NovelToon NovelToon
Our Secret Marriage

Our Secret Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Giriri

Berasal dari keluarga 'berada' tidak selamanya bahagia. Hal inilah yang dirasakan oleh Putri Bungsu keluarga Maharani yaitu Aila Maharani. Terlahir dari keluarga yang terkenal karena bakat bermusik mereka membuatnya terbebani.
Kebebasannya terhalang karena takut mencoreng nama baik keluarga dan juga sering dibandingi oleh publik dengan saudara nya Airis.
Suatu hari, kediaman keluarga Maharani didatangi seorang Tuan Muda dari keluarga Davidson yaitu Egi Davidson, dikenal suka bermain wanita, tapi nyatanya dia hanyalah pria dewasa yang masih polos.
Kedatangannya ditemani seorang sekretaris dengan tujuan melamar salah satu putri dari keluarga Maharani.

Secara mengejutkan Si Tuan Muda itu memilih Aila sebagai pasangannya..
Semua orang terkejut dengan hal ini, termasuk Aila...

Apa yang terjadi? Kenapa semua orang terkejut? Apa Aila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk meraih kebebasan??

Penasaran cerita nya??
Mari ikuti kisah mereka di Our Secret Marriage

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Giriri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Koleksi Aila

"Kamu tidur disini." Kata Aila sambil memperlihatkan kasur yang merupakan bagian dari ranjang itu juga.

Egi melihat kasur itu dengan melihat Aila seperti tidak percaya kalau dia benar harus tidur disini.

"Yang benar saja. Kasur ini terlalu kecil untukku. Coba lihat tinggi ku dan kasur itu, apa sesuai." Tanya Egi sambil berdiri di depan Aila.

Sebenarnya Aila tau kalau Egi tidak sesuai untuk tidur di kasur kecil ini, tapi ya mau bagaimana. Dia juga tidak ingin kalau ranjangnya ini terdapat aroma pria.

Itu membuatku merasa aneh. Aila

Aila mundur selangkah dan tetap menjaga jarak diantara mereka, karena akan sulit untuknya bicara dengan Egi terlebih tingginya hanya sampai bahu pria itu, selain itu juga karena aroma Egi yang maskulin lama kelamaan membuat dirinya nyaman. Aila tidak mau itu sampai terjadi.

"Jadi apa kamu mau seranjang denganku." Tanya Aila dengan wajah serius.

Egi tersentak mendengar pertanyaan Aila.

"Ten..tentu saja tidak." Elak Egi.

"Kalau begitu tidur disini. Kamu juga tidak akan mau tidur dilantai, kan."

"Siapa bilang. Aku ini sudah pernah tidur dilantai."

Egi mengatakan itu tanpa sadar, dan tentu saja Aila terkejut. Kapan Egi pernah tidur dilantai.

"Apa?. Kapan?." Tanya Aila penasaran.

"Eh..oh itu saat aku masih kecil." Kata Egi sambil melihat ke arah lain.

"..begitu. Yah itu juga masih kecil, dan yang sekarang beda lagi. Bagaimanapun lebih nyaman tidur dikasur daripada dilantai. Nanti pakai bantal saja untuk kaki mu yang lebih itu."

Dan Egi pun akhirnya pasrah, mau bagaimana lagi memangnya.

Setelah selesai berbicara mengenai tempat tidur, mereka berdua pun membereskan dan memindahkan barang dikoper ke lemari.

"Beberes lah dulu, aku mau ke bawah sebentar."

"Hmm."

Aila pergi meninggalkan Egi di kamarnya. Dan berhubung tidak ada Aila, Egi memakai kesempatan ini untuk melihat-lihat isi kamar gadis itu.

Dia melihat ke jendela kamar yang juga terdapat balkon. Disitu ada meja kecil dan kursi yang empuk.

"Sepertinya dia suka bersantai disini."

Dari balkon itu menunjukkan pemandangan perumahan disekitar, suasana yang asri, dan jalannya yang sepi.

"Pantas saja dia senang disini." Gumam Egi sambil duduk sebentar dikursi empuk itu.

Karena tidak mau dipergoki Aila bahwa dia disini, Egi pun kembali.

Saat Egi masuk kembali ke dalam, dia seperti melihat mainan kecil yang dimasukan ke dalam kotak yang ditaruh di samping lemari.

"Hm? Aku tidak memperhatikannya tadi.."

"Apa ini." Gumam Egi, dia menghampiri kotak itu dan melihat isinya.

Egi mengambil satu dari dalam kotak, dan saat itu juga Aila datang.

"Sedang apa." Tanya Aila dengan membawa nampan berisi minuman dan makanan ringan.

Egi terkejut dibuatnya, dia tidak tau harus bagaimana jika menganggap dia tidak melihat apa-apa itu juga tidak mungkin karena saat ini dia memegang salah satu benda yang terlihat seperti boneka atau tepatnya action figure dari sebuah karakter.

"Eh..emm...haa aku minta maaf." Ucap Egi. Sepertinya dia merasa bersalah.

"Aku pergi ke balkon untuk menghirup udara segar dan saat masuk kembali aku melihat seperti ada mainan dalam kotak ini, dan hm..akhirnya aku menemukan mainan ini." Jelas Egi, bagian ini dia memang jujur hanya bagian awalnya dia tidak akan katakan, karena takut Aila menganggapnya mesum dan cabul lagi.

