NovelToon NovelToon
Istri Berasa Selingkuhan

Istri Berasa Selingkuhan

Status: tamat
Genre:Romantis / Fanfic / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anita Jenius

Selamat Datang Di Novel Pertama Saya.

Cerita ini adalah cerita kehidupan Celyn mulai dari dia kecil saat ditinggal orangtuanya sampai dia menjadi istri seorang yang bernama Dimas.

Siapa Celyn itu?
Apa yang terjadi padanya?
Bagaimana kehidupan pernikahannya?
Mari kita baca bersama-sama.


Dimohon bagi yang tidak suka dengan cerita ini, tolong jangan di beri komentar atau rate jelek. Di skip saja. Hargai Author sebagai penulis yang sudah capek memikirkan alur ceritanya.

Bagi teman-teman authors boleh promosi di karya ini.

Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan selamat membaca.

God Bless You All..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Jenius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31

Hari Yang Panjang...

Rani sudah sampai di kantor. Dia berjalan menuju mejanya lalu duduk dan menghidupkan laptopnya. Dia meletakkan tas sandangnya di meja di belakang kursinya.

Rani menoleh ke berkas yang menumpuk di atas meja kerjanya. Dia mempelajarinya satu persatu. Dia membolak balik halaman berkas itu. Perlahan di pelajarinya.

Laptop tadi sudah menyala. Rani langsung membuka emailnya. Ada beberapa email yang masuk hari ini. Di buka nya satu per satu. Pertama, dia membuka email dari sekretarisnya tentang jadwal nya hari ini dan besok hari.

Rani membaca jadwalnya hari ini kosong. Dia tidak ada jadwal meeting dengan siapapun hari ini. Dia lega. Rencana hari Rani memang mau mengerjakan pekerjaannya yang tertunda karena banyaknya meeting belakangan ini yang membahas masalah masa depan perusahaan ini.

Rani membuka email dari Pak Bagas orang pabrik. Dia melaporkan data barang yang keluar masuk di pabrik. Pak Bagas juga mengirim jenis barang yang sudah di produksi. Mulai dari Televisi, Laptop dan Handphone.

Rani melihat semua gambar dan kelebihan barang - barang tersebut. Dia mengecek di online shop tentang barang yang diproduksi perusahaannya itu. Dia mengecek hasil penjualan yang di dapat. Apa komentar para konsumen terhadap barang yang dikirim. Dia mengecek satu per satu lalu mencatatnya. Hal ini akan masuk dalam satu bahan meeting antara Rani, Pak Bagas dan Team Marketing yakni review customer.

Setelah dia rasa cukup mengecek tentang barang produksi pabrik. Dia membuka email tentang laporan penjualan yang kemaren diberikan Team Marketing. Dia menyamakan data yang diberikan padanya dengan data asli di lapangan. Dia membulatkan masing-masing hal yang dia tidak mengerti dan tidak sesuai di lapangan. Rani bermaksud membawanya ke dalam meeting besok.

Tak terasa sudah tiga jam sudah memeriksa hanya dua berkas yakni berkas Team Marketing dan berkas yang Pak bagas kirimkan. Dia juga sudah mencatat apa yang harus di bahas di meeting besok dengan mereka berdua. Dia rasa cukup untuk mengecek berkas Pabrik dan Team Marketing.

Dia menutup berkas itu dan menaruh berkas itu ke sebelah kanannya. Setelah itu dia menyenderkan kepalanya ke kursi untuk mengistirahatkan kepala dan matanya. Dia menutup matanya sebentar karena perih sekali. Rani melihat laptop dan data yang di dalamnya tanpa berkedip dalam waktu tiga jam lebih.

Setelah mengistirahatkan mata dan kepalanya sebentar, dia menegakkan kembali tubuhnya karena harus meneruskan pekerjaannya selanjutnya. Dia melihat kembali berkas yang ada di depannya itu.

Berkas selanjutnya adalah berkas laporan keuangan mingguan. Dia memperhatikan item per item. Dia mencocokkan laporan yang dia terima dari bagian keuangan dengan data dari setiap bagian yang dikirim ke email Rani. Dia membuka dan mengecek laporan dari tiap bagian untuk disamakan dengan laporan yang diberikan oleh bagian keuangan padanya yang merupakan rangkuman pemasukan dan pengeluaran perusahaan dari setiap bagian.

Rani pun memberi tanda laporan yang tidak sesuai dengan pulpen dari menempelkan kertas berwarna sebagai tanda supaya gampang dicari saat dia akan menanyakan kepada bagian keuangan dan bagian yang terkait lainnya.

Satu persatu bagian sudah di cek Rani, dia juga memberi kertas tanda di halaman yang dia rasa perlu ditanyakan. Tak terasa hari pun sudah sore sudah waktunya pulang kerja. Tapi dia tetap masih bekerja.

Perutnya berbunyi. Dia terdiam sebentar. Dia baru sadar kalo dia belum makan siang. Terakhir dia hanya sarapan nasi goreng buatan Nek Imah di rumah. Setelah itu dia belum makan apa-apa lagi hingga saat ini.

Dia pun menelepon OB dari interkom yang ada di mejanya menuju nomor hunting Pantry tempat OB bekerja.

" Halo.. Siapapun di situ boleh datang ke ruangan saya?". Rani bicara dengan OB yang tidak diketahui namanya.

" Halo.. Baik Bu". Jawab OB tersebut yang mengenal nomor hunting yang meneleponnya tadi. OB langsung menutup telfon dan langsung bergerak ke ruangan Rani.

Sesaat kemudian pintu ruangan Rani di ketuk.

" Ya Masuk..". Kata Rani menyuruh OB itu masuk

" Ada apa ibu memanggil saya?. " Tanya OB tersebut.

