NovelToon NovelToon
Assalamualaikum Gus Faiz

Assalamualaikum Gus Faiz

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Spiritual / Pernikahan Kilat / Cinta pada Pandangan Pertama / Keluarga / Romansa
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Diumurnya yang ke 27 tahun, Afra belum terpikir untuk menikah apalagi dengan kondisi ekonomi keluarganya yang serba kekurangan. Hingga suatu hari disaat Afra mengikuti pengajian bersama sahabatnya tiba-tiba sebuah lamaran datang pada Afra dari seorang pria yang tidak ia kenal.

Bagaimana kisah selanjutnya?
Apa Afra akan menolak atau mernerima lamaran pria tersebut?
Siapa pria yang melamar Afra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Sore harinya, Afra sudah membantu menyiapkan makan malam dan ia pun segera membersihkan tubuhnya karena Faiz sebentar lagi akan pulang. Benar saja, baru saja Afra keluar dari kamar mandi, Faiz sudah pulang dan masuk ke dalam kamar.

"Mas Faiz udah pulang, Mas Faiz mau makan dulu atau mandi dulu?" tanya Afra dan menghampiri Faiz lalu menyalami tangan Faiz.

"Mandi dulu aja, nanti kita keluar kamarnya bareng aja," ucap Faiz.

"Iya, Mas," jawab Afra.

Setelah beberapa saat, Faiz pun keluar dari kamar mandi dengan wajah segar dan pakaian lengkap. Faiz menghampiri Afra, "Ayo kita keluar," ajak Faiz.

Faiz pun menggenggam tangan Afra dan mereka keluar bersama, sesampainya mereka di meja makan ternyata semua keluarga sudah ada disana.

"Pengantin baru ini ya keluar kamar pun harus bareng mana gandengan pulang," goda Umi Marwa.

"Biasa Umi, lagi kasmaran," sambung Kak Hira.

"Walaupun gitu, senang Umi lihatnya," ucap Umi Marwa.

"Udah jangan di godain terus, Umi gak lihat wajahnya Afra sudah merah kayak gitu," ucap Abi Fauzan.

"Gapapa, Abi. Faiz suka wajah Afra yang merah, bikin gemas soalnya," ucap Faiz dan tanpa malu mengecup pipi Afra yang sudah merah itu.

Tentu saja apa yang dilakukan Faiz membuat wajah Afra semakin merah dan menjadi salah tingkah, "Mas," tegur Afra, namun Faiz hanya tersenyum dan semakin mengeratkan genggamannya.

"Kamu ini Faiz, lihat wajah istri kamu udah merah kayak gitu masih aja di godain," ucap Umi Marwa.

"Tambah cantik ya Umi kalau wajahnya merah merona kayak gini," ucap Faiz.

"Mas, udah," bisik Afra dan membuat Faiz tersenyum.

"Iya, udah," jawab Faiz.

Afra pun mengambilkan makanan untuk Faiz dan setelah itu Afra mengambil untuk dirinya sendiri, namun Faiz yang melihat makanan yang diambil Afra pun heran dengan lauk yang diambil Afra.

"Ambil yang lain juga, ini ayamnya," ucap Faiz.

"Gapapa Mas, aku emang lagi pengen ini kok," ucap Afra.

"Cuma tahu sama sop, begini saja," ucap Faiz lalu mengambil piring Afra dan menaruh semua yang diambil Afra ke dalam piring Faiz sehingga makanan tersebut pun tercampur menjadi satu.

"Sudah, kita makan sepiring berdua," ucap Faiz.

"Pinter banget modusnya anak Umi," ucap Umi Marwa dan mendapat senyumnya dari Faiz

Afra sendiri sudah tidak bisa protes lagi, ia pun memakan makanan tersebut, namun karena Afra mengambil lauknya tadi akhirnya Faiz pun menghabiskan lauknya dan mau tidak mau Afra mengambil ayam yang sudah di potong oleh Faiz sebelumnya.

"Enak kan," ucap Faiz ketika Afra memakan potongan ayam tersebut.

