Alvin Moor seorang menantu laki - laki yang tidak berguna.
Alvin yang harusnya menjadi tulang punggung, dia malah menjadi tulang rusuk.
Istrinya Jeni Su merupakan seorang Wanita karir.
Mereka berdua menikah karena saling mencintai, tapi karena Alvin tidak bekerja layaknya seorang suami pada umumnya, dia dihina terus menerus oleh mertuanya.
Cacian dan Makian sudah menjadi makanan sehari - hari Alvin.
dia tetap bertahan karena dia sangat mencintai Jeni Su.
Tapi ada kalanya Jeni juga merasa jengah dengan Alvin akibat omongan keluarganya yang selalu membanding - bandingkan Alvin dengan menantu yanga lainnya.
Karena pendidikan Alvin sangat rendah, dia tidak bisa mencari pekerjaan yang memiliki gaji tinggi.
Akibatnya Jeni hampir saja menceraikan Alvin karena tergiur dengan ucapan orang tuanya yang mengenalkan dia dengan seorang taipan.
Tapi pada saat Alvin berada di titik terendah, tiba - tiba anugrah System Cek in masuk dalam tubuhnya.
Akankah Jeni menceraikan Alvin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alveandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bangkitnya Pecundang
Alvin sudah tidak takut lagi, karena jika dia takut dan naif, sementara dia sudah sangat kaya, nanti dia malah di hujat oleh readers Otor. Makanya Alvin bertekad untuk tidak naif dan menunjukkan kekuatannya.
" Lancang !, berani sekali kamu berbicara seperti itu Alvin !" Danil menunjuk Alvin.
Jeni berdiri didepan Alvin " Suamiku benar !, dia selama ini direndahkan oleh kalian, tidak ada yang pernah membantunya untuk bangkit dari masa kelamnya !, tapi hari ini saat kakek tahu jika Alvin memiliki pengaruh di Matrix Capital Kakek mau memanfaatkannya !, seharusnya kakek Malu !"
Leni berdiri " Jeni tutup mulutmu !"
Jeni menatap Ibunya dengan tajam " tutup mulutku ?, selama ini aku diam bukan karena takut denganmu Bu !, melainkan aku menghormati seorang ibu yang telah melahirkanku !, tapi kenyataannya sifat kamu bukanlah seorang ibu dan tidak pantas untuk di hormati !"
Leni menghampiri Jeni, dia mengangkat tangannya mau menampar Jeni, tapi Alvin dengan sigap menangkap tangan Leni.
" Jangan berani menyakiti istriku !" Alvin mencengkram lengan Leni dengan kuat.
Leni mau marah tapi cengkraman Alvin terlalu kuat sehingga dia kesakitan " Arhhhh !, lepaskan Alvin !"
Alvin menghempaskan tangan Mertuanya hingga dia jatuh terduduk di lantai. Alvin kemudian menatap Danil Su.
" Tiga tahun lamanya aku di remehkan, di hina dan di caci maki kalian !, bahkan kelemahanku kalian buat sebagai mainan !, dengar baik - baik Tuan Su yang terhormat !, jangan pernah menganggap remeh Harimau yang belum memiliki taring !" Alvin menggandeng tangan istrinya dan mau meninggalkan tempat tersebut.
Tapi tiba - tiba Danil Su tertawa " hahahaha... Kamu pikir bisa pergi dari sini setelah menghinaku !?, berikan dia pelajaran !!"
Alvin menghentikkan langkahnya, dia menoleh ke arah Danil yang memanggil Body guard keluarga Su.
Semua keluarga Su yang menyasikan itu tersenyum, mereka mengira jika Alvin sudah tidak bisa apa - apa lagi.
Para Body guard yang berjumlah 20 puluh orang mengerumuni Alvin, Jeni memegang tangannya dengan Erat.
Para Body guard keluarga Su mau menyerang, tapi tiba - tiba mereka di kejutkan dengan orang - orang yang muncul di hadapan Alvin.
Bukan hanya Body guard, semua keluarga Su yang berkumpul mereka juga terkejut. Alvin tersenyum " hajar mereka semua !"
Para penjaga bayangan mengangguk, mereka langsung menyerang Para Body guard keluarga Su.
" Bang
" Bang
" Arghh
" Bang
" Bruak
" Duak
" Arghh
Para Body guard bertumbangan satu persatu, ada yang terlempar dan menghancurkan meja dan menabrak dinding.
