NovelToon NovelToon
AIRCA [ Bride Replacement ]

AIRCA [ Bride Replacement ]

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Annida Rahman

Antonsen Carl pria berusia 28 tahun, pria sukses dengan segala kemewahan yang dia miliki, akan menikah dalam beberapa minggu lagi

"Berengsek! sialan!! menjijikkan "




Airca Salnont wanita berusia 24 tahun yang baru saja pulang dari paris, dia pulang setelah menyelesaikan pendidikan S2 untuk mencapai cita- cita nya


" kenapa nomornya tidak bisa dihubungi, apa aku pulang sendiri saja?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Antonsen menatap penuh harap pada Airca yang sedang berbaring disamping nya

" Sayang, boleh kan? " Airca menatap Antonsen yang memasang wajah berharap, Airca tersenyum dan mengangguk, tidak ada alasan untuk menolak, dia dan Antonsen sudah seharusnya melakukannya

Antonsen tersenyum dan langsung mencium Airca

" Lakukan dengan lembut "

" Aku janji tapi aku tidak janji kalau ini akan cepat berakhir " Antonsen menarik Airca semakin dekat dengannya dan menciumnya lebih dalam, dia melumat dengan penuh perasaan bibir Airca

Airca sebenarnya gugup karena ini pertama kalinya untuknya

" Kamu terlihat berpengalaman dalam hal ini" Kata Airca dicela ciuman mereka

" Tidak, ini yang pertama "

" Tapi tidak terlihat seperti itu"

Antonsen menatap Airca tidak senang mendengar itu

" Aku hanya mengikuti instingku saja"

" Kenapa kamu harus terlihat kesal? "

" Tentu saja aku kesal, aku tidak suka kamu bilang kamu bukan yang pertama, dan aku akan membuat kamu menjadi yang pertama untukku, jadi jangan harap bisa lepas dariku malam ini"

Antonsen mencium Airca dengan tanganya yang bergerak sana sini, Airca merasa menyesal membuat pria itu kesal karena Antonsen semakin liar saja

Antonsen membuka baju Airca dan menciumi leher wanita itu hingga meninggalkan jejak kepemilikan disana

" Kamu lihat, aku akan membuatnya di sepanjang tubuhmu, agar semua lihat kalau kamu milikku" Airca yang awalnya tidak mengerti menjadi paham dan menggeleng

" Jangan, aku harus kekantor "

" Kamu tidak dengar perkataanku, tidak ada ampun bagimu malam ini"

Antonsen kembali melanjutkan aktivitas nya

" Antonsen! "

**

Antonsen bangun lebih dulu dan tersenyum saat melihat leher istrinya yang penuh dengan tanda merah

" Lihat aku yang pertama untukmu, jadi jangan berpikir untuk lari dari ku " Antonsen menatap jam diatas nakas dan tersenyum

07:00

Antonsen kembali berbaring dan memeluk Airca sambil dia menciumi leher belakang istrinya dengan tanganya mengusap perut polos Airca dengan lembut

Airca membuka matanya merasa terganggu merasakan sentuhan dimana-mana

Airca langsung tersentak saat merasakan Antonsen menyentuh dadanya

Airca berbalik badan dan menatap tajam Antonsen yang tersenyum jahil padanya

" Antonsen " Kata Airca kesal, Antonsen tertawa pelan dan menciumi wajah istrinya, Airca sungguh kesal dengan Antonsen apalagi dengan ciuman basah itu

" Berhenti! Menjauhlah" Airca mendorong Antonsen menjauh dan mendudukkan dirinya sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya

" Kamu pasti lelah kita berbaring saja hingga sore" Airca langsung menatap tajam Antonsen yang seenak perutnya berbicara seperti itu

" Ini semua karena kamu, aku hanya bisa tidur tiga jam" Antonsen tertawa pelan dan mendudukkan dirinya juga

" Maaf, aku sungguh tidak bisa berhenti, bahkan aku ingin lagi pagi ini" Airca menatap ngeri Antonsen dan beranjak dari ranjang dengan selimut ditubuhnya, Airca kaget saat melihat Antonsen tidak memakai apa -apa di depannya,

