NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI JADI IBU TIRI JAHAT

TRANSMIGRASI JADI IBU TIRI JAHAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Duda / Mengubah Takdir
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Senggrong

Viona tidak menyangka jika dirinya akan ber transmigrasi menjadi seorang ibu tiri jahat pada tahun sembilan puluhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERBINCANGAN JAKA DENGAN MANTAN MERTUA

Sebelum melanjutkan ada sesuatu yang harus Aku beritahukan. Nama Ayah Jaka bernama Pak Budi. Sedangkan untuk mantan mertuanya bernama Pak Ujang. Maaf di bab sebelumnya tadi banyak kesalahan🙏🙏🙏.

Tolong kalau memang ada kesalahan langsung tulis di kolom komentar. Terima kasih🙏🙏🙏.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Pak Ujang dan Bu Nurma membawa pulang si kembar setelah berbincang cukup lama. Rencana mereka untuk pergi ke kecamatan terpaksa di batalkan.

Keduanya tidak langsung membawa si kembar pulang kerumah mereka. Malah membawa si kembar pulang ke rumah Jaka. Kebetulan keduanya memang berasal dari dusun yang sama.

Jaka terkejut melihat kedua mantan mertuanya membawa si kembar dengan kondisi yang aneh menurutnya. Bian digulung dengan selimut dan Adin memakai baju kebesaran.

"Ada apa Bu?" tanya Jaka dengan sopan. Awalnya Jaka sedang berbaring. Saat mereka masuk, Ia langsung duduk.

Pak Ujang meletakkan Bian disamping Jaka kemudian duduk di kursi. Bu Nurma duduk di kursi satunya sambil memangku Adin.

"Kami baru saja dari rumah Pak Darma," kata Pak Ujang memberitahu.

"Kakek Darma?"

"Iya."

"Apa Vina membuat masalah lagi ?" tanya Jaka dengan emosi. Kedua tangannya terkepal dengan erat. Bu Nurma tahu jika Jaka telah salah paham. jadi buru-buru menjelaskannya.

"Sabar....kali ini Vina tidak sedang membuat masalah. Bahkan menolong Bian yang hampir tak terselamatkan. Kalau saja Vina tidak cepat bertindak Bian sudah terseret arus sungai. Ibu tidak bisa bayangkan jika itu sampai terjadi, " kata Bu Nurma menjelaskan.

Bu Nurma masih terbayang kejadian tadi. Jaka tercengang mendengarnya. Bagaimana bisa Vina menolong Bian tenggelam jika ia saja tidak bisa berenang?

"Maksud Ibu bagaimana? Apa tadi Bian jatuh kesungai?" tanya Jaka dengan mata terbelalak karena terkejut.

Bu Nurma langsung menceritakan bagaimana si kembar bisa tercebur ke dalam sungai sampai Vina datang menolong dan membawa mereka ke rumahnya. Semuanya diceritakan secara rinci.

"Aku merasa Vina sudah mulai berubah. Mungkin Ia ingin bertobat," lanjutnya.

"Apa itu mungkin?" tanya Jaka dengan tatapan tak percaya. Dia masih ragu Vina bisa bisa berubah secepat itu.

"Tanya saja pada Adin dan Bian bagaimana sikapnya tadi."

Jaka pun bertanya pada si kembar. Adin dan Bian menjawab dengan apa adanya.

"Apa tante Vina tadi menyakiti Kalian?" keduanya menggelengkan kepalanya.

"Tante jahat tadi menggendong Bang Bian dan memberi Kami teh hangat yang manis," jawab Adin dengan polos.

"Dia juga tidak marah-marah lagi," sahut Bian.

"Apa ada yang sakit? " keduanya menggelengkan kepalanya.

"Sudah tidak sakit."

"Syukurlah kalau begitu. Lain kali kalau sedang di getek jangan main sembarangan. Takutnya jatuh seperti tadi, " ucap Jaka memberi nasehat. Mengingat kejadian tadi, tubuh si kembar langsung gemetar.

