NovelToon NovelToon
Rose And Orchid

Rose And Orchid

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:87.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Jiel Ruu

Bagaimana jika kamu menjalankan kehidupan yang sama tapi semuanya tidak serupa lagi?

Ini adalah kisah dari Gill, wanita muda yang mengalami jatuh bangun di kehidupannya saat harus memilih antara jujur atau menyembunyikan identitasnya sebagai ibu muda dari seorang anak di luar nikah.

Apakah semua ini sudah digariskan oleh takdir?

Saat Gill harus terpuruk kembali oleh perbuatan sang mantan, dia mendapatkan pertolongan dari pria bernama Vince, orang yang memiliki latar belakang yang kuat dan ternyata juga telah memiliki seorang anak.

Vince menghadapi permasalahan yang melilitnya dan tepat disaat itu, dia juga membutuhkan wanita yang bisa membantunya.

Apakah Vince hanya mengambil keuntungan dari Gill dengan mendekatinya? Atau adakah yang Vince inginkan lebih dari itu?

Kisah keduanya seperti anggrek dan mawar. Yang satu bertahan hidup untuk tumbuh di berbagai medan sulit dan berusaha untuk mekar, dan yang satunya lagi terlihat cantik mempesona, tapi durinya yang tajam bisa melukaimu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jiel Ruu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 Benang yang terhubung bagian (4)

Pagi hari berikutnya

"Bagaimana di sana? Apa barang-barangnya sudah di kumpulkan?" tanya Renata pada beberapa staf yang sedang mengemaskan barang-barang yang akan di bawa ke panti asuhan.

Renata datang sangat awal daripada yang lainnya, dia benar-benar yang akan mengatur semua kegiatan pada hari ini. Bahkan orang yang biasanya membuka pintu toko saja terkejut kalau Renata sudah menunggu di sana.

"Wah, kamu awal banget Ren? Ini bahkan belum jamnya buka toko lho," ucap Yuanita yang baru sampai.

"Tentu aku harus semangat, acara kita sudah dekat banget lho," jawab Renata dengan berapi-api.

"Ya aku ngak bisa ngelawan bos yang lagi semangat begini, tapi tumben kamu ngak bareng Gill?"

"Ngak, soalnya aku ngak nginep di rumahnya. Kamu ngak bakal percaya deh, aku hampir dibuatnya serangan jantung semalam,"

"Lho? Memangnya ada apa?"

"Tiba-tiba dia minta aku jemput, malah chatnya aneh banget lagi. Aku kira dia bakal diculik atau apa," jawab Renata sambil menghela nafasnya,

"Aku sempat lihat dia naik taxi ngak tau mau kemana, mukanya juga agak pucat. Memang dia ngak cerita apa-apa? Kamu kan dekat banget sama dia," lanjut Yuanita.

"Memang sih, tapi Gill itu tipe yang ngak gampang ceritain masalahnya ke orang. Kadang aku jadi bersalah banget soalnya dia selalu dengerin semua ceritaku dan kasi saran, tapi waktu dia punya masalah aku malah ngak tau,"

"Aku tau kok Gill itu anaknya baik, cuma memang sih kayaknya komunikasinya yang kurang," ujar Yuanita sambil duduk di kursi tinggi di dekat kasir.

"Nah itu masalahnya," jawab Renata sambil memegang dagunya.

Tidak lama kemudian Gill sampai di toko dan dia terlihat oleh Renata dan Yuanita yang berada di sana.

"Nah itu dia sudah nyampe," kata Yuanita sambil menunjuk.

"Panjang umur nih anak, baru di bahas sudah muncul, Gill sebelah sini!" teriak Renata sambil melambai meminta untuk mendekat.

Saat Renata memanggil, aku sempat terkejut melihat dia yang datangnya awal sekali dari biasanya.

"Oh, halo Ren, pagi kak Yuanita," ucapku dengan suara hidung tersumbat dan mata pandaku yang sepertinya besar sekali.

Sebelumnya pagi tadi aku bangun dengan rasa lelah yang luar biasa. Hidungku berair dan mataku terasa berat, sepertinya karena terkena hujan semalam aku jadi masuk angin dan pilek.

Vince yang kelihatannya sehat-sehat saja bertanya apa aku baik-baik saja, tapi mau tidak mau aku harus bohong karena aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan hari ini.

Vince kemudian mengantar aku sampai ke tempat kerja dan baru pulang ke rumahnya setelah itu.

"G-Gill?! Kamu baik-baik saja? Gila kamu habis begadang atau apa? Kamu sakit ya? Lihat mukamu pucat banget sekarang," tanya Renata dengan nada kekhawatirannya.

