NovelToon NovelToon
Cinta Di Tapal Batas

Cinta Di Tapal Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Romansa pedesaan / Diam-Diam Cinta / Cintamanis
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Dini Kirana yang masih kelas dua SMA dijual oleh ayah tirinya kepada pria kaya yang sudah banyak istri untuk melunasi hutang. Dini memilih kabur dari rumah dan akhirnya kesasar ke salah satu Desa. Di tempat itu, Dini bertemu Aksa yang sudah berusia 28 tahun.

"Mas, boleh ya saya tidur di rumah kamu? Tolong Mas, saya butuh tempat tinggal."

"Kamu bukan siapa-siapa saya Dini, saya tidak mau digerebek warga Desa."

Bagaimana kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

"Sekarang kamu maju" titah Aksa, menyuruh Dini berdiri di depan papan tulis, seolah tidak mengenal.

"Duh, Aksa kenapa tidak profesional banget sih? Masa, aku mau dimarahi di depan teman-teman" monolog Dini, begitulah yang dipikirkan. Ia merasa menjadi perhatian teman-teman barunya. Mereka berbisik-bisik entah membicarakan keburukan atau kebaikannya.

"Sekarang coba jelaskan di depan teman-teman kamu, apa peran enzim-enzim pencernaan tentang amilase dan lipase dalam memecah karbohidrat dan lemak?"

Dini diam, dadanya seketika lega karena ternyata Aksa bukan marah lantaran air yang masuk ke rumahnya hingga menyebabkan banjir. Tentu berharap Aksa sudah melupakan masalah itu.

"Ayo jelaskan, kenapa kamu diam?" Aksa mengulangi pertanyaan dengan nada yang lebih tinggi karena menurutnya Dini tidak memperhatikan penjelasannya.

"Amilase terdapat dalam air liur dan pankreas bekerja memecah ikatan kimia antara molekul dan karbohidrat menjadi gula. Lipase, berfungsi untuk memecah zat lemak dalam makanan agar lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh" papar Dini lancar.

Plok plok plok.

Tepuk tangan riuh di dalam kelas tersebut, murid baru itu lagi-lagi menjadi perhatian. Namun, Dini gelisah karena sudah berdiri beberapa saat, Aksa belum menyuruhnya duduk. "Saya boleh kembali ke tempat duduk saya, Pak?" Tanyanya kemudian.

"Silakan" jawab Aksa sambil melangkah mendekati meja guru.

Dini kembali duduk di kursi, kali ini fokus mendengarkan materi yang disampaikan Aksa hingga waktu istirahat tiba, Aksa pun meninggalkan kelas diikuti anak-anak.

"Dini... kita makan bareng yuk... Aku bawa bekal loh" Lestari mengeluarkan kotak bekal dari tas.

"Aku juga dibuatkan bekal sama Mbah Putriii" Dini pun mengeluarkan bekal lalu mereka keluar kelas duduk di bangku taman sekolah khusus untuk duduk para siswa dan siswi yang tidak ke kantin.

"Ternyata Pak Aksa guru di sini ya, Tari?" Dini membuka percakapan.

"Pak Aksa itu satu-satunya pria yang melanjutkan kuliah di desa ini sampai s2 Dini" Lestari menceritakan jika Aksa bukan hanya mengajar SMA, tapi juga SMP. Aksa satu-satunya pemuda yang memajukan desa. Memutuskan untuk tidak pergi merantau seperti remaja kebanyakan di daerahnya setelah lulus sekolah.

  "Eh tunggu, memang sebelumnya kamu sudah mengenal Pak Aksa?" Lestari kaget akan pertanyaan Dini.

"Oh ti-tidak" Dini menjawab gugup. "Kamu sendiri sudah lama menjadi murid Pak Aksa?" Dini meyakinkan diri, apakah Lestari teman barunya ini yang pernah datang ke rumah Aksa.

"Sejak SMP, tapi rumah kami bersebelahan."