Melihat Egi yang menunduk begitu jadi membuat Aila merasa aneh.

Dia hanya menghela napas dan menaruh nampan di atas meja.

"Itu bukan mainan, tapi koleksi ku. Aku hanya senang melihat mereka, tapi tidak aku mainkan. Dan juga berhenti memasang wajah seperti seorang anak kecil yang merasa bersalah pada ibunya, citra yang sudah kamu bangun jadi rusak."

Egi menegakkan kembali kepala nya dan melihat Aila yang menghampirinya.

"Berhubung sudah dilihat jadi tidak perlu aku sembunyikan lagi." Aila mengambil kotak yang ditemukan Egi tadi dan menunjukkannya.

"Ini adalah koleksiku. Aku sudah pernah bilang kan kalau aku suka hal-hal kecil, misalnya kartun.."

Egi mengangguki dengan cepat.

"..nah ini semua adalah karakternya, dan mereka adalah karakter yang aku suka." Kata Aila sambil mengambil salah satu boneka kecil yang lucu.

"Kenapa disembunyikan." Tanya Egi.

"Hmm karena...aku tidak mau jika nanti ada yang kamu culik."

Perkataan Aila membuat Egi bingung.

"Apa? Culik? Culik siapa??." Tanya Egi yang berhasil dibuat bingung.

"Haha, aku bercanda. Aku menyembunyikannya karena agar kamu merasa nyaman disini. Jika benda-benda ini ditempatkan di atas rak itu apa kamu tidak risih." Tanya Aila.

"Apa..kenapa harus risih. Ini kan kesukaanmu, sama seperti orang-orang yang memiliki mobil banyak karena kesukaannya dalam mengoleksi hal itu, dan kesukaan itu tidak mungkin membuat orang tidak nyaman." Kata Egi yang berusaha memberikan pencerahan

"Hehe, kenapa harus dibandingkan dengan orang yang mengoleksi mobil. Itu saja sudah berbeda, tapi yah kamu ada benarnya juga."

"Nanti aku pasang lagi rak, tapi jika kamu mulai merasa tidak nyaman dengan mereka ini tolong beritahu saja." Pinta Aila.

Egi tersenyum dan mengangguk.

Saat Egi mengeluarkan boneka-boneka itu, terlihat dibawah kotak masih terdapat sesuatu dan itu besar dan berbingkai.

"Apa ini." Kata Egi dan dia mengeluarkan benda yang ditaruh paling bawah itu.

"Ahh, itu fotoku dulu saat lulus sekolah menengah atas dan foto saat kami liburan di Jepang dan datang ke festival disana. Haha jujur aku tidak menyangka akan mencoba memakai kimono, tapi jika mengingatnya lagi aku merasa itu terakhir kalinya aku mau memakai pakaian yang membuat kesulitan jalan, apalagi sandalnya itu ekhh menyakitkan sekali." Egi merasa senang saat mendengar apa yang Aila katakan. Ini seperti Aila sudah sedikit membuka dirinya dan mau menceritakan sedikit kenangannya.

Egi melihat foto saat Aila SMA. Foto kelulusan yang diambil oleh orang tersayang dan bisa membuat Aila begitu bahagia seperti dalam foto ini.

Setelah puas mengobrol, Egi membantu Aila menyusun kembali boneka mini nya itu ke rak yang sudah ada.

Selesai menyusun semua boneka tadi, barulah Egi mengerti kenapa Aila mau menyembunyikannya.

Boneka nya banyak sekali, bahkan terdapat lemari sendiri agar tidak kotor.

Namun, bukannya merasa tidak nyaman, justru Egi kagum melihat hal yang baru baginya.

Boneka mini itu juga memiliki ekspresi yang sama sekali tidak menyeramkan, malahan lebih seperti lucu karena mereka semua kecil.

Aila juga menaruh fotonya kembali diatas meja samping ranjang.

"Terima kasih sudah membantu." Ucap Aila saat mereka selesai.

"Hmm bukan apa-apa. Aku merasa ini keren sekali. Tidak ada wanita yang pernah aku temui memiliki hobi mengumpulkan ini semua." Kata Egi dengan mata yang menelusuri jajaran rak dimana boneka tadi disusun.

"Oh ya..hahaha berarti aku berbeda." Tawa Aila.

"Ohh astaga aku lupa. Ayo berhenti dulu." Aila hampir saja lupa dengan apa yang dia bawa tadi, untungnya belum terlalu lama. Aila juga  menawari Egi untuk istirahat minum dan makan cemilan dulu.

Selama beristirahat mereka berdua mengobrol ringan, bahkan sanggup berdebat.

Saat seperti ini keduanya merasa nyaman dengan satu sama lain. Mereka seperti teman yang sudah lama berhubungan, padahal hubungan mereka belum genap 2 bulan.

Tapi kenyamanan ini tidak akan cepat terjadi jika kedua orang ini tidak merasa cocok satu sama lain.

------------------------------------------------------------------------

...Jangan lupa Subscribe, Komen dan Like nya gaiss 😉...

...Support kalian buat author buat rajin update ...

...😁...

...Happy reading...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!