NovelToon NovelToon
Menikah Karena Kesalahan

Menikah Karena Kesalahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy Queen

Ayana Gadis Remaja yang Cantik, selalu Ceria dan sangat Cerdas berusia 16 Tahun baru lulus SMA, bercita-cita menjadi Seorang Dokter.

Ayandra Gunawan adalah Seorang CEO di Perusahaan Anawa Grup berusia 28 Tahun yang sangat Tampan, Mapan, Angkuh, Dingin dan sedikit Arogan

Sampai suatu hari, Ayandra dan Ayana mereka terpaksa harus Menikah Karena sebuah Kesalahan.

Sebelum Pernikahan terjadi, Ayana harus menandatangani surat Perjanjian Kontrak Pernikahan yang di berikan oleh Ayandra.

Ayandra maupun Ayana tidak menginginkan Pernikahan ini, karena Ayandra sudah mempunyai Kekasih sementara Ayana masih ingin melanjutkan Pendidikannya untuk menjadi Seorang Dokter.

Akankah Pernikahan mereka tetap BERTAHAN, setelah Ayana memutuskan untuk pergi jauh dari kehidupan Ayandra, dan Ayandra memutuskan untuk bertunangan dengan Kekasihnya yang sempat tertunda...

Ataukah Ayana akan mendapatkan Cinta yang lain dan memutuskan untuk memiliki hubungan yang baru, dan Ayandra malah akan semakin Mencintai tunangannya.

Jika ingin mengetahui jawabannya, ayo BACA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 31

Ayandra menatap kedua anak kembar itu, begitupun dengan Zein dan Zeina yang baru memperhatikan Ayandra mereka menatap Ayandra lekat, tiba-tiba saja kedua anak kembar itu berlari menghampiri Ayandra dan memeluknya.

"Daddy." kata si kembar.

Ayandra terdiam setelah mendapat pelukan dari si kembar, Dia juga merasa kaget saat dirinya di panggil Daddy.

"Daddy, apa Daddy kesini ingin bertemu Mommy?" tanya Zeina polos yang masih memeluk kaki Ayandra

"Sayang, paman ini bukan Daddy kalian, ini calon suami Bibi." kata Andini menggandeng lengan Ayandra

"Tapi Dia Daddy Kami." kata Zein mengangkat wajahnya untuk melihat wajah Ayandra.

"Yang di katakan Bibi ini benar sayang, paman ini tunangannya Tante ini." kata dokter Rikal tersenyum.

" Oh ya, berarti kami salah dong." kata Zeina melepas pelukannya kepada Ayandra begitupun Zein mereka langsung menjauh dari Ayandra.

"Memangnya Daddy kalian kemana, kenapa bisa salah mengenali Daddy kalian." tanya Aldi.

"Emm, kata Mommy, Daddy Kami pergi mencari uang yang banyak agar bisa memiliki rumah yang sangat besar." kata Zeina polos.

"Oh ya." kata Aldi tersenyum mendengar perkataan Zeina yang polos.

"Iya Paman." kata Zeina lagi.

"Kenapa tadi kalian mengira Paman ini, Daddy kalian?" tanya Ayandra penasaran.

"Itu karena..." belum sempat Zeina melanjutkan perkataannya Zein sudah menarik tangan Adiknya.

"Ayo De', kita keruangan Mommy." ajak Zein.

"Ayo Uncle antar, Mommy kalian mungkin sedang memeriksa Mamanya paman ini." kata dokter Rikal menunjuk Ayandra.

Mereka semua sudah keluar dari ruangan dokter Rikal menuju ruangan tempat Nyonya Dewi dirawat, sementara Ayana sedang berjalan menuju tempat pasien yang akan Dia tangani, Ayana tidak mengetahui bahwa pasien yang akan ia tangani tidak lain adalah mertuanya sendiri Ibu dari Suaminya.

Di dalam ruangan Nyonya Dewi, sudah ada Tuan Gunawan menemaninya, Reyhan juga sudah datang beberapa menit yang lalu, sedangkan Melisa sudah pulang saat Reyhan datang. Nyonya Dewi sedang memakan buah yang sudah Reyhan bersihkan, mereka melihat ke arah pintu saat terdengar ada ketukan dari luar.

"Tok tok, permisi." kata Ayana masuk keruangan Nyonya Dewi.

Deg, Ayana kaget saat melihat Reyhan yang sedang duduk di samping Pasiennya, begitupun Reyhan yang melihat Ayana yang menggunakan baju putih khas untuk seorang dokter, Reyhan tak kalah terkejutnya begitu juga Tuan Gunawan.

Mereka sangat terkejut melihat Ayana kini yang sudah sangat berbeda, wajahnya yang semakin cantik dengan sikap yang dewasa dan berpenampilan sangat anggun, beda dengan Ayana 5 tahun yang lalu.

