-----
Raeviga hanya bisa menghela napas ketika kata "Sah" telah terdengar begitu jelas di telingganya.Sekarang ia telah menjadi wanita yang telah menikah.Menikah dengan seorang lelaki yang baru dikenalnya selama 1 minggu.Tidak lebih.
"Rae.." Lelaki itu memanggil nama Istrinya .Menenggelamkan wajahnya di lekukan leher gadis itu dan menciumnya.
"Aku mencintaimu.."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31 : EGO DAN HATI
Maura menjerit keheranan melihat Raeviga yang tiba-tiba keluar dari kamar Dava dengan mata yang masih sangat mengantuk dan penampilan yang acak-acakkan.
Raeviga tersentak mendengar Maura yang berteriak menatap kearahnya.
"ASTAGAA!!"Teriak Maura melihat Raeviga berdiri di samping Dava.
Raeviga kembali masuk ke dalam kamar Dava menyembunyikan dirinya yang malu.
"KALIAN SEMALAM?ASTAGA!!"keluh Maura berteriak heboh membuat Axel yang berdiri dari tadi menutup mulut Maura karena teriakan nyaringnya.
"Eehh,kalian jangan salah paham.."seru Dava mulai menjelaskan.
"DOSOR SEALHANN!!"Gerutu Maura dengan mulutnya yang masih di bungkam oleh Suaminya.
"Denger dulu penjelasan Dava sayang"jawab Axel menenangkan Maura sambil melirik kearah Dava untuk segera menjelaskan kepada mereka.
"Raeviga istri aku.."ungkapan Dava membuat Raeviga yang berada di dalam kamar yang mendengarnya menatap ke arah punggung Dava.
Begitu pula dengan Maura dan Axel yang menatap Dava tak berkedip mendengar ucapannya.
"Dav,kamu masih mabuk ya.Bukan berarti karena kalian sudah berhubungan badan jadi kalian telah menganggap diri kalian itu suami istri!"keluh Axel menceramahi Dava yang seolah telah menyimpang jauh.
"Raeviga memang istriku sejak 3 tahun yang lalu,Axel!!"jawab Dava penuh penekanan membuat Axel menatap tak percaya.
"Jadi Raeviga istri yang telah ninggalin kamu itu?"tanya Axel memastikan presepsinya.
Dava mengangguk membenarkan.
Raeviga yang mendengar obrolan mereka dari dalam menatap kesal pada Dava karena telah menceritakan keadaan rumah tangga mereka.
"Astaagaa!!"umpat Axel yang masih tidak percaya dengan kebetulan tak terduga itu.Sedangkan kini Maura yang menatap binggung meminta penjelasan kepada suaminya tentang kebenaran Dava-Raeviga pada suaminya.
"Nanti saja,biarkan mereka menyelesaikannya dulu.."seru Axel sembari memaksa Maura meninggalkan mereka berdua.
Dava menyetujui apa yang di katakan Axel,lelaki itu kembali masuk ke dalam kamar menemui Raeviga.
"Rae.."seru Dava sambil berjalan menghampiri Raeviga.Melihat Dava yang akan masuk kembali ke dalam kamar,Raeviga memalingkan wajahnya dari Dava membuat lelaki itu menatap bingung pada Raeviga.
"Rae,maaf.."seru Dava sambil menekuk kedua lututnya di depan Raeviga.Meminta maaf atas keras kepala dan sifat kecemburuannya pada Raeviga yang menyebabkan anaknya menjadi korban.
Dava meraih tangan Raeviga mencoba membuat gadis itu memaafkan dirinya.Namun sifat Raeviga seolah kembali angkuh pada Dava.Kembali memikirkan Anaknya yang telah pergi membangkitkan emosi pada diri Raeviga.
"Aku belum bisa.." ucap Raeviga singkat dan akan beranjak berdiri dari duduknya namun tangan Dava menghentikannya sehingga gadis itu terduduk kembali.
"Maaf.."
"Aku memang salah,aku bodoh,aku kehilangan anakku karena ulahku sendiri.Tapi kumohon Rae.."
"Jangan tinggalin aku juga..."ucapan Dava itu menusuk hati Raeviga.Lelaki di sampingnya itu kini sedang menangis menundukkan dalam-dalam wajahnya agar air mata itu tidak terlihat oleh istrinya.
Namun Raeviga melepaskan pelukan tangan Dava pada jemarinya.
"Maaf.."ucap Raeviga kemudian berlari pergi meninggalkan Dava yang menyesali perbuatannya.
Raeviga duduk di bangku taman halaman rumah Axel,gadis itu meneteskan air mata yang sedari tadi ditahannya di depan Dava.Sedangkan sebaliknya lelaki itu menangis merutuki dirinya sendiri di depannya.
Perasaan Raeviga terasa sangat sesak ketika melihat Dava menangis di hadapannya,menolak ajakan Dava untuk kembali seperti dulu lagi.Namun lagi-lagi ego dalam diri Raeviga membuatnya menampik jauh perasaan yang sangat ingin bersama Dava itu.Walau semalam perasaan Raeviga telah membuktikan bahwa dirinya sangat merindukan kehangatan dari lelaki yang bernama Dava itu.
