Hanya cerita fiksi
Tidak terkait dengan agama manapun
maaf jika ada yang kurang berkenan 🙏
Bella Amanda awalnya adalah gadis cantik yang begitu periang. Tapi sikapnya lambat laun berubah ketika orang-orang membandingkan dirinya dengan adiknya sendiri yang katanya lebih cantik, lebih pintar dan lebih segala-galanya.
Bukan hanya itu Bella juga harus menelan pil pahit saat suaminya dengan tega bermain belakang dengan Belinda, adiknya sendiri dan diharuskan menikah.
Sanggupkah Bella tetap bertahan dengan pernikahannya atau memilih menyerah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airarahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sponsorship
“Selamat pagi bu, untuk acara fashion show yang akan diselenggarakan di Ballroom hotel kita, pihak penyelenggara mengajukan permohonan sponsorship seperti yang saya infokan kemarin” ucap Ruhi asisten dari Bella.
Bella yang kebetulan membaca proposalnya pun menganggukkan kepala.
“Jadi pihak agency hanya mau pakai sepatu dari brand Emerla?” tanya Bella yang masih membaca proposal itu.
“Iya bu, memang lucu. Padahal minta sponsor tapi permintaannya macam-macam” ucap Ruhi sedikit kesal. Bagaimana tidak kesal? Karena ini pertama kali dia melihat orang minta sponsor tapi permintaannya berlebihan. Proposal di acc saja harusnya sudah bersyukur, ini malah meminta ini dan itu. Tapi karena keuntungan yang didapat hotel dari acara ini begitu besar maka mau tidak mau Bella pun harus menurutinya.
“Kamu datang langsung ke factory nya terus negosiasi disana ya? Acaranya tinggal seminggu lagi, apa bisa mereka mengerjakannya?” ucap Bella yang mulai memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.
“Rasanya sulit bu 1000 sepatu dalam waktu kurang dari seminggu” sahut Ruhi tapi dia tetap datang ke kantor Emerla S N Co untuk mengajukan permohonan kerjasama ini.
Dengan berusaha mengumpulkan kepercayaan diri, Ruhi berpamitan pada Bella menuju Emerla S N Co.
“Silahkan, Pak Ronald sudah menunggu di ruangannya” ucap Sekretaris pemilik Emerla S N Co ramah pada Ruhi.
Ruhi mengangguk sambil tersenyum dan masuk ke dalam ruangan pemilik Emerla S N Co, siapa lagi kalau bukan milik Ronald Sean Anderson.
“Selamat siang pak” ucap Ruhi sambil menyalami Sean.
Sean pun hanya mengangguk sambil menerima uluran tangan tersebut.
Tatapan Sean sangat datar dan dingin yang seketika membuat Ruhi rasanya ingin pergi saat ini juga.
“Aduh,,, ini pertama kali aku ketemu pria dingin dan judes seperti ini” ucap Ruhi dalam hati.
“Apa kalian memang suka bercanda seperti ini? Bagaimana dalam seminggu kami bisa menyelesaikan ini semua?’ ucap Sean dengan ketus. Dia bahkan melempar proposal yang dibawa Ruhi.
Ruhi sampai gemetar mendapat perlakuan seperti itu dari Sean.
Asisten Sean yang sudah biasa melihat boss nya seperti itu bisa memahami apa yang dirasakan Ruhi.
“Saya mohon pak, dari pihak Agency hanya ingin sepatu dengan merek yang Bapak punya” ucap Ruhi kembali meminta tolong. Tapi melihat tatapan Sean yang seperti akan menelannya hidup-hidup hanya bisa membuat Ruhi menelan ludahnya kasar.
….
“Ayo bu, Saya tidak bisa menghadapi Pak Ronald sendiri. Dia seperti mau memakan saya hidup-hidup” ucap Ruhi yang saat ini sudah kembali menemui Bella. Sean ingin mempertimbangkan terlebih dulu karena ini sangat mendadak. Sean menilai perusahaan tempat Ruhi bekerja tidak memiliki planning yang matang.
“Pak Ronald meminta foto sepatu mana saja yang diminta Agency. Hari ini juga sudah diserahkan kesana Bu, Ayo Bu… Temani saya” Ruhi sudah merengek seperti anak kecil pada Bella. Dia memang seperti itu bila bersama Bella, tidak ada batasan seperti pada boss kebanyakan.
Bella terkikik melihat sikap Ruhi yang tidak seperti biasanya. Karena dia biasanya akan sangat profesional.
"Kamu bener Putu Ruhi? Kenapa merengek seperti anak kecil begini?" tanya Bella keheranan. Dia bahkan menghapus air matanya karena lelah menertawakan Ruhi.
"Ibu belum lihat saja bagaimana galaknya Pak Ronald, bahkan beliau pakai lempar proposal" gerutu Ruhi pelan.
Bella kembali terkekeh.
"Kamu pikir nanti saya kesana dia akan berubah?" tanya Bella.
"Ya enggak, cuma kan Ibu jadi gak menertawakan saya lagi karena memang dia segalak itu" ucap Ruhi bergidik ngeri bila mengingat wajah Sean lagi.
"Baiklah...Ayo kita kesana sekarang" ucap Bella kemudian.
Bersambung...