Seorang gadis cantik pindah rumah ke rumah warisan nenek moyangnya. Dia tinggal sendiri karena kedua orang tuanya sudah meninggal.
Dia pindah ke rumah itu karena dekat dengan kampusnya dan rumah orang tuanya dijual untuk membayar hutang mereka.
Dia tinggal sendiri dirumah itu tapi dia merasa ada orang lain yang juga tinggal disana.
Setiap hari dia merasakan kehadiran sesuatu yang entah apa itu manusia atau bukan.
Gangguan demi gangguan datang menghampirinya. Membuatnya harus bersabar.
"Aku tidak mau tinggal lagi disini selama kau masih disini! "
_Narura Ayame_
"Kau akan tetap menjadi milikku meski aku tidak tahu kau itu makhluk apa"
_Devano Lee_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DEVANO LEE & YOONA AYAME
Hari ini Yoona sedang menunggu kedatangan ibunya, dia duduk di sebuah rumah makan yang cukup ramai. Narura pun datang dengan membawa banyak tas belanja.
"Hai sayang" Narura duduk berhadapan dengan Yoona. "Ibu banyak sekali tas belanjaan itu " kata Yoona. "Oh ini? Iya, ini semua untuk keperluanmu di asrama" kata Narura.
"Tapi ini banyak sekali, selain itu, kita pakai apa membawa semua barang ini asrama?" tanya Yoona.
"Kita naik mobil" kata Narura sambil menunjuk salah satu mobil yang terparkir di parkiran.
"Ibu punya mobil? " tanya Yoona tidak percaya. "Iya" jawab Narura.
Yoona terlihat berfikir dan mencerna ucapan ibunya itu. "Darimana bu? " tanya Yoona.
"Dari ayahmu" jawab Narura.
Deg
Yoona tampak berfikir. "Ayah? Ayahku? Siapa sebenarnya ayahku? Dimana dia? " batin Yoona.
"Kau mau bertemu dengannya? " tanya Narura. Yoona menatap ibunya. Air matanya berlinang. "Yoona " Narura membelai pipi putrinya dengan lembut.
"Bagaimana sayang? Apa kau mau bertemu dengan ayahmu? " tanya Narura.
"Tidak " jawaban itu terdengar jelas di telinga Narura. Sungguh bukan jawaban yang diharapkan oleh Narura.
"Ta.. Tapi kenapa? " tanya Narura. Devano yang menguping pembicaraan mereka benar-benar sakit mendengar ucapan putrinya itu.
"Aku sudah besar sekarang, aku tidak mau ibu sedih karena aku selalu menanyakan keberadaannya, aku memang merindukannya bu, sangat merindukannya, tapi kenapa dia harus pergi bu, pergi entah kemana dan meninggalkan kita berdua" kata Yoona dengan air mata bercucuran belum lagi ucapannya yang terdengar meratapi kesedihan yang mendalam.
Narura terlihat sedih dan memeluk putrinya dengan penuh kasih sayang. Dia tahu sebenarnya Yoona ingin bertemu ayahnya namun Yoona masih butuh waktu untuk merenungkannya.
"Ayahmu menyayangi kita dan sangat merindukan kita sayang, dia melindungi kita, hanya saja sesuatu terjadi padanya yang membuatnya harus melindungi kita dengan cara menjauh dari kita.. Dia melindungi kita Yoona, kau harus mengerti " kata Narura.
"Tapi aku tidak mengerti bu" tangis Yoona. "Kenapa aku yang mengalami ini, kenapa bukan orang lain saja bu.. Aku.. Aku.. Tidak mau seperti ini, berbeda dengan yang lain" tangis Yoona.
"Sudahlah sayang, jika kau tidak mau bertemu dengannya, tapi ibu yakin suatu hari nanti kau akan bertemu dengannya " kata Narura. Yoona mengangguk.
Narura melirik Devano yang berdiri dibelakang Yoona dengan ekspresi sedih. Tapi Devano tersenyum pada Narura menandakan dirinya baik-baik saja. Narura mengangguk pada Devano.
♡♥♡♥♡♥♡
Yoona menyimpan semua barang oemberian ibunya yang berasal dari ayahnya ke meja di kamar asramanya.
Yoona terlihat sedih, dia ingin bertemu dengan ayahnya, tapi bukan berarti dia memaafkan kepergian ayahnya. Bahkan Yoona tidak tahu seperti apa rupa ayahnya. Tidak ada foto ayahnya di mansion.
Tiba-tiba terdengar suara pintu kamarnya diketuk. Yoona membuka pintu ternyata penjaga asrama. "Ada apa Pak Mizo? " tanya Yoona.
"Ada seseorang yang ingin memenemuimu Nn. Ayame" kata Mizo, penjaga asrama.
