NovelToon NovelToon
GADIS YANG DIJUAL PADA BOS MAFIA

GADIS YANG DIJUAL PADA BOS MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Storyku_

warning!!
terdapat umpatan dan **** ***** bijaklah dalam berkomentar
karya ini merupakan karya asli author!
jika ada kesamaan tempat, nama dan waktu itu bukan kesengajaan!!
Aurora steffani Leandra, seorang gadis yang terpaksa menerima takdir jika dirinya telah dijual oleh sang ibu tiri demi uang, dirinya dilelang pada sebuah perkumpulan mafia dan bos besar. hingga akhirnya seorang mafia kejam bernama Liam Emiliki Kyler membelinya. bagaimana nasib Aurora??
silahkan membaca kelanjutanya berikut..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Storyku_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31 Cemburu

Sedangkan diruang utama liam duduk dengan memainkan ponselnya tanpa mengubris bianca dan suster sexi di seberang sofa tempat ia duduk.

“Menunggu siapa lagi?” Ucap bianca kesal karena sudah menunggu terlalu lama.

“Menunggu aurora” jawab liam singkat

Bianca mengernyitkan dahinya seolah tak peecaya dengan apa yang diucapkan liam barusan. Kurang lebih lima belas menit lift ruangan itu berbunyi dan aurora keluar dari lift dengan angun rambut panjang tergerai sebuah gaun diatas lutut membuat kesan elegan, liam memperhatian aurora dari atas hingga bawah sampai tak berkedip.

Aurora berjalan mendekat kearah liam dengan sikap manjanya ia memeluk lengan liam dengan posesif. Membuat bianca mengalihkan pandangannya.

Ia melewati perawat sexi itu dan berkata “jangan gatel, kau bukan tipe laki lakiku”

Perawat itu diam wajahnya merah menahan malu tak banyak bicara ia pun masuk kedalam mobil. Hari ini laila dan marco juga zeus tidak ikut aurora.

Didalam mobil aurora dengan posesif terus memeluk liam dan bersandar didadanya. Membuat liam menarik sudut bibirnya dan tersenyum hangat pada aurora ia mengusap rambut aurora dengan lembut hingga membuat bianca memutar matanya malah ia begitu muak dengan tingkah aurora yang manja itu.

Sedangkan mansion

Laila yang tak menjalankan rutinitasnya kini hanya duduk disamping digazebo taman samping mansion itu yang kini semula tanaman kaktus itu sudah berubah menjadi taman yang sangat indah dengan beberapa bunga mawar dan lainnya.

Ia mencoba mengambil bunga mawar itu namun sialnya duri itu malah mengenai jarinya.

“Awww….” Jerit laila

Marco yang tak jauh dari sana mendengar teriakan ia pun langsung cepat berlari kearah suara tersebut dan mendapati laila yang tengah meringis kesakitan.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanga marco

“Tuan, aku hanya ingin memetik setangkai mawar disini” jawab laila

“Kau ini menyusahkan saja” ucapnya sambil mengendong laila ke arah kamarnya

Marco mendudukan laila disofa kamarnya dan mengambil kotak obat yang tersedia disana. Laila memperhatikan sekelilingnya menurutnya kamar marco bergitu bersih dan rapi cukup mewah juga “tuan liam begitu memprioritaskan keamanan angotanya. Sehingga mereka pun loyal terhadap sang mafia” gumam laila yang tak didengar marco

Marco duduk dihadapan laila dan mengobatinya sesekali laila meringis menahan sakit akibat duri mawar itu. Marco sesekali menatap laila dengan gemas karna menahan perihnya.

“Ini hanya duri kecil laila, tapi kau seakan terkena peluru” ledek marco pada laila

“Tentu saja menurut tuan itu duri kecil. Tapi menurut saya itu seperti peluru” jawabnya

“Terserahlah… tapi kecilkan suaramu itu”

Laila diam dengan wajah cemberut sesekali ia meringis menahan perih. Hingga akhirnya marco selesai dan tak lupa memberikan antiseptik.

“Terima kasih tuan”

“Tak perlu, oh ya kenapa kau sampai kedalam taman taman itu?”

Saya hanya ingin memetik satu bunga saja karena sangat cantik. Dan nona aurora sangat menyukai itu

“Terserah kau. Oh iya keluarlah nanti ada yang melihat mu dan mengatakan aku dan kau melakukan yang tidak tidak”

Laila mengangguk dan melangkah keluar namun tak disangka didepan pintu ia ditegur “apa yang kalian lakukan hah!!!”

…….

Sedangkan ditempat aurora

Kini ia sangat bosan setengah mampus karena melihat bianca, dori liam serta beberapa orang berpakaian hitam telah berdiskusi dan membahas sesuatu.

“Membosankan sekali…” ucap aurora ia pun melangkah keluar ruangan dan berkeliling disekitar perusahaan.

Liam tak menyadari jika aurora telah keluar dari ruangan itu. “Peruhasaan ini besar juga yaa.. tapi aku sangat bosan disini, bagaimana kalau aku keluar bukankah tadi aku lihat ada taman diluar. Iya aku kesana saja aku rasa liam tak akan marah”

Aurora melangkah keluar dari perusahaan ia berjalan cepat menuju taman yang indah dengan patung besar dengan mengalirkan air dari guci

Pohon pohon pun tertata rapi dengan bunga bunga segar terdapat juga kursi taman zaren duduk dikursi tersebut dengan menghirup udaea segar disana. Ia seoalh merasakan kebebasan yang tak ia rasakan lagi

Hingga tiba tiba seorang laki laki duduk disampingnya aurora yang melihat dari sudut matanya sontak menoleh kesamping. Terlihat seoeang laki laki tampan duduk dengan senyum kearahnya. Laki laki yang tak kalah tampan dari liam

“Hei…” sapanya ramah

Aurora tersunyum kecil “hai juga”

“Apa aku boleh berkenalan denganmu?”