"Kami janji, " ujar Bian dengan lirih. Tubuhnya masih gemetar.

Melihat ketakutan kedua anaknya, Jaka tidak membahas lebih lanjut. Ia mendekap tubuh Bian dalam pelukannya.

"Jangan takut," bisik Jaka dengan lembut. Tanganya mengelus rambut Bian. Tidak ada lagi yang berbicara. Tak lama kemudian Bian tertidur.

"Aduh... Ibu kok sampai lupa sih. Bian belum pakai baju, " kata Bu Nurma dengan lirih.

"Nanti saja. Kasihan dianya sudah tidur."

"Maaf ...suda merepotkan Bapak sama Ibuk."

"Apanya yang merepotkan. Mereka berdua cucu kandung Kami. Tidak ada yang merepotkan sama sekali."

"Bapak dengar Kamu mau bercerai dengan Vina. Apa itu benar?" Jaka menganggukkan kepalanya.

"Bapak dengar dari siapa?"

"Tidak penting Bapak dengar dari siapa . Kalau boleh Kami beri saran, lebih baik keputusan itu Kamu pikirkan lagi baik-baik. Pernikahan Kalian baru seumur jagung. Setiap orang yang berumah tangga memang tidak selalu berjalan mulus. Banyak sekali cobaannya. Contohnya saja pernikahanmu yang pertama. Selama pernikahan hidup kalian baik-baik saja, namun ternyata takdir berkata lain . Ia meninggal saat melahirkan si kembar." Pak Ujang mengatakan kalimat yang terakhir dengan suara tercekat. Meski kematiannya sudah lama, setiap mengingatnya hatinya terasa sakit.

"Ibu juga setuju sama ucapan Bapakmu. Pikirkanlah baik-baik. Ibu lihat Vina banyak berubah," sahut Bu Nurma.

"Terima kasih atas nasehatnya. Aku akan pikirkan lagi nanti."

"Baguslah kalau begitu. Bapak sama Ibuk hanya bisa berdoa semoga pernikahan kalian langgeng." Jaka tersenyum miris mendengarnya.

"Kalau begitu Bapak pulang dulu. Sampaikan salam Bapak sama kedua orang tuamu."

"Baik. "

"Ibu mau disini atau mau pulang sama Bapak?"

"Ibuk mau disini dulu sebentar lagi."

"Ya sudah. Bapak duluan."

Pak Ujang pun pulang. Jaka meminta Bu Nurma untuk beristirahat di kamar si kembar sambil menunggu keluarganya kembali.

Tinggallah Jaka seorang diri di ruang tamu. Menatap Bian yang tertidur pulas disampingnya pikirannnya berkelana. Untungnya Vina dan pemilik perahu itu bertindak dengan cepat. Terlambat sedikit saja Ia tidak bisa lagi bertemu dengan kedua anaknya .

Ia merasa perannya tak berguna sebagai seorang Ayah. Menjaga kedua anaknya saja Ia tidak bisa. Dengan kedua tangan yang terkepal ia memukuli kedua lututnya dengan frustasi.

Kedua orang tua Jaka beserta kedua adiknya pergi ke bukit belakang untuk mencari kayu bakar dan sayuran liar. Jika beruntung mereka juga bisa mendapatkan ayam hutan. Lumayan bisa untuk tambahan lauk.

Saat ini Jaka memang masih tinggal satu rumah dengan keluarganya. Rumah mereka terletak tepat dibawah tebing batu. Juga termasuk rumah tertinggi dibanding yang lainnya. Karena memang letaknya di lereng bagian atas.

Semua rumah penduduk yang ada di dusun Maja memang terletak di lereng bukit diatas tanah miring. Sedangkan dusun batu berada di atas tanah datar bagian bawah. Aneh sih sebenarnya. Tapi ya mau bagaimana lagi.

Sorenya keluarga Jaka pulang dengan panen yang berlimpah. Ada yang membawa kayu bakar, ada yang membawa sayuran liar, ada yang membawa buah-buahan dan ada juga yang membawa beberapa ayam hutan dan juga kelinci.