"Emmm..." Dini mengangguk, tidak salah lagi ternyata yang datang ke rumah Aksa ketika itu benar-benar Lestari. "Sebaiknya kita makan" Dini sampai lupa jika waktu istirahat tidak lah lama.

"Bekal kamu enak Dini" Lestari sedikit minder ketika lauknya hanya tempe dan tumis kangkung khas pedesaan.

"Sama saja, kita tukar lauk, ya" Dini merasa bersalah, seharusnya ia bisa menyesuaikan diri tidak membawa bekal ayam goreng karena tempat ini bukan di kota.

"Aih... terima kasih, kamu pasti bosan makan ayam" Lestari hanya memandangi tangan Dini yang memindahkan ayam goreng itu ke bekal miliknya, kemudian ambil orek tempe dan tumis kangkung bekal Lestari sebagian.

"Tidak juga..." Dini pun akhirnya mengajak Lestari makan.

"Bagi dong..." ucap Bejo tiba-tiba sudah berada di samping mereka bersama Handoko. "Tari, kamu makan enak kok nggak bilang-bilang" Bejo yang jarang makan enak main comot ayam goreng di tangan Lestari.

"Yaaa... Bejo... jangan semua kek..." Lestari cemberut, ayam boleh minta tapi diambil. Gagal sudah makan enak.

"Sudah bekas gigitan aku, memang kamu mau?" Bejo hendak meletakkan kembali ayam tapi Lestari menjauhkan tempat bekal.

"Nggak apa-apa Tari, siapa tahu kalian nanti jadian" Handoko tertawa.

"Dih, tidak lah ya" Lestari melengos saja.

"Lagian kamu Jo, barusan kan sudah aku traktir bakso" Handoko geleng-geleng kepala, temannya itu memang rakus.

"Sudah-sudah..." Dini minta Lestari melanjutkan makan karena waktu tidak banyak.

Siang harinya bubar sekolah, Dini mencari Aksa. Bibirnya tersenyum ketika Aksa baru saja keluar dari kelas sebelah.

"Pak Aksa" Dini berlari-lari kecil menghentikan langkah Aksa. Gadis itu tersenyum manis menunjukkan lesung pipi menjadi daya tarik yang luar biasa.

"Ada apa?" Aksa melanjutkan langkahnya cuek tapi teduh.

Dini berjalan di sebelahnya, kedua tangannya memegangi tali ransel. "Saya cuma mau minta maaf, Pak" lirih Dini berjalan menunduk tidak berani menatap Aksa.

"Maaf untuk apa?" Aksa berhenti, entah memang lupa atau hanya pura-pura lupa tentang kebanjiran di rumahnya.

"Waktu itu saya lupa menutup selang Pak, terus rumah Bapak kebanjiran, deh" Dini tersenyum kikuk.

"Kamu teledor" Aksa memukul pelan tangan Dini dengan pulpen.

"Pak Aksa tidak marah?" Dini justru kaget, pria itu baik sekali.

"Sempat juga marah, tapi percuma karena kamu sudah kabur" Aksa yang sudah melupakan kejadian itu pun ingat kembali. Saat itu ketika pulang dari masjid rumahnya sudah digenangi air.

"Terima kasih Pak" Dini menatap Aksa dari samping. Menurutnya gurunya itu pria idaman.

"Oh iya, kamu sekarang tinggal dimana?" Aksa merasa bersalah karena membiarkan Dini mencari rumah neneknya seorang diri.

"Tidak jauh dari sini, Pak" Dini menceritakan ketika keluar dari rumah Aksa masih terlalu gelap, kemudian duduk dulu di gubuk pinggir sawah. Begitu terang ia mencari alamat nenek dibantu ojek.

Guru dan murid itu pun akhirnya menghentikan obrolan, ketika Aksa belok ke ruang guru sementara Dini pulang dengan sepeda.