Perkelahian tersebut sangat jomplang, Penjaga bayangan Alvin yanga hanya berjumlah 8 orang saja mampu dengan mudah mengalahkan para Body guard.
" Bang
" Bang
" Bruuuggg
Body guard terakhir ambruk dilantai, Jordan, peter dan Jorah yang sudah pernah melihat penjaga bayangan Alvin begidig ketakutan. Karena ternyata mereka memanglah penjaga yang selalu di dekat Alvin.
Wajah Danil Su memucat, keringat dingin mulai bercucuran, dia ambruk di kursinya karena tidak menyangka jika Alvin punya kekuatan dibelakangnya yang melindungi dirinya.
Alvin tersenyum " Apakah cuma segini kekuatan keluarga Su !?"
Hening, tidak ada yang berani buka suara, mereka semua menundukkan kepalanya tidak berani menatap Alvin sama sekali.
Danil tertegun melihat Alvin, tenggorokannya seperti tercekik dan tidak bisa bersuara sedikitpun.
" Dengarkan baik - baik untuk kalian semua !, aku hari ini memaafkan kalian karena kalian masih keluarga istriku !, tapi jika kelak ada yang berani mengusikku dan istriku !, maka aku tidak akan segan - segan menghancurkannya !" ucap Alvin penuh keyakinan.
Tubuh semua orang di buat merinding, jika yang berbicara Alvin yang dulu mungkin mereka akan menertawakannya, tapi Alvin yang sekarang bukanlah orang yang mudah di singgung.
Alvin meninggalkan tempat tersebut bersama dengan Istrinya, Jeni terlihat tidak tertekan sama sekali ketika dia melawan keluarga besarnya itu.
Robert Ayah Jeni yang dari tadi diam bangun, dan langsung berlari mengejar Alvin dan Jeni yang sudah meninggalkan ruangan tersebut. Leni juga mengikutinya.
Saat Alvin dan Jeni mau masuk ke Mobil, Robert menahannya dan bersjud di hadapan Alvin dan Jeni " Alvin, Jeni tolong maafkan Ayah, Ayah selama ini tidak bisa melindungi kalian Karena Ayah tidak memiliki apapun untuk melawan Ibu "
Jeni menatap Alvin, hatinya sedikit tergerak, karena Robert memang tidak pernah berbuat kasar pada Alvin. Dia hanya bisa diam menuruti perintah istrinya karena dia juga sama seperti Alvin.
Alvin menghela napas " Ayah besok pergilah ke Matrix Capital, jika Ayah ingin berubah bekerjalah disana "
Tentu saja Alvin tidak ingin memberikan jalan mudah, walaupun Robert tidak oernah mengganggunya, tapi dia juga tidak memiliki ketegasan untuk ukuran seorang suami. Jadi Alvin ingin melihat niat Robert yang sebenarnya.
Robert mendongak " Baik !, besok Ayah akan kesana, Ayah akan bekerja dengan keras !" ucap Robert bersemangat.
Alvin tersenyum, dia memasuki Mobil, sementara Jeni memapah Robert untuk berdiri.
" Ayah, Alvin telah memberi Ayah kesempatan, jangan sia - siakan kesempatan ini " Jeni menyelipkan uang ke kantong Robert dan masuk Mobil.
" Tentu saja sayang, Ayah pasti akan berubah !" ucap Robert penuh tekad.
Jeni tersenyum di dalam Mobil dan melambaikan tangannya, Robert juga membalas lambaian tangan anak sulungnya itu.
Leni yang tadi mengejar Robert baru sampai, dia mengerutkan keningnya ketika melihat Robert tersenyum bahagia.
" Kamu kenapa Robert !?" tanya Leni penasaran.
Robert menjawab dengan ketus " tidak ada hubungannya denganmu !"
" Berani yah kamu sekarang !" Leni mau memukul Robert. Tapi kali ini Robert mencekal lengan Leni.
" Sudah cukup Leni !, walaupun seperti ini aku suamimu !, jangan kamu lukai harga diriku terus - menerus !" Robert menghempaskan tangan Leni.
Leni terkejut dengan keberanian Robert, dia melihat Robert yang sedikit berbeda dengan sebelumnya. Ia terlihat percaya diri dan penuh Motivasi.
kesya katanya org system, kok ketakutan?