NovelToon NovelToon
My Hottest Man

My Hottest Man

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Balas Dendam / Playboy / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Tamat
Popularitas:261.8k
Nilai: 5
Nama Author: Senja Cewen

Takdir, secara kikuk menari di atas lembaran putih. Ujung pena menggurat kisah perjumpaan dua insan yang tak bisa menolak kebetulan.

Adik perempuannya yang sedang hamil menerima tindak kekerasan kemudian sekarat di ranjang rumah sakit, Raymundo Alvaro oleh kemurkaan brutal bersumpah akan jebloskan semua yang terlibat ke dalam penjara. Tidak terkecuali, seorang wanita muda yang pernah secara terang-terangan berikan peringatan padanya juga mengancam adik perempuannya.

Raymundo yakini Bellova Driely adalah nama teratas dalam daftar hitam yang paling bertanggung jawab atas segala hal buruk yang menimpa keluarganya.

Sedangkan, Bellova Driely tak menyangka ia akan terseret kasus yang kemudian menghilangkan nyawa bayi Hellena Alvaro.


Raymundo kemudian putuskan menghukum Bellova Driely dengan caranya sendiri. Ia bebaskan Bellova dari penjara dengan banyak syarat dan sengaja ciptakan kegelapan untuk Bellova. Bellova tak berdaya membalas ketidak-adilan yang menimpa karena sebuah janji yang harus ditepati. Bellova menyimpan rahasia besar yang bisa akhiri kesalah-pahaman tetapi ia telah dituntut sumpah untuk pengorbanan berdarah.

Apa yang terjadi ketika akhirnya masa lalu terkuak dan masa depan kehilangan ketenangan? Akankah cinta yang hadir mampu kalahkan kebencian?!

***

Ditulis oleh Senja Cewen

Ja'o Mora Ne'e Masa Miu (Aku Mencintaimu)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja Cewen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30. Me, My Hubby and Mr. Vargas.

Belliza Driely Damier bangun dari koma dan alami kelumpuhan serta beberapa masalah tulang punggung lain akibat terlalu lama berbaring. Ia juga kesulitan bicara, perlu melatih beberapa hal-hal dasar seakan ia bayi di bawah tiga tahun. Ada sedikit gangguan ingatan tapi bukan sesuatu yang parah. Belliza hanya menolak kenyataan bahwa ia telah tertidur selama dua tahun.

Belliza memohon Dona sembunyikan kondisinya dari siapapun termasuk dari keluarganya. Ia mulai jalani terapi. Dona, ahli saraf, fisioterapis, psikiater dan psikolog bekerja sama untuk menyembuhkannya dan kembalikan dirinya seperti semula.

Dua Minggu jadi tiga Minggu lalu sebulan berlalu. Bellova, Bellinda, Ayah dan Ibu selalu setia datang menyemangatinya sesekali. Tetapi, saat mereka berkunjung, Belliza tertidur seperti biasa dan Dona meneguhkan hati mereka. Mom dan Daddy bersih keras untuk tinggal tetapi Dona mainkan peran, yakinkan bahwa ia akan menangani Belliza dengan baik.

Minggu pertama di bulan kedua Belliza membuka mata perlahan mulai bosan pada warna kematian dan senyap rumah sakit tetapi bersyukur dan berterima kasih ia masih bernapas. Secara perlahan mengambil alih kendali atas dirinya, Oskan tak pernah berkunjung begitu pula pria bersuara berat, yang akhirnya ia ingat bernama Lucio Vargas.

"Foto Cheryl, Dona ...," pinta Belliza pada Dona suatu waktu. Terpukul mengetahui puterinya berusia 3 tahun dan bukan dirinya yang melihat Cheryl langkahkan kaki pertama kali. Hati sangat sakit.

Bergetar ketika Dona berikan selembar foto yang didapat dari Bellova.

Tak bisa berkata-kata, hanya memandang foto di tangan diliputi kesedihan juga keharuan. Banyak emosi. Belliza menangis sejadi-jadinya melihat Cheryl telah tumbuh selama dua tahun lebih tanpa dirinya.

"Bellova jadi Ibu yang baik. Oskan tak meninggalkan Cheryl sendirian," hibur Dona. "Jangan bebankan dirimu, Belliza. Jadikan Cheryl penyemangatmu."

Belliza mengangguk penuh kebulatan tekad.

"Kamu benar Dona." Mari sembuh dan bertemu Cheryl. Dan ia bersumpah tak akan menyentuh minuman keras lagi. Ia akan jalani sisa hidup dengan baik dan benar.

"Kamu perlu beritahu Bellova keadaanmu."

Belliza menggeleng pelan.

"Bellova ada di studio, mengambil cuti dan bekerja." Dona berbagi informasi.

"Adikku sehat?"

"Em, dia kurusan."

