Perjodohan? Ya mereka menikah karena perjodohan.
Seperti seperti cerita lain, jika menyangkut perjodohan maka mereka adalah dua insan yang tidak saling mengenal yang terpaksa duduk di depan pak penghulu dan menjadi pusat perhatian.
Kira-kira bagaimana kisah dua insan tersebut dalam menjalani bahtera rumah tangga? Dengan sifat lelaki itu yang dingin dan juga sifat perempuan yang sedikit bar-bar?
Ikuti kisahnya di novel Mr. Vazquez & Mrs. Vazquez
Salam kenal,
ptrmyllln
(PROSES REVISI)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ptrmyllln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tigapuluhsatu
"Udah lama nunggu?" tanya seorang wanita yang baru datang. Ia mendaratkan bokongnya di kursi pengunjung.
"Enggak kok. Gue juga baru nyampe," ucap pria itu.
"Gila banget, macet di sini tuh— udah enggak bisa ngomong lagi deh gue,"
Si pria hanya terkekeh kecil mendengar gerutuan wanita itu.
"Mau ngomong apa?" tanya wanita itu. Ia juga bingung tumben sekali pria Bunglon ini menghubunginya. Kenapa ia bilang Bunglon, karena sifat pria itu berubah-ubah. Ia akan bersikap hangat ketika berada dihadapan keluarganya saja. Jika tidak ada keluarganya maka ia akan menjelma menjadi pria dingin yang tak tersentuh.
"Bentar dulu. Mbak!" pria itu memanggil pelayan café yang kebetulan lewat.
"Iya Mas?"
"Ice coffee dan ... lo pesan apa?"
"Lemon tea,"
"Nah itu, mbak."
"Jadi, ice coffee sama Lemon tea ya? Ada lagi? Makanan? Kita lagi buka resep baru Mas, rasanya cocok untuk dinikmati bersama Ice coffe dengan cuaca hangat gini," kaya pelayan itu ke mereka. Tidak, lebih tepatnya ke lelaki itu.
"Lo mau makan?" tanya lelaki itu ke wanitanya.
"Ga usah deh. Itu aja," jawab wanita itu.
"Itu aja Mbak."
"Baiklah,"
Tidak berselang lama pelayan itu kembali dengan dua gelas pesanan mereka.
"Silahkan dinikmati," ucap pelayan itu ramah.
"Terima kasih,"
"Hm jadi mau ngomong apa?" wanita itu bertanya lagi. Sang lelaki hanya sibuk menyeruput Ice coffee nya.
"Jadi apa? Haduhh aku penasaran nih. Bang Marvel lama!"
Marvel terkekeh lalu menatap mata Grace serius. " ... ini tentang Ardo dan juga Viola," seketika itu pula raut wajah Grace berubah.
***
Viola sedang berada diruangannya sambil mengecek jadwal-jadwal pertemuan penting Ardo. Sebenarnya sudah waktunya makan siang, tapi ia masih menunggu Ardo yang entah kenapa betah sekali dalam ruangan itu. Viola ingin sekali makan duluan tapi Ardo bersikeras agar mereka makan bersama.
Viola teringat akan bekalnya, Viola memang membawa bekal karena Viola adalah tipe orang yang mudah sekali lapar. Ia melirik ponsel yang ia matikan sejak tadi malam. Viola menyantap roti selainya seraya mengaktifkan teleponnya. Siapa tau ada gosip menarik dari akun gosip yang ia ikuti itu. Gini-gini Viola juga merupakan netizen yang maha benar.
Viola terkejut melihat banyak sekali notifikasi dari Instagram yang masuk. Seingatnya ia terakhir kali mengunggah foto itu dua bulan lalu, karena ia jarang mengunggah foto tapi sering membuat instastory. Tapi mana mungkin pemberitahuan itu berasal dari instastory nya, sedangkan hari ini ia tidak membuat story apapun.
Viola terkejut bukan main saat melihat foto yang menandai dirinya. Foto itu adalah foto saat Viola masih tertidur lelap diperlukan Ardo. Viola lebih terkejut lagi melihat banyak suka dan komenn yang di ajukan untuk dirinya dan Ardo.
"MARVEL!!" teriak Viola saat tau Marvel merupakan dalang dari semua ini.
Dengan cepat Viola menghubungi orang yang diteriakinya itu.
"Hallo--"
"MARVEL! Abang lucknut! Apa yang lu lakuin hah? Kenapa foto gue sama Ardo lu posting sembarang?! Hadoh semua orang jadi tau kan kalo gue udah nikah sama Ardo! Duh dasar sableng. Kok bisa gue punya abang kek lu itu!" semprot Viola tanpa jeda sekali.
"Aduh Viola. Telinga abang kamu ini masih normal jadi jangan kenceng-kenceng ngomong nya. Kamu tega banget, aku juga udah di semprot Ardo sama lambe turahnya dia. Ngertiin dikit dong,"
"Sukurin! Kalo ada apa-apa sama gue maupun Ardo, Lu orang pertama gue salahin," ucap Viola sarkastik.
"Iya iya! Yodah dulu aku mau nyiapin meeting. Babayy-- tuttt ... tutt," Viola langsung memutuskan sambungan telponnya. Ia masih kesal dengan Marvel. Ditambah lagi perutnya sudah keroncongan minta diisi.