Antonsen tampak santai dengan tatapan Airca padanya tidak berniat menutupi dirinya apalagi bagian itu, Antonsen sungguh gila, dia tersenyum dan menaikkan alisnya

" Aku sexy kan? " Airca tersadar dan membuang wajahnya

" Terlalu percaya diri " Airca berjalan pelan menuju kamar mandi, Antonsen tersenyum melihat cara berjalan Airca

" Maaf! " Kata Antonsen dengan kuat, Airca sungguh kesal dan menutup pintu kamar mandi dengan keras

Airca menatap dirinya dari pantulan cermin dan mengumpat Antonsen untuk pertama kalinya

" Antonsen! Kamu berengsek! Apa yang kamu lakukan pada tubuhku "

Antonsen tertawa besar mendegar itu

" Oh Ya Tuhan istriku sangat manis "

**

Airca menatap kesal Antonsen yang duduk disampingnya, Antonsen memaksa Airca untuk mengantarnya ke kantor,

Antonsen melirik Airca dan merapat pada istrinya

" Kamu sangat pintar memilih pakaian, tanda milikku bahkan tertutupi" Kata Antonsen sambil menyentuh baju Airca dengan kerah tinggi di lehernya, Airca menatap Antonsen yang berwajah kecewa karena itu

" Kamu sungguh keterlaluan, kamu melakukannya seakan tidak ada hari esok " Nick yang mendegar itu mengerem mendadak karena kaget, Airca baru sadar akan kehadiran Nick menjadi malu dan menutup mulutnya

" Ya Tuhan ini memalukan "

Antonsen tertawa pelan dengan itu, dan Nick kembali melanjukan kembali mobilnya,

" Sayang itu semua karena kamu Nick jadi tahu malam panjang kita yang erotis" Airca menatap Antonsen dengan sorot mata pembunuh dan menutup mulut Antonsen dengan tanganya

Antonsen tertawa dibalik tangan Airca dan memeluk Airca dengan kedua tanganya, Airca tidak perduli yang penting mulut pria itu ada di tanganya, sehingga tidak bicara yang memalukan

Mereka sudah sampai dan Airca keluar dengan cepat dari mobil, Antonsen kaget dengan itu dan ikut keluar

" Sayang " Kata Antonsen saat melihat Airca akan masuk ke perusahaan nya

Airca menatap sekeliling dengan khawatir

" Ada apa? "

" Ciuman ku mana?! " Tanya Antonsen dengan keras, Airca menatap malu karyawan yang ada disana, Airca menghembuskan nafasnya berat

" Semua orang mulai akan bergossip sekarang "

Antonsen tidak sabar menunggu Airca dan mendekati nya, dan langsung mencium Airca tidak perduli dengan pandangan kaget semua orang disana

Antonsen menarik dirinya dan mengusap wajah Airca

" Jangan perdulikan mereka, kamu adalah wakil direktur, mereka tidak akan berani mengatakan hal buruk didepanmu "

" Kamu sungguh gila, mereka tahunya kamu dan kak Angel.... " Airca berhenti bicara saat Antonsen kembali menciumnya

" Masuklah, semua akan baik -baik saja " Airca mengangguk dan berjalan masuk kedalam

" Sampai jumpa dirumah sayang!! " Kata Antonsen kuat, Airca sangat malu dan menundukkan kepalanya kemudian dia teringat perkataan Antonsen

" Kamu wakil direktur nya"

Airca mengangkat kepalanya dan berjalan dengan percaya diri, meski jantungnya sudah berdetak dengan cepat

**

Antonsen menatap semua orang yang menatapnya penasaran

" Ada apa? Belum pernah melihat suami istri berciuman" Kata Antonsen santai, semua karyawan disana kaget dan pergi dari sana

Setelah kepergian Antonsen semua orang benar-benar bergosip

" Aku sungguh tidak menyangka wakil direktur kita yang baru tega merebut tunangan kakaknya sendiri "

" Iya, astaga dia tampak polos diluar"

" Padahal Angle lebih sexy"

" Kasihan Nona Angel dia pasti sangat terluka "

