Kesalahan satu malam yang Azkia dan Jonathan lakukan membuat perjodohan yang telah ditolaknya menjadi semakin dekat.
Bagi Azkia melupakan malam itu adalah jalan keluar yang terbaik.
Tapi takdir berkata lain, di saat ia berusaha melupakan kejadian malam itu. Ia malah dipertemukan dengan si pria tampan yang telah merenggut kesuciannya.
Jonathan Edward adalah Bodyguard yang disiapkan oleh papanya, sekaligus pria tampan yang ingin dilupakan oleh Azkia.
Lalu bagaimana caranya agar Azkia bisa move on dari pria tampan itu, jika setiap hari selalu bersama?
Akankah usahanya berhasil?
Ikuti kisahnya hanya di sini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najwa Camelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MATRE
Happy reading..
☘️
☘️
☘️
"Silakan duduk, istri idamanku," ucap Jonathan seraya menarik kursi untuk diduduki Azkia.
Wajah Kia bersemu merah, dia tersenyum canggung diperlakukan semanis itu oleh Jonathan. Dimana kemarahannya tadi? Menguar begitu saja kah atau hanya sekedar terpending sesaat?.
Kia pun menghempaskan tubuhnya di kursi tersebut. "Terima kasih, kursinya," ucap Kia, duduk dengan tenang sembari melipat kedua tangan dan menautkan jari-jarinya sembari mengedarkan pandangan ke segala arah.
Setelah beberapa menit yang lalu, dua pelayan cewek mendatangi mejanya menawarkan aneka menu yang pastinya menggugah selera.
Azkia dan Jonathan sedang berbincang ringan. Namun perbincangan keduanya, tiba-tiba terhenti dengan suara yang cukup familiar memasuki gendang telinga pria tampan yang duduk di depan Kia dipisahkan oleh meja di tengahnya. Suara yang sangat intens setiap harinya, sebelum akhirnya bertemu dengan wanita cantik yang tengah memicingkan matanya pada wanita yang lagi cipika cipiki dengan teman kencannya.
"Selamat datang, honey," senyuman dan pelukan yang diberikan wanita itu pada pria yang duduk di meja yang sudah dipesannya terlebih dulu.
"Kangen ya?"
"Sangat-sangat kangen!" sahut cepat wanita dengan pakaian yang kekurangan bahan itu.
Degg Degg Degg
Jessica?
Dengan siapa dia?
Hati Jonathan menebak nebak sendiri. Ini bukan mimpikan?
"Kenapa jadi bengong begitu, suamiku?" goda Kia pada Jonathan yang terlihat salah tingkah.
"Eeh, nggak apa-apa," sahut Jonathan cepat sedikit tergagap.
Tidak mau kecolongan lagi, Kia mode waspada. Ia menatap penuh selidik pada Jonathan.
"Lagi teringat seseorang?" Kia tersenyum sinis dengan tatapan yang sesekali melirik ke arah wanita yang sedang bercengkrama dengan teman kencannya.
"Enggak!" singkat Jonathan.
"Ohh, tidak mengenal? Atau--," Kia menjeda ucapannya. Ingin melihat bagaimana reaksi suaminya.
Jonathan menatap lekat kedua bola mata Kia. Ia bingung memikirkan jawaban apa yang harus ia katakan pada Kia tentang siapa wanita itu. Bisa kah Kia menerima dan memaafkannya, jika dia bercerita tentang hubungan asmaranya dengan Jessica? Tapi itu sudah menjadi masa lalu dan tak mungkin bisa dilanjutkan kembali.
Tanpa Jonathan duga..
"Jonathan?"
Jonathan menoleh ke arah sumber suara, saat mendengar namanya dipanggil. Dan di sanalah, sekarang ini. Pandangannya terfokus pada wanita yang sedang berjalan semakin mendekat ke arahnya.
Detak jantung Jonathan berdendang dengan cepat.
'Ujian kah? Musibah kah? Drama apa lagi ini, Yaa Tuhan?' Jonathan mengepalkan tangannya.
'Kenapa harus ada Jessica di sini? Situasi dan tempat yang kurang tepat ini namanya! Untuk apalagi aku harus dipertemukan dengan Jessica di saat aku sudah melupakannya! Bahkan sudah melempar kenangan tentang dia ke Venus!' rutuk Jonathan.
Jessica tersenyum genit ke arah Jonathan. "Hai, Baby.. Kita bertemu lagi," sapa Jessica langsung memeluk manja tubuh tegap Jonathan.
Kia mendesah pelan. 'Katanya nggak kenal! Malah nyosor!' umpatnya yang didenger Jonathan.
Kerongkongan Jonathan seketika kering. Dengan susah dia menelan salivanya. Sementara netranya memperhatikan perubahan sikap dan raut wajah Kia yang kian terbakar api cemburu.
Demi mempersingkat waktu dan memberikan penjelasan pada istrinya tentang siapa Jessica sebenarnya.
"Sayang, kenalin ini Jessica. Teman aku," suara Jonathan jelas terdengar di indera pendengaran kedua wanita yang ada di dekatnya.
Azkia mengalihkan pandangannya ke arah Jonathan. Sesaat mereka saling bersilang pandang. Seolah dari matanya Kia menyiratkan tanya yang menyelidik. Apa hanya sekedar teman biasa? Ataukah ada embel-embel di belakangnya?. Detik berikutnya ia tersenyum semanis mungkin ke arah wanita yang sekarang menempel di lengan Jonathan.
