NovelToon NovelToon
DI UJUNG NAFASKU

DI UJUNG NAFASKU

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Dendam Kesumat / Fantasi Wanita / Cintapertama
Popularitas:346
Nilai: 5
Nama Author: Dina Sen

Zian Arsya, seorang laki-laki mandiri dan sukses di usia 29 tahun, telah menjadi tulang punggung keluarga setelah di percaya ayah dan ibunya untuk mengelola usaha Hotel dan Restoran. Namun, di balik kesuksesannya, Zian menyembunyikan masa lalu pahit yang membuatnya menjadi pendiam dan jarang bicara. Dia pernah dikhianati kekasihnya semasa kuliah, yang memilih laki-laki lain, membuatnya kehilangan kepercayaan pada cinta.


Suatu hari, Zian dijodohkan dengan Raya, seorang gadis cantik, ramah, dan pintar yang sangat perhatian. Zian setuju dengan perjodohan itu, tapi dia tidak berani mengungkapkan masa lalunya kepada Raya dan keluarganya. Dia takut kehilangan kesempatan untuk memiliki keluarga dan cinta yang sebenarnya.


Namun, kehadiran Raya membuat Zian perlahan-lahan membuka diri dan menghadapi masa lalunya. Apakah Zian akan mampu mengungkapkan kebenaran kepada Raya dan keluarganya? Atau akankah rahasia itu menjadi beban yang menghancurkan kebahagiaan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sama-sama berfikir

Setelah Derry keluar dan pintu menutup dengan bunyi lembut klik, ruangan itu kembali lengang. Sunyi. Seperti ruang kosong yang memantulkan setiap detak pikiran Zian.

Ia berdiri di tempatnya, memandang pintu itu lama… seolah menunggu seseorang masuk lagi.

Seseorang bernama Raya.

Zian mengembus napas, menekan dada kirinya yang tiba-tiba terasa berat.

Ini bukan rasa nyaman. Bukan rasa suka.

Bukan boleh atau tidak boleh lebih tepatnya.

Bisa berbahaya.

Bisa mengulang luka bertahun-tahun lalu.

“Jangan mulai…,” gumamnya pada diri sendiri.

Namun bayangan wajah Raya yang panik tadi… entah mengapa malah muncul semakin jelas.

Beberapa menit kemudian, Zian akhirnya duduk. Ia membuka berkas kerja di mejanya, berusaha fokus. Tapi setiap dua menit, pikirannya melayang.

Raya telat, Raya panik, Raya datang dengan wajah merah dan rambut sedikit berantakan.

Zian memejam mata.

Kenapa hal-hal kecil seperti itu mengganggu batinnya sebesar ini?

...

Di Luar.

Raya memegang map di dadanya, berdiri bersandar pada dinding dekat pantry. Napasnya belum stabil. Pipi masih merona.

“Kenapa aku selalu kayak orang baru belajar hidup kalau berurusan sama Pak Zian?” desisnya pelan. Ia memejamkan mata.

Baru semalam ia memimpikan sesuatu yang anehmimpi di mana Zian berdiri di sampingnya di sebuah aula besar. Ada bunga. Ada lampu gantung. Ada gaun pengantin… Ia langsung menghapus bayangan itu dari kepala.

“Tidak, Raya… otakmu kebanyakan nonton drama.”

Ia menepuk pipinya sendiri.

Derry muncul dari balik pintu pantry dengan segelas kopi, menyandarkan punggung ke dinding sambil menyeruput minuman seperti orang paling santai di dunia.

“Aku bilang juga apa,” katanya. “Bos itu bukan marah. Dia cuma… peduli. Dengan gaya zombie berjiwa kaku.”

Raya melotot. “Jangan ngomong gitu! Kalau Pak Zian dengar...”

“Dia nggak bakal dengar,” sela Derry tenang. “Kalau pun dengar, paling aku disuruh ngepel halaman hotel.”

Raya memelototinya lebih keras.

Derry tertawa kecil, melihat betapa gugupnya gadis itu. “Raya, kamu tuh kalau sama Bos, kayak wifi kalau jauh dari router lemah sinyal.”

“DER-RY!”

Suara tawa Derry menggema.

Kemudian ia merendahkan suara, menatap Raya lebih serius. “Tenang. Bos itu bukan tipe yang marah tanpa alasan. Yang penting sekarang… kerja dulu, baru nanti aku ajarin teknik anti-deg-deg-ser kalau ketemu Bos.”

Raya menunduk, wajahnya kembali memerah. “Aku nggak deg-deg-ser… hanya… hanya…”

“Hanya?” goda Derry, menaikkan satu alis.

“Ya hanya malu karena telat!”

“Tentu… Tentu…” Derry menahan tawa. “Hanya telat, bukan karena Bos itu ganteng dingin yang bikin jantungmu olahraga pagi.”

“DER-RY!”

Kali ini Derry kabur sambil tertawa lepas sebelum Raya sempat memukulnya.

...

Kembali di Ruangan Zian.