“Tentu saja kenapa tidak, namaku aurora” dengan mengulurkan tangannya pada pria disampingnya

Pria itu menerima uluran tangan aurora “namaku jerome” aurora menarik tangannya kembali

“Aurora maaf, tadi aku turun dari mobil dan melihatmu keluar dari perusahaan aku tau kau bukan karyawan disini. Karena penampilanmu berbeda sangat…emmm” ucap jerome yang tak melanjutkan ucapnnya

“Sangat apa?” Tanha aurora dengan senyum yang terukir sejak tadi. Ia begitu senang karena bisa mengobrol dengan orang luar seolah kesepian yang ia rasakan hilang.

“Sangat cantik”

“Hahahah… kau bisa aja. Emmm… jerome kau kesini sendiri ada perlu apa?”

“Ya kau benar aku ada keperluan, tapi aku rasa bisa aku lakukan nanti. Berbincang denganmu sepertinya lebih menarik dari pada harus berdebat dengan pemilik perusahaan ini”

“Hahaha… kau pasti tidak suka dengan pemilik perusahaan ini ya”

“Hahahah kau benar sekali aurora… boleh aku minta nomor ponselmu, mungkin kita bisa berbincang santai kapan kapan”

“Tentu saja” jawab aurora

Sementara didalam perusahaan

Liam yanh baru sajah menyelesaikan meeting, sontak kaget mendapati aurora yang tidak ada disana

“Dori cepat cek cctv kemana aurora pergi!!” Perintah liam

“Baik tuan”

Liam menarik kasar rambutnya “ckk… kemana dia pergi apa jangan janhan dia kabur?? Itu tidak boleh terjadi”

“Tenang liam, kau seperti orang gila jika gadis itu kabur. Maka biarkan saja itu berarti dia tak suka bersamamu” ucap bianca kesal sekaligus senang

Liam mendekat pada bianca dan mencengkram wajahnya hingga bianca sulit bernapas “brengs*k kau aku tak akan melepas wanitaku sampai kapan pun!” Bentak liam dengan melepas cengkramannya pada bianca hingga membuatnya terhuyung.

“Kalian semua… cepat cari aurora” bentak liam pada anak buahnya

Sontak orang orang berjas hitam tersebut melangkah keluar dengan cepat dan segera mencari aurora

Dori masuk kembali dalam ruangan liam “tuan nona aurora terlihat keluar perusahaan dan melangkah menuju taman namun tak bisa terlihat karena terhalang pohon”

“Kita kesana sekarang”

“Baik tuan”ya

Dengan langkah cepat liam menuju ketaman dengan diikuti dori dibelakangnya. Bianca mengepalkan tangannya ia benar benar sibuat kesal melihat bagaimana liam mengkhawatirkan aurora.

Dendam dan amarah bianca semakin menjadi jadi ia berteriak kencang dan menendang kursi yang ada didalam sana.

“Brengs*k kau aurora… aku akan membunuhmu lihat saja nanti, jika aku tak bisa mendapatkan liam makan tak ada wanita satu pun yang akan memilikinya… BRENGS*KK”

Liam berjalan cepat keluar dari perusahaan security yang melihatnya pun menunduk tak berani melihat sanh mafia dengan wajah siap membunuh

“AURORA!!” Teriaknya

Amarah liam semakin menjadi jadi setelah melihat laki laki duduk disamping aurora dengan tertawa yang ternyata adik tirinya sendiri. Rasa cemburu menguak memenuhi nadi nadinya.

Aurora menoleh mendengar namanya dipangil dengan lantang. Ia berdiri dengan senyum lebar mendapati liam yang sedang mendekat

Namun dengan cepat liam menarik tangan aurora dan menjauhkannya dengan jerome. Sesekali aurora meringis sakit karena tangannya ditarik oleh liam

“Liam kau menyakitinya lepaskan” teriak jerome

“Diam kau!!” Bentak liam dan menjauh “dori cepat siapkan mobil”

“Baik tuan”

Liam tak melepaskan tangan aurora hingga “isshh… lepaskan sakit” ucap laura kesakitan

Liam mengedurkan tangannya namun tak benar benar melepaskan tangan aurora. Hingga mobil yang dibawa dori berhenti didepan mereka

1
partini
Liam mafia cere
partini
hemmm ini mafia goblok ga ilang ilang pelihara ular di rumah,,nanti kalau.aoura mati baru nyesel
kata sayang dan cinta tapi kasarnya luar biasa STUPID
partini
lama sekali Thor baru up
Jumaedi Jaim
lama
partini
hemm kata TK cinta dengar nama nya dah sensi hadehhhh 🤦
partini
Thor aku lupa cerita nya 🤦
baca dari awal
Storyku_: maaf ya soalnya kemaren laptop saya rusak baru bisa benerin 🥺
total 1 replies
partini
lanjut
partini
menarik
partini
awal yg menarik
Storyku_
rekomdasi untuk para pembaca
Max Goof
Wah, ceritanya keren banget. Lanjutin dong thor 🤩
Storyku_: jangan lupa follow ya
total 1 replies
Elain
Jangan biarkan kami terlalu lama menunggu next chapter 🥺
Storyku_: jangan lupa follow ka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!