orang! aku masih berada di batas sabarku saat ini. Tapi jika aku sudah muak jangan salahkan aku!" kesal Aruna.
"Kau mengancam aku? Kau fikir bisa lolos begitu saja setelah berhasil membuat Rexa menjauh dariku! Tak akan ku biarkan kamu hidup tenang! Walau kau menikah dengan Xavier tapi kamu masih menggatal kepada pria lain. Dasar wanita ja-lang mura-han!", teriak Renata penuh emosi.
Bahkan di depan ruangan Aruna sudah ada beberapa orang berdiri karena mendengar teriakan Renata yang sangat kencang. Aruna dengan santai berdiri dan melangkah ke arah Renata dengan tenang. Senyum tipis dan tatapannya malah membuat Renata ketakutan. Dia tak mengira jika tatapan Aruna akan sangat menyeramkan sekali.
"Mau apa kau ja-lang? Pergi sana jangan dekati aku!" Renata terlihat ketakutan dan mundur beberapa langkah.
"Kenapa kamu malah takut seperti itu? Ke Mana keberanian yang tadi? Ayo teriak lagi yang keras!" ujar Aruna dengan tatapan yang semakin menakutkan bagi Renata.
"Dasar kau wanita iblis! Mau apa kau hah?" Renata semakin ketakutan.
"Aku memang wanita iblis! Jadi jangan salahkan aku jika sekarang wanita iblis ini akan memberikan kamu pelajaran!" jawab Aruna sambil menyeringai.
"Apa maksudmu hah! Awas aku mau pulang!" teriak Renata mendorong tubuh Aruna dari hadapannya dan berusaha untuk kabur dan keluar dari ruangan Aruna.
sreeeeettttt
Braaaak
Aruna menarik dan mendorong tubuh Renata saat wanita itu akan kabur dari ruangannya. Renata akhirnya terjungkal di lantai, Aruna semakin mendekat sedangkan Renata kembali mundur sambil terduduk. Matanya terlihat sekali ketakutan saat melihat tatakan Aruna berubah. Wajahnya pucat sekali, dia takut jika Aruna berbuat nekad padanya.
"Karena kamu memanggilku iblis maka aku akan tunjukkan bagaimana Iblis uang sesungguhnya, Renata! Kau pikir aku tidak tahu kalau kemarin kamu lah yang mengirim para preman itu untuk mencelakai ku kan?" ujar Aruna membaut wajah Renata semakin ketakutan.
"aaa ... Apa maksudmu?" tanya Renata tergagap
Sreeeeettttt
plaaaakkk
Plaaaak
bugh
Bugh
Braaaakk
Aruna secara membabi buta memberikan tamparan dan pukulan bertubi-tubi kepada Renata. Gerakan Aruna yang sangat cepat tidak mampu membuat Renata menghindar. Renata Sudah terlihat babak belur. Bahkan dari kedua sudut bibirnya sudah mengeluarkan cairan merah.
"Apa yang kau lakukan hah! Apa kamu mau membunuhku?" teriak Renata masih bisa marah.
"Ide yang bagus! Seperti yang kamu lakukan padaku! mengirim puluhan preman untuk mencelakaiku kau pikir aku tidak tahu jika kamu yang berada di balik mereka! Bahkan busukmu itu meminta mereka untuk merusakku? bagaimana kalau aku yang melakukan hal itu kepadamu Renata?" jawab Aruna sambil menyeringai kembali membuat Renata brigidig ngeri.
Bugh
Bugh
Bugh
Aruna kembali memberikan pukulan bertubi-tubi di wajah Renata. Wanita itu hanya bisa berteriak kesakitan dan meminta tolong.Tapi tidak ada satupun yang mau menolongnya, mereka semua diam dan memilih untuk menunggu di depan ruangan Aruna.
"Runa ...", panggil Rexa masuk dengan tergesa-gesa ke dalam ruangan Aruna hingga membuat beberapa orang staf dan juga karyawan Aruna melihat keadaan Renata yang sudah tidak berdaya di lantai. Mereka menatap tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh pimpinan perusahaan mereka kepada Renata.
hidup apa ada nya tp tenang n nyaman, tanpa tekanan ,,, semangat rexa
babang Xavier kau dmn, bantai habis tuh anggara family, krn mrk udh berani menghina menantu hananta
Xavier kasian rexa, d bantu ya