" Buat apa kasihan padanya, kamu tidak ingat perlakuannya pada kita terakhir kali, dia memotong gaji kita dan membuat kita mencuci toilet kantor "

" Kamu benar setidaknya Nona Airca tidak seburuk Angel"

" Pantas saja Tuan Antonsen Carl lebih memilih Nona Airca dari pada kakaknya"

**

Airca keluar dari ruangannya dan kaget saat semua berjalan normal, tadi dia kira orang-orang akan menatap kesal ataupun benci padanya tapi tidak mereka tersenyum ramah seperti biasa

" Mereka tampak baik, apa ini karena jabatan ku? "

Airca sudah pulang kerumah dan melihat Antonsen juga baru tiba dirumah

" Sayang " Kata Antonsen mendekat dan memeluk Airca dengan manja dari belakang

" Aku sangat lelah"

" Kalau begitu istirahat lah "

" Tidak bisa aku harus pergi ke acara tahunan para pengusaha malam ini juga"

" Kamu pergi kesana? " Tanya Airca kaget

" Iya kenapa? " Tanya Antonsen sambil menciumi leher istrinya

" Aku juga datang ke sana " Antonsen menghentikan kecupannya pada leher Airca dan menatap wanita itu

" Iya ya, kamu kan sekarang wakil direktur perusahaan Salnont "

" Aku boleh pergi kan? " Antonsen menatap Airca dan berpikir

" Tidak boleh "

" Kenapa? "

" Aku tidak ingin pria disana menatap istriku " Airca tertawa pelan mendegar nya

" Astaga Antonsen, akan banyak wanita cantik disana, aku bahkan ragu akan dilirik pria disana"

" Sayang aku serius "

" Aku juga, sudah ya aku mau siap-siap dulu" Airca melepaskan pelukkan Antonsen dan pergi dari sana

**

Airca sudah selesai dan menatap dirinya dari pantulan cermin

" Bagaimana? " Tanya Airca pada Antonsen yang juga sudah siap dengan setelan jas hitamnya, dia sangat tampan, Airca merasa dia yang akan cemburu nantinya saat melihat Antonsen akan ditatap kagum para wanita disana

Antonsen masih menatap penampilan Airca

" Bagus" Antonsen sebenarnya tidak senang melihat itu, istrinya tampak sangat cantik,

" Harusnya dia memakainya baju yang panjang, tapi tidak masalah pakaian ini juga tidak terbuka "

" Benarkah? Aku tidak terlalu pandai dandan, apa perlu aku ke salon dulu "

" Tidak! tidak perlu" Kata Antonsen cepat

" Kalau dia ke salon, nanti dia malah tambah cantik, aku tidak rela orang lain melihat nya"

" Baiklah"

Antonsen menggenggam tangan Airca dan turun dari lantai atas, mereka kaget saat melihat Bella ada di bawah

" Mama " Bella menatap Airca dan tersenyum

"Sayang, kalian mau pergi ke pesta Entrepreneur? "

" Iya" Bella menatap penampilan Airca dan menggeleng

" Airca kamu ikut Mama sebentar, Antonsen kamu pergi saja lebih dulu" Antonsen mengerutkan dahinya bingung

" Kenapa? "

" Mama mau merias istrimu "

" Tidak perlu, dia sudah cantik "

Bella tahu sangat sulit untuk membuat Antonsen mengalah padanya

" Aku hanya ingin memberinya sedikit make up diwajahnya, dia terlihat pucat " Antonsen menatap ibunya sejenak kemudian menatap Airca

" Mama nyakin hanya melakukan hal itu? "

" Iya" Antonsen mengangguk dan mencium Airca didepan Bella

" Sayang aku pergi lebih dulu, ingat jangan dandan Cantik-cantik " Bella menatap jam dan menarik Airca

" Baiklah, kamu pergilah Mama mau membawa Airca keatas dulu " Bella langsung membawa Airca naik kembali keatas

**

Antonsen menatap cemas Airca yang belum juga sampai bahkan acaranya sudah akan dimulai, Antonsen mengabaikan Leo yang berbicara tidak jelas

