NovelToon NovelToon
A Jilted Twins

A Jilted Twins

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Kisah cinta masa kecil / Anak Kembar / Teen School/College
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: QUEENS RIA

Keharmonisan hubungan saudara kembar antara Cahaya dan Bulan menuai beragam masalah asrama setelah ibunya memperkenalkan mereka ke salah satu anak dari sahabatnya, Farid.

Segala upaya Ulan lakukan untuk merebut semua kebahagiaan dari kakak kembar nya.

Mulai dari merebut Lingga di zaman SMA, hingga saat Aya sudah berpacaran dengan Farid saat ini.

Ulan lakukan itu semua hanya karena ingin sang kakak keluar dari cangkang nya yang terlalu menyia-nyiakan seseorang.

Apakah Aya terus membiarkan Ulan melakukan itu? Atau akan membangkang sampai rahasia tersembunyi dari Ulan terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QUEENS RIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Saudara Kembar Yang Ditinggalkan?

Bu Venera melangkah menuju ke ruang tempat dimana Ulan berada, Beliau juga menatap tingkah Ulan yang sedang bersedekap dada entah sedang apa.

"Mau apa ulan panggil mamah tuh?" Tanya Ibu Venera.

Ulan menoleh, dia ingin menjawab tapi langsung di tukas oleh Bu Ainun.

"Apa ibu orang tua dari anak ini?" Tunjuk lurus Ainun ke Ulan

"Iya betul saya orang tua nya, ada apa ya?"

"Saya minta ke ibu, tolong ajarkan anak ibu arti nya sopan santun!" Sewot Ainun.

Venera perlahan menaikan kelopak mata "A- apa yang anak saya lakukan bu? Biar saya yang omelin dia" Seru Venera.

"Gak ada mah, padahal aku hanya ingin kalau lingga gak di jodohkan paksa saja sama anak kampungan satu ini" Timpal Ulan sarkas pada Sasa

Pada kejadian sebelum sampai di ruangan rumah sakit tempat ayahnya lingga di rawat.

Awal nya Ulan dengan Sasa baik-baik saja tanpa ada gesekan, bahkan mereka sempat mengobrol basa-basi.

Saat melihat Sasa nunjuk ke arah jual bakso sambil beryelanyut di lengan Lingga, yah Ulan gak sengaja sembur kata sarkas 'kampungan' pada Sasa.

Sasa yang dikatakan seperti itu langsung bilang ke Bu Ainun kalau ia dengan siap dan mau di jodohkan dengan Lingga.

Hingga perdebatan mereka bertahan sampai orang tua Ulan di undang ke rumah sakit.

"Kamu itu yang kampungan, gitu aja pakai marah, norak!"

"Lah wajarlah saya marah kalau cowok nya di tempel sama ulet bulu yang kegatelan seperti kamu!" Kata Ulan.

"Kan saya tunangan nya, hellow~"

"UHUK!" Ulan sampe tersedak saliva.

"Lucu!"

"Tapi apa yang dikatakan Sasa itu sebenarnya benar adanya lan" Kata lingga menepis nya.

"Hah!" Ulan langsung terbungkam merasakan hati nya yang mendadak merasa perih.

"Ka-kamu gak becanda ling?" Sekali lagi ulan bertanya hanya untuk memastikan.

Lingga menggeleng "Saya gak lagi becanda lan, Kita kemarin sudah bahas pertunangan ini, masalahnya ini keputusan dari ayah saya, saya gak bisa menolak keinginan nya, maaf ya"

"Disaat saya sudah melepas dan mencintai orang lain, gini ya balasan nya" Ulan mencoba mendongak kepala untuk air mata nya tidak tumpah di pipi, sisanya ia mengajak ibunya pulang ke rumah.

"Terima kasih atas luka nya ling" Kata Ulan.

Lingga tersenyum dengan mata yang berkaca -kaca 'Maaf'

**

Sedangkan yang ada di kos-kosan.

Farid yang baru saja pulang dari sholat taraweh langsung ngumpet saat liat ibu nya ngajedog di ruang tamu kosan.

"Buset kenapa ada emak-emak komplek dah disini!" Lirih Farid.

"Farid, jangan ngumpet, kamu ngapain? Apa mau mama pukul hah?" Bu Matilda seraya menepuk-nepuk gagang sapu yang dapat nemu di ruang kos.

Farid memunculkan diri di balik semak "Hehe"

Sesekali bu matilda menabok pantat bulet farid pakai gagang sapu "Apa sudah puas dua hari dua malam berfantasi di alam ghaib?"

"Emang farid habis diculik kolong wewe apa!"

Matilda langsung memutar gendang telinga farid sangat keras "Nah ini ya yang pas untuk hukuman anak kurang ajar!"

"Iya-iya sakit ma, Haha" Kata Farid di antara rasa sakit dan rasa linu jadi satu.

"Masuk!" Titah Bu matilda seraya guru BK yang super galak.

"Ibu kamu galak bener ya sayang" bisik Aya.

"Bukan masalah galak apa enggak nya, ini kenapa ada mak-mak lampir di kosan kita" bisik Farid.

"Kita ketahuan waktu pulang dari ngabuburit tadi, hehe" bisik Aya.

"A— duhhhh" Farid menepuk kening.

"Tunggu bu venera kesini, lagi otw"

"Sama ulan tante?" Tukas Aya.

"Iya, emang kenapa kalau sama dia?"

"Gak apa-apa sih, Aya lagi males ngeliat wajah adik sendiri"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!