"Siapa? "
"Saya juga tidak tahu, mari saya antar"
Yoona pun mengikuti Pak Mizo. Mereka menuruni tangga menuju taman disamping asrama.
Terlihat seorang pria berbadan tinggi membelakangi mereka. "Itu orang nya, silakan bicara" kata Mizo. Yoona mengangguk.
Yoona mendekat. "Ehm, permisi? " tanya Yoona. Pria itu membalikkan badannya. Ternyata Devano, dia menatap Yoona dengan penuh kerinduan.
"Anda siapa? " tanya Yoona. Sungguh pertanyaan yang menyakiti perasaan Devano. Devano masih menatap Yoona dengan tatapan semula. Yoona merasa risih dengan tatapan Devano.
"Pak? Hallo? " Yoona mengibas-ngibaskan tangannya. Devano mengerjap.
"Aku.. Temannya ibumu" kata Devano berbohong. Karena dia tahu, jika dia bilang ayahnya, maka dipastikan Yoona akan menolaknya.
"Baru saja ibuku pergi, anda bisa menemuinya di mansion, akan saya berikan alamatnya" kata Yoona sambil membawa smartphone dari saku celananya.
"Tidak perlu nak, aku hanya ingin bertemu denganmu" kata Devano to the point.
Yoona kembali mendongkak menatap Devano. "Bertemu denganku? " tanya Yoona.
"Iya, aku.. Aku.. Aku ingin memelukmu" kata Devano. Yoona mengernyit dia terpundur karena takut, namun Devano dengan sigap memeluk Yoona.
Yoona ingin berontak karena saling terkejutnya dan takut apabila ada temannya yang melihat itu mungkin mereka berpikir dia sedang berpacaran dengan om-om.
Yoona tidak merasakan detak jantung pria itu, yang dia rasakan adalah rasa sakit dan rasa rindu yang menjejal didalam hati pria itu. Sesuatu yang membuat Yoona tercekat dan menjatuhkan bulir-bulir bening dari matanya.
Semuanya bisa dia dengar, perasaan teramat dalam pria yang memeluknya. Rangkaian kata dan kalimat yang menghentakkan batin Yoona. Yoona mendengar semuanya, hingga Yoona pun berkata.....
"Ayah"
Tangisan Devano pecah walau tanpa suara. Ternyata dia mampu menggetarkan dinding nurani sang anak yang hampir tertutup untuknya. Perasaannya bisa tersalurkan melalui pelukan hangatnya. Meski sebenarnya dia tidak tahu kalau Yoona bisa membaca pikirannya.
"Ayah" kata Yoona lagi dengan air mata yang terus mengalir dan membasahi jas pria itu yang tak lain adalah ayahnya. Yoona membalas pelukan ayahnya tak kalah erat seolah takut kehilangan.
Devano mengeratkan pelukannya. Narura tersenyum haru dengan air mata mengalir di pipinya. Ternyata Yoona memang baik dan bisa menerima ayahnya. Narura berjalan menghampiri mereka. Devano dan Yoona menoleh.
"Ibu" kata Yoona. Narura memeluk mereka berdua. Kini mereka berpelukan. Tanpa mereka sadari, 2 pasang mata memperhatikan mereka dikejauhan. Mereka adalah Refano dan Alex.
"Kau mau bergabung? " tanya Refano. "Belum saatnya, selain itu, dia tidak tahu kan kalau aku masih hidup" kata Alex.
Cinta Devano begitu besar untuk Narura dan anaknya. Dia bahkan rela meninggalkan tugasnya sebagai raja di Diamond untuk sementara. Karena dia merindukan kedua wanita yang dia sayangi. Devano akan kembali ke Diamond tanpa Yoona dan Narura, namun dia akan kembali untuk membawa mereka kesana setelah Yoona dewasa.
"Aku ingin suatu saat nanti memiliki keluarga se harmonis mereka " kata Refano. "Kau pasti akan memilikinya, tunggu saja ramuannya bekerja" kata Alex.
"Apa cerita ini sudah selesai? " tanya Refano.
"Belum, kita akan tahu di cerita selanjutnya.. HANTU TAMPAN " jawab Alex
♡♥♡♥♡♥♡
By
Ucu Irna Marhamah
jgn² siasat emak'y 😁
pdhal prcya sama keluarga hrus'y jgn sama pcr 🤦🏼♀️
mdh²an Yoona bner anak'y Devan sama Naru 🤲🏻 amin
jgn doonk
cucok meong mblewer²
bgoosz
ni otor'y yg halu apa pnglman pribadi ye 🤔🤣🤭
b'janda tor ✌🏻
🏃🏼♀️🏃🏼♀️🏃🏼♀️🏃🏼♀️💨💨💨💨💨💨