Aku di jadikan alat balas dendam oleh suamiku.
Satu tahun menikah tak ada kelembutan dan tanggung jawab suami yang kudapatkan melainkan kehadiran ku hanya di anggap patung tak ternilai.
"Kau hanyalah boneka tidak lebih dari apapun yang berharga di dunia. Kesengsaraan hidup mu kebahagiaan terbesar bagiku," ucap Rizal penuh penekanan menatap benci wulan yang seketika melemas mendengar pengakuan pria tersebut.
"Apa salah ku hingga kau tega melakukan ini? kenapa tidak kau bunuh saja aku biar kau puas, kenapa harus seperti ini? kau bukanlah manusia, kau iblis berwujud manusia!" Teriak Wulan menggebu-gebu muak dengan tingkah rizal.
"Hahaha.... hahaha ... kau benar saya iblis berwujud manusia. Dan semua itu karena kakak mu!" jawab Rizal tertawa dan seketika langsung berubah dingin dengan tatapan pembunuh.
Sanggup kah aku menjalani pernikahan ini? atau mundur agar tak tersakiti lebih dalam?
Yuk baca kisah ku🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulia rysa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31: Aku menginginkan mu
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Di kamar wulan terus mondar-mandir tidak jelas penasaran apa yang di lakukan rizal yang sampai saat ini belum juga kembali.
Entah kenapa ia terus cemas seperti orang bodoh yang mengkhawatirkan pria Iblis.
"Come on wulan jangan seperti ini, untuk apa mengkhawatirkan pria yang sama sekali tidak memiliki hati, jangan bodoh bangun lihatlah semua dengan jelas." Nasehat Wulan menepuk pipinya menyadari dirinya agar tidak berlarut dalam akting yang di perankan.
Wulan masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri. Di dalam ia belum melakukan apapun, menatap pantulan wajahnya di cermin kamar mandi, kedua bola mata nya semakin lekat.
Berdiri menatap cermin seperti sekarang ini seketika membuat nya teringat keberangkatan nya besok ke negara X belum sempat ia beritahu pada kakak dan kakak iparnya.
"Kenapa akhir-akhir ini aku begitu ceroboh, hal kecil seperti ini saja aku tidak mengingat nya, oh no jika terus berlanjut seperti ini kuliah ku akan terkena imbas," wulan menggeleng kepala cepat.
Tidak ingin menghabiskan waktu di kamar mandi menatap cermin, wanita tersebut langsung melakukan tujuan awalnya.
Setelah selesai ia membasuh wajah dengan handuk kecil dan tentu halus tidak kasar hingga aman untuk wajah.
Wulan duduk di kursi meja rias lalu menatap cermin dan meraih lip balm memoles tipis di bibir nya.
Tersenyum menatap cermin ia begitu menyukai lip balm terbaru aroma nya begitu memenangkan.
Mengingat beberapa hari yang lalu ia menemani santi ke Mall dan tanpa sengaja mata nya tertuju pada lip balm keluaran terbaru.
Entah kenapa ia begitu tertarik dan menyukai lip balm tersebut.
Dan akhirnya memutuskan untuk membeli karena saat itu hanya tersisa 2. Dan santi pun sama mengambil satu.
Wulan meletakkan kembali lip balm di meja rias lalu meraih krim malam yang sudah menjadi rutinitas malam agar selalu terlihat cantik.
Memoles tipis dan memijit kulit wajah dengan lembut, tangan nya berhenti seketika.
"Oh pipi ku kenapa semakin cubby seperti kue donat, ini tidak boleh di biarkan aku tidak menyukai nya. Mulai besok aku harus diet dan kurangi makan yang menimbulkan pipi ku bertambah lebar," ujar Wulan pada diri nya mengangguk kecil.
Wulan terus berbicara sendiri tanpa sadar jika rizal datang.
Rizal melihat wulan berbicara sendiri menggeleng kepala.
"Dasar wanita gila, apa selain murahan dia juga gila?" batin Rizal mengerut kening bingung.
"Aku akan terlihat cantik lagi jika pipi menyebalkan ini turun tidak mengembung, aku bukanlah gadis kecil tapi wanita dewasa dan pipi ini makin hari bukan menunjukkan ke dewasa-an ku tapi malah sebaliknya ke kanakan ku, sungguh buruk," omel Wulan memarahi pipi nya mencubit kesal.
Rizal mendengar omelan wulan entah kenapa tersenyum, ia tidak menyangka wanita di depan nya ini mengemaskan, memarahi pipinya sendiri adalah suatu hal yang konyol yang pernah liat lihat.
Berjalan mendekati wulan dan memeluk dari belakang kedua tangan nya langsung melingkari pinggang wulan.