"Aku ngak apa-apa Ren, aku cuma keguyur hujan semalam," jawabku.

"Kamu masuk angin? Kenapa kamu ngak telpon aku tadi pagi? Kalau tau begini kan mending kamu istirahat dulu," lanjut Renata.

"Ngak apa, lagian hari ini kita semua sibuk banget, ya mana bisa aku ninggalin kalian kan, aku masih sehat kok!" ujarku dengan semangat walaupun sebenarnya aku merasa sedikit pusing dan tubuhku tidak terasa nyaman.

"Sehat sih sehat, tapi jangan di paksain juga Gill," sahut Yuanita. Dia memberikan obat cair untuk mengatasi masuk angin padaku dari dalam tasnya.

"Ini di minum ya, bisa bantu hilangin gejala masuk angin," lanjut Yuanita lagi.

"Makasih kak,"

"Nit, kamu udah kayak apotek berjalan saja, lengkap banget isi tas kamu," gurau Renata.

"Iya dong, aku selalu bawa ini kemana-mana."

Aku sangat senang, teman-temanku di sini sangat baik. Walaupun terkadang juga sangat usil.

"Oke Gill, kamu yakin ngak apa-apa?" tanya Renata lagi.

"Aku lebih sehat setelah minum ini, hehe." jawabku dengan nada bergurau.

"Yee, kamu kira pil dewa yang langsung di makan bisa langsung sehat," gerutu Yuanita.

"Pffttt, berarti itu bagus, aku suka semangat kamu Gill. Sekarang pembagian tugas akan aku umumkan, yuk langsung berkumpul,"

Hari ini adalah persiapan segala sesuatu untuk acara event nanti. Renata menunjukku untuk pergi membantu di bagian panti asuhan bersama Louis dan di sini dia yang akan mengurusnya. Dia juga membagi beberapa grup orang untuk di berikan tugas-tugas yang berbeda.

Sekarang yang aku lihat adalah sosok Renata sebagai pemimpin. Dia membagikan tugas secara rinci, memimpin langsung kegiatan dan menyusun semuanya dengan pas. Aku selalu bangga akan dirinya yang seperti itu, dia luar biasa.

"Gill, kamu bisa kan kalau ke panti?" tanya Renata setelah rapat.

"Kamu bisa percayakan padaku Ren,"

"Sahabatku ini yang terbaik deh, hahaha. Tapi habis ini kamu harus ceritain ke aku soal semalam dan ngak boleh nolak, paham?!" ujar Renata sambil menatap dengan tajam dan mendekatkan wajahnya.

Waduh, kalau aku ngak jawab iya bisa runyam nanti. Iyain saja dah,

"O-Oke, siap nyonya,"

"Bwahahaha! Oke, ayo-ayo semuanya kita harus semangat!" ucap Renata kepada semuanya untuk mengambil posisi masing-masing.

Ini adalah untuk kerja keras kami semua sampai akhir tahun ini. Ketika kamu melakukannya dengan suka cita hasilnya juga akan memuaskan hatimu.

Oke, aku juga harus sesemangat Renata dan tidak boleh kalah dari yang lainnya. Aku juga sudah janji dengan Leon akan memberikan kado yang dia suka dekat tahun baru nanti, ayo Gill maju terus!

Perjalanan pulang Vince ke Villa

Vince membawa mobilnya ke area perumahan elit tersebut dan akhirnya sampai. Dia memarkirkan mobilnya di depan rumah dan turun. Seseorang dari rumah langsung menghampirinya, dia adalah Marco, asisten pribadi Tuan Eliot ayahnya Vince.

"Astaga tuan muda, akhirnya anda kembali, saya sempat khawatir lho," ucap Marco.

"Terimakasih paman, saya tidak apa-apa kok. Hm? Mobil Federick tidak ada, apa dia sudah berangkat?"

"Iya tuan muda, Tuan Federick sudah berangkat ke rumah sakit lebih awal tadi."

"Oh, baiklah. Terimakasih paman," ucap Vince dan berjalan masuk.

"Ah, anu tuan muda," cegat Marco sambil terbata-bata.

"Ya? Apa ada sesuatu?" tanya Vince kebingungan.

"Ehm! T-tidak tuan muda, maaf," lanjut Marco yang kemudian menundukkan kepalanya.

Vince merasa bingung tapi dia tidak mempertanyakannya. Dia kembali berjalan masuk dengan tenang sedangkan Marco berdiri di sana sambil merasa terharu.

Huhuhu, tuan muda kedua sudah besar ternyata. Saya Marco sangat bahagia tuan muda bisa menemukan orang yang di sukai.

