Halo Teman - Teman Sekalian ini novel pertama saya semoga banyak dukungan dan menghibur teman2 sekalian terimakasih
Di sebuah desa terdapat seorang anak berumur 12 tahun yang sudah tidak mempunyai keinginan untuk hidup setelah milihat orang tua nya tewas di depan mata nya tapi ketika merasa putus asa dia pun bertemu seorang yang menjadikan nya seorang pendekar
Kira kira bagai mana kelanjutan nya ikuti terus novel saya jangan lupa Like/Komen
Foloww IG @eri.hermawan14
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DisconnectID, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menuju Kaisar Han
Huang Zi yang mendengar omelan gurunya hanya tersenyum dan setelah dia melihat air mata Yui dia pun merasa bersalah karna membuat guru nya manangis
Ketika Huang Zi ingin mengatakan sesuatu, tangan Yui pun mengangkat tunbuh nya untuk duduk
"Sudah kau jangan banyak bicara duduk lah aku akan mengobati mu" ucap Yui sambil mendudukan Huang Zi
Yui pun mengalirkan tenaga dalamnya ke tubuh Huang Zi walau pun begitu itu tak bereaksi apa apa terhadap murid nya itu
Huang Zi pun memegang tangan Yui suapaya melepaskan tangan nya dari pundak nya
"Sudah guru itu hanya buang buang tenaga dalam mu saja"
"Diam aku takan membiarkan kau mati" Ucap Yui dengan masih menangis
"Guru aku sebenarnya ingin mengatakan sesuatu" Ucap Huang Zi dengan nada yang makin melemah
"Diam Jangan banyak bicara bisakah kau menuruti ku kali ini saja Hah" Ucap yui dengan marah dan mata sembab karna menangis
Dia sebenarnya merasa marah pada murid nya karna bertindak bodoh tapi dia juga bersyukur bahwa murid nya masih bisa selamat walau pun dengan kondisi yang memprihatinkan
"Guru sudahlah tak usah menyalahkan dirimu aku bertindak seperti ini karna ingin melindungi orang lain seperti apa yang guru Lou bilang untuk selalu menumpas kejahatan"
Yui tidak mendengarkan dia tetap fokus untuk terus mengalirkan tenaga dalam ke tubuh Huang Zi
Huang Zi pun mengeluarkan pil dalam Cincin dimensi Yui yang melihat itu langsung menyudahi pemberian tenaga dalam ke tubuh murid nya itu
"Kenapa kau tak bilang kalo kau memiliki Pil yang bisa menyembuhkan mu aku kan tal perlu repot repot membuang tenaga dalam ku" Ucap Yui dengan acuh karna dia merasa di bodohi murid nya
"Aku tadi mau bilang trus guru menyuruh ku untuk diam jadi aku hanya menurut saja" Ucap Huang Zi dengan santai
"Sudahlah cepat serap dan pulihkan tubuhmu kita akan melanjutkan perjalanan kita"
Huang Zi hanya tersenyum dan bermeditasi untuk menyerap hasiat dalan pil itu kedalam tubuh nya
perlahan tubuh nya pun mulai kembali pulih seperti sedia kala lagi, walau pun baju nya masih robek robek akibat petir yang keluar dari tubuh nya
"Guru aku ingin mengganti pakaian ku dulu"
Huang Zi pun berganti Jubah nya dengan yang baru dan dia pun mendekati guru nya yang berdiri di balik pohon
"Guru sebelum kita pergi sebaik nya kita mengambil peninggalan dan harta sakte itu mungkin akan berguna nanti nya"
Huang Zi pun akhirnya menyusuri reruntuhan sakte itu yang sudah rata dengan tanah
Tanpa mereka sadari ada beberapa orang yang mengintai mereka dari jauh tapi mereka tak merasakan nya
Setelah cukup lama memeriksa reruntuhan itu dia pun menemukan pintu ruang bawah tanah
"Guru disini ada pintu mungkin yang kita cari ada di dalam sini"
Huang Zi dan Yui pun masuk kedalam Ruang bawah tanah tersebut dan setelah menyusuri beberapa lama mereka melihat pintu besar
"Guru seperti nya ini ujung lorong ini dan pintu itu sepertinya merupakan tempat mereka menyimpan harta mereka"
