NovelToon NovelToon
Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Duda / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Ibu susu / Tamat
Popularitas:10.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kirana Pramudya

Saat menyambut putri tercintanya, Tama Yudha Satria harus menerima kenyataan pahit dengan kehilangan istri tercintanya. Dengan duka yang masih menyelimuti hati, Tama harus mencari Ibu susu untuk memberikan nutrisi terbaik bagi bayinya yang baru lahir.

Namun, takdir justru mempertemukannya kembali dengan Anaya, mantan kekasihnya yang ternyata kini dia bersedia untuk menjadi Ibu susu bagi bayi Mas Duda.

Bagaimana menjalani kisah hidup dan berusaha bersikap profesional dengan Anaya. Sekaligus, menghapus duka yang masih bergelayut di hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tantrumnya Baby Citra

Di luar, Tama memilih untuk duduk di dekat mesin ATM. Pria itu memang tidak ingin membuat Anaya sungkan karena harus memberikan ASI untuk Citra dan ada dirinya. Sepenuhnya, Tama tahu bahwa Anaya bukan mahramnya. Jika, Anaya yang tidak ada ikatan darah dengan Citra saja mau memberikan ASI-nya, sudah pasti Tama sangat bersyukur untuk semua itu.

Di luar Tama sesekali melihat handphonenya, sekadar melihat status teman-temannya di Whatsapp, melihat media sosial, atau sebatas melihat reel dari beberapa akun yang menarik saja. Beberapa menit sudah Tama menunggu, sampai akhirnya Anaya tampak menurunkan kaca jendelanya perlahan.

"Tama, sudah," ucapnya yang memanggil Tama yang berjarak beberapa meter dari posisi mobil yang terparkir itu.

Tama kemudian menganggukkan kepalanya, "Sudah minum ASI Citranya?" tanyanya.

"Iya sudah," balas Anaya.

Tama kemudian berjalan dan segera memasuki mobilnya, pria itu dengan tenang duduk di belakang stir kemudi, dan kemudian menjalankan mobilnya perlahan-lahan.

Mobil yang dikendarai Tama pun melaju menembus berbagai jalanan di Ibukota. Suasana malam dengan lampu-lampu kota yang menyala, dan di dalam mobil itu yang terdengar hanya deru nafas mereka bertiga saja. Sebab, baik Tama dan Anaya tidak ada yang bersuara. Pun demikian dengan Citra yang tampak tenang di dalam gendongan tangan Anaya.

"Kelihatannya jalanan macet deh," ucap Anaya tiba-tiba dengan memperhatikan begitu banyaknya mobil-mobil yang memang hanya bisa bergerak perlahan di jalan raya itu.

"Iya ... sudah malam malahan macet," balas Tama dengan melirik wajah Anaya dari kaca spion yang berada di tengah mobil.

"Namanya juga Jakarta ... macet itu sudah menjadi hal yang biasa," balas Anaya lagi.

Tama menganggukkan kepalanya, dan tersenyum samar kepada Anaya yang saat ini sedang mengamati banyaknya mobil yang memenuhi jalan raya itu. Sementara tidak berselang lama, rupanya Citra yang semula sudah diam, kini tiba-tiba kembali menangis. Sontak saja, membuat Tama menghela nafas. Baru kali ini, dirinya membawa mobil dan Citra yang menangis.

"Cup cup cup Sayang ... sabar yah, kita kena macet ini," gumam Tama dengan tetap fokus dengan stir kemudinya.

Anaya juga tampak menenangkan Citra dan memberikan usapan di kepala bayi kecil itu. "Apa efek dari imunisasinya? Jadi mungkin kakinya sakit atau gimana gitu," balas Anaya.

"Iya mungkin saja ... baru kali ini juga aku mengantar Citra imunisasi," balas Tama.

Anaya kemudian mengambil sebuah kain apron menyusui. Kain berwarna merah muda itu menutupi bagian dada saat menyusui atau memerah ASI. Alat ini juga biasanya dikenal sebagai nursing cover yang dirancang khusus untuk membuat para Ibu lebih nyaman saat menyusui bayi kala berada di luar rumah.

Agaknya pergerakan Anaya yang mengenakan kain itu dilihat juga oleh Tama dari kaca spion di mobilnya. Namun, dengan segera Tama mengalihkan fokus matanya ke hal yang lain.

"Sorry ya Tama ... soalnya kalau enggak dikasih ASI, mungkin saja Citra akan terus rewel," balas Anaya.

"Hmm, iya ... sorry juga merepotkan kamu ya Ay," balas Tama.

"Enggak repot kok," balasnya.

Dengan perlahan, Anaya memberikan ASI secara langsung untuk Citra, dan begitu bibir mungil itu mendapatkan ASI, tangisan Citra pun reda. Bayi itu kembali tenang saat mendapatkan sumber makanan terbaiknya.

"Tuh, diem kan ... mungkin memang efek dari imunisasinya, jadi Citra enggak nyaman. Belum nanti kalau demam," balas Anaya lagi.

"Kalau bisa sih jangan demam ... aku enggak tahu harus gimana kalau baby demam. Belum berpengalaman sama sekali," aku Tama dengan jujur.

Memang itu adalah sebuah pengakuan yang jujur dari Tama. Dirinya masih tidak berpengalaman untuk merawat bayi. Lagipula, memang pengasuhan Citra sendiri lebih banyak dipegang oleh Mama Rina dan Anaya.