" Antonsen " Kata Leo saat melihat Antonsen selalu melihat pintu masuk, Antonsen menatap bertanya pada Leo

" Kenapa kamu menatap arah pintu terus? "

" Aku menunggu istriku " Antonsen tersenyum saat berberapa pengusaha besar mendekatinya, dan berbincang dengan mereka hingga Leo merasa tersisih

" Beginilah nasib pengusaha kecil seperti ku" Kata Leo dengan sedih dalam hati

Semua wartawan dan tamu undangan manatap seseorang yang baru saja masuk, Airca berjalan tidak nyaman Dengan tatapan orang-orang padanya

Antonsen yang mendengar begitu banyaknya suara jepretan kamera menatap siapa yang datang, seketika Antonsen tepaku melihat itu

Airca tampak sangat sexy dan mempesona, Antonsen mengumpat didalam hati dan berjalan cepat mendekati Airca, dia melepas mantel jas luarnya dan memakainya pada Airca, Airca kaget dengan itu apalagi para tamu undangan, para wartawan riuh dan tidak ingin melewatkan momen tersebut

Antonsen kesal dan langsung mencium Airca disana, Airca kaget dan mencoba mendorong Antonsen

" Balas ciuman ku " Kata Antonsen dengan menatap tajam Airca, Airca sempat terpaku dengan tatapan itu dan Antonsen kembali menciumnya, Airca yang mersakan itu membalas ciuman Antonsen

Setelah kejadian di pesta itu Antonsen langsung membawa Airca pergi dari sana, dia menatap Airca yang masih syok dengan apa yang terjadi

" Kamu jangan takut, aku ada disini"

" Tapi bagaimana dengan itu semua, orang-orang akan menyebutku sebagai perebut calon suami kakaknya "

" Sayang, kamu anak kandung Louis dan Cintya kamu yang dijodohkan denganku bukan Angel, aku tidak tahu kenapa Angel yang menjadi tunangan waktu itu, kita akan meminta dia menjelaskan pada wartawan besok" Airca menatap Antonsen dengan sedih

" Aku rasa, aku tidak bisa berjalan disisimu"

" Hei apa yang kamu katakan? Kamu bisa, jangan pernah berpikir untuk pergi dariku" Antonsen memajukan wajahnya dan menarik wajah Airca mendekat, Antonsen mencium Airca dengan lembut mencoba menyakinkan wanita itu padanya, Airca memejamkan matanya menikmati ciuman Antonsen, dia merasa sedikit tenang dan melupakan semua pikiran negatif nya tentang berita buruk yang mungkin akan ditujukan padanya

1
Vin G
*not bad
Vin G
creek nya terlalu lemah dan cegeng
Vin G
kunci cadangan
Endang Anwar Rahmawati
suka dengan ceritanya
Rosikh Nurhayati
ngakak bgt sih nick
Rosikh Nurhayati
ciieee ciiieee
Rosikh Nurhayati
ciieee mulai pelukan
Rosikh Nurhayati
wkwk duuuh bang anton
Rosikh Nurhayati
adiknya lucuuuu
ratih
keren
Yernanita Tanjung
cerita novelnya mirip dgn benih sang pewaris wkwkwk😂😂 terkadang heran sma penulis kenapa Bisa sama yak ? terkadang nama toko juga sama,atau beda nma tokoh dgn alur yg hampir mirip... itu yg buat saya terkadang sulit membedakan,cerita ap Yg barusan saya baca.. judul berbeda tapi alur yg sama😂
Aisyah Hayati
bisa jadi, er. 😆
lina Lailyinayati Lina
lugas
Vivi
mulutnya disumpal sapu tangan, gimana dia gigit?
TyRa NuRuL HiDaYah S
tongseng tongseng uwu uwu....

autor hebat,,,


cup...
cup..
cup...

hihihi
Purnama Dewi
jiaaahhhhhhhhhhh goreng terooossss.. dasar plangton😂🤣😂🤣
Purnama Dewi
wes angel angel
Eunike Eunike
anthonsen seneng bgt rasanya klo pnya suami yg over bgtu rasanya gmna gtu...
Nana effendy
adik yg berbakti😂
Nana effendy
tuman
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!