Beri aku kesempatan, Tuhan. Aku akan jadi kakak terbaik untuk adik-adikku, ibu terbaik bagi Cheryl. Dan Oskan?!

Belliza tak ingin rasakan apapun, tak ingin mengenang apapun. Ia mencintai suaminya, tetapi sedikit demi sedikit mulai berubah oleh luka. Tak ada kebahagiaan, ia hanya mencintai kesia-siaan seperti menulis kisah di atas pasir.

"Kamu bisa melatih otot wajahmu tiap hari dengan sedikit senyum, tertawa dan berbicara pendek. Pelan-pelan dan jangan dipaksakan."

Suara Dona akhiri lamunan. Belliza ingin putus asa ketika diawal-awal ia mulai fisioterapi untuk kembalikan fungsi gerak tubuh, merasa aneh, baru dan sia-sia.

"Mari kita bersenang-senang Belliza," ujar Dona bantu ia berpindah ke sebuah peralatan medis, di mana ia tidur di atasnya dan sejumlah peralatan dipasang pada tubuhnya.

Seseorang yang Belliza kenal bernama Soledad, tersenyum lembut padanya.

"Pejamkan matamu. Abaikan hasutan di sekitarmu. Tarik napas dalam dan hembuskan perlahan. Kita mulai."

Soledad dibantu Dona jadi pemandu baginya untuk melatih otak membangun energi kedua dalam dirinya sambil punggung dan tulang belakangnya menerima sejenis terapi pijatan.

"Jika kamu rasakan kesemutan. Abaikan. Mari bayangkan dunia indah. Tepi pantai di musim panas. Saat mentari bersinar di langit. Mari fokus ke sana! Laut biru, ombak putih berkejaran menuju pantai, suara deburan, aroma laut, juga butiran pasir halus di kakimu. Rasakan keindahannya. Kamu memakai gaun pantai indah, bermain di tepian dan orang-orang yang kamu cintai di dalamnya. Petik tiap bahagia."

Belliza melihatnya. Dunia dalam imajinasi. Cheryl, Oskan Devano dan dirinya bermain bola di tepi pantai. Tak jauh dari mereka Bellova, Bellinda, Ayah, Ibu juga neneknya berkumpul di bawah payung pantai. Bergurau dan saling bercanda, tertawa bahagia.

Suaminya yang tampan sedang ulurkan kedua tangan meminta bola darinya.

"Mommy ..., lempar bolanya!"

"Cheryl ...."

"Belliza, Sayang."

Oskan bicara padanya, tetapi bukan suara Oskan. Suara berat sangat indah, dalam dan penuh perhatian.

"Oskan?"

Oskan tersenyum secerah mentari.

"Belliza, Sayang. Aku dan matahari menunggumu ditepi sungai Tagus."

Senyuman Oskan memudar.

Lalu, Belliza dengan cepat berpindah. Jembatan terpanjang di Eropa, Vasco da Gama, terbentang indah melintasi sungai Tagus, berhiaskan lampu-lampu menjelang pagi. Fajar menyingsing di Timur, angin berhembus di atas danau, perlahan menerpa wajahnya. Pinggangnya dipeluk dari belakang.

"Mari ajak Cheryl main di taman di Barreiro, naik Santa Justa lift. Aku akan menggendongnya di pundakku. Mari menikmati Lisbon."

"Siapa kamu?"

"Tak kenal aku?" Keningnya dikecup, tangannya digenggam. "Lucio Vargas."

Belliza berbalik dan menatap pria di depannya. Kelewat tampan, dengan sinar mata kebiruan yang memikat, berlebihan sensual dan maskulin. Pria idaman banyak wanita.

Belliza membuka mata. Dona terlihat pertama kali lalu Soledad.

"Bagus, Belliza. Dapatkan energi keduamu."

"Apakah Lucio Vargas sering mengunjungiku?" tanya Belliza tiba-tiba hingga dua orang di depannya terkejut.

"Tidak. Beliau meminta berulang kali, tetapi Bellova tak ijinkan."

"Apa kamu yakin, Dona?"

"Ya. Ada apa?"

"Aku terus mendengar suaranya."

"Ya, Tuan Vargas yang pertama kali membawamu kemari. Apakah kamu ingin aku kabari Tuan Vargas tentang kondisimu?"

"Dia masih di Perancis," sahut Belliza. Kemampuan bicaranya perlahan kembali normal dalam sebulan.

"Darimana kamu tahu?" Tentu saja Dona heran, Belliza adalah pasien yang kesehariannya dipantau, diawasi ketat, tak pegang ponsel dan tak cukup kuat mengingat sederet angka untuk menelpon seseorang.

"Tuan Vargas pamitan padaku, akan pergi ke Perancis untuk waktu lama."

"Kamu bertemu dengannya?"

"Tidak. Ia berbisik padaku suatu waktu."

"Jadi, siapa saja yang sering kamu dengar suaranya?"