'Si4 lan! Ke mana perginya laki-laki yang bersama Jessica tadi! Membuat hancur acara makan malamku dengan Kia!" omel Jonathan dalam batinnya.
"Hai, Jessica. Kenalin ini Azkia, istri aku!" Jonathan memperkenalkan Kia pada Jessica dengan menekan pada kata ISTRI AKU. Agar penglihatan wanita itu tidak burem lagi.
Tatapan tenang namun penuh makna intimidasi dari Azkia membuat gugup Jessica dalam bersikap di setiap pergerakannya.
"Hai, kita bertemu lagi di sini! Aku sudah tahu namanya!" jawab santai Kia mengimbangi kedua insan yang berada di hadapannya.
"Sudah kenal? Di mana?" pertanyaan penasaran Jonathan dilontarkan seketika pada istrinya yang tersenyum manis. Hingga membuat gemas dirinya ingin segera memeluknya.
Jonathan berdiri dan berjalan mendekat ke arah Azkia. "Beneran, sayang. Kamu sudah mengenal Jessica?" terlihat jelas raut wajah Jonathan yang penasaran.
"Beberapa jam yang lalu sih, aku mengenalnya! Dia sendiri yang mengenalkan diri, bahwa dia itu MANTAN TERINDAH KAMU, yang!" ucap Kia dengan tegas dan lugas. "Tapi kenapa harus jadi mantan terindah, itu yang belum aku tahu, sayang! Apa kamu yang membuangnya karena sudah bosan dengan dia? Atau ada something happen?" Kia mengangkat kedua bahunya.
Entah sengaja atau tidak. Jonathan langsung memeluk tubuh Kia, kemudian mencium keningnya dalam. "Siapa bilang MANTAN TERINDAH? Kalau mantan, iya. Aku mengakuinya, Sayang. Tapi kalau terindah--," Jonathan menjeda kalimatnya.
Jonathan sengaja menggantung kata terakhir dari ucapan yang dia lontarkan barusan.
"Kenapa tidak dilanjutkan, Sayang. Kasihan Mbak Jessica nya, sudah menunggu tuh?" intonasi lembut, tapi sangat menyakitkan di telinga juga di hati Jessica yang berdiri kikuk bak patung selamat datang di Gapura sebuah Desa, menyambut kedatangan orang.
"Jessica adalah mantan yang meninggalkan aku, di saat dia memborong belanjaan. Tapi sayangnya semua kartu aku diblokir sama Papa," ujar Jonathan dengan jujur pada istrinya.
Pipi Jessica merah menyala dengan sempurna. Ia malu semalu-malunya mendengar pengakuan dari Jonathan Edward tentang dirinya.
Namun, berbeda dengan reaksi Kia. Dia membelalakkan kedua bola matanya ke arah Jonathan. Menuntut penjelasan lebih lanjut dari apa yang dia dengar barusan.
"Maksudnya?"
"Dia yang meninggalkan aku di sebuah butik karena aku tidak bisa membelanjakan dia! Ya, semua itu dilakukan oleh Papa aku yang sudah lebih waspada terlebih dulu," penuturan Jonathan yang tidak dibuat-buat. Dia berbicara sesuai kenyataan yang ada.
Sungguh menyakitkan! Pemandangan yang sangat memilukan hati Jessica yang sombongnya amit-amit tak ketulungan.
Jessica yang berdiri di depan mereka tampak mengepalkan tangan. Ia meradang. Sakit hati. Sumpah Demi apa pun, Jessica tak pernah menduga akan berbalik keadaannya. Dia dipermalukan di depan umum oleh Jonathan, seperti dirinya waktu itu. Yang meninggalkan Jonathan bagaikan seonggok sampah yang tak berguna baginya.
"Well.. Really? Kamu tidak memutar faktanya kan, Sayang," ucap Kia dengan menyentuh pipi Jonathan perhatian dan begitu manis.
Ada yang panas tapi bukan api dari kompor! Ada yang mendidih tapi bukan air yang direbus dalam panci! Hayo.. apakah itu?
"Seorang Jonathan tidak akan pernah menjelekkan orang yang pernah bersamanya! Walaupun kita berpisah dengan cara yang menyakitkan dan memalukan, saat itu!" cicit Jonathan terasa sakit jika mengingat masa lalunya. Ditinggal Jessica ketika dia tidak bisa membayar belanjaannya.
"Hem.. Jadi bukan ditinggal pas sayang-sayangnya kan?" Kia semakin memperjelas kalimatnya.
"Oh tentu tidak!" sahut cepat Jonathan. "Ya, semacam MATRE, definisi nya! Ada uang Adek, Sayang! Transferan macet, Adek lambaikan tangan.. Bye bye!" tambah Jonathan yang semakin membuat emosi Jessica meradang.
"Waw.. MATRE?" tanya balik Kia dengan kening berkerut dalam. Otaknya seketika berkerja dengan cepat. Berarti Jonathan yang berstatus suaminya itu sebenarnya anak orang kaya dan disegani banyak orang? Apa sebenarnya yang dicari Jonathan dari aku hingga dia rela menyamar sebagai bodyguard aku, selama ini?"
Tanpa sadar suara Kia menjadi bahan tontonan orang-orang sekitarnya. Dengan langkah seribu Jessica mengambil jurus itu untuk menghilang dari hadapan pasangan suami istri yang mempermalukan dirinya.
💖💖💖💖