NovelToon NovelToon
CANDU

CANDU

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / One Night Stand / CEO / Cintapertama
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Apri Ana

***

Bagi Raka, Naya adalah candunya ...

Berbeda dengan Naya yang menganggap Raka sebagai masa lalu yang menyakitkan..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Melihat Naya yang dengan lahapnya menikmati baksonya membuat Raka penasaran dan mencicipi sedikit kuah bakso milik Raka sendiri.

"Rasanya aneh.'' guman Raka yang baru pertama kalinya makan bakso dipinggir jalan.

"Rasanya emang aneh kalau nggak dikasih apa apa, coba dikasih saus sambel sama kecap pasti enak." jelas Naya.

"Coba ngicip punya kamu." pinta Raka.

Entah sadar atau tidak, Naya menyuapkan satu sedok irisan bakso dan kuahnya membuat Raka semangat menerimanya.

"Kok enak sih?" tanya Raka terlihat senang.

"Emang enak, kamu aja yang nggak pernah mau diajak makan ditempat ginian." kata Naya tanpa sadar mengingatkan masa lalu.

"Hmm, kamu kok masih inget sih." kata Raka menggoda Naya membuat Naya memukul mulutnya pelan karena salah bicara.

Tak menjawab godaan Raka, Naya menarik mangkuk bakso Raka lalu membumbuinya seperti miliknya dan kembali menyodorkan didepan Raka.

"Makasih sayang." kata Raka pada Naya dan entah mengapa membuat jantung Naya berdegup kencang dan wajahnya memanas.

Setelah mengatakan itu pada Naya, Raka mulai menikmati bakso yang sudah dibumbui oleh Naya hingga habis, membuat Naya tak percaya Raka menghabiskan baksonya tanpa sisa.

"Ternyata enak juga ya makanan dipinggir jalan." celetuk Raka.

Naya hanya tersenyum "Padahal dulu aja suka ngelarang, hmm malah keinget masa lalu lagi kan.'' batin Naya.

Naya hendak bangkit dan membayar namun tangan nya kembali ditarik oleh Raka.

"Biar aku aja yang bayar." kata Raka.

"Emang kamu punya uang cash?" tanya Naya.

"Disini nggak bisa pake kartu kredit?" Rasanya Naya ingin memukul lengan Raka saat Raka menanyakan itu diwarung pinggir jalan seperti ini, huh dasar sultan setiap bayar pake kartu kredit.

"Nggak bisa, harus pake cash." jawab Naya langsung mendekati Abang penjual bakso.

"Berapa pak? tambah es jeruk 2." kata Naya.

"Jadinya 30 mbak." Naya mengangguk dan memberikan uang 50ribuan. setelah diberikan kembalian, Naya segera keluar dari warung, melihat kekanan dan kekiri.

"Nyari apa sih?" tanya Raka.

Tanpa menjawab Raka, Naya berjalan mendekati wanita paruh baya yang duduk dipingggir taman dengan pakaian compang camping.

"Buat beli makan ya Bu.." kata Naya memberikan kembalian uang bakso tadi.

"Makasih mbak, semoga rejekinya tambah banyak." kata Wanita itu merasa sangat bersyukur.

"Aamiiin." Naya bergegas meninggalkan wanita itu diikuti Raka menuju parkiran mobil.

"Kamu nggak berubah ya dari dulu." kata Raka saat keduanya sudah memasuki mobil.

"Maksudnya?" tanya Naya binggung.

"Dari dulu selalu baik sama orang." jelas Raka.

"Ohh."

"Tapi sayangnya masih cuek sama aku." gerutu Raka membuat Naya tersenyum geli.

"Aku boleh minta tolong nggak sama kamu?" kata Naya.

"Minta tolong apa sayang?" Raka terlihat sumringah.

"Aku mohon jangan terlalu deketin anak anak panti." pinta Naya.

"Kenapa?" Tanya Raka berubah dingin.

"Aku nggak mau aja mereka berharap banyak sama kamu, aku nggak mau mereka kecewa." kata Naya.

"Segitu bencinya kamu sama aku Nay, sampai kamu nggak ngeliat ketulusan aku buat anak anak panti?" kata Raka tersenyum miris.

"Okelah, awalnya Aku deketin anak anak biar bisa deket lagi sama kamu, tapi setelah semalem aku ketemu anak anak, aku bener bener ngerasa nyaman sama mereka, apa aku salah jika sekarang aku pengen deket sama mereka?" tanya Raka.