Huang Zi pun membuka pintu itu dan benar saja di balik puntu itu terdapat banyak tumpukan koin emas dan beberapa kita serta senjata pusaka tingkat tinggi
Yui yang melihat itu hampir berteriak karna senang menemukan harta disana tapi jika tau harta yang tersimpan di cincin dimensi mungkin Yui akan pingsan seketika
"Hua'er ini sangat banyak bagai mana kita bisa mengambilnya" Ucap Yui dengan penuh semangat memegang beberapa koin emas
"Guru mundur lah biar aku yang usur semua nya"
Yui pun mundur dan benar saja semua barang disana hilang tanpa sisa Yui hanya terkagum kagum kepada murid nya itu dia tak sadar kalo selama ini Murid nya memiliki Cincin yang begitu langkah bahkan didunia nya hanya ada tiga dan tidak pernah ada yang tau dimana saja letak cincin itu
"Hua'er aku baru tau kau memiliki cincin dimensi aku harap kau tak memperlihatkan nya didepan orang lain karna itu akan membahayakan nyawa mu"
"Iya aku tau itu dari guruku dulu, jadi guru tenang saja murid bisa menjaga diri"
"Sebaiknya kita melanjutkan perjalanan kita guru tak baik kita berlama lama disini"
Akhirnya mereka pun krmbali melanjutkan perjalanan mereka menuju ibukota
Tanpa mereka ketahui berita tentang lenyap nya sakte rubah iblis sudah menyebar kemana mana dan yang paling mencolok adalah orang yang melenyapkan sakte itu adalah seorang pumuda yang mempunyai tubuh yang di selimuti petir
Mereka Terus berlalri melewati hutan dan beberapa kali dihadang oleh siluman kelas rendah dengan mudah Huang Zi membuhnya
Ketika malam tiba mereka pun belum keluar hutan dan akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat di hutan
"Guru sebaik nya kita beristirahat disini hari sudah larut kita lanjutkan perjalanan kita besok"
"Baik lah sebaik nya seperti itu kita tak tau apa yang akan kita temui di perjalanan jadi sebaik nya kita beristirahat dlu" ucap Yui dengan tenang
"Baik lah aku akan mencari hewan untuk kita makan dulu" ucap Huang Zi sambil melangkah pergi
Huang Zi pun pergi dengan cepat masuk kedalam hutan untuk mencari hewan untuk mereka makan sedangkan Yui membuat api unggun
Tidak lama Huang Zi kembali membawa Dua potong ayam dan Huang Zi pun memanggang nya untuk mereka makan
setelah mereka makan Huang Zi menyuruh Yui beristirahat dan dia akan berjaga disana
tapi Yui menggeleng dia tau murid nya pasti lelah karna sudah bertarung habis habisan jadi dia menyuruh Huang zi untuk istirahat
"Hua'er kau istirahat lah biar guru yang menjaga aku tau kau pasti lelah" ucap Yui kapada Huang Zi
"Tidak Sebaiknya guru yang istirahat aku yang akan berjaga" Ucap Huang Zi .
"Sudah lah terserah kau saja kau itu begitu keras kepala, teruslah berjaga jangan sampai kau tertidur" Ucap Yui dengan acuh
Akhirnya Yui pun pergi beristirahat di dekat pohon Huang Zi pun duduk bersila diatas pohon yang tak jauh dari Yui yang sedang tertidur
Tak ada yang mengganggu merka selama mereka di dalam hutan
Pagi hari nya Yui dan Huang Zi pun bergegas kembali melanjutkan perjalanan mereka
Di perjalanan mereka Tak menemui kendala setelah satu minggu mereka berlalari dan beberapa kali singgah di desa dan hutan akhir nya merka pun tiba di Ibukota
"Hua'er kita sudah sampai ingat jangan membuat kekacawan sekarang kita akan ke istana kaisar untuk menemui kaisar disana"
"Baik guru murid berjanji tak akan mengacau lagi" Ucap Huang Zi Dengan tampang senyum
"Sudahlah ayo kita ke istana sekarang"
Mereka pun akhirnya berjalan menuju istana Kaisar Han
ngintilinbgurunya gurunya mulu thor
jgn ngikutin gurunya mulu
terlalu lebay