Zian kembali berdiri. Entah kenapa ia merasa gelisah. Ada sesuatu yang belum ia katakan.

Ia membuka pintu ruangannya.

Dan kebetulan Raya baru saja hendak lewat dengan map di tangan.

Mereka sama-sama terkejut.

Raya menjatuhkan satu lembar kertas. Zian otomatis membungkuk membantu mengambilnya. Kepala mereka hampir bertemu.

Raya refleks mundur dua langkah.

Zian terdiam, kertas di tangannya.

Suasana tegang. Hening. Jarak satu meter itu terasa seperti dinding tebal yang tak bisa ditembus.

“Ini,” ucap Zian, menyerahkan kertas itu.

“T-terima kasih, Pak…”

Zian memperhatikan tangan Raya yang bergetar sedikit saat mengambil dokumen itu.

Ia ingin bertanya apakah gadis itu baik-baik saja.

Ia ingin bilang agar Raya jangan terburu-buru kalau pagi, atau setidaknya sarapan dulu, atau apa pun yang bisa membuat gadis itu tenang.

Tapi bibirnya hanya mengeluarkan…

“Hati-hati lain kali.”

Raya mengangguk. “I-ya, Pak…”

Ia pergi. Langkahnya kecil dan tergesa.

Zian menatap punggung itu sampai menghilang di balik tikungan lorong.

Dadanya kembali sesak.

Ia memukul dada pelan, mengusir rasa yang mulai tumbuh.

“Tidak boleh,” gumamnya.

Karena ia tahu… setiap rasa selalu datang bersama risiko kehilangan.

Dan Zian tidak ingin kehilangan apa pun lagi.

***

Sementara Itu, Di Rumah Raya.

Di rumah lamanya yang tadi malam dipenuhi hujan, piring sarapan kini telah rapi di meja.

Ayah Raya duduk sambil membaca koran, tapi matanya kosong.

Ibu Raya menatap suaminya lama.

“ayah yakin untuk tidak memberi tahu Raya dulu?” tanya Ibu Raya.

Ayah Raya menghela napas panjang. “Belum saatnya.”

“Tapi kalau… kalau mereka ternyata tidak cocok?”

Ayah Raya menutup koran itu perlahan. “Tidak cocok bukan alasan kalau mereka memang ditakdirkan. Kita hanya mengantar. Yang menentukan nanti mereka.”

Ibu Raya menggigit bibir.

“Dan kalau Zian menolak?”

“Jika Zian tahu apa yang sebenarnya pernah terjadi,” jawab Ayah Raya lirih, “dia tidak akan lari. Bukan anak seperti dia.”

Ada luka di balik kalimat itu. Luka masa lalu.

Ibu Raya mengangguk berat.

“Aku hanya takut… kalau jalan takdir mereka terlalu menyakitkan.”

Ayah Raya menatap jendela.

Di luar, langit mulai cerah.

“Kadang,” katanya pelan,

“takdir memang memilih cara yang kejam… agar dua hati yang hancur bisa bertemu di titik paling rapuh dan saling menguatkan.”

...

Kembali ke Hotel Menjelang Siang.

Raya kembali berjalan ke ruang kerja dengan tumpukan tugas yang harus diselesaikan. Tapi langkahnya terhenti ketika ia melihat Derry berlari-lari kecil mendekatinya.

“Raya! Bos manggil!”

“Hah? Sekarang? Kenapa?”

“Dia tidak bilang. Tapi wajahnya… aduh, susah dijelasin. Campuran lelah, bingung, tapi kayaknya bukan marah.”

Raya makin gugup.

“Oke… aku ke sana.”

Derry memberi jempol. “Semangat. Kalau kamu nggak balik dalam sepuluh menit, aku kirimin tim evakuasi.”

“DERRY!”

Tapi Raya tetap tersenyum kecil gara-gara Derry, setidaknya gugupnya jadi teralihkan sedikit.

Ia mengetuk pintu perlahan.

Tok. Tok.

“Masuk.”

Raya membuka pintu.

Zian berdiri menatapnya, seperti sedang memikirkan sesuatu yang penting.

“Raya,” ucapnya.

“Y-ya, Pak?”

“Setelah jam makan siang…” Zian menatapnya dalam.

“…temani saya ke kantor pusat.”

Raya membeku.

“Hah…?”

“Saya butuh kamu hari ini,” lanjut Zian.

Kata-kata itu sederhana, tapi entah kenapa justru membuat jantung Raya berdetak lebih cepat.

Dan Zian…

…juga tidak paham kenapa ia mengucapkannya dengan nada selembut itu.

