Freen yatim piatu, sangat cantik kehidupannya mengalami perubahan sejak pertemuannya dengan keluarga Cankimha.
sebagai rasa hormat dan berterimakasih kepada orang tua angkatnya, akhirnya freen bersedia di jodohkan dengan Becky amstrong, seorang terlahir special atau futa.
sementara Becky amstrong mau menerima perjodohan karena tidak ingin fasilitas yang di miliki di tarik oleh orang tuannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ImFireGo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 31. perubahan becky
Becky segera membawa berkas-berkas yang telah di periksa dan di tanda tanganinya kedalam ruang kerjanya dan meletakkannya di atas meja.
"akhirnya selesai semua, semua harus segera aku selesaikan karena kedepannya aku ingin quality time bersama istriku". ucap Becky dalam hatinya
Setelah itu Becky mengambil gaun dan juga satu stell jas lalu membawanya ke dalam ruangan pribadinya.
Paper bag yang tadi di kirimkan oleh irin untuk mereka gunakan pada kencan pertamanya
Saat masuk kedalam ruang pribadinya Becky tersenyum saat mendengar istrinya sedang bersenandung kecil.
"Aku baru tahu istriku memiliki suara yang sangat bagus dan sangat sopan sekali di telinga". Becky memuji istrinya didalam hati
Becky terlihat berdiri mematung, sebenarnya ia ingin menyusul ke dalam kamar mandi, tetapi Becky mengurungkan niatnya.
Agar tujuan membawa freen pada kencan pertamanya terkendala karena dirinya tidak dapat menahan hasratnya dan terjadilah hal-hal yang di inginkan, karena itulah lebih baik Becky menahannya.
Becky terus tersenyum saat membayangkan ekspresi istrinya.
"Astagaaaa...ada apa dengan otakku ini, hanya mengingatnya saja pikiraku sudah travelling kemana-mana". kesal Becky pada dirinya sendiri
"Ada apa denganmu sayang". tanya freen tiba-tiba tentu saja mengagetkan Becky
"YAKKKKK sayanggggg...kau mengagetkanku saja". Ucap Becky sambil memegang dadanya
Freen kaget karena reaksi suaminya, ia segera memeluk becky dan mengelus dadanya.
"Sebenarnya aku tidak berniat mengagetkanmu sayang, aku bicara seperti biasanya, tapi karena kamu tidak focus". Jawab freen tertawa dengan tangan kanannya mengelus dada suaminya
"Apa yang sedang kamu pikirkan? Apa ada yang serius terjadi?". tanya freen
"Aku sedang memikirkanmu freen, aku tiba-tiba teringat ekspresi wajahmu saat kita di hotel tadi....itu sangat seksi ". jawab Becky jujur
"Stop sayang...kamu membuatku malu". wajahnya memerah
"Sebaiknya sayang segera mandi, sebelum mereka mengunci kita di dalam perusahaan". Perintah freen agar Becky tidak melakukan hal yang lain
"Itu tidak akan terjadi dan tidak mungkin sayang, baiklah aku akan mandi...gunakan baju yang ada di paper bag itu. Menunjuk kearah sofa
"Kamu membelinya lagi? Sayang kamu pemborosan sekali". ucap freen
"Tidak masalah sayang, bahkan setiap hari jika kau ingin belanja juga tidak masalah".
"Aku sudah bekerja keras selama ini tujuannya untuk membahagiakan istri dan anak-anakku". jawab Becky
" selain itu...aku ingin mengajakmu makan malam". Becky tidak bisa untuk tidak tersenyum dihadapan istrinya
Freen sangat senang mendengarnya ia menghambur ke dalam pelukan suaminya.
"Terimakasih sayang aku sangat bangga mendengar apa yang kamu katakan". freen memeluk erat suaminya
"Habis hujan pasti akan ada pelangi itu yang aku rasakan saat ini sayang terimakasih untuk semuanya".
"Mandi sekarang sayang, waktu terus berlalu jangan terlalu malam kita perginya". ucap freen
"Kamu tenang saja sayang, saint telah mengurus semuanya". jawab Becky
*****
POV FREEN
percayalah bahwa setiap permasalahan atau cobaan yang datang kepada kita di dalam kehidupan kita itu atas seijin yang kuasa.
Dan aku percaya bahwa selalu ada maksud Tuhan dari setiap cobaan demi cobaan yang datang silih berganti.
Seberapa kuat dan ikhlaskah kita menghadapi dan melewati cobaan tersebut.
Dua tahun yang lalu Tuhan ijinkan aku mengalami banyak cobaan dan permasalahan terus silih berganti seakan tidak ada habisnya.
Jangan ditanyakan lagi seberapa banyak aku terluka dan berapa banyak aku menangis.
Tetapi aku tetap memilih untuk berdiri mendampingi suamiku, untuk membuka lembaran baru.
Aku sangat tahu bahwa pernikahan dalam sebuah perjodohan itu tidaklah mudah, situasinya tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Tetapi aku menerimanya sebagai jalan kehidupan yang sudah menjadi suratan tanganku.
Pernikahan adalah hal yang sangat sakral dan aku tidak ingin mempermainkan yang namanya pernikahan dimana janji pernikahan itu bukan hanya di saksikan oleh manusia tetapi juga di saksikan oleh Tuhan.
Hingga pada akhirnya aku merasa bahwa aku tidak lulus dalam ujian di dalam mengarungi kehidupan rumah tanggaku.
Tekanan dan permasalahan yang Jennie hadirkan di dalam rumah tangga kami begitu kuat, nekat dan sangat gila.
karena Jennie sangat terobsesi sekali pada suamiku, sehingga membuatnya menjadi jahat padaku.
