NovelToon NovelToon
CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Tamat
Popularitas:404.3k
Nilai: 5
Nama Author: NLiRa

Hilya Aska merupakan seorang gadis yang masih duduk di bangku SMA kelas 11. Hilya baru saja kehilangan ibunya yang membuat dia sering menyendiri dan menangis sendiri.


Hilya menaruh perasaan pada seorang laki-laki yang juga satu sekolah dengannya yang bernama Abian Asraf, yang sering di panggil Abian.

Abian selalu ada untuk Hilya dan memberi perhatian lebih untuk Hilya, apalagi saat ibu Hilya meninggal Abian selalu menyemangati Hilya.

hingga suatu saat Hilya mengetahui bahwa kebaikan yang ia dapatkan dari Abian hanya untuk membuat Hilya membantu Abian untuk mengungkapkan perasaannya pada Disa yang merupakan sahabat Hilya yang juga menyukai Abian.


Zidan Mahardika seorang kating di kampus Hilya. Zidan juga merupakan ketua geng di kampus. Zidan yang di kenal kating paling galak dan famous, telah jatuh hati pada Hilya. dan Hilya di ratukan oleh Zidan di kampus

bagaimana kisah cinta untuk Hilya?, apaka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NLiRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

H 1 DI KAMPUS

Hilya masih belum bisa tidur, dia masih kepikiran tentang Julian. Ingin sekali rasa Hilya membawa Julian bersamanya, namun ia tak mungkin melakukannya karena melihat posisi bunda Lola dan ayah Dion.

Lama berpikir Hilya pun akhirnya tertidur dengan pulas. Keesokan harinya Hilya dan Syifa sudah siap untuk ke kampus. Syifa dan Hilya sedang sarapan bersama dengan Ayah dan Bunda.

"Assalamu'alaikum tante" ucap Zidan yang baru datang

"Wa'alaikum salam" ucap mereka barengan.

"Eh Zidan, sini sarapan bareng" ucap Bunda Lola

"Makasih tante" ucap Zidan yang langsung duduk di samping Hilya

"Dih langsung mau, gak ada basa basi dulu" ucap Hilya

"Ngapain harus basa basi, orang gue makan di rumah calon mertua gue sendiri" ucap Zidan yang membuat semuanya tertawa kecuali Hilya.

Mereka pun sarapan bersama dan setelah itu langsung berangkat ke kampus. Di perjalanan Hilya yang duduk di depan dengan Zidan hanya diam dan Syifa juga hanya berbicara sekali-kali.

"Eh itu Disa kan" ucap Hilya yang membuat Syifa melihat kearah yang di tunjuk Hilya

"Eh iya bener, kok dia jalan kaki ya" ucap Syifa

"Kak berhenti dulu dong" ucap Hilya

Hilya dan Syifa turun dari mobil,mereka menghampiri Disa.

"Disa" panggil Hilya dan Syifa

"Ka..kalian, kalian ngapain?" tanya Disa yang gugup

"Kita mau ke kampus" ucap Syifa

"Kamu kenapa jalan kaki?" tanya Hilya

"Gak kok tadi aku di antar sama ayah aku, cuma karena tempat kerja ayah aku dan kampus berlawanan arah, jadi aku turun di sini" ucap Disa yang berbohong.

"A..aku duluan ya" ucap Disa lagi

"Bareng kita aja" ucap Hilya yang tersenyum

("Aduh Hilya kamu tuh jangan begini, kamu gak perlu baik sama aku, rasa bersalah ku menjadi lebih dan lebih lagi"batin Disa)

"Gak apa-apa aku bakal naik taksi kok" ucap Disa yang merasa gak enak.

"Udah bareng kita aja" ucap Syifa yang melihat Disa menatap Hilya

"Udah gak perlu ngerasa gak enak sama kita, ayok" ucap Syifa yang menarik tangan Disa.

Hilya tersenyum melihat tingkah Syifa. Mereka pun masuk ke dalam mobil.

"Kak Zidan kasih tumpangan buat sahabat aku satu lagi ya" ucap Hilya

"Ayo jalan nanti telat" ucap Syifa.

Zidan pun melajukan mobilnya dan setelah sepuluh menit kemudian mereka pun sampai ke kampus.