"Aku mohon kali ini aja kamu menuhi apa yang aku pengen." pinta Naya.

Terlihat Raka sudah mulai emosi, tapi Naya tak peduli toh semua juga demi kebaikan anak anaknya.

"Oke." jawab Raka dingin lalu melanjukan mobilnya menuju restoran Naya.

Sesampainya direstoran, Raka membanting pintu mobilnya dan pergi tanpa mengatakan apapun pada Naya.

Raka marah, itulah yang saat ini dipikirkan oleh Naya. Bukankah itu bagus karena Raka tak akan menganggunya lagi untuk sementara, tapi entah mengapa Naya malah merasa bersalah pada Raka? perasaan macam apa ini.

...

Hingga sore hari pikiran Naya masih merasa kalut, entahlah Dia merasa sangat bersalah pada Raka.

Apa aku sudah keterlaluan ya, mengatakan itu pada Raka? batin Naya,

Rasanya semua itu membuat Naya tak bersemangat.

"Apa aku minta maaf saja pada Raka?" batin Naya "Untuk apa, nanti dia pikir aku mau kembali padanya." batin Naya mengurungkan Niatnya.

Karena Naya tak bisa konsen dengan pekerjaan nya akhirnya Naya pun memutuskan untuk pulang lebih awal.

...

Malam hari Naya membantu anak anak mengerjakan Pr, karena Ia pulang lebih awal jadi banyak waktu yang bisa Ia manfaatkan untuk anak anak, namun sayangnya pikiran nya masih saja memikirkan Raka. Apalagi sekarang Raka tak datang lagi. Raka menuruti semua keinginan Naya tapi nyatanya malah membuat Naya galau. Apalagi ditambahi anak anak yang menanyakan Raka, semakin membuatnya galau saja.

"Bunda, apa Om Raka nggak kesini lagi?" tanya Tama.

"Bunda nggak tau sayang." jawab Naya.

"Yah, padahal kita nungguin." celetuk Raffa.

"Anak anak, Bunda mau ngasih tau sama kalian, mulai sekarang jangan berharap Om Raka datang lagi kesini." kata Naya.

"Kenapa Bunda? Om Raka lagi marahan sama Bunda Yaa?" tanya Nina dengan wajah polosnya membuat Naya terkejut.

"Bunda enggak marahan kok sama Om Raka," jawab Naya.

"Trus kenapa Bunda?" tanya Faisal.

"Om Raka kan rumahnya dijakarta trus disini cuma menetap sebentar soalnya kan lagi ada kerjaan disini, nanti kalau kerjaan selesai Om Raka balik lagi ke jakarta jadi kalian jangan Nyariin Om Raka lagi yaa." jelas Naya.

"Yah, jauh dong Bund sama kita." kata Rio.

"Iya sayang, jadi kalian jangan berharap lebih sama Om Raka, bunda cuma nggak mau nanti kalau kalian kecewa karena nungguin Om Raka datang." jelas Naya.

"Iya Bunda," anak anak menjawab kompak membuat Naya sedikit lega bisa memberi pengertian pada anak anaknya.

"Ya udah karena udah jam 9 malam, belajarnya udahan yaa, kalian masuk kamar trus bobok, biar besok nggak kesiangan." perintah Naya pada anak anaknya.

Anak anak pun segera beranjak menuju kamar mereka masing masing.

Naya keluar, melihat Anna duduk diteras rumah akhirnya Naya ikut duduk disamping Anna.

"Lho mbak Naya nggak masuk kamar? biasanya kalau habis ngajarin anak anak langsung masuk kamar." kata Anna.

"La kamu ngapain masih diluar?" tanya Naya.

"Lah, aku kan udah biasa duduk diluar sampai malam mbak," jawab Anna. "Apa jangan jangan mbak Naya nungguin mas Raka dateng ya?" goda Anna membuat Naya salah tingkah.

"Apa sih An, enggaklah." sangkal Naya salah tingkah.

"Ngaku aja deh mbak, katanya kalau abis benci itu jadi cinta." kata Anna asal.

"Dulu kan udah cinta trus sekarang benci masa besok cinta lagi An, aneh aneh aja kamu, ya udah Mbak masuk dulu aja." kata Naya meninggalkan Anna yang terkekeh.

Naya memasuki kamar dan langsung tidur karena Ia sedikit kelelahan hari ini.

Tengah malam Naya merasa ada yang memeluknya dari belakang dan mencium bau parfum milik Raka.

Raka ... gumam Naya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!