kisah asmara antara Justine Anderson Smith di kehidupan sekolahnya dan juga kisah cinta Davin Anderson yang jatuh cinta pada seseorang yang tidak diduga, mereka berdua bersaudara dan saling mengejar cinta sejati mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
We are BROTHER 31
we are BROTHER 31
"Bukalah..." Kata Davin pada Kayla yang sedang memegang kado darinya
Perlahan Kayla membuka kotak beludru berwana hitam yang di bungkus dengan sangat cantik, dia terpesona dengan isi yang ada didalamnya, sebuah kalung dengan berlian berwarna biru berbentuk hati yang sangat indah, dengan model terbaru yang sangat elegan tapi terkesan simpel
"Biar ku bantu memakaikannya" pinta Davin, Kayla mengangguki perkataan Davin, kemudian Davin mengambil kalung itu dan memakaikannya di leher Kayla
"Terimakasih Davin"
"Sama-sama sayang..." Davin mendekatkan wajahnya ke wajah Kayla, namun Kayla mendorong tubuhnya dan memalingkan wajahnya yang sudah terbakar malu, kayla tidak habis pikir kenapa dia akan menciumnya didepan semua orang
Justine dan Jasmine saling menatap satu sama lain, wajah Jasmine kini ikut serta merona sama seperti wajah Kayla
"Ekhemmmm!!!" Alex berdehem untuk mencairkan suasana kembali, Davin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia tersenyum lebar melihat tatapan keluarganya yang seolah ingin menghajarnya
Setelah semuanya telah selesai memberikan ucapan selamat dan juga memberikan kado mereka Justine memainkan gitarnya dan mulai menyanyikan lagu kesukaan nya
Kayla tiba-tiba merasa begitu pusing dan badannya juga terasa begitu lemas, Kayla memegangi kepalanya yang terasa berat, dan tiba-tiba semuanya terasa gelap.
"Kayla!" teriak Davin saat tiba-tiba Kayla tidak sadarkan diri, beruntung Davin dengan cepat menangkap nya sebelum terjatuh ke lantai
"Tante Kayla kenapa om?" Tanya Justine yang juga ikut panik bersama dengan yang lainnya
"Davin bawa kayla ke kamar, dan ayah akan menghubungi dokter Bryan" perintah Alex pada Davin yang terlihat begitu panik, Davin segera menuruti perintah Alex dan mengangkat tubuh Kayla menuju ke kamarnya
Dokter Bryan kini sedang memeriksa keadaan nya, semua orang menunggu dengan sabar dikamar Kayla dan Davin, sedangkan Davin dengan raut muka yang penuh dengan kekhawatiran terus menggenggam tangan Kayla
"Bagaimana dok?" Tanya Davin saat Dokter Bryan telah selesai melakukan pemeriksaan nya
"Tenang saja, dia baik-baik saja, dia hanya kelelahan dan tekanan darahnya rendah dan sepertinya dia... sedang hamil" jelas dokter muda itu
"Hamil?!" Ucap mereka semua yang ada disana
"Iya hamil, untuk lebih jelasnya, kalian perlu memeriksa nya ke rumah sakit" jelas dokter Bryan lagi
Davin segera menciumi tangan Kayla yang sedari tadi digenggamnya,dia sangat bahagia mendengar kabar itu, bahkan semua orang yang ada di sana juga ikut merasakan kebahagiaan itu
Perlahan Kayla membuka matanya, dan melihat ke sekeliling nya, dia melihat semua orang yang selalu memberikan kebahagiaan kepada nya sedang berkumpul di sana, dikamar nya
"Davin ..." Panggil Kayla dengan suara yang masih lemah
"Iya sayang..." Jawab Davin
"Aku kenapa? Kenapa semuanya berkumpul di sini?" Tanya Kayla lagi, dan yang lebih mengherankan dia melihat dokter keluarga mereka ada disana
"Tidak apa-apa, hanya saja...kamu sekarang sedang hamil sayang, besok aku akan mengantarmu ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan untuk lebih detailnya" jelas Davin dengan senyuman mengembang diwajahnya
"Aku hamil?" Tanya Kayla yang masih belum percaya dengan apa yang dia dengar
"Iya nyonya, anda sedang hamil, untuk lebih jelasnya anda harus memeriksakannya ke rumah sakit" jelas dokter Bryan
"Lord Anderson, ini resep vitamin untuk nyonya Kayla, kalau begitu saya permisi dulu" dokter Bryan meninggalkan kamar Davin dan berjalan keluar rumah ditemani oleh Alex
Sementara di dalam kamar Davin, Justine segera menghampiri Kayla dan Davin yang tengah duduk diranjang
"Om, Tante bentar lagi Justine punya adik ya" kata Justine yang juga merasa bahagia mendengar berita kehamilan Kayla
"Iya Justine, makanya mulai sekarang jangan nakal lagi, kalau kamu nakal nanti adikmu ini bisa punya kelakuan mirip dengan kelakuan mu" ucap Davin berbohong, karena dia tahu jika Justine tidak akan percaya
"Emang gitu mom?" Tanya Justine pada Jessy
"Tanya saja pada Daddy mu" Jessy melemparkan pertanyaan nya pada Leo yang sedari tadi terus menempel padanya
"Aku tidak mengerti sayang... Justine kenapa kamu tidak menanyakan saja pada calon istri mu" goda Leo pada Jasmine dan Justine yang terus menerus melemparkan pandangannya
"Aku... Tuan Smith, aku tidak tahu" jawab Jasmine sopan, namun wajahnya sudah merona karena ucapan Leo tadi yang mengatakan jika Jasmine calon istri nya Justine
"Sayang.... Jangan menggoda calon menantu ku!!!" dengus Jessy pada Leo yang masih saja memeluknya dari belakang dengan erat
"Kalau begitu dia juga calon menantu ku " mendengar ucapan Leo semuanya tertawa bahagia
"Jasmine, bukankah besok kalian libur sekolah, apa kamu mau jika menginap disini? Kamu bisa tidur bersama ku" ajak Jessy pada Jasmine
"Jangan sayang, jangan tidur bersama mu, disini sangat banyak kamar, dia bisa tidur di ruang tamu, sedangkan kita akan tidur di kamar lamamu, sementara Justine dia bisa tidur dengan ayah Alex" saran Leo, dia tidak ingin Jessy tidur dengan orang lain, karena dia merasa tersiksa jika harus tidur tanpa memeluk Jessy
"Ckk.. dasar Daddy!!! Kelihatan banget kali, kalau Daddy tidak mau tidur terpisah sama mommy barang semalam saja" ejek Justine
"Berisik!!" Leo melempari Justine dengan buku yang ada di meja Davin
"Yang penting, kak jessy jangan tidur sama Kayla, soalnya malam ini, aku mau menengok calon anakku" ucap Davin tanpa malu, yang sukses membuat Kayla harus menjewer telinga nya dengan gemas dan semua orang yang ada disana menertawakan nya
-----------
udah apa lagi?😜
yuk tap jempol kalian 😉