"Dona, Tuan Vargas, Bellova, Mom, Dad, Bellinda. Oskan sekali."

Dona mengangguk-angguk kecil. Lucio Vargas dapatkan suara terbanyak. Sadari mereka kecolongan. Lucio Vargas pasti telah menyamar jadi seseorang untuk kunjungi Belliza sembari terus meminta ijin agar terkesan sopan untuk membungkam kecurigaan mereka. Dona berpikir akan melihat rekaman CCTV dan laporkan hasilnya pada Bellova. Namun, Lucio Vargas mungkin salah satu kunci spirit bagi Belliza. Terbukti, Belliza banyak mengingat pria itu saat masih koma.

"Apa ada yang lain?"

"Beberapa lagu."

"Uhhum?"

"Ayer, Enrique Iglesias. Eternal Flame."

Dona benar-benar terpukau.

"Beliau akan segera kembali dari Perancis."

"Aku ingin Lipstik Dior dan Parfum. Bisa beritahu padanya?"

Dona mengawasi Belliza sambil merekam pengalaman Belliza.

"Siapa Tuan Vargas ini, Belliza?"

"Sepupu Oskan Devano."

"Sepupu suamimu?"

Mengangguk.

"Apa yang hendak Oskan lakukan padaku, Dona?"

Dona terpana. "Apa maksudmu?"

"Oskan akan lakukan sesuatu padaku bukan? Ia ucapkan selamat tinggal padaku!"

"Belliza?!"

"Apakah dia ingin membunuhku?"

Dona kembali tertegun. Mereka yang koma mungkin tidur tetapi percayalah bahwa mereka menyimak segala hal yang terjadi di sekitar mereka.

"Terima kasih telah selamatkan aku!" ucap Belliza beberapa saat kemudian. Pelan-pelan menghapus cinta pada Oskan Devano. Ketika marah, suara Belliza dan caranya bicara sangat jelas dan tegas.

"Jangan bangkitkan amarah dalam dirimu. Itu akan merusak segala hal yang telah kita perjuangkan." Dona menasihati.

Mengangguk. Belliza akan menyerah pada Oskan Devano meski akan tetap berjuang untuk Cheryl. Tetapi, sebelum segalanya berakhir, ia akan membuat Oskan menginginkannya. Oskan akan menyeret lutut di lantai, mengemis padanya agar mereka kembali bersama.

Pertama-tama, ia harus bangun dan tegak. Jadikan keterpurukan sebagai kekuatannya. Tidak semua orang bisa kalahkan koma, ia telah merusak aturan, menerobos batas dengan bangkit dari kematian. Lucio Vargas telah menarik jiwanya dari neraka dan Lucio Vargas adalah satu-satunya jalan agar Oskan menginginkannya.

Belliza pejamkan mata.

"Tolong kirimkan pesan lain padanya."

"Ya?!"

"Belliza menunggumu."

***

Aku up mungkin lebih dari dua chapter hari ini, karena aku terburu-buru untuk sebuah persiapan wedding.

Tinggalkan komentar ditiap Chapter, like komentar sesama readers dan pastikan jangan komentar pendek seperti "lanjut, bagus, semangat," karena sistem akan menghapus komentar apalagi hanya stiker love.

Say hallo to Mr. Lucio Vargas. Pria ini tak perlu merayu wanita karena ia miliki semacam aura sensual yang membuat para wanita berlarian di sisinya.

1
choirotun nisa
pait kaya antibiotik 🤣
choirotun nisa
kayaknya suka ngemilin es batu kali ya😄
choirotun nisa
Wes embuh lah ray.. karepmu 🤣🤣🤣
choirotun nisa
wkwkwkw.. kata2 kak ceine selalu bikin senyum2 lucu..
choirotun nisa
uuhhhh anda memang hot tuan raymundo 🤭
choirotun nisa
queenaass plis stop yaa.. nanti mr owl cemburu butong 😄
✨Susanti✨
hai-hai Thor
aku datang lagi
Elly Adisusetyo
puluhan kali baca cerpen ini..gak.bosan2nya,aq msh blm menemukan novel yg bagusnya sprti krya novel2..mksh kak senja
Ros Yusmiasih
meskipun agak sulit mencerna alur ceeitanya ,tapi ini novel yg bagus ....terimakah authir ....smkn sukses ....Gbu
Ros Yusmiasih
mati aja alfaro .......
Ros Yusmiasih
ini baru seru ceritanya
Rossida Sity
ini rencana BM unk ray bulan madu
Rossida Sity
ini Pat bm
Rossida Sity
mulai jahat LG rey
Rossida Sity
kasian belova ini semua Krn oskan,ya slh belova jg sih, tp oskan yg LBH slh
Rossida Sity
seru bgt AQ JD begadang dr kemaren bcx
Rossida Sity
susu 🐮🐮
Rossida Sity
kocak🤣🤣
Rossida Sity
bingung
bunga cinta
mantaap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!