"Nanti diminumkan saja obatnya tadi, Tam ... sesuai dosis dari Dokter 0.2 ml saja. Nanti sebelum aku pulang, aku bantuin minumin obatnya," balas Anaya.

"Iya ... semoga saja Citra enggak rewel," balas Tama.

Sudah lebih dari setengah jam mobil Tama berada di jalan raya. Terjebak macet, tetapi Citra sudah tenang karena menghisap sumber ASI. Bahkan bayi kecil itu sudah terlelap. Beberapa saat bersabar di jalan raya, akhirnya mobil Tama bisa keluar dari kemacetan dan juga sudah tiba di rumah.

"Makasih Ay, sudah bantuin ke Dokter," ucap Tama yang turun dari mobil dan membukakan pintu mobil bagi Anaya.

"Iya ... sama-sama. Kita berikan obat dulu untuk Citra yah, jaga-jaga kalau demam," balas Anaya lagi.

Begitu sama sampai di kamar, Anaya membaca terlebih dahulu obat yang diberikan Dokter Bisma itu. Kemudian mengambil pippet dan mengukur 0.2 ml dan memberikan drops kepada Citra.

"Minum obat dulu ya Sayang ... biar Citra tidak sakit. Onty habis ini mau pulang dulu yah ... besok ketemu dan main lagi sama Onty yah," pamit Anaya kepada Citra.

Reaksi Citra saat meminum obat wajahnya menunjukkan rasa terkejut dan aneh, tetapi Anaya yakin bahwa obat itu sudah diminum oleh Citra. Kemudian Anaya memberikan usapan di puncak kepala Citra, wanita itu menundukkan badannya, dan mengecup kening Citra.

Chup!

"Onty pulang dulu ya Citra ... sehat-sehat Sayang. Besok main sama Onty lagi yah ... I Love U," ucap Anaya dengan lirih. Wanita itu mengulas sedikit senyuman di sudut bibirnya dan kemudian meninggalkan kamar Citra dengan perlahan-lahan.

"Mau pulang sekarang?" tanya Tama yang berdiri di pintu.

"Iya, sudah malam soalnya," balas Anaya.

"Itu Mama sudah pulang, biar aku anterin," balas Tama.

"Ngrepotin enggak? Aku naik taksi online saja enggak apa-apa," balas Anaya.

Tampak Tama menggelengkan kepalanya, "Enggak ... yuk, aku anterin. Sekalian aku mau berterima kasih sama Dokter Tendean karena sudah mengizinkan kamu untuk menemani kami imunisasi," balas Tama.

***

Ketika tengah malam ...

Tama beberapa kali terbangun karena mendengar suara bayi dari kamar Mama Rina. Itu karena hampir setiap malam, Citra tidur di kamar Mama Rina. Namun, tangisan yang kencang membuat Tama pun terbangun.

Tama segera berdiri dan menuju ke kamar Mamanya. "Kenapa Ma?" tanya Tama yang sudah membuka pintu kamarnya.

"Agak demam, badannya ... bayi kalau habis imunisasi ya begini, Tam ... jadi rewel bayinya," jawab Mama Rina.

"Sini, biar Tama gendong saja, Ma ... Mama istirahat saja."

Tama akhirnya menggendong Citra, dan masuk ke dalam kamarnya.

"Sayang ... bobok sama Papa aja yah. Kasihan Nenek dan Kakek juga butuh istirahat. Sini, gendong Papa yah. Cup cup, Sayangnya Papa," ucap Tama dengan menimang putrinya itu.

Dalam hatinya, Tama berharap bahwa Citra tidak akan rewel. Selain itu, Citra juga sehat. Kalaupun demam karena imunisasi tidak akan lama, dan esok pagi Citra bisa kembali sehat lagi.

1
Erina Munir
intinya...ada pelakor y thoor...klo ada pelakornya....yg jdi korbannya jngn jdi lemah atuh thoor...alananya hrs jdi kuat n tegas...enak itu bacanya
Erina Munir
tq outhooor.../Good//Good//Good/
Erina Munir
😭😭 jdi mellow
Erina Munir
kaan bnerr...apa ku bilang .. soalbya deket rmh sama sekolahnya chitra ibunya almarhm
Erina Munir
betuul bangeettt
Erina Munir
kejutaaan
Erina Munir
hahaaa jdi lucu yaa
Erina Munir
wiih Anaya bahagia bangeet ya...banyaknyg mensuport
Erina Munir
gaa usah pake baju dinas juga udh membara kalee thoor...😆😆😆😆
Erina Munir
bacsnya ssmpe deg degaan thoor hahaaa
Erina Munir
pokoknya paaliing....terbaik laah
Erina Munir
betul tuh...menjalin k keluargaan
Erina Munir
mengenang masa muda tpi yg indah2 aja yg sedihnya jngn...
Erina Munir
lycuu banget chitra...💕💕💕💕
Erina Munir
ada aja iklan 😆😆😆😆
Erina Munir
ketagian s opa....🤣🤣🤣🤣🤣
Erina Munir
bruntung si opa dpt gadis yg masih tingting
Erina Munir
semoga ssmawa ya oma opa
Erina Munir
biasanya siih....adaa kan thoor
Erina Munir
bersyukur aja naya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!