Tamara geng kesel melihat Hilya yang di bukakan pintu oleh Zidan, Tamara menjadi lebih kesal saat melihat Disa juga pergi bareng mereka.

"Sialan ya tuh cewek, dia langsung bisa baikan sama si cewek murahan itu" ucap Tamara yang kesal.

"Tau tuh, munafik banget" sahut Vina

"Dasar muka dua, di depan kita aja benci sama si cewek ini, tapi di belakang kita malah berteman" ucap Tamara yang melihat Hilya, Syifa dan Disa lewat di dekat mereka.

"Aku duluan ya, terimakasih tumpangannya" ucap Disa pada Hilya dan Syifa

"Kenapa lo mau duluan, malu ketahuan pernah berbuat jahat sama mereka?" tanya Rosa

"Gak tau malu banget, baru aja kemarin mau celakain orang, tapi sekarang udah sok-sokan deketin lagi" sindir Vina

"Susah kalau sama cewek kampung, ular berkepala tujuh" ucap Tamara yang membuat Vina dan Rosa tertawa.

"Heh kalian gak malu ya, kating tapi malah ngebully adik letting. Bukan seharusnya kalian bimbing kita ya supaya membuat nama kampus ini menjadi lebih baik" ucap Hilya

"Lagian yang tadi kakak bilang ular kepala tujuh bukan Disa, tapi kalian" ucap Hilya lagi.

"Gak inget ya kemarin kalian mau ngasih obat sakit perut ke aku, tapi malah nuduh Disa" ucap Hilya yang tak takut dengan Tamara geng.

"Hahaha, definisi ngomongin diri sendiri ularrrr" ucap Syifa

"Ayo Disa masuk" ucap Hilya

"Byyeee ularrrr wleekkk" ejek Syifa

"Sialan ya tuh anak" ucap Tamara yang kesal.

"Gue bakal buat dia di keluarin dari kampus, kalau engga gue bakal buat dia sendiri yang ingin keluar dari kampus ini" ucap Tamara

"Mending lo gak usah ganggu mereka deh" ucap Fajar yang muncul dari belakang.

"Lo gak mau berurusan dengan Zidan kan" ucap Rifi

"Kalau kata gue ya, mending fokus kuliah aja, dari pada mempermalukan diri sendiri" ucap Fajar dan kemudian pergi

"Ihhh resek banget sih" teriak Tamara

"Gue gak bakal menyerah" ucap Tamara.

"Aku ke ruang dulu ya" ucap Disa di lorong kampus

"Iya Sa" Sahut Hilya sambil tersenyum

"Kasian juga ya Disa" ucap Syifa yang melihat Disa pergi.

"Iya, kita masuk yuk" ucap Hilya.

Hilya dan Syifa pun masuk ke ruang kelas mereka. Abian langsung menghampiri Hilya

"Pagi Hil" ucap Abian

"Syif kita duduk di sebelah sana yok" ucap Hilya yang mengabaikan Abian

"Yok Hil" Sahut Syifa

"Hilya, Hilya tunggu dulu" ucap Abian yang menahan Hilya

"Lepasin,, apaan sih" ucap Hilya

"Kamu kenapa sih, sampai kapan kamu mau menjauh terus dari aku" ucap Abian

"Kalau kamu ngejauhin aku karena gak enak sama Disa, kamu tenang aja aku udah putusin Disa" ucap Abian lagi

"Sakit ya,minggir sana" ucap Hilya yang langsung menuju ke tempat dia duduk.

"Hai Hilya, Syifa" ucap Nando yang duduk di belakang Hilya dan Syifa

"Hai Nando" sapa mereka berdua bareng

"Gimana hari ini, semangat?" tanya Nando

"Pasti dong" ucap Hilya yang tersenyum

Melihat Hilya berbicara dengan Nando membuat Abian cemburu. Dosen pun masuk ke ruang kelas Hilya.

"Selamat pagi semuanya" ucap Dosen tersebut

"Perkenalkan nama saya Irene Gustina, kalian boleh panggil saya miss Irene" ucap miss Irene.

"Pagi miss Irene" sahut semua mahasiswa

"Oh ya di jurusan kita akan bertambah dua mahasiswi yang pindah jurusan" ucap miss Irene yang membuat Hilya dan Syifa saling tatapan dan tersenyum.