Saat itu Bu Nurma sudah pulang ke rumahnya , Si kembar juga sudah bangun dari tidurnya. Keduanya bermain disamping ayahnya.

"Kami pulang!" seru Adik bungsu Jaka dengan gembira. Si kembar langsung turun dari tempat tidur dan berlari menghampiri mereka.

"Kakek ,,,,Nenek!"

"Loh...cucu Kakek sudah pulang. Katanya tadi kepasar. Senang tidak?"

Adin sama Bian langsung cemberut mendengarnya.Kedua orang tua Jaka merasa ada yang aneh, namun tidak membahasnya lebih lanjut. Biar nanti Mereka tanyakan pada Jaka saja.

"Oh iya Pak Lik tadi dapat buah-buahan banyak. Kalian pasti suka."

"Benarkah?"

Tanpa menjawab Ramli menunjukkan isi keranjang yang Ia bawa. Ada Apel dan juga beri liar.

"Wah....banyak sekali."

"Ambil saja."

Adin dan Bian langsung mengambil beberapa buah dan mulai memakanya. Mereka belum mengerti tentang pentingnya cuci tangan dan buah itu juga mereka makan tanpa mencuci lebih dulu.

Hal itu sudah biasa terjadi. Bahkan orang tua pun melakukan hal yang sama seperti mereka. Mereka belum tahu dampak yang akan terjadi jika mengabaikan kebersihan.

Buah yang tidak dicuci berpotensi membawa kuman dari tanah, kotoran hewan, atau tangan yang memanen/mengemas. Bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E. coli dapat menyebabkan diare, kram perut, dan muntah.

Setelah makan malam Jaka menceritakan kejadian yang dialami si kembar pada keluarganya. Ia juga memberitahukan nasehat yang disampaikan oleh Pak Ujang dan Bu Nurma Reaksi mereka juga hampir sama seperti Jaka.

"Semua keputusan ada ditanganmu. Pikirkanlah baik-baik."

1
Wanita Aries
wahh ganti cover.

cie jaka ngambek gk di sapa😁
Ida Kurniasari
lanjut lah thorr
Wahyuningsih
upnya jgn lma2 lah thor
Wanita Aries
makin seru nih thor
Lili Inggrid
lanjut
Wanita Aries
makin bahagia vina dan jaka
Musdalifa Ifa
rajin up Thor, ceritanya seru dan menarik 👍 jadi tak cukup rasanya klo cuma up 1🤭🙏
Wulan Sari: betul itu say,...Thor ayo up selanjutnya semangat 💪👍 trimakasih salam
total 1 replies
Wanita Aries
asek cinta jaka bersemi buat vina
Nixc~
gercep😘🤧🤧
Wulan Sari
semoga bisa berkumpul jadi keluarga yang bahagia❤️
Wulan Sari
ceritanya bagus banget bisa buat contoh untuk kehidupan semoga nanti Keluarga ini akhirnya bisa bahagia dan akhir cerita ini happy end ya Thor semangat 💪 salam sukses selalu ya cip 👍 trimakasih 🙂❤️🙏
Sulati Cus
kan ada sambel bajak udah pasti keknya orang Malang🤔
Wanita Aries
lanjut thor
Sulati Cus
hbs tuh nongol tiwul sm gatot jd pgn pulkam😔
Sulati Cus
othor orang jatim ya kok tau jemblem
Nurul Senggrong: iya kak🥰🥰🥰
total 1 replies
Nixc~
lanjut thor~~~~~💃🏻💃🏻💃🏻💃🏻
semangat nulis bab nya😘😘❤️❤️❤️
Wanita Aries
aw aw jaka mulai ada hati nihh ma vina yg baru.
Wanita Aries
jangan pisah jaka
Dewiendahsetiowati
gimana reaksi Nadin kalau tau Bian dapat mainan yang dibuat oleh Vina,tambah cemberut aja anaknya 🤣
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
😅Terpesona yaaa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!