Tanpa sepata katapun, Ayana langsung membalikan badannya membuka pintu dan berlari keluar dari ruangan tersebut, dokter Rikal yang melihat Ayana berlari keluar dari ruangan Nona Dewi, memanggil Ayana agar Ayana menghentikan langkahnya.

"Dokter Aya tunggu sebentar." kata dokter Rikal menghentikan Ayana.

Ayana berhenti tapi ia belum membalikan badannya karena ia sedang menghapus air matanya yang tiba-tiba saja keluar, Ayana tidak mengetahui jika di belakangnya itu selain dokter Rikal, sudah ada Reyhan yang sempat mengejarnya tadi, juga ada Suaminya yang selama ini ia rindukan dan juga kedua anak kembarnya yang sangat ia sayangi.

"Mommy, tunggu, jangan lari lagi." kata Zeina menghampiri Mommy nya di ikuti kakaknya Zein.

Mendengar perkataan Putrinya, Ayana langsung membalikkan badannya dan melihat semua orang yang sedari tadi memandanginya dari belakang.

Ayana, kata mereka Nona Andini dan Aldi bersamaan saat melihat Ayana, mereka sangat terkejut tidak percaya apa yang sedang mereka saksikan saat ini, tidak terkecuali Ayandra ia bingung harus berbuat apa perasaannya sekarang campur aduk, tapi tidak dengan Reyhan, saat melihat Ayana dan ini nyata Reyhan langsung menghampiri Ayana dan memeluknya, melepaskan semua kerinduannya kepada Baby kecilnya dulu.

Rikal yang menyaksikan kejadian ini bingung, sepertinya ada yang terlewatkan atau memang sengaja Ayana tidak meceritakan kepadanya. Ayandra yang melihat Adiknya memeluk Istri kecilnya itu ada perasaan marah karena cemburu yang ia rasakan tapi ia menahan semua itu terlihat dari wajahya yang memerah.

Ayandra tidak sendiri, dokter Rikal juga merasakan hal yang sama, ia sangat cemburu saat melihat Reyhan memeluk Ayana dan tidak ada penolakan dari Ayana, dokter Rikal belum mengetahui bahwa yang memeluk Ayana itu adalah salah satu sahabat Ayana, yang sering Ayana ceritakan kepada mereka waktu masih bersama di Negara A dulu.

"Beb ini Loe kan?" tanya Reyhan senang saat ia sudah melepaskan pelukannya.

"Iya ini Gue Rey." jawab Ayana menangis.

"Mom, kenapa paman ini memeluk Mommy, dan memanggil Mommy dengan sebutan Baby?" tanya Zeina polos.

"Iya kenapa paman ini memanggil Mommy dengan sebutan Baby! memangnya Mommy Bayi ya?" kata Zein polos

"Sayang ini Uncle kalian." kata Ayana tersenyum sambil menghapus air matanya.

"Beb, Loe udah nikah lagi?" tanya Reyhan karena mendengar dua anak kecil ini memanggil Ayana dengan sebutan Mommy.

"Nggak, siapa yang bilang." kata Ayana.

"Tuh mereka memanggil Loe Mommy." kata Reyhan sambil menunjuk ke dua anak kecil itu dengan bibirnya.

"Yaa, karena memang mereka anak gue." kata Ayana santai

"Beb Loe serius?" tanya Reyhan lagi

"Jangan bilang kalau mereka ini anak.." kata Reyhan tidak melanjutkan kata-katanya ia langsung mengalihkan pandangannya kearah Ayandra Kakaknya dan Ayana menganggukkan kepalanya tanda apa yang dipikirkan Reyhan itu benar.

Ayana meminta permisi sebentar kepada dokter Rikal untuk berbicara sebentar bersama dengan Reyhan, Ayana tidak memperdulikan kehadiran Ayandra, sejujurnya ia sangat rindu tapi melihat ada Nona Andini di samping Ayandra, Ayana membuang jauh rasa rindunya itu ia tahu diri sudah meninggalkan Ayandra jadi tidak salah jika Ayandra dan Nona Andini bersama pikir Ayana.

Ayana menitipkan ke dua Anak kembarnya kepada dokter Rikal untuk membawa mereka pulang, agar dirinya leluasa mengobrol dengan Reyhan, Ayana berjanji akan menjelaskan semuanya nanti kepada dokter Rikal agar tidak ada kesalah pahaman di antara mereka, dan dokter Rikal mengerti ia segera membawa pulang ke dua anak kembar itu, ke Apartemen milik Ayana yang sudah Ayah Adam sediakan sewaktu Ayana masih di Negara A.

Setelah dokter Rikal tidak terlihat lagi, Ayana langsung mengajak Reyhan untuk berbicara di taman rumah sakit, tapi sebelum mereka berjalan Ayandra sudah menarik lengan Ayana secara paksa agar Ayana ikut bersamanya, Ayana menolak tapi ia tidak bisa mengalahkan tenaga Ayandra yang kuat.