"Silahkan masuk" ucap miss Irene

"Ini adalah Shafia dan Zakia mereka pindah dari jurusan Sastra ke jurusan kita" ucap miss Irene.

"Kalian berdua silahkan duduk" ucap miss Irene

"Makasih miss" sahut keduanya.

("Mereka ngapain sih pindah ke sini, ini bisa buat aku susah buat dekati Hilya lagi"batin Abian).

Di ruang kelas Disa terduduk sendiri termenung, sampai datang dua mahasiswi yang mem-bully Disa.

"Eh ada si pick me girl nih" ucap Laras

"Termenung aja nih kenapa lu gak ada teman" sahut Ulfa yang menarik tas Disa

"Balikin tas aku" ucap Disa

"Lo boleh tuh ngambil dompet gue dan masukin ke tas mahasiswi sebelah, gue juga boleh dong ngambil tas lo dan ngebuang ke tong sampah" ucap Laras.

"Balikin tas aku" ucap Disa

"Gak" bentak Ulfa

"Oh ya guys, kita udah dapat izin buat bully ni orang. Jadi kalau kalian mau bully dia silahkan aja, tidak akan ada yang bakal larang" ucap Ulfa

"Bener banget, bahkan jika ada yang berani bantuin dia, maka kak Tamara bakal kasih kalian pelajaran" ucap Laras.

"Dan lo mau ini tas, brakkk tuh ambil" ucap Laras yang melempar tas Disa ke tong sampah.

Disa mengambil tasnya yang kotor dan keluar dari ruang kelas, jujur Disa ingin sekali menangis namun dia tak tau harus menunjukkan tangisannya pada siapa.

Brughhhh Disa menabrak seseorang.....

...****************...

...****************...

...****************...

Hai guys dukung terus author ya

jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.

maaf jika ada kata-kata yang typo

byebye....

...****************...

...****************...

1
falea sezi
kn emank mending biarin aja disa mati dia biang kerok
falea sezi
disa emank biang kerok
falea sezi
nah gitu pindah jauh biar g liat penghianat
Tri Rahayuningsih
berasa berada diposisi hilya ak thor😭
Tri Rahayuningsih
kog hati ak sakit dan pengin nangis Thor 😭
NLiRa: peluk jauh🤗
total 1 replies
Meenyaaa
dih, Benar-benar kecintaan dia 🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Kenapa nangisnya Haaaaa...haaaaa... kayak orang ketawa,Sedih tapi aku malah jadi ngakak... hadeeuuhh..
Qaisaa Nazarudin
Udah ku duga si Irwanto itu pasti punya selingkuhan..
I Ghani Pranaja: Kak. Aku udh nulis 24k kata 17 bab. Pembaca masih 0. Bantu baca karya aku dong. 1 paragraf aja gak ppa. Biar aku tau pernah ada orang di sana.
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Itu bukan CINTA MATI..tapi OBSESI,Mana ada CINTA MATI, tapi tubuhnya DIOBRAL ke CEWEK/COWOK lain..🤮🤮
Qaisaa Nazarudin
Alan
Meenyaaa
pengen ku tempeleng nih anak satu, yang suka siapa yang disalahin siapa
Maharani Rania
bagus
Maharani Rania
ya Allah tega banget suami bunuh istri demi selingkuhan
Selamet Turipno
salah judul cocoknya Cinta untuk Disa
Latifah Lifah
karya ini sangat bagus aku yang baca sampai nangis dan ketawa tapi makasih ya thor karna akhirnya cerita ini happy ending
Diana
sikap seperti disa itu banyak disekitar kita, bahkan lebih parah dari itu juga banyak.
ketika seseorang menghadapi masalah dalam hidupnya, percayalah itu proses untuk kita menjadi manusia yang lebih baik!!!
NLiRa: benar, terkadang yang terdekat bisa menjadi racun yang paling berbahaya
total 1 replies
ciciparamida tarigan
mau ninggalin jejek lah
wardah
critanya oke,
Meenyaaa
Sa tau Sa ntar nyesal loh
Meenyaaa
kurang beruntung aja kli
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!