Vince membuka pintu dan masuk ke dalam. Di sana Tuan Eliot sudah duduk di sofa dengan senyum ceria cerah seperti sedang berbunga-bunga.

"Aku pulang, E-Eh?! Ayah? Ada apa senyum begitu?" tanya Vince dengan firasat tidak enaknya.

"Hohoho, tidak ada apa-apa~" jawab Tuan Eliot dengan sangat gembira.

Ini pasti ada sesuatu yang salah! Perasaanku sangat tidak enak.

"Jadi, kamu nginap di mana semalam?"

"Aku menginap di rumah kenalanku,"

"Oho? Apa dia lebih muda darimu?"

"Aku tidak tau maksud ayah, tapi aku juga tidak menanyakan umurnya,"

"Apa dia orang sekitar wilayah ini?"

"Ya? Iya dia tinggal di sekitaran wilayah ini,"

Kenapa pertanyaannya jadi aneh begini?! Maksud ayah ini apa sebenarnya?

Tuan Eliot mendekat pada Vince dan menatapnya, Vince pun memalingkan wajah karena canggung. Tuan Eliot yang tersenyum senang menyadari ada sedikit bekas memar di pipi kiri Vince.

"Astaga anak ini," ucap Tuan Eliot sambil menghela nafas.

"Ada apa ayah?" tanya Vince yang semakin bingung.

"Kamu ini jangan buru-buru, sesuatu itu harus dilakukan berlahan dan diperlakukan dengan lembut, kalau main serang saja kamu bisa cedera,"

Vince terdiam dalam kebingungan, dia tidak menyadari apapun yang di katakan ayahnya.

"Astaga anak ini tidak peka sekali. Apa kamu dan dia suka yang sedikit agresif? Kamu langsung menyerangnya ya?"

"A-Ayah?! Maksud ayah apa?!" ucap Vince langsung dengan wajah yang memerah.

"Hahaha! Sudah jangan di sembunyikan lagi. Apa dia cantik? Coba ceritakan siapa yang sudah mencuri perhatianmu itu? Terus apa semalam kamu melakukan sesuatu~?" goda Tuan Eliot pada putranya ini.

Ayah macam apa yang mendukung anaknya melakukan sesuatu?! Astaga, aku bisa mati kalau begini.

"Yang benar saja, aku tidak melakukan sesuatu yang ada dipikiran ayah,"

"Sungguh? Aduh sayang sekali, padahal di rumah ini sudah sangat sepi, aku juga ingin segera punya menantu," kata Tuan Eliot sambil memasang wajah memelas.

"S-Sudahlah! Intinya tidak terjadi apa-apa, dia wanita baik dan aku bahkan tidak kepikiran ke situ,"

Vince langsung beranjak dari situ dan naik ke lantai atas. Wajah sedikit memerah karena di tekan oleh ayahnya tadi.

"Pffft! Selain Federick, aku menunggu kamu membawa calon pilihanmu ke rumah ya~ Jangan lupa kenalin ke ayah lho," ucap Tuan Eliot sambil menggunakan nada yang menggoda Vince.

Sial! Ini pasti ulahnya si Dilan, Aihhh, sekarang aku terjebak situasi aneh begini.

1
anan
lanjut tor
Hiu_Ramah
ko dikit amat udh tamat..
@Lala
hahahahahahahahahahahahahahahahahahaahahahahaahahahahaha
✦:𝓦⃟֯𝓓𝐞𝐥𝐯𝒚𝒐𝒐𝒏𝒂𐀔¡!
Kerenn🤩
✦:𝓦⃟֯𝓓𝐞𝐥𝐯𝒚𝒐𝒐𝒏𝒂𐀔¡!
Ceritanya bagus kakヾ(^-^)ノ
Jika berkenan, novel saya menunggu kehadiran author untuk mampir sejenak. Aleesya: My Hubby, My KetBok datang memberi bintang 5 untuk kakak. Semangat ya, GBU😇🙏🏻
Yukity
Hadir Thor..

salken dari GADIS TIGA KARAKTER
Dhina ♑
Besok lanjut lagi
Dhina ♑
Author
Dhina ♑
Dah nangis kan
Dhina ♑
Thor
Dhina ♑
Eh eh
Dhina ♑
Eeeeee
Dhina ♑
Oiiiii
Dhina ♑
Hey Author
Dhina ♑
Author
Dhina ♑
Boleh yaaaaa
Dhina ♑
jawab sih Thor
nuna_ruu: aa.... ada apa ya? 😅
total 1 replies
Dhina ♑
apa harus marah dulu
Dhina ♑
Please ya Thor
Dhina ♑
Boleh ga Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!