NovelToon NovelToon
Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erna Surliandari

Dijodohkan dari sebelum lahir, dan bertemu tunangan ketika masih di bangku SMA. Aishwa Ulfiana putri, harus menikah dengan Halim Arya Pratama yang memiliki usia 10tahun lebih tua darinya.

Ais seorang gadis yang bersifat urakan, sering bertengkar dan bahkan begitu senang ikut tawuran bersama para lelaki sahabatnya.

Sedangkan Halim sendiri, seorang pria dingin yang selalu berpembawaan tenang. Ia mau tak mau menuruti permintaan Sang Papi.

Bagaimana jika mereka bersatu? Akankah kehangatan Ais dapat mencairkan sang pria salju?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Demi Kak Lim

"Nisa, Gue pulang duluan." pekik Ais, yang sudah diatas motornya.

"Ais, nebeng."

"Lah, tumben?" tanya Ais, mematikan kembali motornya.

"Males naik taxi. Mending bareng Loe aja, kan searah." jawab Nisa, yang rupanya telah merencanakan untuk menebeng Ais hari ini.

Buktinya, Ia telah memakai celana treningnya agar dapat naik motor dengan mudah.

"Ngomong ada apa. Jangan coba sembunyiin sesuatu dari Gue." tanya Ais, di sepanjang perjalanan.

"Kalau naik ojek, kadang ada preman yang nyegat. Ngga cuma malak, dia malah kadang colek-colek." lapor Nisa.

"Weh, brengsek. Mana dia orangnya? Kudu di beri pelajaran rupanya."

"Eh, ngga usah. Loe, pasti dalam pengawasan Kak Lim. Gue ngga mau, Loe ada apa-apa." lerai Nisa.

Ais terpaksa menahan amarah nya kali ini. Nisa benar, dia memang dalam pengawasan Lim. Tak menutup kemungkinan, Lim akan tahu dakam waktu singkat, meski Ia bahkan tak terluka.

" Loe, gue anter jemput." ucap Ais.

" Ngerepotin."

"Loe bilang kita searah, jadi sekali jalan. Udah deh, nurut aja."

"Iya, maaf." jawab Nisa, lalu memeluk tubuh sahabatnya itu dengan erat.

Ais menarik gas nya kuat, setara dengan kemampuan motor yang Ia kendarai saat ini. Ia begitu cocok, dan sudah sehati dengan kuda besi itu.

Tiba di rumah Nisa. Ais langsung pulang tanpa masuk atau pun memberi salam pada Ibu Nisa kala itu. Ya, mungkin masih sungkan dan menghindari hati yang mungkin akan terluka lagi nantinya. Nisa pun faham, dan Ia tak menuntut macam-macam dari sahabatnya itu.

Begitu cepat Ais mengendarai motornya. Ia ingin segera sampai dan istirahat. Apalagi, membayangkan se ember Ice cream yang di janjikan Lim padanya. Ia pun langsung menuju kulkas ketika sampai.

"Kak, mana?" tanyanya lewat Telepon..

"Apa nya?"

"Ice creamnya. Katanya mau beliin Ice cream?"

"Tunggu aku pulang. Atau, beli sendiri saja dengan motor sebentar."

"Ih, orang udah semangat, juga."

"Belajar sabar, Ais."

"Au ah, Ais mau istirahat dulu. Capek." kesalnya, lalu berlari ke kamar.

Ia merebahkan diri tanpa mengganti pakaian. Ia terus membuka hp, sembari menatap foto Papa dan Mamanya. Ia rindu, tapi kembali harus tersimpan dengan rapi. Orang bilang, ini lah resiko anak perempuan. Yang ketika dewasa, harus meninggalkan, atau ditinggalkan. Meski terlalu cepat bagi Ais.

"Eeerrrrghhh! Tumben ngga bisa tidur. Perkara Ice cream doang." keluhnya.

Ia pun keluar, masih dengan seragamnya. Duduk di taman kecil, di tepian kolam untuk memberi makan ikan-ikan di sana.

***

"Dimas..?" panggil Lim, ketika Ia kebetulan lewat di depan ruangannya.

"Ya, kenapa?"

"Belikan Ice cream untuk Ais."

"Hah, Ice cream. Perkara Ice cream, kenapa harus kau yang belikan? Tak bisa kah sendiri?" tanya Dimas.

"Dia tak minta. Aku yang memberikannya. Pak Wil sedang pergi dengan Papi untuk terapy."

"Ya, baiklah. Yang sebesar apa?"

"Ember paling besar."

"Gila...." ucap Dimas, dengan menggelengkan kepalanya.

Dimas pun bergegas, melakukan yang Lim perintahkan. Apalagi, Ia juga sedang tak banyak pekerjaan dan santai di sore hari yang cerah ini.

"Ais, kamu dimana?" panggil Dimas, dengan Ice cream dalam cup super besar.

"Kenapa, Kak Dim? Ais di taman." balas nya dengan keras.

Dimas menghampirinya, "Ini, pesananmu. Lim belum sempat pulang."

Ais pun berdiri, menerima Ice creamnya dan duduk dengan manis di kursinya.

"Ya, Strowbery." lirih Ais, sedikit kecewa.

"Kenapa, ngga suka? Lim katanya sudah janji, jadi Ia berusaha menepati janjinya meski melalui aku."

"Benarkah? Ini dari Kak Lim. Baiklah, Ais akan makan." ucapnya antusias. Meski sedikit takut.

1
juwita
mampir
Bunda Fariz
Luar biasa
febby fadila
ngapain diam klw harus ditindas trus...
febby fadila
bapak tuan gimna ini thor
febby fadila
jangan judes2 lim
febby fadila
mantap yg satu bar2 yg satu kutub es
febby fadila
kayakx seru ni
3sna
baru bc sampe sini,visualny gk ada apa dihapus thor
3sna
lha td bapak skrng tuan
3sna
karakter lim gk dingin cm irit ngomongnya kykya jg ramah
Jesi Ka
Luar biasa
shanshiree
Kecewa
shanshiree
aku temukan karyamu kak Erna,
sharvik
wau tmbah pnsaran . .visual ais y mn dong thor??
L A
Biasa
L A
omongan org tak kan buat kita kaya....
biar je...
Qaisaa Nazarudin
Kenapa manggilnya kakak suami sih,gak enak aja dengernya,kalo kakak ya kakak aja,kalo mas ya mas aja...kenapa mesti ada kata suami nya di belakang..
Qaisaa Nazarudin
Padahal Ais udah gede,gak perlu di ajar juga,Harusnya dia udah tau,Bisa baca juga kan,gak bodoh2 amat..🤦🤦
Al^Grizzly🐨: aduh..kalau yg namanya nakal...akan terbawa terus mbak...apalagi ada DNA bapaknya yg mantan preman kampung....dia tidak akan terubah sifatnya jika tdak ada yg merubahnya...
total 1 replies
Noer Hidayah
hah sampe disini aja thor...kirain asa bulan madu selanjutnya😄😄
Noer Hidayah
dugaan q benar ayu oplas mirip Al krn ayu sbnrnya suka ama lim
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!