Setelah beberapa saat, akhirnya mereka menghabiskan makanannya. Afra membantu Umi Marwa mencuci piring sedangkan yang lainnya bersantai di ruang tamu, "Ini udah selesai, kamu kayaknya capek banget ya. Kamu istirahat aja gapapa," ucap Umi Marwa.

"Iya, Umi. Kalau gitu Afra ke kamar dulu ya," ucap Afra.

Setelah Afra masuk ke kamar, Umi Marwa pun pergi ke ruang tamu, "Loh istri Faiz mana?" tanya Faiz.

"Istri kamu ke kamar duluan, dia keliatan capek banget soalnya makanya Umi suruh ke kamar buat istirahat," ucap Umi Marwa.

Setelah mendengar perkataan Umi Marwa, Faiz pun bergegas pergi ke kamarnya dan sesampainya di dalam kamar, Faiz melihat Afra yang sudah berbaring di kasur.

"Capek banget ya," ucap Faiz.

"Lumayan Mas," jawab Afra yang masih setengah sadar.

"Lain kali kamu dir umah aja gak usah bantu-bantu orang ya, bantu gapapa. Tapi, jangan yang berat-berat," ucap Faiz.

"Aku gapapa Mas, aku cuma kecapean aja kok. Terus tadi siang juga belum sempat istirahat makanya sekarang kerasa capeknya," ucap Afra.

"Yasudah, kamu tidur aja. Aku keluar dulu ya, ada yang mau aku bahas sama Abi soalnya," ucap Faiz.

"Iya, Mas," jawab Afra.

Setelah itu. Faiz pun keluar dari kamar. Namun, sebelum ia menemui Abi Fauzan, Faiz memutuskan untuk meminta Bu Ida menyiapkan teh hangat dan setelah itu Faiz kembali masuk ke dalam kamar dan melihat Afra yang masih terjaga.

"Ini kamu minum teh hangatnya dulu," ucap Faiz.

"Mas Faiz gak usah repot-repot bawan teh hangat, aku jadi gak enak kalau kayak gini," ucap Afra.

"Gapapa, kamu minum biar lebih enakan. Udah ya, aku keluar assalamualaikum," pamit Faiz.

"Waalaikumsalam," jawab Afra.

Faiz pun akhrinya keluar dari kamar dan pergi ke ruang tamu, "Kenapa kamu dari dapur terus balik ke kamar?" tanya Umi Marwa.

"Tadi Faiz minta Bu Ida buatin teh hangat, kasihan Afra kayaknya kecapean," ucap Faiz.

"Kasihannya menantu Umi," ucap Umi Marwa.

Belum sempat Faiz berbicara dengan Abi Fauzan tiba-tiba salah satu santriwati datang, "Assalamualaikum, Kyai, Bu Nyai, Ning Hira dan Gus Faiz," salam santriwati bernama Yura.

"Waalaikumsalam, ada apa Yura?" tanya Kak Hira.

"Maaf sebelumnya Ning, ada yang harus saya beritahu pada Ning Hira," ucap Yura.

"Apa yang mau kamu katakan?" Kak Hira.

Yura terlihat ragu untuk mengatakannya karena disana bukan hanya ada Kak Hira, tapi juga Abi Fauzan, Umi Marwa dan Faiz.

"Apa ini bersifat rahasia?" tanya Kak Hira.

"Se-sebenarnya ini tentang Ning Afra," ucap Yura.

Faiz yang mendengar nama Afra disebut pun langsung penasaran dengan apa yang akan dikatakan Yura, "Katakan," ucap Faiz.

"Katakan saja," ucap Abi Fauzan.

"Sebenarnya tadi saya melihat Ning Afra berdiri di depan pintu dapur, lalu saya juga mendengar ada beberapa orang yang menghina Ning Afra, mereka mengatakan jika Ning Afra tidak pantas bersanding dengan Gua Faiz, lalu mereka juga membanding-bandingkan Ning Afra dengan Ning Zahra, mereka menganggap jika Gus Faiz lebih pantas bersama dengan Ning Zahra daripada Ning Afra," ucap Yura dan menceritakan semua yang ia lihat dan dengar.