1
Sharah ArpenLovers Khan
Akhirnya Zian dan Raya bertunangan😄😄
duhh Derry jahil mulu suka godain Zian 😄😄

di tunggu updatenya ya Sayyy quuu Author kesayangan🥰🤗 semangat terus Sayyy🤗
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy ☺
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Zian dan Raya mau lamaran ciiieee akhirnya mau lamaran juga...
duhh Derry godain Raya dan Zian mulu bikin ngakak 😆😆😆

penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy tetap semangat🤗
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
ciieee Derry godain Raya terus 😄😄
jangan² Raya juga jatuh cinta sama Zian 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Ciieee Derry goda Zian mulu yaa 😅😅
bener kata Zian ada seseorang yang harus dia jaga yaitu Raya..
perhatian nya ma Raya,
Zian sepertinya emang jatuh cinta sama Raya 😅😅
duhh Zian minta Derry antar Raya plg gk tuh 😅😅

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu 🥰 semangat terus Sayyy 🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan
Derry gangguin Zian mulu yaa 😅😅😅
tapi bnr kok Zian emng sepertinya jatuh cinta sama Raya 😅😅😅
tapi Zian gk mengakuinya 😅😅😅
ledekin terus Zian ya Derry lucu soalnya 😅😅😅
Sharah ArpenLovers Khan
siapa yaa seseorang yg di balik topeng mengikuti Zian
untungnya Zian baik baik Saja...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy makin seru cerita nya🥰🤗
Sharah ArpenLovers Khan
Ciieee Zian mau kenal Raya dong, pasti nya Zian mau kenal Raya lbh lama lagi 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
duhhh Raya ambil cuti sehari sampai para staf penasaran...
Derry ada² saja blg nnt juga bakal tau


tau apa yaa kira² apakah Zian dan Raya akan menikah? 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Akhirnya Zian nerima Raya 😄😄
bener banget Raya hrs mengenal Zian lagi...
tinggal di tunggu kapan nikah nya😄😄

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh pasti kaget dong Raya sama Zian bakalan di jodoh kan 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Siapa tuh yg menghubungi Zian? apa masa lalu Zian?.
jgn dong Zian harus menjauh dari Raya 🥲..
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
Sharah ArpenLovers Khan
wadawww Derry jahil banget sama Raya 😄😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Ciieee Raya dan Zian saling memikirkan😆😆😆
duhh gmn yaa klo Raya dan Zian tau soal perjodohan 😌😌
Ya ampuun Derry usil banget suka jailin Raya sampai malu malu dong 😆😆😆
. penasaran dg lanjutannya, di tunggu kekocakan Derry Sayyy quuu Author kesayangan tetap semangat ya Sayyy 🤗quuu🤗 🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy di tunggu 😆😆😆
di tunggu juga Derry yg kocak 😆😆😆
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Derry bisa saja jahil nya sama Raya dan Zian, bilang Zian naga 🤣🤣🤣
Sharah ArpenLovers Khan
Bener kata Derry, Zian harus bangkit 😄😄
Zain minta Derry antar Raya plg buat mastiin Raya aman gk tuh 😄😄
ciieee Raya dahh nyaman tuh dg Zain 😄😄
namun gmn dg perasaan Zain? mungkin Zain juga sama😄😄

penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy quu🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan
Ciiieee Zian perhatian sama Raya 😄😄
siapa tuhhh yg menghubungi Raya?? jgn² masa lalu Zian duhh Raya dalam bahaya dong 😌😌
yg menghubungi Raya cowok yaa, ada hubungan apa Raya dg cowok itu?

l
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu 🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan
Ciiieee kata² Zian ada di pikiran Raya...
Duhh Raya merasa ada yg mengikutinya... 😄😄
Derry blg ke Zian lapor polisi dong... 😁😁
Siapa yaa yg mengikuti Raya 🤔🤔
Derry menggaruk kepala gk tuh 😆😆
Derry bingung dong menatap bos nya 😄😄
Zian blg Raya harus mendapatkan pengawasan khusus gk tuh 😆😆
Bener tuh Derry sejak kapan Raya sepenting itu buat bos 😄😄
Duhhh siapa sihh pria bertato leher itu... 😌😌
Waduhh Derry ngomong Bos yang dulu belain cewek waktu itu, berani nyaa Derry 😆😆
Derry di suruh diam gk tuh 😆😆
Derry nanya mulu 😆😆

Penasaran dg lanjut nya.
Di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu
Tetap semangat Sayyy 🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy 🤗
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Raya masih ingat ya kejadian kemarin itu🥲🥲
Zian pasti nya akan cari tau siapa mereka 🥲🥲
duhhh Zian blg ke Raya klo ada apa-apa ksh tau dong 😄😄
mengapa tuh Raya berdebar debar jgn² Raya bnran suka sama Zain 😄😄
duhh siapa yaa Pria yg mengintai Raya??

penasaran dg lanjut nyaa...
Di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu
Tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayy tak tunggu lbh lagi si Derry Peak nya 🤣🤣🤣
gmn kocak nya ntar 🤣🤣
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
duhhh untung saja ada Zian yang bantuin Raya klo tidak, entah lah...
duhhh Zian tiba ingat masaalu nya 🥲
ada seseorang yg mengancam Zian dongg...
kasihan Zian🥲🥲

penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy 🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan
Derry suka usilin Zian ajak bercanda😄😄
duhhh seperti nya Zian bakal suka sama Raya😄😄
Dinar Sen: 🤣udah up lagi ya yg ini sama yg sebelah 😅
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!