Alana Wijaya sosok gadis cantik yang hidupnya berubah dalam waktu semalam dan kenyataan ini membuatnya hampir bunuh diri, dalam keadaan frustasi Alana pergi ke sebuah club malam berakhir di ranjang bersama seseorang yang tidak dikenalnya. Bagaimana nasib Alana selanjutnya mari kita ikuti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mukhayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Willy Yang Malang
"Kamu hutang penjelasan padaku Alana ... hei jangan sentuh itu barang milikku!" ucap Agnes dan diiringi teriakan yang entah ditunjukkan pada siapa.
Alana yang mendengar teriakan sahabatnya pun kaget dalam hati Alana ini semua pasti ada hubungannya dengan Max, Alana pun menatap Max dengan tatapan seakan-akan bertanya apa yang terjadi.
Max yang mengerti arti tatapan Alana pun segera membuka mulutnya agar Alana tidak semakin kesal padanya.
"Aku menyuruh Willy mengambil barang-barangmu yang masih ada di rumah Agnes.
Alana pun melotot ke arah Max dia faham seperti apa orang yang bernama Willy itu, Willy dan Max sebelas dua belas sama sama memiliki sifat yang dingin dan jarang berbicara kini Alana faham kenapa tadi Agnes berkata kalau di rumahnya tiba tiba kedatangan manusia es.
"Maaf ya Nes ... besok aku akan menceritakan semuanya padamu di kampus," ucap Alana dan berniat menutup teleponnya tapi suara Agnes menghentikannya.
"Bukannya kamu bilang ingin memberikan pelajaran pada Max beberapa hari ini kenapa sekarang kamu dengan mudahnya pulang sungguh aku kesal padamu Alana!" teriak Agnes.
Alana pun terkejut dia tidak pernah mengira kalau Agnes akan berteriak saat ini Alana yakin kalau Max pasti mendengar ucapan Agnes. Alana melirik ke arah Max dia ingin melihat bagaimana ekspresi Max saat ini tapi Alana tidak melihat perubahan pada ekspresi wajah Max dia pun bernafas lega Alana berfikir kalau Max pasti tidak mendengar perkataan Agnes tadi.
"Aku janji ... aku akan cerita semua padamu besok saat ini aku sedang ada urusan aku tutup dulu ya," ucap Alana dan segera menutup sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Agnes.
Sementara itu di tempat lain Agnes sedang sangat kesal dengan perlakuan sahabatnya juga orang orang berwajah dan sikapnya sedingin kutub es yang tiba-tiba datang dan mengobrak abrikan rumahnya.
Alana menutup teleponnya dan bersikap biasa di depan Max seakan akan tidak ada masalah apapun.
Max yang tadi sempat mendengar perkataan Agnes pun segera mendekati Alana dan tiba tiba menggelitiknya Alana yang mendapat serangan seperti ini secara tiba-tiba pun jatuh telentang di gazebo itu.
"Maxxxxxxx ... apa yang kamu lakukan! Lepas geli tahu!" teriak Alana.
"Apa kamu bilang lepaskan? Tidak Ana ini adalah hukuman untukmu yang sengaja menyiksaku beberapa hari ini dengan tidak mau pulang ke rumah ternyata kamu sengaja," ucap Max dan terus menggelitik Alana.
Alana yang kini telah menyadari kesalahannya pun memohon pada Max untuk menghentikan aksinya.
"Iya Max aku salah ... Maafkan aku! Aku mohon hentikan ya," ucap Alana memohon pada Max.
"Tidak ! Aku tidak akan menghentikan ini sebelum kamu menjawab pertanyaanku," ucap Max yang tidak menghentikan aksinya.
"Baiklah Max ... baik cepat katakan apa pertanyaanmu sungguh ini menyiksaku," ucap Alana pasrah.
"Good girl! Apakah kamu menyukaiku?" tanya Max.
"Tergantung," jawab Alana singkat.
"Apa maksudmu Ana dengan jawaban seperti itu," ucap Max heran.
Konsentrasi Max berkurang dan dia pun tidak lagi menggelitik Alana kesempatan ini di gunakan oleh Alana untuk kabur dari Max dan usahanya pun berhasil.
"Tergantung sikapmu Max kalau sikapmu baik dan manis aku pasti menyukaimu tapi kalau kamu menyebalkan seperti ini aku sungguh tidak suka," jawab Alana sambil berlari meninggalkan Max dia takut Max akan mengejarnya dan mengulangi perbuatannya tadi.