Hari-hari sekolah di tempat itu, Dini merasakan suasana yang berbeda. Ia belajar lebih tenang. Tidak ada gangguan dari ayah tirinya, tidak ada mulut nyinyir seperti di sekolahnya yang dulu, walau ada juga yang usil tapi tidak separah di kota.

Seminggu kemudian, seperti biasanya Dini belajar di luar jam sekolah, apalagi ketika malam hari. Dia memang rajin, wajar jika nilainya selalu membanggakan.

Namun, malam ini ia sama sekali tidak bisa konsentrasi. Bayangan Aksa selalu hadir mengganggu. "Aaagghhh... kenapa begini sih... apa ini yang dinamakan jatuh cinta?" Dini beranjak dari meja belajar lalu menjatuhkan tubuhnya di kasur.

Selama ini Dini belum pernah merasakan jatuh cinta, tapi ketika membantu nenek memasak tadi jarinya kena pisau karena bayangkan Aksa tiba-tiba hadir. Dan sekarang ini semakin aneh. Dini merasa bahwa Aksa berada di mana-mana. Di buku, di pulpen, di bantal dan 'Aaagghhh..." Dini memilih tidur saja.

"Kumpulkan pr yang saya berikan kemarin" titah Aksa, ketika keesokan harinya jam pelajaran dimulai.

Aksa berjalan diantara meja-meja ambil lembar demi lembar kertas soal berikut jawaban. Namun, ketika melewati samping Dini, Aksa tidak menemukan kertas.

"Dini, mana pr kamu?" Aksa menatap mata Dini mencari jawaban, kenapa tidak mengerjakan pr padahal Dini tidak biasanya begitu.

"Emmm... Anu, Pak" Dini bingung entah mau menjawab apa.

...~Bersambung~...

1
Darti abdullah
luar biasa
Eka ELissa
knpa tu Lusi..... entahlah hy emk yg tau.....
Buna Seta: Jangan jangan bunting
total 1 replies
Attaya Zahro
typo kak..yang memberi Burhan bukan Ringgo
Attaya Zahro: Iya kak 😍😍
total 2 replies
Ita rahmawati
ada apa nih dg bu lusi
Ita rahmawati
polisi dateng,,apakah 22 nya ditangkep 🤔
Eka ELissa
nah lohh.... Burhan Ringgo msuk bui.,. tu bersiap udh di jmput mo di bawa ke hotel 🏨🏨🏨 prodeo 😄😄😄😄🤭
Buna Seta: Kapok dia 😁
total 1 replies
neng ade
aku hadir disini thor .. 🙏😍
Buna Seta: Lanjut ya
total 1 replies
Ita rahmawati
aksa kah yg dateng atau orang lain
vj'z tri
🫣🫣🫣🫣 semoga selamat 🫣🫣
Eka ELissa
Lusi pa Ringgo.....yg culik....dini... entahlah hy emak yg tau...
Eka ELissa
aduh....Bu ..dini....di culik tau ...smoga GK knpa2....yaaa......🤦🤦🤦
Bu Kus
lanjut
Fitriah Fitri
pleazee thor ... 2 bab tudey. nti sore up lg kan dr kmrn 1 bab trs up nya
Buna Seta: Lagi galau say, retensi buruk 😭
total 1 replies
vj'z tri
sabar Mak sabar tanya pelan pelan jangan langsung gas 🤭🤭🤭🤭
Ita rahmawati
siapa ya yg nyulik,,lusikah atau ringgo kah atau ada lg orang baru 🤔
Eka ELissa
dini....pak....msih inget kan kmu...😡😡😡
Ita rahmawati
hadeuh siapa nih yg bekap dini
Attaya Zahro
Jangan² nih kerjaan si Bu Lusi,.dan malah membuat Aksa jadi salah paham ma Burhan..
Attaya Zahro
Waduh..Dini di culik..tolong Dini Bang Aksa
Bu Kus
lebih baik jujur aja dini kan Aska gak tahu dengan kamu jujur pasti akan bertindak jangan main curiga nanti kamu nyesel lho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!