Ayana sedikit merasa kesusahan untuk menyeimbangi langkah kaki Ayandra yang lebar karena Ayana memakai high heels yang lumayan tinggi, Andini yang melihat sikap Ayandra yang meninggalkannya begitu saja sangat marah dan mengutuk Ayana, sementara Reyhan tidak bisa berbuat banyak karena memang Ayana masih Istri Kakaknya, Reyhan yakin Ayandra tidak ingin menyakiti Ayana mereka hanya butuh berdua untuk bicara.

Aldi yang Asisten sekaligus sepupu Ayandra sudah mengetahui tempat yang Ayandra inginkan untuk berbicara kepada Istri kecilnya itu, Mereka sudah sampai di Apartemen milik Ayandra, Ayandra masih saja memegang erat lengan Istri kecilnya itu untuk masuk ke dalam Apartemen miliknya, ia takut jika melepaskan pegangannya Ayana akan lari darinya jadi Dia tidak ingin mengambil resiko.

"Lepaskan Saya, lengan Saya sakit." kata Ayana.

"Iya ini saya lepaskan." kata Ayandra sambil melepaskan tangannya dari lengan Ayana.

"Iya Saya sudah di lepaskan tapi Kakak mengunci pintunya." kata Ayana.

"Buka nggak pintunya." kata Ayana marah.

"Nggak." kata Ayandra santai.

"Buka Kak, Saya mau pulang." kata Ayana menangis.

"Kenapa Kamu melakukan semua ini?" tanya Ayandra.

"Untuk kebahagiaan Kakak." kata Ayana dengan tangisnya.

"Kenapa Kamu menyembunyikan mereka dariku?" tanya Ayandra dingin.

"Siapa yang Kakak maksud?" tanya Ayana berpura-pura.

"Anak-anak itu." kata Ayandra.

"Hemm, Mereka Anakku, Kakak tidak perna menginginkan mereka." kata Ayana tersenyum getir.

"Ayana jangan keterlaluan Kamu." kata Ayandra marah.

"Apa perna Kamu masuk kedalam hati dan pikiranku sehingga Kamu menyimpulkan pikiran bodohmu itu." sambung Ayandra marah.

"Yaa, Ayana memang bodoh, maka biarkanlah Kami melanjutkan hidup Kami seperti biasa tanpa kehadiran Kakak." kata Ayana dengan tangisnya.

"Ayana, Kamu jangan egois mereka membutuhkan Ayah." kata Ayandra yang mulai mengontrol dirinya.

"Masalah itu, Kakak tenang saja setelah pernikahan Kakak, Saya akan mencarikan Daddy untuk mereka." kata Ayana dengan suara pelan.

"Ayolah Ayana, jangan seperti ini Sayang." kata Ayandra tanpa sadar memanggil Ayana dengan sebutan Sayang.

"Terus mau Kakak, Ayana harus seperti apa?" tanya Ayana dengan tangisnya

Melihat Ayana yang menangis pilu, Ayandra menghampiri Istri kecilnya itu lalu memeluknya, seketika itu Ayandra merasa sakit yang teramat yang ia rasakan di hatinya, hanya kata maaf yang selalu keluar dari mulutnya untuk menenangkan Ayana.

'Maafkan Aku Sayang, maafkan atas kesalahan yang perna Ku lakukan, dan maafkan juga atas sikapku yang tidak akan perna membiarkanmu pergi dariku, ini mungkin tidak adil untukmu tapi Aku tidak bisa berpisah lagi darimu, sudah cukup 5 Tahun ini kamu lari dariku tapi tidak kali ini.' gumam Ayandra dalam hati

1
Elyzabeh Bunga Aryana
lanjut tor..ko lma..mna episot..
Mohammad Bryan Firmansyah
Luar biasa
Priska Watung
lanjut
Priska Watung
bagus
mifta churohmah
hallo kaka k author, semoga kakak author selalu diberikan kesehatan. maaf kak, novel ini kapan kira kira up, sdh 2 thn lebih kami menunggu.
bunga
sudah lebih setahun aku nunggu kelanjutan ya kok ngga ada up2
🌻Ruby Kejora
Karyanya bagus kak⭐⭐⭐⭐⭐
Veronika Kalila
dah kayak sinetron Thor, maaf🙏
Bella
ceritanya bagus
wins
kak ayan agak janggal ,kak Andra kek
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Di gantung itu sungguh g enak y Thor... Yoook lanjut
Venny Junita
episode terbaru selanjutnya mana lagi yang banyak ya update terbaru nya semangat
Iriani
lanjut Thor jangan lama2
Ati Sudirman
Ayunda bego ngak bisa ngambil ke putusan
Ati Sudirman
bagus ceritanya
bunga
sayang banget ngga dilanjutin padahan yNg ngelik ribuan
Yanti Hartati
lanjut....
Larysa Kadek
kok.lama Thor lanjutannya , ayoo semangat lagi💪💪💪
Pak Eko
sebenarnya wajar Dina begitu, sahabat jg pnya batasan n walaupun dekat tetap BKN muhrim.
Lola Levita
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!