Dava sedang berada di ruang tamu bersama Axel.Lelaki itu menceritakan apa yang di katakan Raeviga padanya.Dava memang membenarkan jika dirinya bersalah.Bersalah begitu besar kepada buah hatinya karena perbuatannya namun kenyataan jika Raeviga harus meninggalkannya juga akan sangat menyakitkan untuknya terus menjalani hidup.
"Aku bodoh,Xel.."runtuknya lagi.
"Aku tau Raeviga sangat mencintaiku,tapi jika ego terus membenciku aku tidak akan pernah bisa bersamanya kembali.."ungkap Dava lagi.
Axel yang mendengar ungkapan Dava itu menatap sendu kepada lelaki yang duduk dengan frustasi di depannya.Axel tau Dava juga pasti sangat menderita karena telah menghilangkan nyawa anaknya sendiri dan kenyataan Raeviga yang menolaknya pasti telah membuat hati laki-laki ini hancur.
Maura mencuri dengar obrolan Dava dan Axel di ruang tamu.Gadis itu menangis iba mendengar cerita Dava.
"Gue pamit Xel.."seru Dava kemudian membuat Axel sedikit khawatir.
"Kamu mau kemana?"
"Ada rapat di kantor.Aku harus segera kesana"jawab Dava kemudian.
"Gue anter?"tawar Axel mengkhawatirkan kondisi temannya yang kurang stabil itu.
"Aku pulang.."serunya sambil meninggalkan ruang tamu itu dan melangkah pergi tanpa menjawab tawaran dari Axel.
Dava berjalan lunglai,sepasang matanya itu mengedarkan pandangannya mencoba mencari keberadaan Raeviga di sela langkah kakinya menuju pintu keluar rumah Axel.Dava mulai melangkahkan kakinya keluar namun perasaannya seolah berat meninggalkan Raeviga.Dava sangat menginginkan Raeviga untuk bersamanya,namun keputusan Raeviga terhadap hubungan mereka membuat Dava tidak bisa lagi berharap kepadanya.
Dava mengendarai mobilnya dengan kecepatan normal namun pikiran Dava yang tertuju pada Raeviga dan kesalahannya membuatnya berkali-kali kehilangan fokus menyetir mobilnya.
Dava meraih ponselnya yang berdering dari saku celananya namun karena tangan Dava yang tidak mengambilnya dengan benar membuat ponsel itu terjatuh ke bawah.Tangan Dava merabah mencari ponselnya yang berdering sesekali memfokuskan tatapannya pada kemudinya yang hampir saja menabrak mobil dari arus sebaliknya.Tetapi dengan cepat Dava mengimbangi kendaraannya hingga kejadian maut itu tidak terjadi.Dava menepikan mobilnya di samping jalan sembari mencari Hpnya.
Namun seolah itu memang rencana tuhan kepada Dava,Hentaman keras pada mobilnya membuat mobil itu terpelanting berapa meter dari tempatnya semula.Mobilnya itu tergeletak terbalik dengan sang pemiliknya yang telah di penuhi oleh darah yang mengalir deras.
Lelaki itu masih sedikit sadar sembari mengerakkan bibirnya seolah mengatakan sesuatu namun beberapa detik kemudian Dava telah terdiam tak bersuara.
Pyyaar...
Raeviga terkejut ketika piring kaca yang di cucinya terjatuh menjadi pecahan kaca yang berserakan kemana-mana.Kakinya terluka karena terkena pecahan piring yang di jatuhkannya.
"Ya tuhan.."ungkap Maura yang melihat potongan kaca dari piring berserakan di sekitar Raeviga dengan luka di kaki Raeviga karena pecahan kaca.
"Maaf"keluh Raeviga bersalah karena telah menjatuhkan beberapa piring milik Maura.Raeviga merasakan hatinya seolah tersayat dan beredegub kencang seolah ingin memberi tahu sesuatu.
"tidak masalah.Kamu harus obati luka di kakimu.."pinta Maura sembari mengambil kotak P3K dari laci.
"Rae.."seru Axel tiba-tiba membuat Maura dan Raeviga terkejut.
"Astaga itu kenapa?"tunjuk Axel ketika melihat Raeviga di kelilingi oleh pecahan kaca.
"Aku yang akan mengurusnya"sahut Maura kemudian.
"kamu berteriak memanggil Raeviga ada apa?"tanya Maura lagi ingin tau.
"Dava kritis,dia baru saja kecelakaan.."Ucap Axel membuat Maura menutup mulutnya terkejut.
Air mata menetes deras seketika mendengar perkataan Axel yang membuat tubuhnya lemas.Kaki Raeviga seketika terjatuh ke lantai yang penuh dengan pecahan kaca yang belum di bersihkan.Raeviga bersandar pada dinding Dapur dengan menenggelamkan wajahnya dengan kedua tangannya.
BERSAMBUNG
NB: Vote dan Like cerita ini ya kalau menurut kalian cerita bisa layak untuk di lihat lebih banyak pembaca.
Terima Kasih,
Tapi kenapa harus di jodohin sama anak bungsu apa Arga si sulung udah nikah kah?