8 tahun yang lalu, seorang anak perempuan menatap penuh binar bahagia pada pangeran impiannya. Selalu mengingat apa yang pria idaman nya itu katakan.
"Tumbuh lah menjadi wanita cantik, karena aku tidak suka wanita jelek!!!"
Wanita itu pun tumbuh dengan baik, bahkan terlalu baik. Tumbuh yang ia yakini malah menjadi salah arti, setiap hari ia mengkonsumsi makanan yang menurutnya mempercepat pertumbuhan. Ya... Ia tumbuh... Tapi tumbuh menjadi besar dan lebar.
"You know me?"
Erlangga Saputra.
"Om Ganteng..."
Mia Sophia Adinata.
follow my ig @ismi_kawai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ismi Kawai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CBT 31
Ada rasa tidak rela jika pria lain melihat kecantikannya nanti. Namun rasa takjubnya berubah menjadi muram saat melihat Mia tidak sendirian. Ia sedang bersama seorang pria yang tidak dikenal. Terlihat Mia yang tersenyum manis pada pria itu membuat hati Angga tiba-tiba memanas.
Kau bilang menyukaiku selama 8th, tapi sekarang kamu tersenyum manis di depan pria lain!
Namun detik kemudian ingatan akan pernyataan Mia yang menyerah terlintas membuatnya menggeram.
Tidak akan ku biarkan kau menyerah begitu saja!
Saat ini Mia sedang berbicara dengan Farel yang kebetulan datang juga ke acara ini. Orang tuanya salah satu dari rekanan Adinata Group.
Flashback On
"Nona, tau toilet pria dimana?" Farel bertanya pada seorang wanita yang memunggunginya. Ia sudah terlalu lama berputar-putar hanya untuk mencari toilet.
Matanya terbelalak ketika wanita itu menoleh kearahnya. Mulut Farel menganga sesaat sebelum Mia menegurnya.
"Farel, lo disini?"
Farel masih diam, memandang Mia tanpa berkedip. Ia tidak menyangka Mia cantik sekali malam ini. Pipi chabi-nya membuat Farel gemas.
Mia melambaikan tangan di depan wajah Farel. "Farel! Kok bengong?" Mia mengikuti arah pandangan Farel padanya, sejenak membuatnya kikuk. "Jelek ya, sampe ga bisa ngomong." Mia meringis.
Farel segera tersadar dari lamunan liarnya pada Mia. "Nope, tentu aja nggak! Lo cantik... pake banget." Puji Farel.
Mia yang dipuji terkekeh geli. Sepertinya ia bosan mendengar kata cantik hari ini. Farel mengerutkan kening melihat respon Mia.
"Kok lo ketawa?"
"Gak apa-apa, bosen aja pada bilang gue cantik hari ini. Berarti gue jelek donk besok!"
Farel pun tertawa renyah mendengar kata-kata Mia, selalu bisa membuat suasana menjadi nyaman.
"Aneh lo ya, dibilang cantik malah bosen. Lo emang makhluk langka."
"Hm... Kaya dinosaurus ye di musiumin, mentang-mentang gue gede."
Mereka pun tertawa bersama, melupakan acara formal yang ada saat ini.
Flashback Off
Angga masih memindai Mia bersama pria asing tersebut. Emosinya sudah sampai di ubun-ubun. Akhirnya ia memilih untuk menghampiri Mia.
"Ekhem!"
Mia dan Farel menoleh secara bersamaan, tawa Mia terhenti ketika tau siapa yang menghampirinya. Mia memasang wajah datar. Angga meringis melihat hal itu.
"Om, sedang apa disini?" Tanya Mia ketus.
"Bisa kita bicara berdua sebentar Mia, ada banyak hal yang harus kita bicarakan!"
"Tidak perlu, semua sudah jelas buat aku."
Angga mendekat hingga bibirnya sampai pada telinga Mia. "Aku gak segan cium kamu didepan pria itu kalo kamu gak mau nurut!" Bisik Angga sontak membuat Mia membulatkan matanya.
Farel merasa Angga kelewatan, akhirnya mendorong tubuh Angga menjauh dari Mia. "Ada masalah apa Om?" Tantang Farel.
Mata Angga mulai berkilat mengerikan, ia segera menepis tangan Farel dari bahunya. Mia melihat gelagat perkelahian akhirnya menyerah.
"Ok, kita cari tempat lain." Mia melerai mereka berdua.
"Mia, lo yakin? Farel menghadang.
"Lo tenang aja." Mia tersenyum simpul.
Angga masih menatap Farel dengan tajam seolah ingin mengoyak tubuhnya menjadi beberapa bagian. Hingga mereka berdua pergi menjauhi Farel. Farel bertanya-tanya, siapa Pria dewasa itu? Ada hubungan apa dengan Mia.
🌷🌷🌷
Angga dan Mia kini ada di taman hotel, Mia sengaja mencari tempat yang sepi agar lebih leluasa berbicara.
"Kamu sengaja cari tempat sepi?" Goda Angga.
"Om mau ngomongin apa? Aku gak bisa lama!" Mia enggan meladeni Angga.
Sambil menghela nafas dalam Angga berdiri menghadap Mia. Melihat raut wajah yang tidak bersahabat dari Mia membuat Angga harus menelan pil pahit. Dampak dari sikapnya kemarin menjadi boomerang untuknya kini.
"Om minta maaf."
"Udah di maafin."
"Om serius, Om bener-bener minta maaf waktu itu gak ngenalin kamu..."
"Gak masalah, bukan hal besar."
"Mia! Jangan kayak gini." Angga geram, Mia seolah tidak mau memberinya kesempatan untuk menjelaskan.
Mia memandang Angga dengan mata berkaca-kaca. Kenapa juga harus ketemu lagi dengan dia yang sedang ia lupakan mati-matian.
"Kita ga usah bahas apa-apa lagi om, aku udah nye-" ucapan Mia terhenti ketika tiba-tiba Angga memeluk Mia.
"Jangan... Jangan nyerah... Please...!"
"Om, ap-"
Mata Mia membulat saat benda kenyal menyentuh bibirnya. Membungkam dirinya untuk bicara. Dia membeku karena untuk pertama kalinya ia disentuh oleh pria, seintim ini. Bibir Angga yang tadi hanya terdiam kini mulai bergerak, mengecup, menghisap dan mel*mat dengan lembut.
Akal sehatnya hilang oleh manisnya bibir Mia, baru kini ia rasakan bibir yang begitu membuatnya ketagihan. Seolah kurang, Angga semakin menekan ciuman menjadi semakin dalam.
Mia yang sempat terhenyak pun larut dalam ciuman ahli seorang Angga. Membuatnya melayang dan mengirimkan genyar aneh pada tubuhnya.
Saat pasokan oksigen berkurang Mia berusaha melepas diri dengan menepuk pundak Angga.
"Hhmmmpp..." Mia menutup mulut dengan punggung tangan dan menunduk malu.
Angga melepas ciuman kemudian tersenyum dan menempelkan keningnya pada kening Mia.
"Kau manis." Angga mengusap bibir bawah Mia.
Please rate, vote dan likenya yach!
Sertakan comment kalian agar aku lebih baik lagi, Enjoy!
btw ceritanya seruu....