Wulan kaget dengan pelukan yang berada di pinggang nya langsung menoleh.
"Astaga Mas, kamu bikin aku kaget saja sejak kapan masuk? kenapa aku tidak mendengar bunyi pintu?" tanya Wulan menatap kedua manik rizal.
"Maaf sayang aku tidak bermaksud mengangetkan mu. Apa yang kamu lakukan kenapa belum tidur?" tanya Rizal meletakkan dagu nya di bahu wulan.
Rizal menatap wajah wulan dan juga ia dari pantulan cermin.
"Aku baru ingin tidur setelah memakai krim malam ku Mas, oiya Mas dari mana kenapa baru datang?" jawab dan tanya balik Wulan seketika rasa penasaran awalnya kembali hadir.
"Oh, aku kira lagi nungguin aku ternyata tidak." Rizal menghirup aroma rambut wulan.
Entah kenapa ia begitu menyukai segala hal yang ada di tubuh wulan.
"Mas ... " tegur Wulan merasa risih dengan tingkah rizal yang makin kesini semakin nakal.
Dorongan dari mana, rizal berani meminta sesuatu yang selama satu tahun tidak pernah ia minta.
"Aku ingin melakukan sekarang, kamu tidak keberatan kan?" bisik Rizal membuat bulu kuduk wulan seketika merinding.
"Astaga apa yang dia katakan ini? bagaimana dengan muda meminta sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan sandiwara ini akan sejauh ini? apa yang harus ku perbuat, menolak? tapi apa alasan yang harus aku katakan tidak mungkin menolak tanpa alasan," batin Wulan terjebak dengan rencananya sendiri.
Dia bingung dengan rizal, padahal pria itu sangat membenci nya dan tidak ingin menyentuh nya, dan ia pun kembali teringat saat di kamar mandi tak mengenakan apapun rizal tak menyentuh nya dan sekarang kenapa berubah pikiran secepat ini.
Hal tersebut terus membuat wulan pusing bagaimana harus menyikapi permintaan rizal ini.
"Oh tuhan bagaimana ini, apa aku dosa menolak suami ku? tapi aku tidak ingin melakukan sesuatu yang intim dengan pria yang masih berhubungan dengan wanita lain," batin Wulan.
Dia terus membatin berdiskusi mengenai langkah yang harus di ambil. Satu kesalahan kecil dalam bertindak maka semua akan berantakan.
"Sayang, aku tau kamu pasti bingung mendadak aku meminta hal seperti ini setelah satu tahun menikah aku selalu menolak mu. Percayalah sekarang aku telah berubah, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama di masa lalu," ucap Rizal menyakinkan wulan.
"Apa yang dia katakan ini dapat di percaya? tapi kenapa aku masih ragu? jika dia benar berbohong tidak mungkin melakukan hal sejauh ini." Lagi dan lagi Wulan membatin kali ini hanya ada keraguan di benak nya.
Apakah rizal telah berubah? atau hanya sekedar jebakan dengan suatu tujuan?
"Apa kamu yakin Mas ingin melakukan nya? kamu tau bukan aku tidak bisa memberi keturunan, dan jika bisa itu adalah suatu keajaiban," ucap Wulan menatap rizal dari pantulan cermin.
"Tidak masalah bagiku, kita bisa mengadopsi anak jika kamu ingin," balas Rizal.
"Tidak." Wulan menggeleng kepala.
"Kenapa? apa kamu tidak ingin punya anak?" tanya rizal bingung dengan gelengan kepala wulan.
"Bukan seperti itu, aku sangat menginginkan anak, tapi bukan sekarang. Dan aku bukan tidak ingin mengadopsi anak, hanya saja aku merasa tidak pantas merawat anak orang lain," kata Wulan kembali teringat di masa lalu nya.
Wulan tidak sanggup mengadopsi anak orang lain, sebab hal itu membuat nya teringat akan masa lalu saat hamil berniat menyerahkan putri nya pada orang lain padahal saat itu putri kecilnya belum lahir tapi ia sudah menolak mentah keras merawat nya.
Bukankah hal itu tidak adil untuk anaknya di atas surga, ia menolak keras darah daging nya sendiri, dan malah merawat penuh cinta anak orang lain yang tidak ada hubungan darah.
Wulan sangat menyesal dengan semua yang terjadi di masa lalu, jika saja waktu dapat di putar kembali ia ingin memperbaiki semua.
"Maafkan Bunda sayang," batin Wulan sedih.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
Jangan lupa beri dukungan nya 🌹 dan ☕... author akan up 3X.
Ceritanya bagus dn endingnya bahagia
Tetap semangat kakk authorrr untuk karya2 selanjutnya
Kembang sekebon buat kk otor😍