" Tolong belikan saya nasi padang yang ada di seberang jalan dengan lauk rendang sapi trus bawa ke sini sekalian bawakan saya air mineral dan teh manis. Ini uangnya". Rani memberikan selembar uang seratus ribuan yang ada di dompetnya.

" Baik Bu". Ucap OB itu.

OB itu langsung keluar dari ruangan Rani. Dia berjalan keluar kantor dan membelikan nasi padang pesanan Rani itu di warung nasi padang di seberang jalan.

Setelah selesai dia membawanya ke pantry untuk mengambilkan piring dan sendok juga membuatkan teh manis dan menuangkan air mineral baru yang dibelinya tadi saat membelikan nasi padang. OB tersebut menyiapkannya di atas nampan untuk mempermudah mengantarkannya ke ruangan Rani. Tak menunggu lama OB tersebut sudah sampai di ruangan Rani lalu mengetuknya.

" Masuk..!!". Suruh Rani yang mengetahui bahwa OB itulah yang datang.

" Ini bu.. saya sudah bawakan nasi padang lengkap dengan teh manis dan air mineralnya". OB itu meletakkan nampan yang berisi semua itu di depan Rani.

" Makasih ya.!!". Kata Rani

" Sama-sama bu. Oh iya ini kembaliannya" Kata OB itu menyodorkan uang kembalian membeli makanan kepada Rani.

" Sudah buat kamu saja.". Kata Rani

" Terima kasih bu..!!". Kata OB tersebut.

" Sama-sama. Oh iya kamu boleh pulang. Nanti ini semua bisa kamu bereskan besok pagi saja". Kata Rani

" Tidak bu. Saya akan menunggu di pantry. Kalau ibu sudah selesai makan, ibu telpon saja ke pantry supaya saya datang dan membersihkan ini semua". Kata OB kepada Rani

" Baiklah". Rani mulai membuka makanannya dan mulai memakannya.

" Kalau begitu saya izin keluar dulu Bu..!!". Kata OB tersebut.

" Silahkan..!!". Kata Rani masih sambil mengunyah makanannya.

OB itu pun akhirnya keluar ruangannya dan kembali ke pantry. Dia menunggu Rani selesai makan untuk membersihkan bekas makanannya dan merapikan mejanya kembali.

Rani menghabiskan makanannya dengan cepat. Dia memang sangat lapar sehingga dia lahap sekali memakannya. Setelah itu dia menghabiskan teh manisnya. Ditutup dengan meminum air mineral yang disediakan OB tersebut.

Setelah selesai Rani menyenderkan kepalanya ke kursi dan menutup mata sebentar kira kira sepuluh menit untuk mengistirahatkan dirinya. Setelah dia rasa cukup dia menegakkan tubuhnya kembali dan memanggil OB melalui interkom di mejanya.

" Halo..!!". Kata OB yang ada di pantry

" Tolong datang ke ruangan saya dan bersihkan meja saya". Kata Rani.

" Baik bu". Kata OB

OB datang ke ruangan Rani dengan membawa kain lap untuk membersihkan mejanya nanti. Setelah itu dia langsung masuk ke ruangan itu karena memang tadi tidak di tutup Rani untuk membiarkan bau makanan tersebut tidak terendap di ruangannya.

OB langsung mengangkat nampan bekas makan Rani dan mengelap mejanya. Setelah selesai OB itu permisi keluar yang di iyakan oleh anggukan Rani.

Setelah OB keluar Rani kembali berkutat dengan pekerjaannya. Dia mengerjakan berkas yang tadi di tinggalkannya untuk istirahat makan tadi. Rani bekerja terus sampai tidak mengetahui ini sudah malam.

Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Badannya pun sangat pegal. Dia menutup laptop dan berkas yang dia sedang kerjakan. Lalu pergi ke kamar mandi yang ada di ruangannya dan mandi di sana. Dia sudah membawa baju ganti tadi dari rumah yang akan di pakainya malam ini dan baju kerja nya besok.

Sehabis mandi dia merebahkan badannya di ruang istirahat yang ada di ruangannya dan beristirahat di sana. Dia sudah bilang ke Nek Imah dia tidak pulang malam ini. Malam pun semakin larut. Rani tertidur dengan lelapnya.

1
Noerlina Akbar
Biasa
Noerlina Akbar
Kecewa
☘Chichie ͠ ⍣ᶜᶦᶠ 🇮🇩
istri 🙄
NiedaSofian
Kok udah 7 tahun kematian orangtua mereka?jd sudah besar dong cerly dan adik2nya kan thor?
Bembi Arkana
semangat ..
mini89
napa ada bawang😭
mini89
nyimak torr
Eva Suryaningsih
syangx rumah ranipun harus terjual
Svwalad Amanah
mksh thor aku suka ceritanya🤗
Anonymous
ffdfefSfffdfzzfffd f. ffrffff
~Diamond Cat🐺
sprtnya bab nya diulang2 bs bosan yg bacanya thor

semangat
Veyzi_hour
yg pertama bandung terus ada depok juga
Veyzi_hour
cerita engak jelas nihh gimana sihh
imafe
cerita masa lalunya kepanjangan
Darmawaty Anto
novelnya enak dibaca, banyak pesan2 kehidupan yg bisa diambil hikmahnya dan ceritanya jg bisa dibaca yg blm dewasa krn TDK vulgar. pokoknya suka, suka dan suka😊😊
Darmawaty Anto
bukannya pak Bagas karyawan/pengawas pabrik papanya celyn?
Endah Trihayuningtyas
Lina..dah bau² pelakor nih
Veyzi_hour
nyimak
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Lanjut
Defi Andriani
💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!