Ya, sebenarnya Yura tadi ingin ke dapur, namun Yura melihat Afra berdiri di depan pintu dan ketika ia mendekat pada Afra berapa terkejutnya ketika ia mendengar orang-orang tersebut membicarakan tentang Afra apalagi Afra mendengar semuanya, Karen itu Yura memutuskan untuk kembali ke pondok dan selama di asrama Yura bimbang untuk mengatakan yang sesungguhnya atau tidak, hingga selesai sholat isya barulah Yura memantapkan dirinya untuk mengatakan semuanya.

"Siapa yang mengatakannya?" tanya Faiz yang terlihat jelas jika saat ini ia begitu marah mendengar apa yang dikatakan Yura.

"Katakan siapa yang membicarakan Afra, kamu tidak perlu khawatir karena saya akan pastikan mereka tidak tau kalau kamu yang sudah mengatakannya," ucap Kak Hira yang mengerti keraguan di hati Yura.

"Itu Ning, Rianti, Syifa dan Mbak Pia," ucap Yura.

"Terimakasih karena sudah memberitahu masalah ini, kmu tidak perlu khawatir mereka tidak akan tau kalau kamu yang mengatakannya," ucap Kak Hira.

"Terimakasih Ning, kalau begitu saya permisi. Assalamualaikum," pamit Yura.

"Waalaikumsalam," jawab mereka.

"Faiz gak bisa berdiam diri saja Abi, Abi harus bertanggungjawab atas semua kesalahpahaman ini," ucap Faiz lalu masuk ke dalam kamar.

.

.

.

Bersambung.....

1
Herman Lim
bgs senang nya py KK ipar yg BS bela kita
Naufal Affiq
lanjut thor
muna aprilia
bagus
Naufal Affiq
makanya mulut itu di jada,dan jangan suka membanding bandingkan orang siapa yang lebih pantas untuk gus faiz
muna aprilia
lanjut kak suka dengan ketegasan keluarga nya faiz
Nurminah
suka novel nya tidak ribet dan berbelit-belit
rhani bhelLo💕
tegas bgd Ning Hira
mantaaaabh
lanjut ka elaaaa 👍🏻🌹🌹
semangaaaaaaats 💪🏻💪🏻🌹🌹
rhani bhelLo💕
kn kn kn ketahuan tindak tegas Abi Fauzan, kasih sanksi
dasar cocote Ra pada ada akhlaknya
lanjut ka elaaaaa 👍🏻🌹🌹🌹
semangaaaaaats 💪🏻💪🏻
Naufal Affiq
sabar faiz,datangin istrimu ke kamar temui dia,buat dia tidak terlalu memikirkan apa omongan orang
Naufal Affiq
jangan baper arfa,faiz itu gak mandang status keluarga mu gimana,jadi faiz itu memang suka sama kamuarfa
muna aprilia
lanjut
Mira Hastati
bagus
elaretaa: Terimakasih atas dukungannya Kak🥰
total 1 replies
Naufal Affiq
senang banget lihat perhatian gus faiz,jadi buat semua santri jadi iri melihatnya
Naufal Affiq
Romantis banget gus faiz,sampai aku bacanya senyum-senyum sendiri
Herman Lim
kyk Masi byk lagi cew yg modus masuk pesantren 🤣🤣
Herman Lim
ahh sweet bgt sih mereka
Naufal Affiq
gak jelas kamu tika,gus fais itu gak suka sama kamu,jadi jangan mimpi ya
rhani bhelLo💕
waaaah dasar perempuan sundel, belaga kaya yg punya Faiz Bae
senewen q jadinya
lanjut ka elaaaaaaa
semangaaaaaats 💪🏻💪🏻
Naufal Affiq
kak bisa pesan satu seperti gus fais,karena dikampung ku gak ada yang seperi itu,
Herman Lim
wahhh baru juga jadi istri 1 hari dah bucin bgt Faiz....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!