Max yang mendengar jawaban serta melihat tingkah Alana pun tersenyum entah mengapa wanita ini sanggup merubah dunia Max yang jarang tersenyum kini kalau bersama Alana senyum itu tidak pernah pudar.
Max memutuskan untuk mengirim pesan pada Willy dan menyuruhnya datang kemari karena ada sesuatu yang ingin dia bicarakan pada Willy.
Tidak beberapa lama Willy pun membalas pesan dari Max dan mengatakan belum bisa datang saat ini dia akan datang sore nanti sambil mengantarkan barang barang Alana yang dia ambil dari rumah Agnes.
Max pun membalas pesan Willy hanya dengan kata oke, Max memutuskan untuk pergi ke ruang gym sudah beberapa hari ini dia tidak berolahraga.
Tanpa Max ketahui saat ini Willy sedang di tahan oleh Agnes, Agnes menyuruh Willy untuk membereskan semua barang yang di buat berantakan olehnya tadi.
Agnes tidak merasa takut sedikitpun pada Willy sedangkan Willy pun merasa kesal dengan wanita di depannya ini.
"Siapa dirinya ini berani beraninya membentak dan memerintah diriku seenaknya saja di depan anak buahku! Dasar wanita aneh baru kali ini aku menemukan wanita seperti singa betina," gerutu Willy sambil terus membereskan barang-barang Agnes. Dan Agnes pun masih bisa mendengar gerutuan Willy.
"Woyyy aku masih bisa mendengar ucapanmu ya! Jangan macam-macam kamu kalau tidak ingin aku membuat barang masa depanmu itu semakin tidak berdaya!" Ancam Agnes.
Willy yang mendengar ancaman Agnes pun bergidik ngeri, beberapa menit yang lalu Agnes kesal pada Willy dan anak buahnya yang membuat rumahnya seperti kapal pecah oleh sebab itu Agnes memukul 2 orang anak buah Willy dengan penggorengan hingga mereka tidak sadarkan diri dan Willy sendiri mendapatkan tendangan dari Agnes tepat di masa depannya dan itu membuat Willy ngilu tidak berdaya.
Alasan ini kenapa Willy tidak segera datang ketika Max menelepon untuk datang ke rumah segera.
Willy telah menyelesaikan pekerjaannya dan ingin segera keluar tapi lagi lagi Agnes berteriak menghentikan dirinya.
"Mau kemana kamu!" teriak Agnes.
"Ya pulanglah! Urusan kita sudah selesai," jawab Willy.
"Enak saja pulang ayo cepat masak! Aku sudah lapar," perintah Agnes.
Willy yang mendengar perkataan Agnes pun semakin kesal.
"Enak saja menyuruhku memasak memangnya kamu pikir aku pembantumu," ucap Willy geram.
"Kalau kamu tidak bersedia memasak untuk makan siangku aku akan berteriak dan mengatakan kalau kamu mau merampok serta memperkosaku biar orang satu kompleks ini datang menghajarmu," ancam Agnes.
Mendengar ancaman Agnes Willy pun tidak bisa berbuat apa-apa, mau tidak mau dia pun memasak untuk Agnes walau dengan perasaan dongkol.
Agnes yang melihat Willy pun tersenyum setidaknya seharian ini dia punya pembantu gratis dia tinggal suruh dan semua beres.
Setelah menyelesaikan acara memasak Willy pun segera menata makanan di meja makan Willy pikir semakin cepat dia menyelesaikan pekerjaannya semakin cepat pula dia keluar dari rumah wanita menjengkelkan ini.
Semua telah tertata di atas meja makan tanpa berbicara pada Agnes Willy pun pergi dari rumah itu.
Willy tidak lagi menghiraukan panggilan Agnes dia berjalan menghampiri kedua anak buahnya yang telah menunggu di luar rumah setelah sadar dari pingsan tadi.
Agnes pun tidak ambil pusing setidaknya dia sudah memberi pelajaran pada orang orang berwajah es itu, Agnes menuju meja makan dan duduk di sana sambil menikmati makanan yang di masak oleh Willy tadi.
"Hmmm ... lumayan enak," ucap Agnes dan melanjutkan acara makan siangnya.
apakah Tante helen
Alana diratukan Max..