Becky dan Jennie adalah sahabat dari mereka kecil hingga tumbuh bersama pada saat keluarga amstrong di London, hingga pada akhirnya mereka berpisah.
Keluarga Kim membangun bisnis di Korea, keluarga amstrong membangun bisnis di Thailand.
Sejujurnya Becky benar-benar menganggap bahwa Jennie adalah sahabatnya, tetapi tidak dengan Jennie
Jennie dapat melakukan apa saja untuk membuat suamiku semakin tidak menyukaiku dan semakin menjauh, membuat aku benar-benar terlihat sangat buruk dimata Becky.
Hingga pada akhirnya aku lelah berjuang sendiri, dan aku tidak ingin mati konyol karena perbuatan Jennie, karena itu aku memilih menyerah.
Mulai saat itu aku tidak lagi bucin pada suamiku, aku menghentikan kebiasaan yang selalu aku lakukan untuknya.
Mulai dari menyiapkan baju yang tidak pernah di pakai, menyiapkan makanan yang tidak pernah di makan, mengantarkan makan siang ke perusahaan tetapi selalu tertahan di lobby.
Pernah aku berfikir, apa yang salah dari diriku? Bahkan semua karyawan tidak pernah memberi muka padaku.
Kebencian mereka sangat terlihat dari cara mereka menatap dan berbicara serta bersikap padaku.
Sesopan apapun aku menyapa mereka menjawabnya dengan sangat sinis dan penuh kebencian yang aku sendiri tidak tau mengapa mereka membenciku.
Dengan banyaknya kejadian yang pada akhirnya aku tetap di posisi yang salah, aku menanggung semua tuduhan tanpa pembelaan, tanpa pembuktian dan tanpa perlindungan.
Saat aku merasa berat ingin sekali berlari kerumah dan mengatakan semua pada orang tuaku...tapi tidak juga aku lakukan.
Aku tidak ingin membuat kedua orang tua angkatku menanggung beban atas permasalahan rumah tanggaku.
Seribu persen jika aku melakukannya, masalah ini akan masuk ke pengadilan.
Orang tua mana yang bisa menerima putrinya mendapatkan perlakuan seperti itu?
Hingga pada akhirnya aku terkurung di suatu tempat yang benar-benar menghancurkan mentalku.
Ditempat itulah aku memilih menyerah, menerima semuanya dan focus pada diri sendiri serta penyembuhanku.
Setelah menjalani pengobatan dan pendampingan, delapan puluh persen kondisi mentalku kembali stabil.
Aku kembali kerumah tempat Becky dan aku tinggal, tidak ada penyambutan yang berarti saat itu, tetapi aku tidak sedih karena dari awal aku juga tidak mengharapkan. hanya bibi yang menyambutku dan setia menemaniku.
Setelah membersihkan diri didalam kamar aku menatap cermin dan meyakinkan diri.
Bahwa aku sudah menyerah, menerima dengan ikhlas dan siap melepaskan.
Hidup baru...
Sejak saat itu, aku sudah tidak pernah memperdulikan suamiku tentang apapun itu.
Disaat semua berubah, Becky mulai terlihat sangat aneh semua perjanjian yang telah dibuat justru dia sendiri yang melanggarnya
Keadaan menjadi berbalik, dia mulai aneh menurutku.
Tiba-tiba seluruh barang-barang Becky berada di kamarku, minta di pilihkan baju kerja, meminta untuk makan pagi bersama, mengirim pesan untuk bertanya sesuatu, memberi supir dan mengirim seseorang untuk memantau kemanapun aku pergi.
Parahnya Becky selalu ada dimanapun aku berada, tiba-tiba saja selalu datang dan muncul tanpa di harapkan.
Hingga takdir mempertemukan aku dengan lisa membuat rentetan peristiwa mendapatkan titik terang dan aku tidak bersalah.
Berkat lisa kebenaran mulai terungkap dan Jennie harus mempertanggung jawabkan kejahatannya.
Semuanya telah berakhir, tidak ada kesalahan yang tidak termaafkan.
Aku tidak tau seberapa banyak orang yang akan setuju dengan kalimatku diatas.
Aku memilih berdamai dengan keadaan dan melupakan semuanya, alasannya hanya satu aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup.
Perubahan becky suamiku juga jauh berubah, aku sangat di ratukan, dan sebentar lagi kami akan menjadi orang tua.
Suamiku tidak dingin lagi, dia sangat hangat dan posesif, tidak jahat lagi, dia sangat smooth sekali.
malam ini tiba-tiba suamiku ingin membawa aku kesuatu tempat untuk makan malam, aku percaya begitu saja.
ternyata becky ingin menepati janjinya untuk kami berkencan.
ternyata ini bukan sekedar makan malam biasa, dan ini sangat indah sekali.
Aku tidak dapat berkata-kata lagi, kedatangan kami berdua mendapat sambutan dengan baik, di iringin alunan lagu yang romantis.
Becky tidak melepaskan pelukannya, ia terus membawaku ke meja yang sudah di design seindah mungkin.
Bahkan aku tidak tau kapan Becky mempersiapkan segalanya.
Ini sangat hebat aku larut didalamnya, aku terharu dan aku menyukainya.
Entah berapa lama aku terpaku, ketika aku kembali pada kesadaranku bibir kami telah menyatu.
POV FREEN OFF
____________
*tidak ada salah yang tidak termaafkan.. Wow
...Happy reading all...
...ImFireGo...