"Ardo," geramnya. "Bertelor apa sih dia?" kesal Viola, ia lalu berbenah-benah untuk pergi duluan. Ketika ia sibuk mengemasi barang-barang, ada seorang wanita dengan body bak jam pasir itu menerobos masuk tanpa memperdulikan Viola. Kepala Viola pusing saat parfum yang dikenakan wanita tadi merasuk ke hidungnya. Parfum atau bunga penjaga kubur sih yang dia pake? Nyengat banget.
"Hei, Mbak! Loh loh kok masuk sih,"
Viola mengejar wanita yang sudah masuk ke dalam ruangan Ardo. "Mbak! Mbak tuli ya? Udah saya teriak—Astaga!" ucapan Viola terhenti kala melihat pemandangan didepannya ini. Kepalanya langsung mendidih dengan suhu 100°C ketika ia melihat Ardo memeluk wanita seksi itu! Astaga! Brengsek! Sialan!
Viola mundur ke belakang, ia menutup mulutnya tak percaya. Viola berbalik dan langsung pergi meninggalkan Ardo yang berusaha melepaskan pelukan wanita itu. "Lepas, Milen!"
Wanita bernama Milen itu melepaskan pelukannya dengan bibir merahnya mengerucut sebal. "Ck, aku tuh masih kangen kamu tau gak!"
"Kamu bikin istri saya salah paham, Milen!" bentak Ardo.
Milen membulatkan matanya. "Istri?" Tanya Milen pada angin karena Ardo sudah menyusul Viola yang entah berlari kemana. Milen tersenyum sinis. "Permainan dimulai, sayang."
Sedangkan di sisi lain, Viola sedang menggerutu sebal dengan hati berdenyut. "Ardo sialan! Kulkas berjalan! Orang kelaperan dia malah asik-asik peluk wanita lain! Sialan! Kenapa mata gue berair sih?!" Viola menengadahkan kepalanya agar air di matanya itu tidak turun. Entahlah Viola tidak cemburu hanya saja ia sedang kesal.
"Ibuk, saya pesan nasi goreng porsi jumbo super pedas, bakso ranjau, mie ayam racun level 15!"
"Siap!!! Minumnya apa?"
"Teh es empat!"
"Baik, ditunggu eneng geulis,"
Tah berapa lama pesanan Viola pun sampai. Viola melahap satu persatu pesanannya itu. Persetan dengan tatapan orang, ia tidak perduli yang penting rasa lapar dan kesalnya terobati.
"Viola!" panggil seseorang dengan nafas terengah-engah, disusul seorag wanita cantik dengan benjolan besar di sekitar badannya. Viola tidak memperdulikannya ia malah makin lahap memakan hidangan yang tersaji. Tidak perduli dengam keringat yang sudah membanjiri wajahnya juga bibirnya yang sudah terlihat memerah dan membengkak.
"Viola, cukup!" tangan Viola ditahan seseorang ketika ia menyuapkan lagi Mie ayam penuh dengan cabe itu.
"Apa?! Gue lapar! Minggir," sentak Viola.
"Viola! Saya bilang cukup!" sekarang mereka bertiga sudah menjadi tontonan gratis para karyawan karena memang ini adalah jadwalnya makan siang.
"Apa yang kalian lihat? Mau saya pecat?" pertanyaan dengan suara datar itu membuat suasana kantin serasa mencekam. "Bubar!" para karyawan yang berkumpul pun melangkah mundur dari kantin dari pada mundur dari perusahaan.
Wanita yang bersama Ardo hanya bergidik ngeri sambil bergelayut manja di lengan Ardo. Viola yang melihat itu seketika ingin menumpahkan kuah baksonya pada wanita itu.
"Milen, lepas!" Milen langsung melepaskan pelukan itu dengan bibir merah mencebik. "Peluk aja gak boleh? Padahal kan kamu sering minta lebih," gerutu Milen yang masih dapat didengar Viola.
"Viola, ganti makanan kamu," ucap Ardo.
"Memang Bapak siapa berani menyuruh mengganti makanan saya?" tanya Viola datar. "Bapak hanya bos saya, jangan berlagak seperti kita sudah saling mengenal atau bahkan lebih dari itu," lanjutnya.
Milen menyeringai senang, drama suami istri heh?
"Viola—"
"Sayang, katanya kamu mau makan di restoran biasa kita makan, ayo! Aku udah laper banget," potong Milen.
Ardo mengerutkan keningnya, lalu memandang tajam Milen. "Kamu—"
"Aku kangen sama kamu, tapi kenapa kamu malah ngurusin sekretaris buluk kamu ini? Ia bahkan tidak punya sopan santun terhadap kekasih bos nya." Viola semakin geram dibuatnya, ia tertawa miris ternyata Ardo punya kekasih? Wow hebat Ardo. Dulu lu nuduh Viola selingkuh, tapi sekarang? Ckck
"Milen," geram Ardo dengan suara rendah.
"Apa?" tanya Milen tanpa rasa bersalah. "Apa salah jika aku merindukan kekasihku sendiri?"
***
(Nah! Semoga aja part yang panjang2 ini nggak bikin kalian bosan hehe)
(Saya cuma mau ngasi tau, konflik cerita saya nggak berat2 jadi yang ringan2 aja gitu tapi ya gitu banyak konfliknya, semoga kalian nggak mual bacanya💋😉)
Semoga sehat selalu ya thor,semoga sukses selalu🤲🏻🤲🏻🤲🏻🌺🌺🌺🌺🌺⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️